Membuat film 15 menit dalam 7 bulan!

Okay, judul diatas mungkin gak terlalu menarik. Apa hebatnya bikin film 15 menit dalam 7 bulan?! Emang. Gak hebat. Tapi gua cuma pengen cerita pengalaman gua dalam membuat film Dendam Membara.

Alasan membuat proyek baru

MensrooM, think-tank terhebat dalam perfilman independen Indonesia, saat itu anggotanya tengah tercerai berai di berbagai belahan dunia. Dua orang di Jerman, satu orang di BSD, satu di Jakarta, satu di Jatinangor, dan satu di Yogjakarta.

Pada bulan Mei 2008, sebuah ide tercetus untuk membuat sebuah film pendek dan menjadikan proyek kali ini sebagai sebuah showcase alias ajang unjuk skill.

Tapi, kenapa sekarang? Kenapa di saat MensrooM tercerai berai? Jawabannya, karena kalo nungguin semuanya balik (alias pas pada lulus kuliah),  bisa-bisa 2020 baru mulai bikin.

Mencari judul

Kami tempe tahu bahwa kami akan membuat film pertarungan, jadi sebagai working title, ditetapkan lah Dendam Membara. Kenapa nyari judul duluan? Karena dengan ini, proses penulisan cerita akan terkontrol dan tidak melenceng. Misalnya: ceritanya harus mengandung dendam. Dan dendamnya harus membara.

Menulis naskah

Jadi, dimulailah penulisan naskah untuk sebuah proses ambisius yang akan melibatkan tehnik chroma-keycloning, digital visual effect, foley, dan hal-hal lain yang belum pernah kami lakukan. Inspirasi dari proyek ini adalah dari video pendek Bloody Omaha, yang menunjukkan skill dan kemampuan dari tiga orang artis visual effect yang merekreasi perang Omaha hanya dengan tiga orang dan peralatan sederhana.

Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, proyek sederhana ini berkembang menjadi lebih besar. Karakter-karakter mulai berkembang, plot dan jalan cerita mulai terbentuk, sampai akhirnya, karena memang gak bisa dihindari (it’s in our blood), lelucon-lelucon pun tercetus. Rino, yang berlatar belakang jurnalistik, menjadi penulis script dan screenplay. Sementara Zafir, yang berlatar belakang tehnik industri, akan bertindak sebagai sutradara dan produser. Dan Dias, yang berlatar belakang sastra, akan bertindak sebagai director of photography dan asisten sutradara. Tiga orang anggota lainnya, Nur, Kojan dan Gawil, tidak diketahui keberadaannya. Dan kami terlalu malas untuk mencari tahu.

Ini adalah cerita tentang kakak beradik yang hidup di dunia antah berantah. Saat mereka kecil, ayah mereka di bunuh orang. Dan mereka pun beranjak dewasa…. Setelah dewasa, sang adik menjadi seorang polisi. Sang adik menyadari bahwa kakaknya telah merampas ingatannya, menggunakan teknologi perampas ingatan. Dan film ini dimulai saat sang adik berhasil menemukan kakaknya dan meminta ingatannya kembali. Dan mereka pun bertarung….dendam sang adik sangat kesumat, sehingga membara…

Setelah script sudah mulai rampung, kami mulai mencari lokasi. Di manakah di daerah ibukota ini yang mempunyai tanah cukup lapang dan memiliki kesan otentik? Yang pasti kami gak bisa make daerah yang banyak gedungnya, karena kita ingin bikin film yang lepas dari realitas tempat kita berada ini. Kita ingin menciptakan dimensi dimana saat menonton film ini, penonton akan tersedot ke dalamnya dan merasakan fantasi di dunia film ini. Akhirnya kami menemukan sebuah lokasi yang sempurna, terletak di ujung kota Depok, di daerah perkampungan, di mana ilalang masih memenuhi pinggir jalan. Berarti langkah selanjutnya adalah mencari aktor.

Mencari aktor

Menulis naskah (lagi)

Tetapi, sebelom mencari aktor, ternyata kita baru nyadar, bahwa kayaknya gak mungkin untuk tetap setia pada tujuan awal proyek ini, dengan menggunakan tekhnik-tekhnik canggih tersebut. Melihat dari terbatasnya dana dan ketiadaan dari sebuah genset, untuk listrik, jadinya kita membuat beberapa perubahan pada skript, menyesuaikan dengan lokasi dan biaya. Berarti, untuk menyelamatkan film ini dan tetap menjadikan film ini sebuah showcase, kita harus bermain di shot-shot indah, akting yang menawan dan lelucon-lelucon yang lebih dari ala kadar.

Jadi ceritanya menjadi lebih sederhana:

Pras adalah jagoan. Dia sedang menghadapi Bram, si penjahat. Bram menculik Cynthia, pasangan Pras, dan diikat di tiang. Pras dendam kepada Bram dan dendamnya sangatlah membara. Pras menantang Bram bertarung.

Mencari aktor

Akhirnya, tanpa susah payah, terkumpul lah aktor-aktor. Gama, yang mantan preman dan merupakan veteran dalam memerankan penjahat, akan menjadi Bram, si penjahat. Dan Tami, yang seorang perempuan, akan memerankan perempuan (Cynthia) yang diculik oleh Bram. Kami memerlukan satu orang lagi untuk menjadi Pras, si jagoan. Dan ada tiga kandidat: Dias, Rino, dan Zafir. Untuk menentukan siapa yang akan jadi jagoan, kita berunding. Dias, seperti biasa, tidak mau muncul di layar. Jadi dia out. Akhirnya terpilihlah Zafir, sebagai yang paling tampan, untuk memerankan Pras. Lalu, bagaimana dengan Rino? Ternyata Rino ingin berkonsentrasi di belakang layar dan mengembangkan cerita. Oke lah, apa boleh buat, tapi sebagai imbalannya, Rino harus memerankan tokoh Ki Jambrong, si bajingan tengik. Itu namanya konsekuensi.

Mencari property

Langkah selanjutnya adalah mencari kostum, property, alat-alat tarung, kamera, dan benda-benda lainnya yg dibutuhkan untuk produksi. Kami muter-muter Jakarta untuk mencari kostum yang pas, tapi taunya si Dias punya yang kita cari. Zafir juga punya. Jadi percuma kita muter-muter kayak es puter! Lalu kami juga mencari benda-benda unik seperti tongkat untuk senjata, petasan, dan lain-lain. Beberapa benda harus dibikin sendiri (karena emang pengen, bukan keterbatasan dana), seperti clapper board dan kostum untuk Cynthia.

Mulai shooting

Pada bulan Agustus 2008, akhirnya naskah film ini rampung juga. Property dan pernak-pernik sudah terkumpul. Dan karena kita dapet lokasinya jauh di ujung dunia (Depok), kita gak bisa menggunakan power supply apa pun untuk lighting, tivi, atau pun kameranya. Jadi lamanya syuting setiap harinya tergantung pada daya tahan baterei kamera tersebut. Setiap kali syuting, kita akan ngumpul jam 9-10 pagi, lalu makan siang, lalu ganti kostum, lalu di make-up, dan lalu cabut ke lokasi. Mulai syuting biasanya pada jam 2 siang. Dan walaupun ini film cuma bakal 15 menit panjangnya, syuting per harinya bisa mencapai 4 jam (alias sampe jam 6 sore!).

Zafir sebenernya adalah sutradara dalam film kali ini, tetapi karena harus berperan sebagai Pras si jagoan, Zafir kewalahan dan akhirnya posisi sutradara dioper ke Rino.

Setelah syuting beberapa kali, terjadi lah awal dari ngaretnya produksi. Rino harus kembali ke gua nya di Jatinangor untuk ngurusin drumband. Sementara Dias sibuk untuk lulus-lulusan kuliah. Tami masi sibuk ngurusin kuliah. Gama sibuk ongkang-ongkang kaki. Dan Zafir sibuk menyelamatkan dunia. Jadi, tidak ada seorang pun yang bisa syuting sampai akhirnya, syuting kembali di mulai  pada bulan November 2008. Pada saat ini, Kojan sudah kembali dari Jerman dan membatu proses produksi sebagai kameramen. Tapi pada bulan ini hanya dilakukan beberapa kali syuting sebelum akhirnya ngaret lagi sampe Januari 2009. Syuting terakhir dilakukan pada tanggal 3 Februari 2009, di hari keberangkatan Zafir ke Jerman.

Post-production

*bagian ini dan seterusnya terjadi di masa depan, karena sampai saat ini Kojan dan Rino sebagai editor sedang jatuh sakit karena sebuah penyakit ganas. Yaitu penyakit malas-dan-esjuice**.

**esjuice = excuse = banyak alasan.

Walaupun principal photography sudah selesai, tapi masih banyak proses yang harus dilalui sampai film ini siap tayang. Misalnya, proses rough cutting, yaitu proces dimana adegan-adegan yang tidak terpakai dibuang dan adegan-adegan serta shot-shot yang terpakai disusun sedemikian rupa sehingga mendekati film jadi. Adegan-adegan di rough cut tidak harus di edit secara rapi. Rough-cut ini yang nantinya akan di-review oleh para produser dan sutradara, dan jika disetujui akan langsung di edit sehingga benar-benar rapi dan dikirim ke bagian special effect.

Di bagian special effect, akan ditambahkan hal-hal yang tidak mungkin dilakukan pada saat pengambilan gambar. Misalnya, untuk menghapus mikrophone yang tertangkap oleh kamera. Ato untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan lainnya. Atau bahkan menambahkan gambar-gambar tiga dimensi dan efek-efek lain untuk menambah efek keren.

Jika filmnya sudah sempurna secara gambar, maka selanjutnya akan dioper ke bagian pengisian suara (foley).

Foley ditujukan untuk mengisi suara-suara (sound effect) yang akan menambah experience dari penonton. Misalnya, suara tembakan, suara benturan, suara langkah kaki, suara tamparan, dan lain-lain. Karena suara-suara ini tidak tertangkap oleh mikrofon pada saat pengambilan gambar.

Setelah ini, film sudah sempurna secara gambar dan suara. Tapi masih ada yang kurang: musik. Film yang sudah jadi ini akan dikirim ke seorang komposer untuk diciptakan score-nya, alias soundtrack dan segala jenis bunyi-bunyian yang tergolong musik. Ini menjadi proses terakhir dalam penggarapan film ini. Tetapi, MensrooM tidak pernah dan tidak akan pernah (MT: Missing Friend gak diitung) menggunakan lagu orang lain, jadi kami harus melakukan proses rekaman lagu-lagu tersebut di sebuah studio musik.

Marketing

Nah, ini yang jadi pertanyaan semua orang. Jika saya mengutip pertanyaan salah satu fans wanita, “humm…ini nanti..humm…eh, ini nanti mau..ehmmm ditayangin di mana?”, sebelum dia akhirnya pingsan karena tersipu-sipu oleh kehadiran Zafir. Jawaban dari pertanyaan itu adalah: DIMANA-MANA!

Film ini nantinya akan dikemas dalam bentuk DVD (disertai bonus berupa: deleted scenes, production photos, versi digital dari draft-draft naskah, story board, Original Soundtracks, dan lain-lain), bentuk online (di Youtube, Metacafe, dan lain-lain), juga ditayangkan di layar semi-lebar di tempat-tempat penayangan film-film pendek seperti Theter Goethe Institut Jakarta dan pameran-pameran kesenian lain, di festival-festival film lokal maupun internasional, dan di hati para penggemar-penggemar kami yang setia.

Doa bersama

Marilah kita semua berdoa agar film ini segera rampung dan dapat dinikmati khayalak ramai SERTA agar Kojan dan Rino disembukan dari penyakitnya.

Berdoa bersama….MULAI!

“wasweswoswasweswos…”

Selesai.

4 Balasan ke Membuat film 15 menit dalam 7 bulan!

  1. Dira Mochtar mengatakan:

    beri link youtubenya klo dah kelar

  2. elzafir mengatakan:

    jangankan link youtube tong,
    DVD nya dah gua bagi2in..
    hahahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: