Diperas Indosat

Februari 8, 2008

Pelanggan jadi korbanSelama ini saya menjadi pelanggan setia PT Indosat (dahulu Satelindo). Semenjak pertama kali punya hape, saya pakai kartu SIM Satelindo yang pasca-bayar. Saya tidak pernah berpikir untuk memakai pra-bayar, karena yang saya tau prabayar itu lebih mahal tarifnya dan juga repot harus cari-cari pulsa. Lalu setelah beberapa tahun meninggalkan Indonesia, saya kembali memakai kartu SIM Matrix keluaran Indosat (mengakusisi Satelindo).

Di luar negeri, pelanggan pasca-bayar bak layaknya raja. Tarif lebih murah, fasilitas lebih lengkap, pokoknya ‘wah’ deh. Tapi saat saya kembali ke Indonesia, kartu pra-bayar sedang ranum-ranumnya. Yang dituju tentu saja khalayak dengan uang terbatas (seperti anak sekolah atau tukang gorengan) atau yang ingin membatasi pengeluarannya. Tapi parahnya, sekarang malah tarif untuk pra-bayar jadi lebih murah! Tidak tanggung-tanggung, tarif SMS prabayar IM3 dan Matrix bisa beda 100%!! Atau bahkan 7.5 kali lebih mahal jika dengan voucher khusus!

Indosat benar-benar menelantarkan para pelanggannya yang paling setia: pengguna pasca-bayar. Selama bertahun-tahun tagihan telepon saya hampir pasti di atas 200 ribu rupiah per bulannya. Tentunya menyumbang revenue lebih banyak dari pelanggan pra-bayar yang hobi ganti-ganti kartu.

Jika di negara selain Indonesia, pelanggan yang setia selayaknya di service dengan baik sebagai balas jasa telah percaya kepada penyedia jasa tersebut. Tetapi di Indonesia, negara yang semuanya serba terbalik, pelanggan pasca-bayar adalah SAPI PERAH!

Baca entri selengkapnya »