Apa itu BitTorrent?

Jadi loe pengen tau tentang BitTorrent? Ato udah tau, tapi bingung dan gak ngerti itu apa? Biarkan lah Sang Don Zafir menjawabnya!

Jadi gimana sih cara BitTorrent bekerja?

Bayangkan elo sedang pengen baca buku. Lo punya tiga pilihan:

1. Beli di toko, 2. Minjem sama temen, 3. Fotokopi punya orang lain.

Sebagai seorang pembajak, harga diri loe tentunya terlalu tinggi untuk ngeluarin duit demi buku yang belom tentu bagus.

Jadi, loe muter-muter kampung loe, tapi cuma ada satu orang yang punya bukunya. Dan bukunya lagi dipinjem sama orang buat di fotokopi.

Kalau dengan teknologi peer-to-peer konvensional, loe bakal harus nunggu sampe tua, karena orang itu cuma punya satu buku (download slot; bandwidth yang terbatas), jadi para tukang fotokopi (downloaders) harus ngantri (queue) untuk ngopi dari orang itu.

Gambar dicolong dari 'The Big Book of Torrent'-nya MakeUseOf.com

Gambar dicolong dari 'The Big Book of Torrent'-nya MakeUseOf.com

Dengan teknologi BitTorrent, lo bisa fotokopi lembaran-lembaran yang baru aja dikopi oleh orang lain! Jadi, loe bisa fotokopi Bab Satu dari si Anu, Bab Dua dari si Itu, Bab Tiga dari si Bangsat, dan seterusnya.

Tapi ada udang dibalik batunya: loe juga harus minjemin bab-bab yang udah loe kopi ke orang lain yang belom punya.

Dan ini membuat torrent menjadi istimewa! Karena, semakin banyak orang yang fotokopi, semakin cepet buku loe lengkap!

Ngerti sampe sini?

Oke, jadi gimana gua mulai?

Pertama-tama, loe harus tau dulu loe mau fotokopi buku apa.

Nah, abis itu, loe liat-liat iklan baris di koran, untuk cari tau ada gak orang yang mau minjemin bukunya buat difotokopi.

Kalo ada, di iklan baris itu loe catet nama dan alamat si orang itu.

Abis itu, karena loe emang dasarnya pemales, lo masukin deh tuh alamat ke program navigasi GPS di mobil loe. Dan loe akan diantar otomatis sampe tujuan, sampe buku loe lengkap ke-fotokopi semua.

Selesai. Itulah prinsip torrent dari sudut pandang pengguna.

 

Okay, cukup dengan analogi! Gimana gua mulai?!

Oke-oke. Sabar ngapa loe. Inilah step-by-step konkritnya:

1. Download klien (program) BitTorrent.

Yang paling populer adalah uTorrent. Programnya ringan dan menawarkan fitur-fitur yang lengkap.

Kalo mau fitur yang lebih lengkap lagi, download Vuze. Vuze ini lebih dari sekedar klien BitTorrent, tapi dia juga nyediain layanan streaming TV shows, film, dan fasilitas-fasilitas lain, yang gua gak perlu. Vuze juga menggunakan platform pemrograman Java, yang bikin program ini makan memory (bikin lambat kalo RAM loe kecil).

Bagi yang pengen simple banget dan gak repot sama sekali, download Opera browser. Karena Opera menyediakan klien BitTorrent yang terintegerasi dengan download manager-nya. Jadi loe akan mendownload torrent seperti layaknya mendownload file biasa!!! Hebat bukan? (Makan tuh Firefox!)

Edit: Satu hal yang harus diperhatikan, program uTorrent menggunakan port khusus. Jadi kalo lo pake router, lo harus buka dulu itu port-nya dari settingan router dan di arahkan (forward) ke komputer lo. Cara buka port di luar dari scope artikel ini. Cari-cari di Google aja, karena setiap merk router beda-beda cara port forwarding-nya.

2. Cari torrent di search engine

Jadi lo udah punya klien-nya, sekarang loe perlu cari torrent yang mau lo download.

Search engine torrent terbesar di dunia adalah ThePirateBay.  Di TPB loe bisa download semua jenis file. Dari MP3 full album, film-film yang baru keluar di bioskop, program-program yang kalo beli harganya ribuan Dollar, bokep (harus register dulu di TPB), dan lain-lain. Praktis, semua orang pengguna torrent pasti bakal nyari torrent pertama kali dari TPB. Coba juga SumoTorrent, Mininova, Torrentz, TorrentReactor, BTJunkie, BTmon, TorrentPortal, Vertor, 1337xIsoHunt, dan Demonoid (perlu registrasi; registrasi cuma bisa di hari Jumat dan Sabtu pertama di setiap bulannya).

Kalo loe lebih doyan donlot musik, coba masuk ke Coda.fm. Di Coda.fm, loe akan dimanjakan tampilan yang sangat rapih dan profesional. Semua torrent yang di index di sana di kontrol sama administratornya, jadi loe terjamin dapet lagu-lagu berkualitas tertinggi dan hanya ada satu copy untuk setiap album (jadi loe ga perlu bingung mau donlot versi yang mana). Di setiap halamannya ada biografi singkat tentang artis dan penyanyinya, rekomendasi untuk album-album lain, dan daftar lagu yang terkandung di album itu. Sangat gua rekomendasikan.

Apalagi ya? Oh iya. Kalo lagi pengen coli, loe ke Empornium.us. Ini bisa dibilang website torrent bokep paling besar di dunia. Alternativenya, coba cek cheggit, pecahanannya Empornium.us. Kalo gak salah cheggit juga perlu registrasi berdasarkan invitasi (cuma member yang bisa ngundang orang lain jadi member). Tapi gua gak tau pasti juga, maklum, gua gak pernah liat bokep. Internet itu untuk belajar. (Tapi kebetulan gua punya member cheggit, kalo mau invitation, email gua dengan sopan).

3. Download file .torrent-nya, aktifkan, dan download file-nya!

Setelah loe ketemu file yang mau di download, loe klik linknya (iyalah!). Nah ntar di halaman torrent tersebut, akan ada link yang tulisannya ‘Download Torrent‘ atau sejenisnya. Link ini kalo diklik akan nge-download file yang berekstensi .torrent. Jadi misalnya, loe mau download film bokep Dhea Imut, setelah loe klik ‘Download Torrent’, loe akan otomatis mendownload file yang judulnya kira-kira:

“Dhea.Imut.nyepong.produser.BUCENK-XXX.HOT.avi.torrent

Loe save lah ini file ke Desktop ato My Documents, terserah. Nah, setelah itu, loe double-click file tersebut!

Kalo lo udah install klien (program) torrentnya, ntar klien torrentnya akan langsung ke buka dan akan ada window yang nanyain mau di save ke folder ama bokep nista ini. Loe save lah di folder tersembunyi loe tempat biasa loe nyimpen file-file 3GP loe.

Setelah itu, tinggal nunggu aja sampe downloadnya selesai. Jangan khawatir, download dengan torrent bisa di Pause, Resume, dan Stop. Setelah selesai, loe bebas coli sepuas loe.

DASAR PEDOFIL LOE SEMUA!!!

Walaupun download telah selesai, loe akan terus mengupload file tersebut sebagai seeder. Ada baiknya loe juga ngeshare “kabar baik” tersebut ke pedofil-pedofil lainnya yang sedang mendownload. Jadi, jangan langsung dimatiin torrentnya. Happy torrenting!


 

Istilah-istilah di dunia BitTorrent:

BitTorrent – Ini nama methode yang kita pake ini, yang udah gua jelasin panjang lebar diatas, sampe pake analogi tolol kayak gitu.

File (MP3, film, program, bokep, dll) – Buku yang mo lo baca dan fotokopi.

Seeders – Orang yang punya buku aslinya (lengkap dari awal sampe akhir)

Leechers – Orang-orang kayak elo yang sedang motokopi buku dari seeders. Seorang leecher berubah menjadi seeder kalo dia udah punya bukunya secara lengkap (dan tetap meminjamkan bukunya buat difotokopi).

Peers – Semua orang yang terlibat dalam proses pembajakan buku tersebut (seeders dan leechers).

Swarm – Network yang terbentuk dari jumlah dari seeders ditambah leechers.

Tracker – Biro iklan yang naro-naro iklan di koran. Merupakan ‘jembatan’ antara seeder dan leechers.

Search Engine – Ini korannya yang memuat iklan-iklan baris tentang file-file yang bisa di-download. Leechers datangnya ke search engine untuk mencari torrent.

Index – Ini iklan barisnya.

.torrent file – Ini ibaratnya nama dan alamat dari seeders & leechers yg loe dapet dari iklan baris. File ini yang umumnya disebut ‘torrent’.

Torrent client/program – Nah ini ibaratnya sistem navigasi di mobil loe, yang memandu loe otomatis dalam proses pencarian dan pemotokopian buku berdasarkan alamat yang loe kasih.

____________

Untuk baca-baca:

The Top 35 Torrent Sites of 2009
Top 10 Most Popular Torrent Sites of 2008
The Best BitTorrent Client Software of 2008
BitTorrents 101: How BitTorrent Downloading Works
TorrentFreak – Latest news about BitTorrent
MakeUseOf.com’s The Big Book of BitTorrent: The Torrent Guide for Everyone

14 Balasan ke Apa itu BitTorrent?

  1. Tcamy mengatakan:

    Ya ampuuuuuuuuuuuuuuunnnn… Itu Dea Imut beneran ya?
    iiiihhh…..
    mengerikan…..

  2. Don Zafir mengatakan:

    Hahahaha. Yang dikomentarin kok malah Dhea Imut-nya?

  3. Tcamy mengatakan:

    Iya don,, soaLnya gue gak ngerti sama postingan kamu…
    yang gue ngerti cuma si dea imutnya….
    tapi tapi…. Don Zafir,, kamu pinter deh….
    Suka bahas gini2 an…. SALOET deh!?
    kayanya kamu bakat loh jadi penjahat!?
    …. makan Pizza meletus yuuuuk……

  4. Tcamy mengatakan:

    GE’ eeerrr………

  5. […] Games – Downloads, Reviews, Guide and Cheats created an interesting post today on Apa itu BitTorrent?Here’s a short outlineCoba juga SumoTorrent, Mininova, Torrentz, TorrentReactor, BTJunkie, BTmon, TorrentPortal,   Vertor, IsoHunt, dan Demonoid (perlu registrasi; […]

  6. islamarket.net mengatakan:

    torrent itu terkenal lambat. enaknya kita bisa milih tingkatan speed pada file yang didownload n kita bisa milih beberapa file aja yang didownload dalam zip.

    • Don Zafir mengatakan:

      Lambat? Torrent memungkinkan kita connect ke ribuan peers untuk mendownload satu file, bagaimana itu bisa dibilang lambat? Mungkin lambat jika koneksi kita tidak memadai dan router membatasi in/out going connection, tapi dengan setting yang tepat, torrent menjadi pilihan sempurna untuk mendownload file ukuran besar (1GB keatas).

      Pilihan apa selain torrent? Setau gua gak ada yang menawarkan flexibilitas seperti itu. Gua punya account Rapidshare, tetapi kalau gua pengen download iATKOS release terbaru yang besarnya 5GB, Rapidshare bukan pilihan tepat, karena gua harus download ratusan potong file satu persatu dan jika ada 1 saja file yang di hapus oleh RS nya, bubar lah semua.

    • bambang mengatakan:

      lambat-kenceng torrent gak ada hubungan ama torrentnya. yang bikin torrent kenceng ato lambat itu biasanya:
      1. peer / seedernya.
      gak jarang peer ama seeder pelit banget ngasi jatah upload speed, yang mana bikin share speed ke peer2 lain makin dikit. bayangin aja ngasi speed upload cuma 10 kBps, tapi yang ngeroyokin ampe 1000 leecher. kapan filenya mau kelar coba? D: apalagi kalo di Indonesia yang notabene upload speednya pelit mampus ;p
      (makanya, baek2 lah ngeshare dan ngeseed kalo selese download make torrent :3 )
      2. tracker.
      tracker emang baek, ngenalin kita ama peer2 laen (yang kita aja gak kenal) biar torrent client kita bisa share bareng peer2 itu. tapi gak jarang tracker itu sendiri bejat. semacam nyediain seedernya yang jelek2 bin pelit bagi2 speed upload (a.k.a leecher, see point 1.), ato mematikan fungsi DHT dan Local Peer Discovery torrent client anda, yang mana bikin kita “kuper” kecuali via trackernya dia doang. ato yang lebih parah, kita disuruh daftar dulu di sitenya (free atopun mbayar, yang terakhir itu bajingan) karena ada “tracking device” di file .torrent-nya yang bisa liat aktivitas DL-UL kita terhadap file mereka. karena itu, pinter2 lah mencari site tracker yang baek2 ngasi seeder, apalagi kalo mereka punya bot sendiri.
      (I reccomend sites other than ThePirateBay. itu sarang leecher soalnya)
      3. Internet Provider.
      kalo ini jelas, inet provider lu jelek speednya, pasti torrent juga lelet. apalagi kalo yang bangsanya quota2an, jangan kaget kalo tau2 torrentnya mati padahal tinggal 0,1% lagi ato tagihan mbengkak lol
      tapi gak jarang juga beberapa internet provider memblokade fungsi peer-2-peer / BitTorrent, baik sekedar membatasi speed peer-2-peer, atau bener2 memblok akses peer-2-peer (apalagi pake firewall). jangan ragu2 buat protes ke inet provider anda kalo mereka ngeblokade peer-2-peer anda :3
      4. Port.
      biasa luput dari pemikiran, tapi Internet Provider tertentu biasa punya port2 tertentu buat “membiarkan” kita mengakses internet. gak jarang kita gak sadar kalo port kita gak sesuai dengan port mereka, jadinya susah nyambung ke internet. jadi biar lancar, kita harus nyamain settingan port torrent kita dulu dengan port Internet Providernya.
      5. PC kita sendiri.
      belum dikonfirmasi, tapi torrent client yang sama dengan setting dan file torrent yang sama, bisa “berulah” beda di beberapa PC yang berbeda spec. ada yang dapet peernya banyak, ada juga yang dapet peernya cuma sedikit (cuma 1 ato 2 dari 1000-an swarm). need more citation, tapi kalo ada yang mau nyumbangin dana buat ngetes, silahkan hubungi gw langsung :3

      sejauh ini, itu semua murni pengalaman gw 4 taun make torrent. :3 dan selama 4 taun itu juga, gw gak pernah make DDL kecuali bener2 kepepet gak ada torrentnya ;3

      dan buat bang Zafir, meskipun ThePirateBay adalah search engine + tracker torrent terbesar, mereka bukan yang terbaik AFAIK. ;3 you’ll know it kalo uda sering make search engine macem Torrentz dkknya :d cuma saran, but hey. gak ada salahnya berbeda dikit kan? ;d

      • Don Zafir mengatakan:

        Yup. Gua pake Demonoid, dan (dulu) TorrentSpy dan OiNK (sekarang Coda.fm gua pake buat musik).

        Tapi, untuk file-file yang baru di release, yang masi anget-anget tai ayam (kayak Workprint Wolverine tanggal 1 April lalu), paling cepet nyarinya ya ke TPB…

  7. Dira Mochtar mengatakan:

    sangat berguna..dan g dah make coda.fm sesuai perintah lo pir dari waktu itu..dan hasilnya g gak pernah ke toko musik lagi tp iTunes lengkap..hehehe

    Tapi pd intinya g msh bingung sm torrent..yg penting SEDOT GAN…

    • Don Zafir mengatakan:

      Hahaha. Hidup piracy!!!
      Legend banget kan tong Coda.fm?
      Taun lalu ada yang lebih gokil lagi, OiNK.cd, tapi udah dibredel.

      Kalo masi bingung, lo liat aja gambar Dhea Imut di atas. Gua jamin gak ada lagi yang bisa bikin bingung elo setelah liat gambar itu.

  8. permesta mengatakan:

    makasih ya…. selama ini biasanya “download” kemudian “stop” trus “remove” …. baru tahu kalo seeders itu untuk bagi2 ‘rejeki’….
    kemarin download 1 file 18,5 Gb cuman 2 sampai 3 jam…. sumpah..!!!

  9. jay mengatakan:

    tpi syang gue pake spidol, kecepatannya tetep ga bisa lebih dari 40 kbps..T.T

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: