Gua benci Linux.

bsd-fucks-linux

Gua benci Linux. Linux-nya sih gak terlalu. Yang gua benci itu Linux zealots. Menurut mereka, dunia akan jadi lebih baik kalo semua aplikasi (dan bahkan semua hal, seperti design mobil, resep obat, dll) berasaskan open source. Ambisi mereka itu sama kayak ambisi Lenin dan Stalin dalam menjadikan dunia ini sebuah utopia komunista. Oke, sah-sah aja, itu pandangan hidup.

Tapi yang bikin gua sangat eneg sama Linux adalah, prinsip kebebasan itu lah yang bikin sistem operasi itu gak diterima di masyarakat. Karena hampir setiap aspek dalam sistem operasi itu dikembangkan oleh individual/kelompok yang berbeda. Sebut saja, kernel-nya, GNOME, Nautilus, Firefox, GIMP, Pidgin, dan lain-lain. Tanpa ada satu badan usaha yang bertanggung jawab atas segala aspek dalam sebuah sistem operasi, yang terjadi adalah: Linux.

Kohesi? Apa itu? (kata penggemar Linux)

Linux tidak memiliki kohesi antara komponen-komponennya dan antara software dengan hardware (oke, dari tadi gua make istilah ‘Linux’, dan sebelom kalian zealots pada protes, yang gua maksud, iya betul, adalah SEMUA distribusi Linux).  Untuk para pengguna biasa (seperti nyokap gua, bokap gua, ato siapa pun yang punya kehidupan), menggunakan Linux itu sama aja kayak beli mobil untuk di setir!!! Tapi, harus dirakit dulu dari awal. Well, emang banyak anak-anak muda yang doyan nyupir. Tapi, sebagian besar orang di dunia ini gak peduli siapa yang nyetir, selama mereka sampe tempat tujuannya dengan selamat dan cepat. Dengan Linux, wireless adapter laptop lo bisa gak nyala. Begitu pula dengan bluetoothwebcam, dan fungsi-fungsi lainnya.

Gak ada yang make, jadi gaya

cliff

Ternyata, bagi para geeks dan nerds jaman sekarang,  gak cukup dengan pakaian culun dan kelakuan yang cupu. Mereka perlu mempunyai ‘sesuatu’ yang berbeda dari dunia di luar sana. Dan sekarang, benda/hal apa yg bisa membuat orang-orang berkata “WOW!! Ini [masukin kata benda] ya?! Lo keren banget! Beda dari yang lain!!!” selain sebuah sistem operasi komputer yang begitu tidak populernya sehingga hanya dipakai oleh sekitar 0.88% manusia (pengguna komputer) di dunia.

Liat, dari tadi gua gak membandingkan Linux sama sistem operasi lain? Itu karena Linux gak pantes untuk dibandingkan! Semua sistem operasi ada tempatnya masing-masing. Windows adalah untuk kantor. OS X untuk kerjaan-kerjaan spesifik dan untuk santai. Sementara Linux tempatnya ada di balik layar, alias jadi server, jadi sistem operasi untuk embedded device, dan jadi tempat para orang kebanyakan waktu buang-buang waktu.

Banyak pilihan, banyak kesalahan

Para penyembah-penyembah Torvalds berkata, inti dari Linux dan open source adalah kebebasan. Tapi kapankah kalian sadar bahwa kebebasan selalu membawa kehancuran?

Kita ambil contoh kasus.

Ada seorang cewek muda cantik yang gaul pengen beli laptop. Dan dia harus milih sesuai budget. Namanya cewek, pasti dia milih liat bentuknya. Iya tokh? Dia gak bakal peduli sama yang namanya DDR3, SATA, RPM dari HDD-nya, dan lain-lain. Dia juga gak peduli sama OS yang dia dapat. YANG PENTING: dia bisa Facebook-an, YM-an, MSN-an, Skype-an, ngetik diary, denger lagu, dan nonton film.

Bisa gua bayangkan, ada ratusan juta orang kayak si cewek itu. Yang mau beli komputer buat fungsi-fungsi yang gua sebut itu doang. Jika seandainya ada yang bertambah, paling: bisa bikin presentasi dan spreadsheet, bisa maen banyak games, ngedit film, bikin lagu, ngedit gambar. Apa lagi?

Oke, sekarang, kita masuk ke logika lain: menurut lo, berapa banyak komputer Windows ber-antivirus yang kena virus? Hmm? Lebih dari 50%!! Apa artinya? Artinya, lebih dari 50% manusia yang menggunakan komputer itu TIDAK PEDULI sama keamanan komputernya! Dan kalo mereka tidak peduli sama keamanan? Artinya? Artinya mereka gak peduli soal tingkat keamanan Linux. Dan kemungkinan besar beli komputer untuk melakukan hal-hal yang gua tulis di atas. Dan sekarang bakal gua tulis di bawah:

(Yang di dalam kurung adalah OS mana yang unggul dalam poin tersebut)

  1. Facebook-an (imbang)
  2. YM-an (Windows/OS X. Dan yang dimaksud ‘YM-an’ bukan sekedar chatting, tapi juga webcam, IMvironment, buzz, emoticons, audibles, dan lain-lain)
  3. MSN-an (Windows/OS X)
  4. Skype-an (imbang)
  5. Ngetik diary (Windows/OS X)
  6. Denger lagu (Windows/OS X. Linux ga masuk, karena MP3 gak default terinstall)
  7. Nonton film (imbang)
  8. Presentasi & Spreadsheet (Windows/OS X. Microsoft Office ada untuk OS X juga)
  9. Main games (Windows)
  10. Ngedit film (OS X)
  11. Bikin lagu (Windows/OS X)
  12. Ngedit gambar (Windows/OS X)

Sekarang, mana dari 12 poin di atas yang merupakan keunggulan Linux? Hmm? Ayo jawab. Iya. GAK ADA. Linux sama sekali gak unggul di satu poin pun untuk kegunaan sehari-hari. Semua poin disamping ini gak relevan (security, freedom, kemampuan kustomisasi, dan lain-lain).

Ini lah kenyataannya. Dan ini kenapa gua benci sama fanatik-fanatik Linux. Selalu membanggakan sebuah sistem operasi yang INFERIOR dan mencemooh mereka yang menggunakan program propertiery. Mereka sudah dibutakan matanya oleh prospek dari dunia yang open source. Well, gua gada masalah sama mereka kalau mereka diam. Tapi begitu mereka buka mulut untuk promosi betapa bagusnya Linux, itu saatnya gua ngambil dongkrak ajaib gua di bagasi….

Berikut sebuah komik yang bisa merangkum ocehan gua yang panjang lebar ini menjadi empat tiga panel:

Easy come, easy go

830 Balasan ke Gua benci Linux.

  1. lex G4m mengatakan:

    Sip boss. Lucu abis.
    Asyik juga.

    • rafff mengatakan:

      wah, dari Judulnya saja, sudah melanggar Sila ke 5 Pancasila butir ke 11 “MENGHARGAI HASIL KARYA ORANG LAIN”.

      • Souza Nurafrianto mengatakan:

        Menghargai kan bisa menghargai dengan harga tinggi atau menghargai dengan harga rendar. Dalam konteks ini, El Zafir menghargai rendah untuk linux.

      • rafff mengatakan:

        Harga Linux rendah? emang harganya gak tinggi koq, cuman 5000/cd. sudah betul kawan! klo harga=uang.

        Tapi apakah menghargai itu selalu bermakna harga (uang)?

        kan bisa juga dimaknai sebagai sikap yg positif. Apakah benci itu bisa dikatakan sikap yg positif? entahlah, saya msh awam.

        btw, menghargai windows? tinggi apa rendah ya?

        PEACE BRO..

      • Souza Nurafrianto mengatakan:

        Nope, saya menggunakan uang sebagai contoh kalau butir dalam pancasila bermakna ganda. “Menghargai” dalam kasus ini sangat ambigu bukan? Pernyataan bahwa “Saya Benci Linux” dapat berarti “Saya Menghargai Rendah Linux”, entah harga, entah kualitas. Tidak ada yang dilanggar dari “Menghargai Karya Orang Lain”, bukan? Tidak ada spesifikasi bahwa “menghargai karya orang lain” ini harus positif.

      • rafff mengatakan:

        waduh gawat nih, berarti masih ragu nih tentang nilai-nilai Positif Pancasila, kan sudah jadi pandangan hidup dan sudah diajarkan sewaktu kecil (SD) jadi gak mungkinlah negatif.

        anyway, itu pendapat anda dan saya menghargainya. Thanks ya..

        btw, gimana dgn yg ini bro.. (blum kejawab nih)
        menghargai windows? tinggi apa rendah ya?

      • bang supir mengatakan:

        don zafir memakai linux untuk server. server itu sdh tingkat tinggi loh. berarti si don menghargai tinggi linux dong.. walaupun masih benci tapi butuh…wkakkakakaka..

        sedangkan windowsnya bajakan, berarti menghargai rendah dong karyanya si bill gates… pantesan si bill memerangi pirate ckckckckck..

      • Souza Nurafrianto mengatakan:

        “rendah” tidak ada hubungannya dengan “negatif”. “Rendah” dapat berarti nilai positif yang masih kecil. Kalaupun El Zafir menganggap negatif OS Linux, itu bukan berarti ia menjelekkan Linux, ia mengkritik Linux yang masih terdapat kekurangan di sana-sini. Kalau anda baca komentar dari El Zafir, ia mengakui kalau Linux itu alternatif OS bagi yang menjunjung tinggi legality morale. Ia juga setuju kalau Linux di support banyak program yang mungkin melebihi windows. Jadi, bukan berarti ini adalah post untuk menjatuhkan Linux. Ia adalah seorang kritikus yang menganggap Linux masih perlu lebih diperbaiki lagi.
        Untuk pertanyaan menghargai windows, dalam aspek apa yang anda ingin tahu?

      • Souza Nurafrianto mengatakan:

        To Bang Sopir,

        Lalu? Poin yang ingin anda utarakan?

      • bang supir mengatakan:

        Kembali ke judul posting bung!

        GUA BENCI LINUX

        Benci, Mengapa tiba-tiba kita merasa benci.Benci terhadap suatu hal, misalnya benci terhadap kegiatan rutinitas, benci melihat hal-hal tertentu atau sampai benci sama orang di lingkungan kita.Kenapa harus ada rasa benci di dunia ini yah?
        Ngomongin soal benci kita harus tau dulu apa seh sebenarnya arti benci itu? menurut Wikipedia Ensiklopedi bebas, benci itu adalah merupakan sebuah emosi yang sangat kuat dan melambangkan ketidaksukaan, antipati untuk seseorang, sebuah hal, barang atau fenomena. Hal ini juga merupakan sebuah keinginan untuk, menghindari, menghancurkan dan menghilangkannya.

        dAn ditujukan kepada Linux yang sudah pasti sangat berjasa kepadanya karena sudah menggunakannya sebagai server!. LUCU, ANEH deh. So, ngapain dibenci klo masih butuh. malu deh..

        So, gak usah pake kata BENCI, BANCI aja wkwkwkwkwkk

      • Souza Nurafrianto mengatakan:

        Hhhh. Judul ya? Ini kalimat2 awal El Zafir di bawah judulnya:

        “Gua benci Linux. Linux-nya sih gak terlalu. Yang gua benci itu Linux zealots.”

        Saya rasa ini sudah mengklarifikasikan semua yang anda tuduh kepada dia. Answered yet?

      • bang supir mengatakan:

        nah, disitulah letak keBANCIannya,

        Judulnya “GUA BENCI LINUX”, arogan amat!

        Tapi isinya mulai …Linux-nya sih gak terlalu. melunak dia…wkwkwkk
        apaan sih? tiba2 jd lembek, terus…

        “Gua gak pernah bilang kalo gua GAK pake Linux”,

        (LIHAT LAGI JUDUL, KONSISTEN DONG)

        IYA, LO PAKE Linux tapi juga MENYEBARKAN KEBENCIAN pada LINUX!

        MUNAFIK

      • Souza Nurafrianto mengatakan:

        Oh, jadi anda malah menyarankan kalau seseorang memberikan judul “Gua benci Linux”, dia gak boleh mengisyaratkan kalo ia tidak terlalu benci dengan linux atau benci dalam kadar tidak sampai ingin menghancurkan? Ia harus terus menjelekkan linux sampai habis-habisan?
        Jadi, kalau saya bilang “Gua benci Islam”, saya gak bisa bilang saya hanya benci kepada fundamentalis, karena mereka bertindak atas dasar prinsip yang mereka anut di Islam? Saya gak boleh berteman kepada muslimin dan muslimat yang lain? Saya harus terus memperlihatkan kebencian terhadap penganut Islam demi konsistensi?
        Dunia gak bisa diliat hitam dan putih seperti itu, bung supir (biar lebih sopan, saya panggil anda bung supir).

      • rafff mengatakan:

        @Souza
        “Untuk pertanyaan menghargai windows, dalam aspek apa yang anda ingin tahu?”

        semua aspek

      • Souza Nurafrianto mengatakan:

        Well, saya suka windows karena bisa menggunakan Adobe Photoshop dan Premiere. Pernah nyoba pake Wine buat nyalain photoshop atau premiere, malah bikin lambat. Mau pake buat game, sama juga, ngadat pas main DOTA.

        Alhasil, ngambek pake linux, install lagi windows. For application compatibility, lebih aman pake windows karena banyak yang support. Tapi saya juga jadi ngambek sama Windows Vista nih, yang gak bisa jalanin Adobe Premiere PRO maupun Element. Memori yang dikonsumsi gede banget.

        Windows Vista sekarang lebih baik dalam soal wireless. Dia ada interface yang memberi tanda kalo kita sudah connect to internet atau belum, tanpa perlu ke command prompt.Office 2007 buat windows udah citation integrated. Jadi gak perlu install Jabrev atau lyx lagi buat nyusun thesis (plus interface yang udah familiar).

        Masih ada lagi sih, tapi ntar jadi dragging. Sekian aja dulu.

      • rafff mengatakan:

        legalitas dan virus?

      • Souza NUrafrianto mengatakan:

        Gak ada masalah. Vista dan XP saya asli, virus tinggal pake AVG 8.5. Asal gak ke situs warez dan semacamnya, virus sih jarang kena.

      • rafff mengatakan:

        Bill Gates pasti menghargai anda,

        lalu gimana pendapat anda ttg penghargaan (uang) don safir trhdap windows? tinggi atau rendahkah?

        (sory kyk wartawan. hiks)

      • Souza Nurafrianto mengatakan:

        Wah tidak tahu. Dia gak pernah bilang kalau windowsnya bajakan atau asli. It doesn’t matter with me.

      • rafff mengatakan:

        bajakan bos, gak baca ya..

      • bang supir mengatakan:

        @sousa
        Pernyataan bahwa “Saya Benci Linux” dapat berarti “Saya Menghargai Rendah Linux” (lo yg nulis)

        dasar bego bin tolol, “Benci” dan “Menghargai Rendah” gak sama artinya liat definisi benci di atas & liat definisi menghargai yg lo buat sendiri. (lebih bego dari don nih, hihihihi)

        dan jgn bawa-bawa agama klo lo gak bisa beri contoh lain yg kuat. SARA, tau gak lo?

      • Souza Nurafrianto mengatakan:

        Dan pernyataan ini dilontarkan oleh orang prejudice yang melihat seluruh isi post hanya dari judul dan membuat kesimpulan hanya dari satu bagian cerita saja.
        Dan anda pun tidak bisa membedakan antara analogi dan SARA. Perhatikan analogi yang saya buat. Saya tidak pernah menyatakan bahwa saya benci Islam.
        Pernyataan kuat? Itu kan hanya otak prejudice anda saja yang menolak argumen yang saya lontarkan.
        Kalau anda bilang saya bego, maka anda lebih rendah dari saya karena menulis nama saya saja tidak becus.

      • jazznuno mengatakan:

        @souza
        “Pernyataan bahwa “Saya Benci Linux” dapat berarti “Saya Menghargai Rendah Linux”, entah harga, entah kualitas”

        Dalam hal ini Don Zafir tidak suka dengan Linux
        Baca komentarnya Don zafir

        “Tapi yang bikin gua sangat eneg sama Linux adalah, prinsip kebebasan itu lah yang bikin sistem operasi itu gak diterima di masyarakat”

        Baca komenta saya terhadap anda

        itu sudah jelas bahwa Don Zafir tidak suka
        jadi anda ga perlu memberi penafsiran atau alasan bahwa “Gua Benci Linux”

        Kesalahan anda
        Pertama anda tidak teliti membaca peryataan Don Zafir
        Kedua udah ga teliti masih juga memberikan penafsiran “Gua Benci Linux”
        Ketiga membawa SARA walau hanya analogi

      • bang supir mengatakan:

        @Souza

        itu respon gw dari yg lo tulis nih :
        “bung supir (biar lebih sopan, saya panggil anda bung supir)”,

        well, gw komen disini dengan nama “bang supir”.

        so, jangan seenaknya mengubah jika anda juga gak terima klo saya ngetik nama anda “sousa”. (ok?, yg cerdas ya..)

        (baca tuh komennya Jazzuno ttg lo, sepakat gw)

      • vicky-cyber mengatakan:

        Hanya Ada 1 KATA… KONTOL.. Buat yang nulis ini posting / PEMILIK BLOG..

        Lo ga seneng ??

        PM gw..

        https://www.facebook.com/jakartaanonymousclub/

  2. netblogsekolah mengatakan:

    betul mas, namanya fanatik… gak peduli bener ato salah, kalo gak punya duit untuk beli… ya bajak aja.
    untuk bisa keren: beli laptop baru yg murah (tanpa OS original), trus instal Vista dan office 2007-nya sekalian (bajakan), plus photoshop-coreldraw-pinnacle-dll (bajakan juga). sip!!! bener mas.

    • elzafir mengatakan:

      Di artikel ini gua gak menyarankan untuk membajak software apa pun (walaupun gua adalah pembajak dan mendukung pembajakan dalam skala individual. What can I say? I’m a pirate! Arrrr..!!).

      Tapi yang ingin gua utarakan adalah, keuntungan utama dari Linux bagi masyarakat awam (baca: mayoritas pengguna komputer) itu cuma satu: gratis. Tapi ini gak cukup. Ibaratnya, elo bisa makan gratis dari tong sampah. Gratis. Tapi gak enak. Itulah Linux. Gratis, tapi gak user friendly.

      Intinya, sebelum komunitas Linux memperhatikan para pengguna awam, Linux gak akan bisa diterima di masyarakat. Orang-orang lebih milih untuk ngeluarin uang jutaan untuk Windows atau OS X, dibandingkan harus berepot-repot ngetik ‘sudo apt-get’ dan sebagainya untuk install program. Operating system itu sebuah alat. Dan orang-orang awam lebih senang menggunakan alat-nya untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan.

      Satu lagi, Linux directory structure is a joke! Semua folder dan file yang tidak berhubungan langsung dengan end-user seharusnya di sembunyikan dan gak ditaro di root. Lihat bagaimana Microsoft mengelompokan program-program di Program Files, file-file sistem di Windows, dan file-file user di Documents and Settings. OS X juga, tapi gua terlalu males untuk nengok ke partisi OS X gua. Sementara Linux? /usr,/dev,/home,/media….Dan lihat bagaimana market share dari ketiga OS diatas…

      FYI, distro GoboLinux (www.gobolinux.org) punya visi yang sangat masuk akal dalam penyusunan ulang hirarki struktur direktori Linux dan bisa menjadi titik balik Linux di masa depan.

      • fzykho mengatakan:

        Ini lah kenyataannya. Dan ini kenapa gua benci sama fanatik-fanatik Linux. Selalu membanggakan sebuah sistem operasi yang INFERIOR dan mencemooh mereka yang menggunakan program propertiery. Mereka sudah dibutakan matanya oleh prospek dari dunia yang open source. Well, gua gada masalah sama mereka kalau mereka diam. Tapi begitu mereka buka mulut untuk promosi betapa bagusnya Linux, itu saatnya gua ngambil dongkrak ajaib gua di bagasi….

        klo masalah mereka membanggakan dan mungkin mempromosikan setinggi langit tu sah2 aja, wong sistem opreasi selain linux juga mempromosikan produk mereka setinggi langit walaupun banyak kekurangannya ^_^.
        tapi klo sudah menjelekkan OS lain itu baru prilaku buruk dan tu ga semua pengguna linux demikian. (maaf ya saya yakin anda tidak menuduh semua pengguna linux yang FANATIK tu adalah zealots UPS… maaf saya juga kagak ngerti zealots wkkkkwkkw….

        Tapi yang bikin gua sangat eneg sama Linux adalah, prinsip kebebasan itu lah yang bikin sistem operasi itu gak diterima di masyarakat. Karena hampir setiap aspek dalam sistem operasi itu dikembangkan oleh individual/kelompok yang berbeda. Sebut saja, kernel-nya, GNOME, Nautilus, Firefox, GIMP, Pidgin, dan lain-lain. Tanpa ada satu badan usaha yang bertanggung jawab atas segala aspek dalam sebuah sistem operasi, yang terjadi adalah: Linux.

        waduh mas jangan salah kaprah donk, klo kita punya kebebasan kan memudahkan kita juga, klo anda jadi administrator suatu perusahaan or pengembang software nah kebetulan bekerja dengan software yg GA FREE (bebas bukan gratis) sedangkan software tersebut tidak sesuai dengan kemauan anda, dan harus ada perubahan sedikit dan anda bisa merubahnya sendiri.. kan itu akan menghemat waktu anda jika program tersebut free.
        nah klo ini kemudahan untuk orang2 yg dah WIZARD kali ya he..he..
        klo untuk orang awam kan linux sekarang dah GUI n walaupun aplikasi belum banyak tapi klo untuk orang awam (kaya saya ni lho mas ORANG AWAM yg ga bisa edit video pake adobe primier,ORANG AWAM yg ga bisa ngedit photo pake photoshop, ORANG AWAM yang ga bisa pengeditan audio N YANG GA PUNYA DUIT TUK BELI LISENSI OS YG KOMERSIL HU..HU..HU.. , ORANG YANG BISANYA NGETIK AJA, CHATINGAN AJA, BROWSING AJA, DENGERIN LAGU OR NONTON VIDEO AJA), pake linux dah cukup,, upss sory keluar dari isi artikel anda yach..
        berhubung saya menggunakan komputer hanya itu2 saja ya saya lebih baik menggunakan linux dan mengajak teman2 saya yang seperti saya ini menggunakan linux he..he.. dan tentunya karena saya cinta ma negara indonesia ini hue,,,he,,, coba anda hitung (ya klo anda mau menghitung hohoohoo) berapa banyak devisa negara kita yang harus dikeluarkan negara kita klo semua produk harus beli dari negara luar, bandingkan dengan open source or yg GPL, dengan mendapatkannya hanya dengan…….. ya.. ya.. saya tau anda sudah mengerti he..he.. kan lumayan menghemat pengeluaran negara hohohoho….

        nah karena anda sudah tau itu semua , kenapa orang yang punya bakat dan kemampuan seperti anda, ya membantu mengembangkan IGOS aja… dengan menjadikan IGOS user friendly untuk masyarakat di indonesia….

        ya itu klo anda mau membantu temen2 yang bergerak di open source (ya klo anda menganggap temen hohohoho)
        ya klo ga mau membantu ga apa pa kok anda sudah bisa di bidang IT itu sudah sangat membantu negara he..h.e.
        maaf ya klo merasa di nasehati or apalah yang anda rasakan he..he..

        bravo IT indonesia

      • fzykho mengatakan:

        #
        Ternyata ada

        * 59,756 orang bego kena tipu

        saya kasian dengan anda, coba liat di atas sudah berapa banyak dosa (pasive income) untuk anda wkkwkkwkkkwkk………
        di dunia aja dah panas gini pa lagi di neraka wkkkwkkwkk….

      • jazznuno mengatakan:

        “Satu lagi, Linux directory structure is a joke! Semua folder dan file yang tidak berhubungan langsung dengan end-user seharusnya di sembunyikan dan gak ditaro di root”

        saran yang bagus buat Blankon dan Igos

      • rafff mengatakan:

        Ada seorang cewek muda cantik yang gaul pengen beli laptop. Dan dia harus milih sesuai budget. Namanya cewek, pasti dia milih liat bentuknya. Iya tokh? Dia gak bakal peduli sama yang namanya DDR3, SATA, RPM dari HDD-nya, dan lain-lain. Dia juga gak peduli sama OS yang dia dapat. YANG PENTING: dia bisa Facebook-an, YM-an, MSN-an, Skype-an, ngetik diary, denger lagu, dan nonton film.

        sesuai budget dgn kebutuhan standar, linux sdh memenuhi.

      • rafff mengatakan:

        dan satu lagi nih, sekarang ada yg namanya KLUWEK (Kelompok Linux Cewek) yg terus berkembang di Indonesia.
        Mudah-mudahan bisa mengubah persepsi anda tentang cewek. Thanks

      • Bhree mengatakan:

        MAC OSX sekarang pakai sistem UNIX yang hirarki filesistemnya sama dengan Linux. Malah Windows yang lucu pakai drive C: D: dll, lah kenapa mulai dari C, A sama B-nya mana? Kl dijawab u/ floppy disk jaman sekarang siapa yang masih pake floppy disk?

        Yang user friendly itu hanya ilusi dan biasanya digembar-gemborkan oleh orang yang memakai komputernya gak seberapa. Kalau pernah ngalami jaman DOS, awal2 windows juga tidak user friendly karena terlalu banyak klik. Kalao membandingkan klik point bandingkan dengan desktop environment semacam KDE atau Gnome. Kalau membicarakan Linux yang berbasis teks, bandingkan juga dengan CMDnya windows. Apa yang dimiliki windows sudah dilibas semua. Instalasi software secara grafis sudah umum di dunia Linux. Tetapi bagi sebagian pengguna Linux lebih nyaman memakai perintah teks, apakah windows menyediakan? disinilah salah satu kemerdekaan yang ditawarkan oleh Linux.

        Komunitas linux mungkin tidak punya cukup uang untuk membayar designer antar muka, tp banyak sekali programmer handal yang membuat antarmuka yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dasar pengguna. Termasuk apabila ingin menyembunyikan isi root folder /. Saya jarang sekali menyentuh isi root folder, untuk keseharian saya hanya berurusan dengan isi /home saya itu pun tanpa folder tree hanya folder2 yang sering diakses saja. Tidak ada yang namanya drive yang ada adalah working space tunggal khusus untuk saya sendiri. Menurut saya tidak ada yang salah dengan file sistem linux karena ini sudah dipakai selama 30thn lebih sejak jaman UNIX. Mengubah hirarki filesistem menurut saya hanyalah alasan yang dicari2 saja, yang perlu diperbaiki adalah penegakan haki di Indonesia agar kita lebih menghargai hasil karya orang lain dan mengurangi pembajakan.

        Saya juga mantan penggunaka software bajakan bahkan bisa dibilang di lingkungan saya paling bisa memahami cara penggunaan crack, patch, key-gen dari para cracker. Tapi ya gitu saya mengalami kesulitan untuk berbagi ilmu dengan hati tenang.

      • Don Zafir mengatakan:

        Ah elo mah masi tetep aja pembajak. DVD-DVD dan mp3 yang lo beli dan download, belom lagi game-game PlayStation 2 lo.

        Windows jelas user friendly. Terutama Windows 7. Coba gimana caranya Linux PC bisa menfasilitasi iPhone penggunanya? Gak bisa bung.

        Linux itu ibarat mobil butut yang knalpot, ban, mesin, dll-nya sudah diganti, tetapi keseluruhannya tetep butut. Beda dengan Windows yang ibarat Avanza ato Mac OSX yang ibarat BMW, walau pun gak sengebut mobil butut yang di modif, tetep aja lebih nyaman!

        Kenapa? Simple, uang.
        MS dan Apple punya milyaran dollar, dan sebagian di investasikan pada User Experience Design. Jelas saja akhirnya lebih user friendly dibanding Linux yang dibikin oleh perjaka-perjaka di basement orang tuanya.

      • INI KONTOL GUA, MANA KONTOL LOO mengatakan:

        AH, ELO… POSTING ELO KAYAK TETANGGA GUA YANG BARU BELAJAR KOMPUTER… ADA ANAK SINI NAMANYA “BILL GELO” DIKASIH NAMA AMA BOKAP NYOKANYA, YA MUNGKIN SEDIKIT2 DISAMAIN AMA YG MULIA BILL GATES KALEE…

  3. caplun mengatakan:

    bajak aja bangga loe…

  4. anak1lang mengatakan:

    Hmmm … mo komen apaan ya … apa kata lu aja deh boss … jiakakaka.

    Salam damai,

    Linuxers

  5. Orang mengatakan:

    Bohong kalau ga pakai linux.
    Coba lihat sistem operasi yang digunakan untuk menghosting blog ini, Linux / Windows / MacOS?
    Coba lihat sistem operasi yang digunakan oleh router, Linux / Windows / MacOS?
    Coba lihat sistem operasi yang digunakan oleh perangkat-perangkat vital yang diharuskan untuk selalu menyala setiap saat tanpa boleh ada downtime apakah menggunakan, Windows / MacOS?
    Bagaimana kalau dunia tidak ada Linux? Berapa biaya yang dikeluarkan untuk membeli sebuah router atau sekedar menaruh blog ini?
    Silakan Anda mempertimbangkannya, jangan asal compare sekilas aja.

    • elzafir mengatakan:

      Gua gak pernah bilang kalo gua GAK pake Linux.

      Gua menggunakan Ubuntu Server di rumah gua. Dan gua menggunakan handphone dengan sistem operasi Android.

      Tampaknya komprehensi Anda terhadap tulisan gua sedikit meleset,
      argumen gua berpacu pada Linux belum dan tidak tepat untuk “para pengguna biasa”. Masyarakat kebanyakan tidak ingin direpotkan mengkonfigurasi sistem operasinya, karena fokus mereka adalah di menyelesaikan pekerjaannya.

      Sekarang, Anda menyebut “router”. Apa iya, nyokap Anda (atau eksekutif muda, pekerja kantor, fotografer, dan para profesional di bidang non-IT) bakal nyetting router? Apa iya dia bakal bikin server untuk ngehosting blog kayak gini? Jawabannya jelas, TIDAK!

      Sekarang silahkan Anda mempertimbangkan bagaimana jawaban gua kalo “dunia tidak ada Linux”? Santai. Masih ada Free BSD, coy.

  6. udienz mengatakan:

    om elfizar,
    saya dulu di besarkan oleh kerajaan DOS dan windows, namun saya kemudian berfikir tidak seperti yang anda pikirkan. okeh itu ada perbandingan program. maka akan saya jawab
    * Facebook = Tidak relevant, ini yang harus di compare adalah Web Browsernya
    * YM = Di linux sudah ada gYacho dan pidgin, alhamdulillah lancar
    * MSN = Sama dengan YM
    * Skype = ada juga
    * Ngetik diary = banyak alternatif di linux, mau pake latex, OpenOffice, Abiword, Gedit, pico, nano, mc, vim, dll
    * Denger lagu/Multimedia = Bisa menggunakan vlc, cobak anda install Ubuntu Multimedia. semua sudah ada codec nya
    * Office = OpenOffice 3.0, mantaf bisa buka docx, tapi ms Office ga bisa buka oft
    * Games = okeh kalah linux
    * Ngedit filem = hm… tau filem big bunny? itu pake linux😀
    * bikin lagu = coba install Ubuntu multimedia
    * ngedit gambar = okeh kalah, tapi bisa coba gimp dan inkscape

    dan… saya nambahin
    * Bisa di buat router secara default, apa?
    * Bisa dukung beragam bahasa pemrograman, apa?
    * Bisa buat beragam server dengan satu klik, apa?
    * Adakah forum yang menyediakan tanya jawab terbesar selain linux?
    * Adakah website yang menyediakan tutorial terbesar selain linux?

    Saran saya, coba anda install dan browsing serta bergabung dengan komunitas. sekian dan terimakasih

    • Kunclunk mengatakan:

      nampaknya om elzafir sial aja… ketemu linux zealots yang punya sikap begitu…

      mungkin kalo ketemu fans linux yang lebih santun justru ceritanya beda…

      terus juga… buat pribadi2 yang gak mentingin 12 poin di atas… misal… biaya investasi yang murah, tapi bisa dipake buat kerja… harusnya gak masalah dong kalo pake linux ya…

    • Kunclunk mengatakan:

      lha… kenapa saya nge-respon tulisannya om udienz ya… salah2… maksudnya comment tulisannya om elzafier…

    • elzafir mengatakan:

      Bang Udienz.

      Ini counter argument gua:

      * FACEBOOK = –> Makanya gua bilang “imbang”.
      * PIDGIN –> Bisa webcam? Bisa audio conference? Bisa Yahoo games? Bisa IMVironment? Bisa Audibles?
      * SKYPE = –> Makanya gua bilang “imbang”.
      * NGETIK DIARY =–> Semua software-software itu gak sebaik dan senyaman MS Office. Dan bahkan iWork.
      * UBUNTU MULTIMEDIA & VLC
      –> Anda pikir pengguna biasa akan repot-repot mendownload? OS X dan Windows menyediakan iTunes dan WMP out-of-the-box.
      * OPENOFFICE 3.0
      –> Sayangnya OO.o Calc gak sekomplet MS Excel. Sayangnya tidak terintegerasi ke MS Exchange Server. Sayangnya tidak mempunyai fasilitas seperti Groove. Dan tingkat kompatibilitasnya rendah. Jika ada orang yang awam komputer menggunakan OO.o Writer, dan mengirim file .odt ke orang tuanya yang menggunakan MS Office (seperti orang-orang normal lainnya), apa yang akan terjadi?

      * GAMES = okeh kalah linux –> JELAS.

      * NGEDIT FILEM = hm… tau filem big bunny? itu pake linux😀
      –> Gak tau. Tau gak SEMUA FILM LAIN DI DUNIA? Itu pake Adobe Premiere, AfterEffect, Final Cut Pro. Itu gak ada di Linux.

      * BIKIN LAGU = coba install Ubuntu multimedia
      –> Lebih baik dari Sony Sound Forge, Adobe Auditon, Steinberg CuBase, Logic Pro? Jawabannya, jelas… Tidak.
      * NGEDIT GAMBAR = okeh kalah, tapi bisa coba gimp dan inkscape
      –> Udah. Semua jenis Gimp. Gimpshop, Gimphoto, dan lain-lain. Sama sekali gak sekelas Photoshop.

      dan… saya nambahin
      * Bisa di buat router secara default, apa?
      –> Bukan penggunaan masyarakat awam (mayoritas pengguna komputer).
      * Bisa dukung beragam bahasa pemrograman, apa?
      –> Bukan penggunaan masyarakat awam (mayoritas pengguna komputer).
      * Bisa buat beragam server dengan satu klik, apa?
      –> Bukan penggunaan masyarakat awam (mayoritas pengguna komputer).
      * Adakah forum yang menyediakan tanya jawab terbesar selain linux?
      –> Tidak ada. Karena Windows dan OS X punya sesuatu yang namanya ‘customer support’.
      * Adakah website yang menyediakan tutorial terbesar selain linux?
      –> Tidak ada. Karena Windows dan OS X, tidak serumit itu untuk memerlukan tutorial.

      Saran saya, coba anda install dan browsing serta bergabung dengan komunitas. sekian dan terimakasih
      –> Gua adalah bagian dari komunitas. Gua menggunakan Linux, OS X, dan Windows. ‘Nuff said.

      • kusut mengatakan:

        klo pengguna awam ngapain bawa2 ngedit film, bikin lagu, ngedit gambar? :)) lagipula pengguna awam nyaman dengan windows karena terbiasa (coba sekali trus ga pernah liat alternatif lain)

        > Tidak ada. Karena Windows dan OS X punya sesuatu yang >namanya ‘customer support’.

        apakah bisa diandalkan CSnya ? *ga pernah hubungi CS kecuali ISP*

        > Tidak ada. Karena Windows dan OS X, tidak serumit itu
        > untuk memerlukan tutorial.

        Anda sudah mahir. Pengguna awam perlu tempat bertanya alternatif jika menghadapi kesulitan.

      • elzafir mengatakan:

        Tampaknya Anda gak mengerti apa yang gua maksud dengan kata “awam”. “Awam” disini artinya awam dalam bidang IT atau komputer. Awam dalam arti, mereka gak punya keahlian untuk mengkostumisasi dan memodifikasi komputer atau sistem operasi. Dan awam yang artinya, mereka yang tidak ingin direpotkan oleh sesuatu yang tidak menyangkut pekerjaannya.

        Mereka nyaman karena menemukan fungsi yang dibutuhkan di Windows. Gamers ketemu games. Fotografer ketemu Photoshop. Filmmaker ketemu Premiere dan AfterEffect. Sound engineer ketemu Cubase. Ibu-ibu dan anak-anak muda ketemu YM dan Live Messenger. Btw, Pidgin itu sama sekali bukan “alternatif”, tetapi lebih ke “lesser choice”. Fungsi Pigin itu sangat basic, tanpa webcam dan audio. Lagian, siapa juga yang punya account IM di lebih dari Yahoo dan Live?

        Fotografer, filmmaker, graphic designer, akuntan, office worker, semua butuh fungsi-fungsi dari komputer yang tidak bisa (atau bisa, tapi terbatas) disajikan oleh linux.

        CS Windows? Bisakah diandalkan? Apakah Anda punya lisensi Windows resmi untuk pernah mencoba CS nya? CS Microsoft atau Apple adalah orang yang bekerja di perusahaan itu dan sudah melewati training. Untuk sebagian besar masalah, tentu bisa diandalkan.

        Tempat bertanya alternatif sudah banyak, untuk ketiga OS tersebut.

        Satu lagi yang perlu saya tambahkan, sebuah OS yang baik adalah OS yang berfungsi out-of-the-box, dan menawarkan solusi untuk segala macam problem yang mungkin dihadapi. Termasuk CS, help file, video tutorial, dsb.

      • ryosaeba mengatakan:

        Tau gak SEMUA FILM LAIN DI DUNIA? Itu pake Adobe Premiere, AfterEffect, Final Cut Pro. Itu gak ada di Linux.

        ini punya referensinya kah? dari semua behind the scenes tentang special effects di film, belum pernah satupun saya melihat orang-orang hollywood itu bikin pakai windows. kalau mac, masih terlihat satu/dua, tapi masih lebih banyak di non mac dan non windows.

        tapi kalau kelasnya film di youtube (yang berarti sebenarnya malah masuk topik anda, yaitu orang awam) memang banyak yang pakai premiere. atau, kelas film yang dibuat oleh 1 orang saja, seperti flatland. tapi kalau dibuat oleh satu tim produksi, windows? coba deh kasih contoh. dari tadi cuma nemu satu contoh film animasi yang dibuat di windows.

        special effects film umumnya dibuat pake flint (SGI/irix), shake, blender, maya, etc yang karena kompleksitasnya, akan lebih cepat pembuatannya dengan rendering farm ribuan komputer (ant’s bully misalnya, dibuat di 1400 komputer fedora core 4). windows tidak terkenal dengan kemampuan clusteringnya, tidak seperti linux/sun/keluarga bsd, jadi jarang sekali film animasi kelas berat pakai windows sebagai platform.

        sekali lagi, kalau anda mengajukan argumen “orang awam di sini”, saya ingin mengingatkan bahwa anda yang terlebih dulu mengajukan argumen “semua film lain di dunia”.

      • elzafir mengatakan:

        Oke, ini jelas-jelas komen dengan niat menyerang. Tapi gak papa.
        1. Anda “belum” pernah melihat Hollywood… Hmm..apakah Anda seorang pemerhati film atau filmmaker?
        2. Lebih banyak di non-Mac dan non-Windows, apakah itu? Linux? Mungkin Anda bingung dengan istilah “bikin” film sama “(parallel) rendering farm” ya?
        3. Kenapa harus film “animasi”? Emangnya gua ada nyebut-nyebut animasi dari tadi? Gua bilang SEMUA FILM LAIN DI DUNIA (ini jelas-jelas eksegerasi, tapi what the hell)…

        Kenapa kalian semua gila referensi?
        Ada yang namanya Google bung.
        But, any way,

        “According to a 2007 SCRI study, Final Cut made up 49% of the US professional editing market, with Avid at 22%.”
        http://en.wikipedia.org/wiki/Final_cut_pro

        “Since the early 1990s, Media Composer has been the dominant non-linear editing system in the film and television industry on first Mac and then both Windows and Mac OS platforms.”
        http://en.wikipedia.org/wiki/Media_Composer

        Read ’em and weep.

      • ryosaeba mengatakan:

        sebenarnya sih males membalas tukang ngeles, tapi let me reiterate:

        Tau gak SEMUA FILM LAIN DI DUNIA? Itu pake Adobe Premiere, AfterEffect, Final Cut Pro. Itu gak ada di Linux.

        dan orang yang sama menulis kutipan, lengkap dengan cetak tebal:

        “Since the early 1990s, Media Composer has been the dominant non-linear editing system in the film and television industry on first Mac and then both Windows and Mac OS platforms.”
        http://en.wikipedia.org/wiki/Media_Composer

        kalau baca komentar saya, saya sudah menyertakan kasus film youtube dan editing perseorangan (video mantenan kawinan misalnya). kalau ini anda sejajarkan dengan pembuatan film elephant dan ants bully, ya sudah pasti industri televisi jauh lebih banyak ketimbang industri film.

        kemudian, maksud anda “belum pernah melihat Hollywood” itu apa? komentar saya masih ada di atas, silakan anda baca ulang dan kutip yang benar. tapi kalau tulisan saya masih dipotong seenaknya, ya silakan saja nikmati tulisan anda sendiri tanpa pedulikan masukan dari saya.🙂

      • ryosaeba mengatakan:

        mengikuti link anda, malah bikin ketawa :))

        http://en.wikipedia.org/wiki/Media_Composer
        silakan cek bagian current version. semuanya adalah format bukan FILM. paling banter 1920×1080 HD.

        http://en.wikipedia.org/wiki/Final_cut_pro
        HD, DV dan SD video format.

        andai anda masih belum mengerti kenapa saya ketawa, karena saya bicara “FILM”, yang anda berikan contoh software adalah yang tidak capable untuk sebuah produksi film.

        kalau masih belum mengerti apa yang saya bicarakan, coba lihat shake dipakai untuk membuat apa saja:

        http://en.wikipedia.org/wiki/Shake_%28software%29#Use
        Shake has been used in such films as Peter Jackson’s The Lord of the Rings and King Kong, as well as Harry Potter movies and Cloverfield. It was also used by The Embassy to create a television advertisement for Citroën with a dancing car. Shake was used by Broadway Video for restoring the release of “Saturday Night Live: The Complete First Season” DVD box set. It is also in use by CBS Digital for creating new visual effects for Star Trek Remastered.

        Other major productions using Shake include the 2005 adaptation of War of the Worlds, Star Wars Episode III: Revenge of the Sith, Fantastic 4, Mission Impossible 3, Poseidon, The Incredibles, Hulk, Doctor Who, The Dark Knight and Pirates of the Caribbean 2.

        read it and weep? you made me laugh.😀

        gini aja deh, coba sebutin referensi anda soal adobe premiere, final cut pro ataupun media composer, film mana yang pernah pakai software itu.

      • Don Zafir mengatakan:

        Ryosaeba,

        Shake itu bukan NLE program.
        Dan untuk mengutip dari Website resmi Shake,

        Shake 4.1. The perfect extension for Final Cut Studio.

        Anda bukan orang film ya?

        Ohya, sejak kapan gua bilang format “film”?
        Yang gua maksud adalah “film” dalam penggunaan di bahasa Indonesia yang berarti “movie”.

        Salah kaprah Anda.

    • MacOSX mengatakan:

      Ingat kata papa steve jobs .

      Perusahaan yang baik itu yang memproduksi hardware dan software nya sendiri😀

      balesan buat ini :
      * Ngedit filem = hm… tau filem big bunny? itu pake linux , posted by udienz

      Anda tau semua film pixar? itu pake Mac OS lho..

      Hidup MacOSX

      apple think different

    • Dek One mengatakan:

      aku sokong…huhu… tapi aq rasa sekarang games pun dah banyak untuk linux… cume duit jew takde nak beli… kalo setakat ala2 bio shock tu ade jew…

    • guspur mengatakan:

      setuju dengan om udienz .. walah om wong ini orang nya suka membajak di tanggapi.. mungkin aja dia di bayar untuk nulis ini oleh microsoft.. untuk mengatakan saya benci linux.. wong orang ini sangat pemalas kayaknya… indonesia terkenal dengan orang pemalas.. maunya instannn

  7. Vavai mengatakan:

    Postingan yang menarik. Saya juga males pakai Linux, habis ngeselin seperti yang mas bilang diatas itu.

  8. kusut mengatakan:

    codec yg tidak terinstall saya rasa merupakan suatu kelebihan. diharapkan (meskipun jarang dan ujung2nya bilang sux) pengguna mau bertanya alasannya sehingga bisa belajar ttg hukum2 yg berhubungan dengannya.

    iya nih bosen jg ama linux. mo jajal2 minix/BSD/hurd😀

    • elzafir mengatakan:

      Kelebihan untuk siapa, Kusut?

      Dan hukum-hukum apa yang dimaksud?

      Apakah hukum copyright codec MP3?
      Dalam perjanjiannya, setiap media player (kecuali yang free dan open source) yang bisa memutar file MP3, harus membayar biaya royalti kepada Fraunhofer/Thompson. Dan tampaknya, Apple dan Microsoft sudah membayar royalti ini.

      End-user yang awam, tidak perlu tahu soal ini. Dan mereka juga tidak mau tahu. Mereka cuma pengen dengerin musik.

      Ya, sama, gua 1 minggu pake Linux juga udah stress. Semua pekerjaan gua ga ada yang jadi. Gua ga bisa ngedit film (dengan bener), ga bisa rekaman lagu (Audacity gak level), pokoknya gua jadi malah ngurusin si Linux daripada ngurusin kerjaan gua.

      Tapi, server sama carputer gua sekarang masih pake Linux.

      • kusut mengatakan:

        Ya (dan paten jg). Lebih bagus kan klo masyarakat bisa lebih aware. Dan juga mendukung penggunaan free format (dan ini jg ga ada yg peduli).

        Emang si klo berhubungan ama kerjaan mending pake yg dah biasa dipake. Daripada ribet.

      • elzafir mengatakan:

        Iya, gua setuju. Kalo urusan pekerjaan, keribetan dalam ngurusin OS harus diminimalisir.

        Tapi kenapa kita *harus* menggunakan free format?
        Kenapa ragu-ragu mengeluarkan uang untuk sesuatu yang memang berguna?

        Free format di audio adalah OGG Vorbis. Keunggulannya? Tingkat kompresi, gratis, dll. (Gua tulis ‘dll’ karena gua ga tau apalagi keunggulannya.

        Propertiery di audio, MP3. Keunggulannya? Bisa diputer di iPod dan di handphone.

        Gua sih milih format yang bisa diputer di iPod dan hape gua. Walopun gua harus bayar. (Tapi gua ga bayar tuh, yang bayar si Apple sama Sony Ericsson).

      • theking mengatakan:

        mas,,, saya mo kasih masukan judulnya di ganti dong,,,
        saya lihat judulnya banyak pro dan kontra nih,,,
        intinya yang mau pake linux ya linux yang mau pake windows, ya windows, atopun yang mau pake os lainya ya yang lainya aja,,,,

        kita itu sebagai penguuna g’ usah repot2,, membahas yang engga’2,,, kalo emang pemikiran kalian semua terbuka ajrin sana anak SD, supaya bisa install ulang komputer,,,,, setelah itu ajarin mengoprasikan, memperbaiki, dan lain2,,,
        kalau kita selalu berdebat(ngmong aja) tanpa ada tindakan,, gimana pemikiran kita mau maju,,, sudah tertinggal tuh ma negara2 lainya,,,,

        “Bikin komunitas pencinta OS (Sekolah Dasar)”
        1000 kata terimakasih kalau kalian bisa membuat komunitas sperti itu,,,,
        I LOVE Indonesia I Love Computer, And I LOVE OS,,,
        I LOVE you ALL “karena kalian sudah banyak mengerti komputer,,,” “masih banyak saudara kita yang masih mengamen hanya demi mencari sebunkus nasi”

        AKU minta Bimbing mereka “yang di jalanan itu” agar kita bisa menjadi negara tekhnologi,,,,

        tolong di coment ya heheheh
        hangat,, buat Pecinta OS

  9. slametyp mengatakan:

    Jujur sih, memang memakai Windows tu mudah, nyaman dan nggak ribet. Asli Mas! Kapan ya Linux bisa lebih mudah dan nyaman seperti itu???

    Tulisan yg menarik, Mas. Salut!

  10. somat mengatakan:

    duh…. tulisan yang atas ngalor yang bawah ngidul, gak nyambung,
    katanya gak ngebandingin Linux sama OS lain, katanya Linux gak pantas di bandingin sama OS lain, tapi bilang :

    “Windows adalah untuk kantor. OS X untuk kerjaan-kerjaan spesifik dan untuk santai”

    lha…. Windos sama OS X itu bukan OS ya?

    “Para penyembah-penyembah Torvalds berkata”

    ada aliran baru ya? penyembah Torvalds ?

    “Tapi yang bikin gua sangat eneg sama Linux adalah, prinsip kebebasan”

    Coba rasain eneg nya sama liat orang pamer laptop / desktop pake barang bajakan enegan mana tuh?

    “Bisa gua bayangkan, ada ratusan juta orang kayak si cewek itu. Yang mau beli komputer buat fungsi-fungsi yang gua sebut itu doang”

    Komputer / Laptop nya beli, OS dan Aplikasi nya beli juga ?

    “Sekarang, mana dari 12 poin di atas yang merupakan keunggulan Linux? ”

    Bisa di tunjukan data statistik atau mungkin ada yang pernah benchmark sehingga mendukung pendapat anda tersebut di atas? bukan hanya perkiraan – perkiraan yang gak jelas?

    “dan mencemooh mereka yang menggunakan program propertiery.”

    Perasaan yang di cemooh itu yang pembajakannya?

    “Ibaratnya, elo bisa makan gratis dari tong sampah. ”

    mendingan makan dari tong sampah, dari pada menjadi sampah masyarakat (pembajak = pencuri) yang artinya sampah = isi dari tong sampah.

    “Gua menggunakan Ubuntu Server di rumah gua. Dan gua menggunakan handphone dengan sistem operasi Android.”

    ya.. memang bener – bener gak nyambung dari atas sampai bawah tulisannya. coba bandingkan sama yang ini :

    “Linux sama sekali gak unggul di satu poin pun untuk kegunaan sehari-hari”

    dah bilang gak unggul, masih di pake juga….. hm…. heran. sama banding kan juga sama yang ini :

    “walaupun gua adalah pembajak dan mendukung pembajakan dalam skala individual”

    pake Ubuntu Server itu mbajak ya? mbajaknya dari sisi mana? aNeH.

    ah…. ogut molor aja ah……

    • elzafir mengatakan:

      Dear Somat,

      Anda kayak emosi ngebaca tulisan gua. Oke, gua jelasin pake bahasa yang sederhana biar bisa terkomprehensi sama Anda.

      Berikut gua list argumen-argumen lo:

      1. Di post gua, gua tulis “Liat, dari tadi gua gak membandingkan Linux sama sistem operasi lain?”. Lihat kata-kata “dari tadi”? Dari tadi gua gak bandingin, dan sekarang gua bandingin. Susah dimengerti ya?

      2. “Penyembah Torvalds” adalah istilah gua untuk orang-orang kayak Anda.

      3. Eneg-nya berbeda-beda bagi setiap orang. Bagi gua, lebih eneg ngeliat Linux zealots.

      4. “Komputer / Laptop nya beli, OS dan Aplikasi nya beli juga ?”. Di komputer Apple, OS dan aplikasi sudah terinstall out-of-the-box. Di PC, Windows biasanya juga sudah terinstall. Pengguna “awam” gak mau repot-repot nginstall OS ke laptop kosong. Dan, iya. Komputernya beli, OS dan aplikasinya juga beli. Kecuali pake Linux ato bajakan.

      5. Benchmark apa? Statistik apa? Anda perlu statistik dan benchmark untuk melihat Windows dan OS X lebih unggul daripada Linux? Dan fakta, bahwa tulisan gua membuat elo meminta benchmark, itu adalah perilaku defensif dari seseorang yang merasa kalah. Sekarang, coba tunjukkan, benchmark dan statistik yang membuktikan pendapat gua salah? Gak bisa kan? Udah gua kira…

      6. Perasaan yang dicemooh bukan bajakan, tetapi sikap dari zealots yang merasa “lebih tinggi” dari orang-orang yang tidak bermasalah dengan software propertiery. Dan pemaksaan ideologi bahwa “software harus gratis”, itu yang mencemooh gua.

      7. Logika Anda semrawut. Jadi maksudnya Anda lebih baik memakan pencuri? Apa nyambungnya sama artikel saya?

      8. Poin terakhir yang bener-bener membuat gua geleng-geleng kepala soal orang kayak Anda. Lihat tulisah, “KEGUNAAN SEHARI-HARI”?! Apa SERVER itu adalah kegunaan sehari-hari? Kayaknya jelas dari tulisan-tulisan gua kalo gua bukan pengguna “awam”. Jadi wajar gua menggunakan sesuatu yang bukan untuk “kegunaan sehari-hari”. Argumen gua ditujukan untuk orang “awam”. Definisi “awam” udah gua tulis di salah satu komen gua di atas.

      9. Memakai Ubuntu Server bukan membajak. Tapi gua memakai Hackintosh, XP, Photoshop, dan lain-lain tanpa membayar lisensi. Itu yang gua namakan membajak.

      10. Iya, silahkan molor. Kumpulin energi. Cari inspirasi, dan besok balik lagi untuk ngebales tulisan gua ini.

      Good luck!

      • waltub mengatakan:

        elzafir said:

        6. Perasaan yang dicemooh bukan bajakan, tetapi sikap dari zealots yang merasa “lebih tinggi” dari orang-orang yang tidak bermasalah dengan software propertiery. Dan pemaksaan ideologi bahwa “software harus gratis”, itu yang mencemooh gua.

        Emang arti open source (Free Software) itu melulu gratis??? Loe salah ngerti man! Baca lagi!

      • elzafir mengatakan:

        Caelah. Ngajarin gua lo.
        Hahaha. Sorry ya, “man”…gua ngerti maksudnya.
        Lo sendiri yang bilang “melulu”…
        Artinya, ada saatnya dimana open source itu diharapkan GRATIS.

        Lo yang kayaknya gak ngerti.
        Yang namanya Open Source, artinya source-nya terbuka lebar untuk SEMUA orang untuk bisa dimodifikasi.
        By the way, ini aturan nomor satu dari ‘Open Source Definition’:

        1. Free Redistribution.
        The license shall not restrict any party from selling or giving away the software as a component of an aggregate software distribution containing programs from several different sources. The license shall not require a royalty or other fee for such sale.

        Itu orang-orang harus bayar? Gak kan. Artinya apa?
        GRATIS.

        LOE YANG BACA LAGI!

      • iang mengatakan:

        selling OR giving away.

        Ada 2 cara yg bisa dipilih di situ. Cuma memang, hanya yg kedua yg sering ditekankan dan diharapkan orang. Salah kaprah deh jadinya.

      • waltub mengatakan:

        Nih gue ambil dari http://www.gnu.org/philosophy/free-sw.html

        “Free software” is a matter of liberty, not price. To understand the concept, you should think of “free” as in “free speech,” not as in “free beer.”

        “Free software” does not mean “non-commercial.” A free program must be available for commercial use, commercial development, and commercial distribution. Commercial development of free software is no longer unusual; such free commercial software is very important. You may have paid money to get copies of free software, or you may have obtained copies at no charge. But regardless of how you got your copies, you always have the freedom to copy and change the software, even to sell copies.

      • Don Zafir mengatakan:

        Ya. Itu idealnya.
        Tapi bukan kenyataannya.
        Intinya, orang yang membuat programnya, tidak mendapat sepeserpun dari tersebarnya program itu di tangan orang lain.

      • waltub mengatakan:

        Ya itulah free software!. Paradigma baru ciptaan richard stallman. Sun microsystem dah ngopen source kan Java. Eh skrg microsoft bikin project open source…. Weleh weleh… Ada apa dengan microsoft??

      • Don Zafir mengatakan:

        Waduh, gak tempe saya.
        Tanya sama Bill Gates sono.

        Open Source = Sosialisme.
        Di mana yang malas dapet duit dari menjual program yang dibikin sama yang rajin.

      • waltub mengatakan:

        Ah itu sih gak masalah. Daripada monopoli gila2an oleh microsoft, belum lagi pembodohan thdp masyarakat. Gara2 ada minix, trus linux, semua orang (termasuk akademisi) bisa tau bagaimana sebuah sistem operasi dibuat. Ntu ilmu yang gak ternilai bro. Sangat2 gak ternilai. Free Software adalah bentuk demokrasinya dunia IT.

      • sandi mengatakan:

        mantappp…linux untuk beberapa hal memang tidak terlalu user friendly.. OS lainya pun begitu juga.. saya pake semuanya.. saya mamfaatin masing-masing sesuai kelebihannya.. apa itu termasuk salah juga ya??

    • bang supir mengatakan:

      wkwkwkwkwkwk… lucu mat. hiks

  11. hamidy mengatakan:

    hmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm

  12. Aji mengatakan:

    Iya nih, mas-nya kalo dibaca2 dari komentarnya kayak orang munafik ya?
    Udah gitu bangga lagi.
    Ada juga, namanya maling gak ngaku, tapi mas yang satu ini, ngaku dengan bangganya.

    Kalo gak suka dengan linux, ya sudah, yang konsisten gitu loh. Jangan malu2-in. Di satu sisi njelekin linux, di sisi lain pake linux juga.

    Aneh nih orang.
    Tipe komentator aja nih.
    Komentar doank gak ngasih solusi.

    O ya, katanya lebih dr 50% pemakai windows kena virus ya? Kalo dikonversikan, bisa jadi waktu yg dibutuhkan untuk mbersihkan virus windows bisa dipake untuk belajar linux.

    Salut aja deh sama mas yang bangga dengan windows bajakannya.
    Mudah2an tidak kena razia ya mas…

    Peace…
    Saya pake linux mas.
    Masih belajar, tapi enjoy aja tuh…

    • elzafir mengatakan:

      Yang namanya “munafik” tuh ya, menurut kamu Princeton

      a person who professes beliefs and opinions that he or she does not hold in order to conceal his or her real feelings or motives

      Kalo gua? Gua benci sama Linux zealots, dan gua gak mendukung ideologi bahwa software harus gratis. Itu opini gua. Tapi gua gak menolak jika fakta Linux mempunyai fungsi dalam hidup gua. Yang gua tolak disini adalah SIKAP dari orang-orang penggemar Linux, yang ngatain gua munafik. Gua gak bohong kalo gua pake Linux. Sekarang gua tanya, Anda nonton DVD bajakan ga? Trus denger musik bajakan ga? Pernah fotokopi buku gak buat kuliah? Pernah main di warnet yang Windows-nya gak original? Pernah download ebooks yang gak free? Kalo Anda PERNAH, maka Anda lah yang munafik, nak.

      Maling yang gak ngaku tuh bener ga? Kalo maling yang ngaku?
      Masalahnya, gua gak menganggap perilaku gua ini “mencuri”. Gua cuma “meminjam”. Dan gua bilang, hanya untuk pemakaian individual. Lebih jelasnya soal pembajakan, udah pernah gua bahas di post gua sebelumnya, 2 tahun lalu.

      https://elzafir.wordpress.com/2007/05/23/potential-loss-of-piracy/

      Yo ho, yo ho, a pirate’s life for me.
      We pillage plunder, we rifle and loot.
      Drink up me ‘earties, yo ho.
      We kidnap and ravage and don’t give a hoot.
      Drink up me ‘earties, yo ho.

    • remocutest mengatakan:

      gue cuma mo curhat neh
      Gue pake windows dan linux
      intensitas penggunaan hampir sama
      Windows 7 yahud, canggih, muda!
      linux (ubuntu yang saya PAKE)Ok jg
      Windows = bisa sharing dokumen
      Linux = bisa juga
      CUMAN berdasarkan pengalaman saya sebagai orang yang awam
      “sharing dokumen di windows masih kurang aman” kenapa? karena walaupun yang di share hanya satu folder (misal folder music)tetapi jika ada client lain yang pake linux, folder yang dishare ternyata buka folder itu saja yang dapat dibuka/akses, tetapi sebuah folder yang mengarakh pada masing drive/partisi di lingkungan windows termasuk folder vital windows beserta sub foldernya yang notabenenya nyawa dari windows,

      Bukan cuma itu saja, folder2 tsb di atas bukan bersifat read only tetapi parahnya saya pernah coba masuk ke folder sharing windows teman saya dan berhasil menghapus sebuah file di drive c komputer windows teman yaitu boot.ini, alhasil komputer windows teman saya tidak bisa booting.
      (kasus pada OS windows 7 dan Ubuntu lucid)
      jadi kesimpulan saya

      Windows = OK
      linux = OK

      dan saya sebagai pengguna awam mempunyai harapan untuk bisa menggunakan OS sesuai dengan selera saya dan yang jelas “Ibarat naik kendaraan, secanggih apapun dan secepat apapun yang saya butuhkan adalah rasa AMAN. dan rasa aman ini saya temukan pada kendaraan truk butut yang telah diganti ban” dan penilaian saya WINDOWS = OK BGT
      Linux = AMAN BANGET

      silahkan rekan2 memilih berdasarkan kebutuhan

    • Punk Pangeran mengatakan:

      belajar linux ga gampang kalee, rajin2 aja install ualng os linux klo lgi blajar,soalnya linux bkin bingung,sekali error ga bs direpair

  13. MBUH mengatakan:

    eala.. lo di dikte dari awal make windows kan ?? bingung ga waktu lo ngoperasiin windows awal2 ?? ahahah.. skrg lo coba pikir, seandainya lo di dikte make linux dari kecil, lo pasti ga ngerti cara operasiin windows. begitu juga dengan mac os..
    mikir lah..!!!
    budaya kita itu budaya maju, bukan budaya yg bermalas2an.. mw sampe kapan bangsa terpuruk jika ga menguasai hal-hal baru ??

    • elzafir mengatakan:

      Kalimat Anda menyiratkan bahwa gua gak ngerti Linux? Asumsi yang sangat berlebihan, kawan. Gua menggunakan Linux untuk server gua di rumah. Jadi gua ngerti Linux. Ini bukan masalah bingung ato gak bingung. Masalahnya adalah, Linux di gak di desain “with the cosumer in mind”. Ngerti gak? Linux dibikin sama hacker. Yang make, kebanyakan hacker dan orang-orang gape IT.

      Windows dan OS X? Yang design seorang marketer. Orang yang tau gimana jualan. Dan untuk menjual supaya laku, mesti ngerti apa yang dimauin pasar. Yang kayaknya para developer Linux gak ngerti.

      • smuet mengatakan:

        maksudnya mas mbuh…. coba dari kecil (sd) kurikulum kita pake GNU/Linux bukan windows, pastilah akan kebalik kira2 judul tulisan anda bisa jadi “gua benci windows”

      • elzafir mengatakan:

        Sayangnya itu cuma angan-angan. Karena waktu gua SD, Linux ga ada apa-apanya dibanding Windows 3.11 dan Mac OS.

      • voidark mengatakan:

        uda jelas kan, yang pake windows ma mac tu orang awam, ga peduli ma keamanan sistem, sedangkan pengguna linux tu para hacker

        jadi para orang awam.. pakailah windows ato mac, dan dengan wajah tak berdosa sebarkanlah virus2 ciptaan kami dari komputermu ke orang2 didekatmu

        linux bukan mainan buat anak seumuranmu nak..

        ~kejahatan kami adalah lebih pintar dari kalian

  14. ferry mengatakan:

    Pendapat elzafir adalah opini elzafir yg saya rasa sah2 saja, jadi bagi yg ingin memberikan komentar perlu diingat bahwa anda akan mengomentari opini dari elzafir dan bukan hasil data akurat dari sebuah research.

    Selanjutnya :

    Saya suka bagian ini karena terjadi juga di saya,

    ” Ya, sama, gua 1 minggu pake Linux juga udah stress. Semua pekerjaan gua ga ada yang jadi. Gua ga bisa ngedit film (dengan bener), ga bisa rekaman lagu (Audacity gak level), pokoknya gua jadi malah ngurusin si Linux daripada ngurusin kerjaan gua. ” 🙂

    Menurut saya memang linux dan keluarganya harus di akui tidak familiar buat end user. Paling tidak ada beberapa hal yg saya tangkap ketika orang memutuskan untuk nyoba2 linux :
    1. Mencoba hal yg baru (dominan)
    2. Tantangan
    3. Tampil beda
    4. Terpengaruh teman
    5. Kebanggaan (menurut dia)

    ===untuk hal2 yg bersifat teknis, sangat bisa diperdebatkan karena yg satu unggul di sini dan yg lain unggul di situ dan sebaliknya ===

    Tapi anda jg jgn lupa bahwa linux itu dikembangkan oleh pengguna komputer dari enduser sampai programer handal di seluruh dunia dan itu tidak pernah di temukan dalam sejarah manusia selain di linux. Saya rasa itu keunggulan linux yg paling kelihatan. Mungkin pengguna biasa tidak perduli itu, tapi perduli atau tidak perduli gak ngaruh tuh…perkembangan linux terus berjalan.

    Kalo tidak ada linux yah…ngga ada TUX, karena yg lainnya logonya bukan pinguin, mungkin lebih bagus tapi bukan pinguin.

    BTW saya sangat suka linux (walaupun sampai sekarang gak expert), saya suka linux karena bisa jadi mainan alternatif selain mainin mainan2 yg lain🙂

    thnx.

    • elzafir mengatakan:

      Makasih komennya ferry. Gua sangat setuju sama 5 poin yang Anda utarakan!

      Dan betul, bagi gua Linux itu ‘mainan’…ato bahasa inggrisnya, ‘Hobby OS’.
      Orang (end-user, bukan IT administrator atau sejenisnya) berkutat di Linux karena hobby, bukan karena butuh.

      • kjebur mengatakan:

        Saya pake OS linux gak buat hobby. Tp buat bekerja sehari2. Smua karyawan di tempat sy bekerja pake linux n fine2 aja tuh. Malahan sy gak ribet untuk ngurusin virus2 yg beredar di OS yg laen.
        Di kantor sy sih gak pake macem2…Cm aplikasi kantoran aja. dan OpenOffice sudah cukup memenuhi kebutuhan. Buat apa bli license klo yg Opensource aja ada. Klo ada yg halal (gak mbajak)..buat apa pake yg haram (bajakan)…Supaya income perusahaannya jg tambah halal tanpa terkontaminasi dengan hal2 haram (bajakan).Bukannya sok alim bro…INGAT .. MBAJAK = MENCURI…Jd gak betul kalo di bilang linux ribet.

      • elzafir mengatakan:

        Kalau urusan kantor, itu bukan “individual” lagi, dan gua sama sekali gak menyarankan untuk menggunakan software bajakan untuk mencari uang. Ya, untuk pekerjaan sederhana, Linux itu “cukup”. Cukup = tidak berlebih. Dan kalau tidak ada kelebihannya, itu tidak bisa membuat orang tergoda untuk loncat platform.

        Membajak = mencuri. Kjebur, Anda punya MP3 gak di komputer Linux Anda? Apakah MP3 itu dibeli secara legal?

      • r.y mengatakan:

        “Membajak = mencuri. Kjebur, Anda punya MP3 gak di komputer Linux Anda? Apakah MP3 itu dibeli secara legal?”

        si zafir sotoy

        kalo orang awam emang ga ngerti linux, ya udahlah emang kenapa mereka juga ga peduli lo bahas tentang yg lo posting diatas.

      • Don Zafir mengatakan:

        r.y,

        Apa sih? Tulisan loe gak bisa dimengerti.

  15. iang mengatakan:

    kayanya sebagian besar yg komen di sini ngga baca tulisan mas dg baik2 yak? ngga nyoba memposisikan diri sebagai pengguna *biasa* yang ngga pernah, ngga bisa, bahkan ngga pengen ngoprek2 walau sekedar tuk kustomisasi. akhirnya, seperti yg sudah saya perkirakan, bakal “ramai” =))

    bbrp komentar:

    1. “Kenapa ragu-ragu mengeluarkan uang untuk sesuatu yang memang berguna?”

    Setuju! namun yg menurut saya perlu direnungkan lebih lanjut, apakah pengeluaran itu berlebihan atau tidak.

    Sebagai contoh dulu saya sempat berniat membeli iWork berhubung saya sangat suka dg Keynotenya dan trial versionnya udah abis. Udah masuk ke apple store tapi akhirnya keluar lagi. Karena di dalam saya mikir, ah tugas2 berikutnya saya jg gak bakal banyak presentasi. Jadi, ngapain ngeluarin duit 97 euro kalo pada akhirnya gak dipake. Neooffice/OpenOffice jg masih cukup tuk presentasi sekali2 dan itu jg gak perlu terlalu “bergaya” =D

    Contoh lain.. tuk org yg cuma sekali dua kali pengen nyoret2 bikin gambar/edit foto (bukan profesional).. masih banyak alternatif lain selain photoshop yg mahal itu yg mungkin masih cukup dg kebutuhannya. selain gimp, masih ada paint.net yg kayanya bagus (saya blm pernah make), dll. Yg aneh kan kalo gak gtu2 perlu tp rela ngeluarin duit ratusan dolar tuk beli photoshop. Yaa.. kecuali kalo ybs udah kebanyakan duit sampe bingung mau diapain lagi.

    *eh ini kondisinya gak pake acara ngebajak ya*

    2. “Sementara Linux? /usr,/dev,/home,/media….”

    Sebenarnya Mac OS X juga sama isinya, namun si Mac OS X lebih bagus dalam urusan “menyensor”. Direktori2 tsb tetap ada, tetap bisa diakses, tetap bisa digunakan, namun tidak ditampilkan jika memang tidak perlu diketahui. Dann.. kalau mau dibandingkan, sebenarnya Nautilusnya GNOME jg telah melakukannya. Singkatnya, jgn buka Terminal (termasuk Terminal.app si Mac OS X) kalo gak mau ngeliat yg aneh2 =D

    Salah satu prinsip dalam perancangan user interface yg pernah saya baca adalah “hide complexity from users” dan saya sangat setuju dg ini. Kasih user hanya apa yang dia butuhkan atau harapkan tuk ada.

    Kalau Gobolinux, yg pernah saya baca, dia sampe ngubah2 kernel tuk melakukan penyembunyian direktori2 aneh2 ini. Struktur direktori jg diubah agar lebih hirarkis berdasarkan program, bukan fungsi (binaries, libraries, configs, etc).

    Tuk windows, sebenarnya sih sama aja kalo ngeliat isi \Windows =)) cuma kan direktori tsb kayanya jarang2 dilihat oleh si user. dan berhubung yg aneh2 itu terbungkus oleh hanya satu direktori, yaitu Windows, maka kalau si user ngeliat root dir nya (err.. drive C maksudnya), si user gak akan pusing ngeliat direktori aneh2.

    3. “Orang-orang lebih milih untuk ngeluarin uang jutaan untuk Windows atau OS X, dibandingkan harus berepot-repot ngetik ’sudo apt-get’ dan sebagainya untuk install program.”

    Menurut saya, kalimat di atas rada2 kurang tepat. Kalau ngomongin instalasi, lebih baik ngomongin modelnya. Menurut saya, perbedaan mendasar antara dunia Linux dan Windows/Mac OS X adalah tempat dimana aplikasi tsb bisa ditemukan. Di dunia Linux, aplikasi biasanya sudah disiapkan oleh pembuat distro dalam repositori. Dari vendor, aplikasi akan jatuh ke tangan pembuat distro dulu sebelum akhirnya sampai di tangan pengguna. Sedangkan di windows/Mac, aplikasi biasanya ditemukan langsung di tempat si vendor.

    Model repositori sebenarnya enak karena instalasi/penghapusan bisa dilakukan dari satu tempat saja. Seluruh aplikasi yang ada tersedia sudah didaftarkan jadi mudah kalau ingin nyari2. Yang bikin males adalah ketika aplikasi yg kita mau tidak ada di repositori, jadi harus mengunjungi si vendor scr langsung.

    Kalau si vendor punya aplikasi dalam bentuk yang siap instal di OS yg kita pakai, ya bagus. Tinggal dipasang saja dan urusan beres. Namun andai tidak cocok, ya antara pasrah dan harus cari alternatif krn bener2 tidak disediakan vendor atau siap2 menyediakan waktu luang andai si vendor menyediakan versi yg tidak sepenuhnya cocok atau bahkan dalam bentuk mentah.

    4. Mereka nyaman karena menemukan fungsi yang dibutuhkan di Windows. Gamers ketemu games. Fotografer ketemu Photoshop. Filmmaker ketemu Premiere dan AfterEffect. Sound engineer ketemu Cubase.

    Tuk yg satu ini, kayanya udah ke masalah fungsi/fasilitas yg sesuai dg kebutuhan. Fotografer, filmmaker, sound engineer itu menurut saya bukan pengguna biasa lagi, sudah spesifik ke suatu jenis pekerjaan tertentu yang juga membutuhkan aplikasi2 khusus yang mendukung pekerjaannya. Gamers itu nyari game, berhubung game banyak di windows, ya pakailah windows kalo mau bisa main *banyak game*. Namun andai si gamers pengen main game yg cuma ada di Linux/Mac OS X dan benar2 pengen main game tsb, ya ybs harus make Linux/Mac OS X tuk memainkan game tsb. Begitu juga dengan profesi lain dan aplikasi yang dibutuhkannya.

    Itu dulu ah komentar saya.. ntar kerjaan gak kelar2 =))

    oh ya mo nambahin. Kalau mau ngomongin komunitas, maka OS dg komunitas terbesar sudah pasti Windows! Makanya “forum komputer” kemungkinan besar berisi diskusi windows dan aplikasinya. Belum pernah saya temuin “forum komputer” yg diskusinya sebagian besar mengenai Linux bahkan Mac OS X. Kedua OS ini baru deh diomongi di “forum linux” maupun “forum mac os x” dan kayanya tidak pernah ada yg namanya “forum windows” =)

    eh ini saya gak ngeblog di komen kan? =))

    • elzafir mengatakan:

      Iya, menurut gua juga, mereka gak baca tulisan gua.
      Mungkin tl;dr kali. Tapi itu malah bikin komen mereka jadi lucu!

      Gua juga punya tanggapan sama komentar Anda.

      1. Kalo gak pake acara ngebajak, GIMP emang pilihan bagus! CUma buat iseng-iseng, dan kerjaan non-serius. OO.o juga cukup buat nulis-nulis biasa. Nah, yang gua bingung adalah, para zealots ini, bahkan ‘membenci’ MP3, Opera, dan aplikasi-aplikasi free but closed source lainnya. Dari komen Anda, Anda menggunakan OS X, tampaknya? Setuju gak kalo dengan OS X Anda lebih produktif dibanding make Linux?

      Btw, Paint.NET, bagus secara fungsi, tapi jelek secara memory management. Dia pake framework .NET, yang terkenal memory hog. Gua make 10 menit, nyerah.

      2. Ya betul. Karena OS X juga Unix-like. Tapi dia pinter, karena dia nyembunyiin direktori-direktori yang gak ada hubungannya sama end-user. Memberikan kesan rapih dan nyaman.

      Windows, ya itu maksud gua. Microsoft menyembunyikan semua file sistem dalam folder WINDOWS. Agar tidak membuat pengguna bingung.

      3. Model repositori nya bagus, bikin instalasi software simple. Tapi itu kayak bisnis ban. Semakin bagus dan kuat sebuah ban, orang bakal makin jarang beli. Alias, makin banyak yang make repo, makin gak sanggup reponya nge handle. Untuk ngehost repo-repo itu kan perlu biaya. Dan kalo para Linux user ga ada yang ngeluarin duit buat software-softwarenya, gimana repo nya bisa survive? Sekarang Canonical masi bisa nalangin, karena yang make Linux, apalagi Ubuntu, masih dibawah 1 persen dari seluruh pengguna komputer. Tapi gimana kalo yang make 90%? Kuat tuh bandwidth? Dan gada duit juga buat bayarin.

      Kecuali, mereka ngejual produk-produknya dalam bentuk lisensi. Tapi masalahnya, kalo ada yang gratis, mana ada pengguna Linux yang mau bayar? Contohnya, berapa orang sih yang beli CrossOver dari CodeWeavers?

      4. Fotografer, filmmaker, sound engineer, termasuk pengguna “awam” dalam bidang IT. Karena mereka bukan IT expert, kayak temen-temen kita di sini. Mereka itu SENIMAN. Yang pengen menggunakan komputer sebagai ALAT kesenian mereka. Dimana-mana, tukang kayu males bikin gergaji sendiri, mendingan dia beli gergaji yang udah jadi, biar kayunya lebih cepet kepotong.

      • iang mengatakan:

        1. “Dari komen Anda, Anda menggunakan OS X, tampaknya? Setuju gak kalo dengan OS X Anda lebih produktif dibanding make Linux?”

        Kalau gw rasa, sama saja =D mungkin krn kerjaan gw kalo gak browsing, ya ngoding, ato eksperimen2 yg kebanyakan di aplikasi2 opensource yg biasanya multiplatform. Jadi gw gak merasa masalah mo pake mac ato linux. Gw jg gak make aplikasi aneh2 jadi yaa.. gw gak begitu merasakan bedanya.

        Berhubung gw dah terbiasa make terminal, bahkan di mac pun make terminal. Alhasil, pas make windows jadi kagok =))

        3. “Tapi gimana kalo yang make 90%? Kuat tuh bandwidth? Dan gada duit juga buat bayarin.”

        Dari segi pemakai: Kalau di Ubuntu, khususnya di Indonesia, skr ada program dvd repository. Seluruh aplikasi yg ada di repo dimasukin ke dvd supaya lebih mudah didistribusikan. Ini salah satu solusi bagi orang2 yg ngga punya akses internet bebas.

        http://wiki.ubuntu-id.org/DistribusiDvdReposUbuntu

        Dari segi yang ngehost: Itulah salah satu gunanya mirror. Jadi beban juga didistribusikan. Dan di dunia open source, entah mengapa, banyak “dermawan” yang mau susah payah bikin mirror dan mendanainya.. hehe..

        “Tapi masalahnya, kalo ada yang gratis, mana ada pengguna Linux yang mau bayar?”

        Kayanya hal ini jg berlaku tuk pengguna OS lain. Kalau ada yg gratis (dan masih mencukupi kebutuhan) ya ngapain pake yang bayar?

        Banyak orang yg suka salah kaprah dan ngga sembuh2 salah kaprahnya. Berpikir free yg diusung oleh linux dkk itu artinya gratis. Apapun maunya gratis dan kadang malah menyalahkan yg gak ngasih gratis. Malah berpikir seluruh yg ada di linux *pasti* gratis.

        5. “Mereka itu SENIMAN. Yang pengen menggunakan komputer sebagai ALAT kesenian mereka.”

        Ya betul. dan alat ini sebenarnya tidak ada hubungannya dengan sistem operasi (kita lagi ngomongin OS kan? ato ngga?). kalau alat yg dibutuhkan hanya tersedia di sistem operasi tertentu, ya mau ngga mau sistem operasi tsb harus dipakai kalau ingin menggunakan alat tersebut.

      • iang mengatakan:

        nambahin komentar ttg repositori:

        sebenarnya (setidaknya ini berlaku di ubuntu) repositori itu kan ngga harus satu. Setiap vendor bisa saja menyediakan repositorinya sendiri2. Pengguna tinggal mendaftarkan repositori dari setiap vendor yang aplikasinya ingin dipakai.

        Di apple.com ada katalog aplikasi yg jalan di Mac OS X http://www.apple.com/downloads/macosx/ sayang itu hanya katalog dan tidak dapat digunakan sebagai repositori. Andai kalau bisa, pastinya bakal keren banget =D

  16. iang mengatakan:

    tes tes 1 2 3.. mengapa komen saya tak masuk? kalo termoderasi, biasanya ada tulisannya.. kalau memang dimoderasi, tolong hapus duplikasi2nya.

  17. udey mengatakan:

    Akhirnya ada Mas Iang yang udah mau bantu si mas Elzafir untuk sedikit memikirkan mana yg terbaik buat mas Elzafir gunakan…

    Amin…..

  18. AaQbenk mengatakan:

    yup setuju…

    berlebihan memang tidak baik… berlebihan suka… begitu juga berlebihan benci… masing-masing ada porsinya ko…

    macam gue, gue admin di kantor hosting yang 100% hostingnya windows… lah… desktop yg gue pake malah linux… lawong kebutuhannya cuma buat remote, ngoding sama testing… lebihnya… install aplikasi windows di linux pake wine… lumayan ngebantu dan bisa ngelarin kerjaan… sejauh ini sih kebutuhan gue terpenuhi hanya pake desktop linux… yang padahal gue ngelola server yang full windows…

    so… itung-itung ke porsi sajalah… sesuai kebutuhan… lagian juga di linux ga semuanya free ko… ada juga yang harus berbayar… cuma lagi-lagi balik ke kebutuhan masing-masing…

    wacana macam gini memang harus ada jadi ga ada istilah fanatisme kesukaan… juga ga ada istilah fanatisme kebencian…

    Thx bro…

  19. AaQbenk mengatakan:

    tambahan aja aahh… info ajah…

    windows server 2008 juga sekarang ada yang versi terminalnya… jadi ga pake desktop… dan udah open ke aplikasi linux… malah konfigurasi web servernya juga udah kayak apache sih…

    so… welcome to text command configuration for windows server 2008…

  20. jazznuno mengatakan:

    Faktanya bahwa Linux, Free Software dan Opensource adalah konsep teknologi baru yang suka atau tidak suka akan terus berkembang.

    Ini terjadi di dunia photography
    Dulu banyak para photografer yang menggunakan kamera Analog/Film yang tidak suka dengan adanya photography digital dengan alasan tidak creatif, hasilnya tidak sebagus kamera Analog/Film dan jutaan tenaga kerja terancam PHK karena teknologi ini ( Pabrik Film 135, Pabrik Pembuat Mesin cuci Film, Pabrik, pembuat Chemical untuk cuci Film harus tutup karena tidak di butuhkan di teknologi digital ).

    Toh kamera digital terus berkembang yang akhirnya mengilas kamera Analog dan hasilnya melebihi Kamera Film tapi ada yang menjadi korban yaitu para pabrik yang saya sebut diatas, tetapi apa kita harus menyalahkan kamera digital atas kejadian tersebut? jawabannya tidak, karena teknologi terus berkembang.

    Linux, Free Software dan Opensource akan terus berkembang dan menyempurnakan diri untuk kemudahan para pengguna di seluruh dunia dan ini cuma masalah waktu. dan jangan salahkan Linux, Free Software dan Opensource jika ada Perusahaan pembuat software propertiery tutup dan banyak PHK (bukan di blog ini tapi saya perna baca di forum lain yang menyalahkan Linux, Free software dan Opensource atas terjadinya PHK terhadap tenaga IT).

    komentar anda:
    “Liat, dari tadi gua gak membandingkan Linux sama sistem operasi lain? Itu karena Linux gak pantes untuk dibandingkan!”

    dan anda adalah orang yang saya maksud sebagai photograher analog/film yang mengatakan bahwa hasil photo dari kamera digital tidak akan menyamai hasil photo dari kamera film, yang bisanya cuma mengeluh dan ngdumel.

    Windows, Mac, Linux, Freebsd, Opensolaris adalah Operating system dimana anda bisa memilih sesuai kebutuhan.

    jadi silakan pilih dan jangan jadi orang cengeng

    • elzafir mengatakan:

      Jadi Linux digital dan sistem operasi lainnya adalah analog?

      Pff…zealots, gua ga pernah ngerti cara mikir mereka.

      Yayaya…

      By the way, baca dulu artikelnya sebelum komentar.

      • jazznuno mengatakan:

        saya sudah baca artikel anda
        tolong pahami juga komentar saya

        Mungkin saat ini Linux masih belum bisa memenuhi untuk kegiatan anda sehari-hari

        saya bilang :
        “Linux, Free Software dan Opensource akan terus berkembang dan menyempurnakan diri untuk kemudahan para pengguna di seluruh dunia ”

        ngerti ga kang

        anda bilang :
        “Liat, dari tadi gua gak membandingkan Linux sama sistem operasi lain? Itu karena Linux gak pantes untuk dibandingkan”
        “LINUX ZEALOTS! Bagi dia, Linux adalah kitab suci, dan siapa yang gak bisa memahaminya, berarti orang sesat. ”

        berarti anda WINDOWS ZEALOTS dong

        uhuyyyyyy

      • elzafir mengatakan:

        Ya. Bukannya “mungkin”, tapi “tidak” bisa mmemenuhi kegiatan sehari-hari.

        Jika yang Anda omongin di masa depan, gua doain suaya kejadian.

        Gua Windows zealots? Well, gimana ya? Tau gak artinya zealot?
        Menurut Princeton:

        zealotry – fanaticism: excessive intolerance of opposing views

        Jadi, dalam hal ini, gua bukan zealot. Karena gua memiliki toleransi terhadap Linux. Misalnya OS di handphone, PS3, dan server. Semuanya pake Linux. TAPI, Linux belum bisa mengalahkan OS X dan Windows dalam mayoritas penggunaan (desktop), karena tidak ada keunggulannya. Tapi zealots terus-terusan promosi sampe bebusa.

  21. Rangga mengatakan:

    1. Kalo bisa beli rokok kewarung depan naek harley, ngapain naek sepeda.
    2. Kalo bisa bawa ferari ke pasar buat beli sayur, ngapain naek tosa.
    3. kalo bisa nyetop bis dideket leter S silang, ngapain mesti jalan lagi ke halte.
    4. Kalo bisa nyewa pembantu buat masak, ngapain belajar masak.

    Jawabannya….itulah “Indonesia”….
    Yang penting gaya.

    Salam,

    Rangga

    • elzafir mengatakan:

      1. Kalo naik sepeda lebih lama, lebih cape, lebih buang waktu dan tenaga, ngapain? Ntar kerjaan gada yang keurus.
      2. Kalo naek tosa (apaan tuh tosa?) gak efektif, ngapain bela-belain naik tosa, kalo malah bikin repot?
      3. Kalo polisinya gak ada yang ngatur, masyarakat suruh ngatur dirinya sendiri?
      4. Kalo bisa ngurusin hal lain yang lebih penting dari pada masak, ngapain belajar masak? Nyewa pembantu aja. Buka lowongan kerja. Masa pembantu disuruh kerja gratis? (emangnya developer Linux??)

  22. Okto Silaban mengatakan:

    @Iang : setuju bro..🙂
    @Rangga : yoi coy.. banyak ketemu temen – temen di kampus yang kek gitu.

    Masih sedikit berhubungan mungkin :
    http://okto.silaban.net/2009/02/linux/linuxer-yang-kecewa/

    Emang ndak enak ya pake Linux itu? Ribet.., susah… He..he..

    Saya satu aliran sama Linus Torvalds : “Use the best tool for the job”
    Dan *kebetulan*, semua kerjaannya saya paling baik hasilnya kalo dikerjakan di Linux😉

    • elzafir mengatakan:

      Ribet dan susah bagi orang tertentu.
      Tapi selama ini para developer dan simpatisan Linux kan selalu preaching tentang betapa bagusnya Linux ke pengguna komputer non-IT capable.
      Sayang sekali, bagi pengguna seperti itu, Linux tidak memiliki kelebihan apa pun yang patut dipertimbangkan. Terlebih lagi mereka sudah nyaman dengan apa yang ada. Jadi, inti dari artikel gua adalah untuk merangsang para developer Linux untuk berhenti mengeluh dan mulai memerhatikan para calon penggunanya dan memberikan USER EXPERIENCE yang LEBIH daripada alternatif yang ada.

      Sayangnya, sikap yang sering ditunjukkan kepada converts-converts Linux justru mencengangkan: “This is Linux, its better. LEARN it”. Harusnya mereka ingat bahwa Linux adalah ALTERNATIF dari mainstream. Sebuah alternatif harus memberikan sesuatu yang LEBIH daripada yang sudah mapan.

  23. a1 mengatakan:

    wah, sepertinya penulis sengaja membuat artikel debatable supaya rating blognya naik.

    Mending lihat aja deh…..

    Orang benci linux tapi masih pake linux…

    • elzafir mengatakan:

      Tanpa post ini pun blog gua udah dikunjungi rata-rata 2500 kali per bulan,
      jadi rating bukan concern gua.

      a1, Anda ga baca tulisan gua sampe tuntas? Gua bilang gua benci sama penggunanya yang zealots. Sam Linuxnya ga terlalu.
      Gua jadi kayak beo nih ngulang-ngulang hal yang sama ke setiap commenters.

  24. Ki Gendenk EDO Pamungkas mengatakan:

    Semua bebas memilih.. mo pake OS apa..
    hanya di butuhkan kesabaran & kebiasaan untuk mempelajari, mengenal dan memahami penggunaan OS tertentu..
    Semua OS memiliki sisi Plus / Minus.
    Mas ElZafir, anda juga bebas berpendapat…

  25. iang mengatakan:

    ah jadi pengen nulis komentar lagi.. tp skr bukan ditujukan ke penulis, namun ke komentator =)

    jadi, ada dua hal utama yang saya tangkap dari tulisan ini. yang pertama adalah masalah orientasi pengembang dan pengembangan linux (dan keluarganya). hal yang kedua adalah perilaku para segelintir “aktivis linux”. begitu kah? tolong koreksi kalo salah🙂

    tuk masalah pertama. yang si penulis temui, pengembangan linux ini belum berorientasi ke pengguna awam (silakan cari definisinya sendiri). linux mungkin bagus dari segi teknis. canggih, tahan banting, aman, dan lain-lain. namun hal ini tidak menjadi fokus utama dari para pengguna rumahan. sedangkan hal-hal lain yg menjadi fokus para pengguna rumahan ini masih kurang diperhatikan oleh para pengembang linux. alhasil, tidak cocok. (oh iya, ini terlepas dari para vendor proprietary yang tidak mengeluarkan produknya yg berjalan di atas linux loh).

    menurut saya, hal ini juga sudah mulai berubah sejak kedatangan ubuntu. Para pengembang ubuntu mungkin tidak banyak melakukan kontribusi yang sifatnya teknis, seperti pendapat Greg KH. Namun, menurut saya, ubuntu telah melakukan gebrakan besar dalam masalah “pengembangan yang berorientasi kepada pengguna awam”. Pembagian CD gratis itu salah satu contoh agar linux bisa cepat sampai ke tangan2 orang yang ngga mau repot download iso. Untung saja, dari segi teknis, Ubuntu disokong oleh Debian yang memang sudah kokoh dan mantab.

    Namun sebenarnya, agar linux bisa lebih dalam lagi penetrasinya ke pengguna awam, linux jg harus didukung oleh vendor2 yang memproduksi aplikasi yang banyak digunakan oleh pengguna awam. Mungkin ini seperti masalah ayam dan telur. Vendor menanti sampai linux banyak digunakan, namun di sisi lain, linux jg kurang dilirik karena aplikasi yg biasa digunakan (khususnya yg proprietary) tidak tersedia di linux gara2 si vendor belum mengeluarkan versi linuxnya.

    lalu untuk masalah kedua, tentang segelintir “aktivis”. si penulis ini merasa para aktivis ini merasa paling benar seolah2 tidak ada yang lebih benar dari dia. seluruh solusi *harus* menggunakan linux dan rekan2nya.

    kalau anda bukan orang yang seperti ini, bagus. berarti anda tidak sedang diomongin oleh si penulis. kalau iya, maka andalah yang dimaksud oleh si penulis🙂

    kalau menurut saya sih, use the right tool for the right job. Gunakan aplikasi yang bisa mendukung pekerjaan kita. dan satu tambahan lagi, jangan maksa! misalnya kita sebenarnya ngga perlu photoshop namun kita maksa musti make photoshop, bahkan sampe ngebajak. Jadi, kita sendiri sebenarnya perlu tahu apa kebutuhan kita.

    para pengembang kernel linux, termasuk Linus Torvalds, juga sempat menggunakan aplikasi proprietary (BitKeeper) tuk mengatur manajemen source kode linux. dan tetap merekomendasikan BitKeeper bagi siapa saja yang memerlukan solusi komersial. Silakan tonton http://www.youtube.com/watch?v=4XpnKHJAok8

    yak sekian dulu..

  26. iang mengatakan:

    oh iya, nambahin lagi..

    yg lg diomongin di sini itu developer kan bukan user? kalo ngomentarin user, misalnya “user males”, itu artinya udah salah sambung =D

    trus, ttg faktor vendor yg enggan mengeluarkan produknya tuk linux, sebenarnya juga sudah dijembatani dg adanya wine. Google kalau ngga salah mensponsori pengembangan wine agar dapat menjalankan aplikasi2 popular tuk windows dg baik, seperti photoshop.

  27. waltub mengatakan:

    Ah tetap aja windows is the best. Wekekekekeke

  28. tienra mengatakan:

    tukeran link yuk?

  29. Ramba mengatakan:

    Yang pake linux cuma bangga dengan ketidak-seragamannya dengan orang lain, saya juga coba mau install ubuntu dulu, tapi gak jadi, karena pas dilihat spec komputer saya lebih rendah, jadi saya tetap pake Win XP sampai saat ini, dan tidak masalah sekalipun kemaren rame-rame ada conficker, lagian gak mahal kok beli DVDnya aja 15 rebu doang.

  30. buJaNG mengatakan:

    Emang lebih enak pake Windows, abis linux tuh macemnya banyak banget. Mana banyak aplikasi yang nggak kompatibel lagi…

  31. oki mengatakan:

    diatas ada yg bilang Linux utk developer, windows utk user..
    sebenarnya masalah udah kelar disana, tp koq masih di perpanjang ya? (termasuk postingan saya ini)
    skali lagi deh (repost rangkuman)..

    Linux di desain utk user yg ingin tau “cara sebuah mesin bekerja” dan di buat sedemikian rupa agar user dapat memodifikasi “mesin” tersebut. jadi klo mau pake Linux, Belajarlah! jgn malas. klo sudah belajar tp ga bisa2 jgn salahkan “soalnya” dong! yg bodoh soalnya apa orangnya (no offense)?!?

    sedangkan windows di buat untuk user yg “cuma tau make”. ada duit silahkan pake windows, tp klo ga ada duit…?!?! apakah ngebajak solusinya ?!!? hmmm…. sepertinya “bangga” menjadi pencuri adalah sesuatu yg ga layak deh (untuk hal yg 1 ini pasti semua setuju)
    wahhhh….. pembajakan individual !? apa itu ?! apakah mengambil sepeda (sendirian) dan mencuri mobil (beramai-ramai) adalah 2 hal yg berbeda ?! ya … berbeda barang yg di curi dan jumlah pelaku, tetapi para pelaku nya tetap saja di bilang pencuri.

    • elzafir mengatakan:

      Kalau belajar, tapi gak bisa-bisa, artinya soalnya TERLALU SUSAH. Jadi maksud Anda, orang-orang yang kesulitan memakai Linux itu BODOH? Lihat, kawan-kawan, oki ini adalah yang saya maksud sebagai LINUX ZEALOTS! Bagi dia, Linux adalah kitab suci, dan siapa yang gak bisa memahaminya, berarti orang sesat.

      Saran gua, oki, Anda baca dulu artikel gua dengan seksama, baru komentar. Karena ini gak nyambung sama sekali.

      Dan pembajakan individual? Bukannya udah gua jelasin ya? Gak ngerti? Oh, tidak, tapi gua gak akan ngatain Anda bodoh.

      Kalau mencuri mobil atau sepeda, adakah orang yang kehilangan barangnya?
      ADA.

      Kalau mengkopi software? Adakah orang yang kehilangan sesuatu? Gak ada, sayangku. Adanya ‘potential lost’. Dan apa itu potential lost?
      Udah gua tulis panjang lebar di https://elzafir.wordpress.com/2007/05/23/potential-loss-of-piracy/

  32. egomaniac mengatakan:

    Linux emang kurang “merakyat”, itu gue setuju. Tapi toh bayak pengembang yang lagi “merakyatkan” linux. Karena anda juga bukan buta linux, saran gue, daripada benci ama Linux mendingan bikin Linuxnya supaya bisa dipakai ama orang awam (atau supaya memenuhi keinginan anda).🙂

    • elzafir mengatakan:

      Ga baca artikel ya?
      Gua bilang gua benci sama orang-orang yang merasa dirinya menjad “ubermensch” setelah make Linux.
      Gua justru ingin Linux jadi lebih user friendly supaya bisa dipake semua orang. Tapi, sebelum hal itu terjadi, zealots should just STFU!

  33. Johan mengatakan:

    wew,, kalo kagak suka ya gak usah mencemooh gitu mas, emang mas bisa bikin OS sendiri ?

    linux ntu dimana-mana slalu unggul dalam hal jaringan, konfigurasi jaringan dimana-mana pake linux, ex, server, yang notabena menjadi komponen utama dalam hal dunia internet. Bahkan tempat anda hosting wordpress ini pun memakai linux untuk servernya…

    Talk less do more…

  34. Abu Geddoe mengatakan:

    Bring the beers! Watching people getting offended as their precious operating system being criticised is oftentimes even better than pr0nography!

  35. S. mcduck mengatakan:

    Saya suka dengan artikel macam ini, sebab biasanya akan mengundang banyak reaksi dari orang-orang berkepala panas yang tidak membaca komentar, membaca hanya selewat atau bahkan hanya membaca judul.

    Menelaah tanggapan-tanggapan mereka yang seringkali nggak nyambung dengan diskusi yang sedang berlangsung sungguhlah menghibur.

  36. Black_Claw mengatakan:

    ah, ada tempat juga rupanya buat ngomong dimari…😀

    LINUX SUX!!!

  37. kellyamareta mengatakan:

    engga bisa nyalahin elo seh kalo loe masih sekedar pengguna dekstop doank.
    sekarang windows emang masih jawaranya dekstop.
    buat gue yang web developer, ngerasa banget tuh kalo pake server windows tuh sama dengan bunuh diri. engga kompeten abis. makanya meskipun dekstop gue masih windows, gue ogah banget pake server windows.
    gue amatin juga, akhir-akhir ini dekstop linux perkembangannya makin pesat. ada kemungkinan sekitar 4-5 tahun ke depan windows udah bukan tandingan linux lagi (bahkan untuk aplikasi dekstop)
    kira-kira 10 tahun ke depan gue yakin banget tuh kalo windows bakalan masuk museum.

    • elzafir mengatakan:

      Yup, dan Anda termasuk dari 0,sekian % yang membentuk seluruh demografi pemakai Linux.

      Tapi yang diomongin disini itu penggunaan mainstream, yang membentuk 99% dari sisa pasaran yang gak pernah di raih oleh Linux.

      4-5 tahun kedepan?10 tahun ke depan? Entah kenapa gua ragu ini bisa terwujud. Ubuntu, distro Linux nomor 1 di dunia (menurut DistroWatch.com), apa yang dilakukannya 5 tahun yang lalu? Inget gak? Mereka merilis Wart Warthog. kellyamareta udah make Linux belom waktu itu?

      Ini buat sekedar nge-refresh memory:
      Ubuntu 4.10 Warty Warthog
      Screenshot: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/d/d0/Ubuntu-desktop-2-410-20080706.png
      Ubuntu 9.04 Jaunty Jackalope
      Screenshot: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/5/5c/Ubuntu-jaunty.png

      Seperti yang Anda bisa lihat, selama LIMA TAHUN, Ubuntu hanya berkembang dari “begitu” jadi “begitu”…gak jauh perkembangannya. Dengan kecepatan seperti ini, Linux gak akan bisa menyusul OS X apalagi Windows. Karena, seperti yang udah dibuktikan oleh Windows, yang penting adalah USER FRIENDLY-NESS dan COMPATIBILITY (terhadap hardware DAN software). Itu adalah dua aspek yang tidak (atau, sedikit) dimiliki oleh Linux.

      Salah satu kenapa Windows berkuasa adalah Microsoft membuat kontrak-kontrak ekslusif untuk lembaga dan bahkan negara agar memakai produknya. Dan kenapa OS X tiba-tiba bisa mencuat di tahun 2000an adalah karena Apple menawarkan user experience yang sangat simple dan gampang. Apple menawarkan sebuah sistem komputer yang tinggal pencet tombol ON.

      Sementara Linux? Mayoritas pengguna Linux sekarang menginstall sendiri OS nya. Dan beberapa jumlah lainnya mendapatkannya dari DELL atau netbook-netbook murah (yang sering di balikin ke toko btw, karena penggunanya gak ngerti Linux)…

      Cukup fakta, mari bicara!

      • jazznuno mengatakan:

        Sama Bro, Windows Xp dari pertama sampai sekarang juga gitu-gitu aja.

        malah kebanyakan minta driver.

        Saya coba Modem 3G Vodafone, Hp Samsung Sgh-Z170 saya coba juga sebagai modem 3G
        Windows, Malah driver, tapi Ubuntu bisa langsung ngacir internetan

      • geblek mengatakan:

        hemmm sepertinya sampean suka sama yg instan instan yah mas ? maap kalo salah hik

      • Tcamy mengatakan:

        Saya bukan sampean,, saya sampein… yang saya sampein adaLAh….
        SAYA SUKA INDOMIEEEEEE!?
        mie goreng rasa ayaaammmmmmmm…………
        hehehehe….
        “makan Pizza meletus yuuukkkkkk”
        ^^

      • kemen mengatakan:

        Jos dengan Jazznuno
        Mungkin Elzafir ngeliat perkembangan ubuntu dari segi screncapture desktopnya doank nih… MANGKANYA MAKE DAN JAJAL UBUNTU DONK… Jangan langsung nyeplak klo Ubuntu itu “begitu” jadi “begitu”

        Ubuntu setiap keluar versi baru bukan tampilan dekstopnya yg di update, Goboknya klo ane bicara, klo loe pake ubuntu lama, lektop lo loadingnya kek sepeda lipet. Nah klo ubuntu versi baru, loadingnya kek sepeda balap.

        *gaploki elzafir pake cd case ubuntu

      • Don Zafir mengatakan:

        “Sampean” lebih suka Indomie ato bikin mie sendiri dari gandum?

  38. waltub mengatakan:

    Mestinya judulnya diganti “Gua benci zealots Linux”, bukannya “Gua benci Linux” meskipun anda sudah menjelaskan tidak terlalu benci linux.

  39. Mie mengatakan:

    LINUX SUX!!!! bener2 bikin males kl pake linux!😀

    • elzafir mengatakan:

      Iklan Loe?
      Gratis apanya nih? Linux apa E-books loe?
      Tapi gak papa, silahkan iklan disini.
      Mudah-mudahan makin banyak yang download e-book nya.
      Dan semoga gada yang “bajakan”, ntar temen-temen kita disini pada ngamuk, dan ntar bukannya loe yang dakwah, malah loe yang didakwah soal open source.

      • jay mengatakan:

        Wakakakak,,,:ngakak…
        cape juga gw baca komen dari awal sampe sini,,istirahat dulu dengan berkomentar😀
        Pikiran gw aga terbuka dengan postingan lo,,mantap tapi kaynya terlalu ekstrim,,hha
        gw kobar2in kka gw buat pake linux ttep aja ga ngerti dia,,dan postingan ini lah jawabannya..hihi
        Alhasil gw pake linux buat kesenagan gw sendri dan buat belajar berbagai macam hal yang berbau komputer,,kalo soal mendukung pekerjaan linux dah mayan kalo gw pikir untuk pekerjaan yang simple2 (buat gw)..
        Windows hmm..jadi tertarik buat dipelajari lebih dalam,,hoho

  40. onday monday tuesday mengatakan:

    inti dari permasalah ini sepertinya adalah :

    Kenapa vendor2 software besar tidak membuat versi Linuxnya ? Itu kan yg loe mau? Dan itu juga yg diinginkan oleh pihak pendukung Linux. Sebenernya ga semua yg pake Linux itu pendukung free software. Ada juga yg berprinsip “yg penting gw bs kerja”. Makanya dia seneng banget ngeliat Photoshop bs running well di Linux pake Wine. Jadi sebetulnya loe ga perlu sampe berbusa ngejelasin klo Windows lebih user friendly dr Linux. Sebenarnya Linux saat ini juga sedang mengarah ke sana (user friendly), tapi BELUM BISA seperti Windows. Nanti klo sebagian besar software “yang biasa dipake” di Windows udah ada versi Linux-nya. mungkin Microsoft tinggal menunggu kebangkrutannya, atau berubah menjadi open source juga😀

    Buat yg lain, debatnya jgn muter2 atau pakai perumpamaan, yg ada tanggapannya malah ngaco😀

    @kellyamareta
    hai….😉

    • elzafir mengatakan:

      Nah ini dia ni. Akhirnya ada yang ngakuin kalo gua BENER.
      Gak papa, men. Gua berbusa, asal bisa menyadarkan orang-orang.
      By the way, yang jalanin Photoshop pake Wine, Photoshop-nya beli apa download (apa beli di Mangga Dua)?

      Photoshop CS4 $667.99
      OS X Leopard $110.99
      Vista Home Premium $99.95
      Vista Ultimate $249.99
      Photoshop Elements 7 $78.49

      Hmmm…..$667.99 gak pelit, tapi ngeluarin $99.95 kayak udah mesti ngorbanin anaknya buat disembeleh…
      Hmm..

      By the way, Apple menguasai pasar MP3 legal dan pasar MP3 player. Dan pasar sophisticated PC. Dan dia memberikan OS X versi terbaru gratis jika membeli hardwarenya. Linux gak akan pernah bisa merebut pangsa pasar OS X dari pengguna hardware Apple. Dan Microsoft, punya revenue tahunan sebensar 60 milyar dollar! Sementara Canonical. cuma 30 juta dollar. Yakni, 0,05% dari Microsoft. Kira-kira, bisa gak Linux bikin iklan dan pemasyarakatan dengan budget segitu?

      Sorry mate, its a fools errand. Kecuali Linux MERUBAH TOTAL cara dia berfilosofi! Kalau saja consorsium Linux berani membayar Logitech dan EA Sports untuk bikin driver dan games untuk Linux…dan beberapa strategi kapitalis lainnya. Wah, tapi itu sudah melanggar asas sosialisme open source ya? Hmm….ribet…ribet..

      • waltub mengatakan:

        Haha elzafir ini memang punya energi yg besar untuk ngurusi hal2 yg gak penting. Maksud gue, ngapain loe ngurusin para zealots ntu yg jelas2 gak berkontribusi sama sekali buat linux. Kecuali klo para hacker linux yg koar2, baru mestinya loe kebakaran jenggot.

        Klo linux (market sharenya 0.88%) yg secara parsial sistemnya lebih baik dari windows, mestinya loe malu. Tinggal tunggu waktu aja sampe linux bisa lebih baik dari windows. Dan akhir2 ini linux udah lebih pesat dari sebelumnya. Lihat ubuntu!

        Linux skrg udah mulai mengakomodasi user2 yg “males”, selain juga untuk user2 yg gila hacking. Nah klo kedua tujuan itu dah bisa terealisasi, wah kayaknya loe musti bikin postingan baru dgn judul “GILAAA! GUE CINTA LINUX”.

      • Don Zafir mengatakan:

        Siapa juga yang ngurusin? Gua cuma kesel sama mereka. Dan gua utarakan di blog gua. Eh, taunya zealots pada berdatangan. Seru aja gua ngeliat mereka berargumentasi tanpa dasar. Dan satu hal lagi, gua gak berjenggot. Itu ada foto gua di blog ini. Ato liat avatar gua aja.

        Malu? Untuk apa?
        Lo ga baca komen-komen disini ya?
        Gua punya lapt opdengan sistem Windows. Satu desktop server dengan Ubuntu. Dan satu netbook dengan OS X.
        Dan saat Linux udah lebih baik dari Windows (dan mungkin OS X), Apple dan Microsoft udah bikin OS baru dan ngurusin hal-hal lain yang lebih penting.

        Lo sangka gua membela Microsoft? Cih. Salah besar lo. Gua disini gak membela apa-apa. Tapi gua menguatarakan ketidak sempurnaan Linux. Gua gak akan malu, seperti yang lu bilang itu, karena gua gak terikat sama OS mana pun (unlike you, yang marah dibilang Linux bapuk).

    • waltub mengatakan:

      Tapi sorry, gue bukan zealots.

      Gak malu??? bukannya loh udah bandingin linux ama windows?? Itu artinya loe maniak windows. Dari postingan loe dah keliatan. Loe tuh sebenarnya ngejelekin linux. Tp klo gue pribadi, ntu gak masalah. Gue gak bakal jelekin linux maupun windows. Gak level orang kayak gue berkata spt itu, soalnya jangankan bikin kernel, bikin intrepeter aja gua gak bisa. Maka dari itu gua tau diri. So, jangan jadi tong kosong nyaring bunyinya.

      Masak sih gak berjenggot?? jenggot yg laen gak punya?? Wakakakaka

  41. baim mengatakan:

    yaa tapi saya cukup senang dengan Ubuntu sampai saat ini..

    malah dah gak sabar nunggu 9.04 dgn EXT4 nya..

    baca..

    http://komputerblog.com/2009/04/09/ubuntu-904-jaunty-jackalope-boot-dalam-21-detik/

  42. Tcamy mengatakan:

    Hahahahahaha….
    APAAN sih nih??
    LUCU BgT…..

    aku duKung Elzafir berkata aja DeH!?
    ^^

  43. masHendri_cakep mengatakan:

    Bajakan aja dipakai mas…., tapi sekali lagi ini masalah moral, klo pakai bajakan ngerasa biasa2 aja, y udah…, tapi moral saya tidak seperti itu (sekarang)

  44. Abu Geddoe mengatakan:

    BTW mengapa dikotominya selalu “tidak pakai linux == pembajak tengik”?😕

    Sikap holier-than-thou ini.

    • rhuseinh mengatakan:

      @ Abu Geddoe

      mungkin salah satu sebabnya adalah posting2 bombastis dari pembajak tengik seperti penulis ini. dia sendiri sudah mengakui bahwa dia pembajak. dan sepertinya bangga dengan itu.

      komentar anda ditujukan ke masHendri_cakep? coba baca lagi deh. bagian mana yang menyiratkan “tidak pakai linux == pembajak tengik”?

      • Abu Geddoe mengatakan:

        Itu impresi yang timbul setelah lama saja, tidak ditujukan untuk komentator spesifik.

        Menurut pandangan saya sih sebaiknya sikap seperti itu jangan ditumbuhkembangkan. Hint: tidak akan membantu Linux/OpenSource sedikitpun.

    • rhuseinh mengatakan:

      yang sering saya dengar justru kalimat seperti “dari pada membajak mending pake linux”. dan saya mengartikannya seperti apa yang tertulis: daripada membajak mending pake linux. tidak ada yang aneh dalam kalimat itu.

      bagi saya ini justru penting buat dikemukakan. kalau anda rela untuk mengeluarkan uang lebih buat sesuatu yang menurut anda lebih baik, silakan saja. kalau tidak rela, sebaiknya jangan lakukan pembajakan. cari alternatif lain.

      sikap merasa diri lebih baik dari orang lain itu di mana2 sama saja akibatnya. hanya akan membawa dampak buruk.

      • Abu Geddoe mengatakan:

        Betul, tidak ada yang aneh dari kalimat “dari membajak mending pake Linux”. Tapi apabila itu dikatakan tiba-tiba, tentu namanya menuding lawan bicara sebagai pembajak. Adagium basinya; assume: makes an ‘ass’ out of ‘u’ and ‘me’.🙂 Saya bisa pergi ke toserba dan berkata pada kasirnya “tidak baik menipu pembeli!” Tidak ada yang aneh dengan kalimat itu. Tapi kasirnya bakal tersinggung.

        Impresi yang saya dapat adalah nada holier than thou. Saya tidak bilang mengingatkan seperti itu salah, cuma ya itu, tidak akan membantu. Mungkin ini impresi saya saja, dan “maksud proponen Linux itu bukan begitu”, tapi ya kalau sampai salah paham juga berarti ada yang mesti diperbaiki, bukan begitu?

        Hanya masukan saja. Diabaikan pun tidak masalah.

      • rhuseinh mengatakan:

        contoh yang anda sebutkan di atas is very unlikely tapi bukan tidak mungkin terjadi. some people are just weird😉

        jika kalimat “dari pada membajak mending pake linux” ditulis dalam ukuran besar dan ditempelkan di kafe tenpat saya biasa ngopi, walaupun saya tidak menggunakan linux dalam kerja saya sehari2 saya tidak akan merasa dituduh sebagai pembajak karena windows xp yang saya gunakan memang berlisensi. sama seperti saya tidak merasa diituduh sebagai kepala keluarga yang tidak bertanggung jawab saat membaca tulisan “jagalah diri anda dan keluarga anda dari ancaman hiv/aids” dipasang di jalan masuk kompleks perumahan kami.

        bahkan dalam diskusi dua arah pun saya masih bisa berasumsi bahwa lawan bicara saya yang mengatakan “dari pada membajak mending pake linux” memang belum rela uangnya dipakai untuk membeli os selain linux dan apa yang dia ucapkan memang lebih ditujukan untuk dirinya. your assertion regarding assume is spot on.

        anda benar. jika masih banyak terjadi salah paham tentunya ada yang harus diperbaiki.

  45. Disc-Co mengatakan:

    Saya dulu pake Ubuntu, tapi langsung ganti lagi ke Win XP karena susah jikalau ingin bermain game.

    Hidup XP!

    • waltub mengatakan:

      Saya dulu juga pernah pake XP, tp gara2 virus, document word saya banyak yang rusak. Semenjak pindah ke ubuntu, hal itu gak pernah terjadi.

      Hidup Ubuntu!

    • waltub mengatakan:

      hehehe

    • Frii mengatakan:

      linux gak bisa jalanin eroge, hidup windows!! E=( °3°)

      • Faiadick mengatakan:

        bisa pake wine, dodol. but who cares. masih susah pake wine, daripada paksain pake linux buat main game, windows aja deh.

        uh, lol. bang zafir nge-trollnya hebat banget, salut deh buat anda. hahahaha. seberapa pintar fanboys linux, tetap fanboys. not user. but loser.

        lagipula ini juga wa pake ubuntu gak ngerasa beda-beda amat sama windows, dan yg komplain terhadap masalah virus, BSOD, dan kernel panic (di os manapun) itu salah usernya sendiri, bukan OSnya. jadi kalo lo kena virus yah itu salah lo gak jaga kompie lo. windows berat? opensolaris berat. (tinyXP gak berat sih). BSOD? memangnya OSX gak bisa kena kernel panic? linux juga? oh noes.

        kalo ada argument OS mana lebih keren/hebat/mantaps itu kenyataannya bukan OSnya yang bodoh, tapi manusianya yang bodoh.

      • Frii mengatakan:

        uh di respon, kabur ah ^^

    • guspur mengatakan:

      wah anggapan salah itu .. game udah banyak linux… hanya saja di indonesia gamenya orang korea dan amerika yang suka windows.. coba pake game eropa kebanyakan pake pasti banyak linux.. contoh urban teror..

  46. annosmile mengatakan:

    saya masih pake windows xp..

  47. Reinhart Velatrache mengatakan:

    Well, kenapa nggak dual-boot sekalian aja?😉

  48. agung mengatakan:

    iyap.. setuju mz..
    linux tuh nyebelin.. bikin susah aje..🙂

  49. kontol mengatakan:

    kontol………………..
    tai……………………………
    itu adalah bau

  50. aaN mengatakan:

    gini loh, intinya loe.. loe.. gue..gue.. 97% linux coy…

  51. bazz mengatakan:

    hmm…. suka suka lo aja dah…
    HIDUP LINUX !!.. thx to linux bikin gue jadi orang kaya……..

    • Reinhart Velatrache mengatakan:

      Jadi… Anda tidak mau melihat orang lain yang masih belum suka pakai Linux?

      It’s okay with me. Tapi buat saya, Linux hanyalah sebuah alat untuk digunakan. Bukan dewa. Bukan yang-paling-hebat. Jadi ya tolong hargai orang lain juga.🙂

  52. iceman mengatakan:

    weleh…
    sangat membingungkan…
    saya bukannya mau mengomentari tentang bencinya anda dengan linux kok…
    cuman sepertinya jawaban komentar disini anda (terlihat) memaksakan orang lain untuk juga benci sama linux. walaupun perbandingan dengan komen yg setuju dengan linux tidak seberapa dibandingkan jawaban anda yg seolah2 ingin menunjukkan betapa hebatnya anda. (saya melihatnya justru anda yang terbutakan dengan kebencian itu, maaf)

    contoh;
    klo ada yg komen sedikit tahu tentang IT katanya bukan “awam” tapi klo ada pernyataan tentang pengguna awam di counter dengan nada yg jauh melecehkan dan seakan akan orang lain tersebut bodoh…
    lha terus yg awam itu gimana?? apa yg gak ngerti sama sekali tentang komputer?
    lalu “awam” yang seperti ini apa bisa langsung mahir begitu menghadapi Os lain selain linux?

    ups… sebelum mulai saya cuman mo bilang kalo sosialis (bukan komunis) tujuannya adalah maju bersama untuk kepentingan bersama… jauh beda dengan stalin dkk (mereka di identikkan dengan sosialis komunis yg pada akhirnya jelas menyimpang jauh dari sosialis) tapi klo ini juga anda counter dengan berbagai macam jusrus mengelit ya saya mau apa lagi? saya cuma ingin agar orang tidak salah kaprah dengan opini yg menyesatkan yang justru pada akhirnya akan membodohkan.

    argumen gua berpacu pada Linux belum dan tidak tepat untuk “para pengguna biasa”

    • S. mcduck mengatakan:

      argumen gua berpacu pada Linux belum dan tidak tepat untuk “para pengguna biasa”

      Lha, saya rasa inti artikel ini memang itu kan? Linux belum dan tidak tepat untuk orang awam, alias pengguna biasa.

      Yang dipertanyakan adalah para maniak Linux yang bersikap seolah:
      – Yang tidak menggunakan adalah orang malas/bodoh yang tak tercerahkan.
      – Yang tidak menggunakan Linux adalah pembajak tengik yang penuh dosa.

      Sudah seperti agama saja.

      Saya lihat tidak ada pemaksaan supaya orang lain benci Linux di sini. Yang ada hanya ajakan untuk memaklumi bahwa Linux, seperti halnya segala hal buatan manusia lainnya, tidaklah sempurna.

      • iceman mengatakan:

        eh.. ngomong2 pernah ketemu komunitas linuxer yg bersikap seperti itu ya mas?
        klo iya, ya memang perlu di kasih pencerahan mas, termasuk Os lain lain yg mengharuskan beli aslinya yg juga menganjurkan jgn pake bajakan juga dong ya…😀, apa BSA tidak menganggap para pembajak itu tengik dan juga penuh dosa?
        tapi klo sikap itu muncul disini ya harap maklum mas… soalnya belum apa2 sudah anda bandingkan dengan stalin dkk (siapa sih yg mau?), lalu ngomong linux gak pantes di bandingkan (siapa sih yg mau dibanding-bandingkan? apa anda mau? apa saya mau?), lalu ungkapan anda tentang penyembah trovald (apa ada yg mau di sebut penyembah org lain? misal penyembah bill gates?) dll dll… hayo siapa yang memancing?, siapa yang seharusnya diem hayo?

      • jazznuno mengatakan:

        Ente juga sudah gak bisa dikasih pencerahan

        pisss

      • Don Zafir mengatakan:

        Piss your ass!

      • darth mengatakan:

        Dan mereka sudah gak bisa dikasih pencerahan. Makanya gua nulis blog ini.

        pencerahan macam gimana ini, say?

      • waltub mengatakan:

        Wakakaka bener iceman, elkafir nih eh salah maksudku elzafir ni dah sok tau.

      • Don Zafir mengatakan:

        Pernah bertemu komunitas seperti itu?
        Hahahaha.

        Liat aja di comment blog ini.

    • S. mcduck mengatakan:

      Bleh. Kometar yang tidak rampung, rupanya.

  53. iceman mengatakan:

    weleh…
    sangat membingungkan…
    saya bukannya mau mengomentari tentang bencinya anda dengan linux kok…
    cuman sepertinya jawaban komentar disini anda (terlihat) memaksakan orang lain untuk juga benci sama linux. walaupun perbandingan dengan komen yg setuju dengan linux tidak seberapa dibandingkan jawaban anda yg seolah2 ingin menunjukkan betapa hebatnya anda. (saya melihatnya justru anda yang terbutakan dengan kebencian itu, maaf)

    ups… sebelum mulai saya cuman mo bilang kalo sosialis (bukan komunis) tujuannya adalah maju bersama untuk kepentingan bersama… jauh beda dengan stalin dkk (mereka di identikkan dengan sosialis komunis yg pada akhirnya jelas menyimpang jauh dari sosialis) tapi klo ini juga anda counter dengan berbagai macam jusrus mengelit ya saya mau apa lagi? saya cuma ingin agar orang tidak salah kaprah dengan opini yg menyesatkan yang justru pada akhirnya akan membodohkan.

    contoh;

    klo ada yg komen sedikit tahu tentang IT katanya bukan “awam” tapi klo ada pernyataan tentang pengguna awam di counter dengan nada yg jauh melecehkan dan seakan akan orang lain tersebut bodoh…
    lha terus yg awam itu gimana?? apa yg gak ngerti sama sekali tentang komputer?
    lalu “awam” yang seperti ini apa bisa langsung mahir begitu menghadapi Os lain selain linux?

  54. kurnia mengatakan:

    hebat diskusinya.
    senang saya bisa tahu ada diskusi soal kayak gini.
    ya… sah-sah saja lagh berpendapat.

    aku sendiri juga pengguna linux, walau masih banci😀
    masih di dual boot sama windows. dan memang aku
    akui semua memang soal kebiasaan. karena dari kecil
    aku juga sudah dicekokin sama windows, akhirnya ya
    masih lebih produktif pake windows. bisa jadi bakal
    ada sesuatu yang berbeda jika dari awal sudah dikenalkan
    sama linux.

    eh kok dadi sama melencenge…

    soal orang-orang fanatik linux yang suka ngecep ini itu
    memang ada dan aku gak mangkir dari itu, mungkin
    salah satu alasane karena “gaya” yang menjadikan
    mereka berbeda. tapi jangan lupa lho ada juga orang2
    linux yang open mind. bahkan beberapa orang juga
    mulai merubah strateginya. lebih ke arah moralitas.
    kalo mau pake win yo monggo… tapi bayar donk ah
    tapi kalo ndak, ya cobalah beberapa alternatif yang ada

    dan semoga beberapa ide yang muncul di postingan ini
    nantinya bs terwujud deh. semoga aja linux melek dengan
    user awam dan lebih familiar. aku setuju soal pembahasan
    direktori di atas. haruse mang gak ditampilkan semua. sempet
    juga kemaren aku pake theme XPGnome di ubuntu, trus aku
    liatin ke bapak. eh dia kagok. “lha drive C-ne ndi le”
    dan tambah bingung lagi ketika beliau harus liat banyak folder
    yang gak tahu itu fungsinya buat apa.

    mungkin itu nantinya salah satu PR buat temen-temen linux
    biar user gak tek bingung dengan banyaknya folder di linux.

    wes, open mind kabeh lagh….
    sah-sah saja kok beda pendapat.

  55. darth mengatakan:

    anda homo?
    anda berkelit seperti seorang homo yang bertingkah seolah hetero, duh!

    kembali ke pernyataan anda; ‘saya benci linux’ (yang bener: linuxnya atau ‘zealot'(?)-nya?), trus definisi ‘awam’ menurut anda itu apa dan bagaimana? karena anda sendiri terkesan plin-plan dan tidak punya pendirian.

  56. iceman mengatakan:

    weleh…
    sangat membingungkan…
    saya bukannya mau mengomentari tentang bencinya anda dengan linux kok…
    cuman sepertinya jawaban komentar disini anda (terlihat) memaksakan orang lain untuk juga benci sama linux. walaupun perbandingan dengan komen yg setuju dengan linux tidak seberapa dibandingkan jawaban anda yg seolah2 ingin menunjukkan betapa hebatnya anda. (saya melihatnya justru anda yang terbutakan dengan kebencian itu, maaf)

    ups… sebelum mulai saya cuman mo bilang kalo sosialis (bukan komunis) tujuannya adalah maju bersama untuk kepentingan bersama… jauh beda dengan stalin dkk (mereka di identikkan dengan sosialis komunis yg pada akhirnya jelas menyimpang jauh dari sosialis) tapi klo ini juga anda counter dengan berbagai macam jurus mengelit ya saya mau apa lagi? saya cuma ingin agar orang tidak salah kaprah dengan opini yg menyesatkan yang justru pada akhirnya akan membodohkan.

    contoh;
    “argumen gua berpacu pada Linux belum dan tidak tepat untuk “para pengguna biasa”
    klo ada yg komen sedikit tahu tentang IT katanya bukan “awam” tapi klo ada pernyataan tentang pengguna awam di counter dengan nada yg jauh melecehkan dan seakan akan orang lain tersebut bodoh…
    lha terus yg awam itu gimana?? apa yg gak ngerti sama sekali tentang komputer?
    lalu “awam” yang seperti ini apa bisa langsung mahir begitu menghadapi Os lain selain linux?
    lalu “para pengguna biasa” apa bisa langsung mahir memainkan komponen Os lain seperti photoshop dll? oh.. ya “para pengguna biasa” Os lain jelas pasti bisa, karena ter”biasa” dengan Os lain tersebut, karena referensi “para pengguna biasa” anda merujuk pada bukan pengguna linux alias bukan “awam” asli yg gak tahu menahu sama sekali tentang komputer.
    contoh : klo ada 2 anak sama2 gak bisa naik sepeda lalu disuruh belajar naik sepeda tapi berbeda sepeda, yang satu belajar pake sepeda kumbang dan satunya lagi naik sepeda balap… pertanyaannya, apa nanti hasil naik sepeda dan kemahirannya akan berbeda jauh?
    tapi lain lagi klo pertanyaannya: 2 anak belajar naik sepeda yg berbeda “tetapi” salah satunya pernah belajar dahulu kala dengan sepeda kumbang, lha kebetulan yg pernah belajar ini dulunya belajar naik sepeda balap bukannya sepeda kumbang… hasilnya, tentu saja si anak ini pasti bilang “wah ya jelas enak naik sepeda kumbang gampang pakenya” (saya tahu tujuan anda adalah pembenaran tentang opini anda, jadi apapun alasan saya pasti anda salahkan, maka ini akan nampak seperti anda lah yg telah dibutakan, sekali lagi maaf)

    tentang apt-get;
    bukannya software Os lain itu juga butuh penginstallan? memang bukan apt-get yg terkesan rumit, tapi toh Os lain itu juga gak butuh cari softwarenya dalam bentuk cd? lalu apa linux tidak ada cd/dvd reponya? kan sudah ada syneptic untuk tambah hapus program sama seperti Os tersohor itu malah tinggal pilih mana yg dimau gak perlu apt-get dan klo ribet nyari cd/dvd nya tinggal colokin ke internet jadi deh… oh ya… software Os lain itu pasti semua codec dan aplikasi sudah terinstall jadi satu semua ya… atau klo gak “para pengguna biasa” ini lebih seneng nyari cd ato nyewa dari pada bersantai ria dengan kemudahan yg ada.? (saya tahu tujuan anda adalah pembenaran tentang opini anda, jadi apapun alasan saya pasti anda salahkan, maka ini akan nampak seperti anda lah yg telah dibutakan, sekali lagi maaf)

    tentang perbandinga:
    ada yg komen FB itu masalah di browser bukan di Os dan saya setuju tapi anda jawab * FACEBOOK = –> Makanya gua bilang “imbang”. (termasuk makan sampah)
    lho… ??? harusnya itu diluar konteks dong… bukan bersikeras “makanya gua bilang “imbang” (terlihat oleh saya lagi tentang terbutakannya anda, maaf).
    jadi klo ada tukang becak naik omprengan (maaf) maka akan terlihat sama dengan para pejabat yg naik mobil mewah pribadi milik sendiri di mata anda, toh mungkin jawaban anda akan sama2 naik mobilkan, makanya itu akan “imbang” bagi anda.(saya tahu tujuan anda adalah pembenaran tentang opini anda, jadi apapun alasan saya pasti anda salahkan, maka ini akan nampak seperti anda lah yg telah dibutakan, sekali lagi maaf).

    lalu ada yg bilang: kapan ya linux bisa lebih mudah dan nyaman seperti itu? anda jawab : Itu dia. “Kapan”-nya itu yang gak bisa dipastikan. Selama orang-orang seperti Somat dibawah ini masi banyak di dunia.
    lho??? lalu apa harus orang seperti anda ini yg bisa membuat linux jadi nyaman dan mudah? (apa harus)? klo iya, hebat dong anda… lebih hebat dari bill gates menurut saya… karena W7 aja di lempar ke user untuk dicoba dan dilihat apakah nyaman atau tidak kelak kalau jadi di jual, lha kalo gak ada orang macam somat ini yg nyobain dan memperkenalkan linux agar nyaman dipakai nantinya apa bisa jadi nyaman dan mudah? memang si somat terlihat emosi, mungkin karena anda banyak membandingkan, seperti penyembah, makan sampah dll pengguna linux. apa orang lain gak boleh emosi oom jika diperlakukan seperti itu? (saya tahu tujuan anda adalah pembenaran tentang opini anda, jadi apapun alasan saya pasti anda salahkan, maka ini akan nampak seperti anda lah yg telah dibutakan, dan saya jadi tahu kualitas anda menurut ukuran saya, sekali lagi maaf).

    dan masih banyak lagi… tapi menurut hemat saya, justru karena orang tersebut (maaf, ini mengacu pada anda) fanatik maka justru dia akan memfanatikkan orang lain yang tidak setuju dengan opininya dan tidak akan bisa menerima pendapat orang lain.
    (saya tahu tujuan anda adalah pembenaran tentang opini anda, jadi apapun alasan saya pasti anda salahkan, maka ini akan nampak seperti anda lah yg telah dibutakan, dan saya jadi tahu kualitas anda menurut ukuran saya, sekali lagi maaf).
    saya tidak mempermasalahkan anda suka dengan Os lain walupun itu bajakan atau anda juga pengguna linux, atau bahkan dengan bangganya anda membuat blog ini untuk membuat joke dan dengan bangganya pula anda mencantumkan bahwa sekian orang bodoh kena tipu… itu bukan masalah… itu urusan anda pribadi.
    yg jadi masalah adalah sudah berapa banyak (sebanyak itukah) orang yang tersakiti hatinya karena anda?
    harapan saya cuma semoga anda tidak tersakiti oleh orang lain karena kebiasaan anda menyinggung orang lain.
    tapi saya salut dengan usaha anda yang membuat blog anda ramai…
    semoga ada cara lain yang bisa membuat blog anda jauh lebih banyak dikunjungi orang tanpa menyakiti dan menghina orang lain..

    sebagai penutup saya mengucapkan : saya tahu tujuan anda adalah pembenaran tentang opini anda, jadi apapun alasan saya pasti anda salahkan, sekali lagi maaf).

  57. joker mengatakan:

    kita tunggu aja 5 – 10 thn kedepan prediksi saya pasti jadi ubuntung alias linux sudah gak ada lagi

  58. jr mengatakan:

    Cara penyampaian Mas Elzafir agaknya menyakiti para pencinta Linux..ckckck, Linux bagus lho Mas…

  59. wildan08 mengatakan:

    “Ambisi mereka itu sama kayak ambisi Lenin dan Stalin dalam menjadikan dunia ini sebuah utopia komunista.”
    saya komen ini aja… ini dah terwujud di 1922-1991 itu artinya memang ada dan akhirnya gk bertahan (link disini. maslahnya itu karena ideologi yg dianut adalah sosialisme-komunisme. Jadi utopia? gk karena dulu pernah ada. Menurutku microsoft (pembuat windows xp) ini bagian dari perushaan yg nanti jg akan berubah. Misalnya lihat dalam kacamata Microsoft corp. bagaimana bisa jadi raksasa software, karyawannya aja sampai 91000 orang–ahli IT. saya bayangkan sperti toko komputer satu gedung, semua tulsannya microsoft(merk) hebat. tapi dia bisa buat itu karena punya Hak cipta (di negara AS sana, tapi disini gk berlaku,pembajakan masih berlanjut). Kaya karena hak cipta itu. Maka kesimpulannya gk lama lagi pesona Microsoft akan segera turun, lihat vista, xp (the best os), microsoft mem-phk hingga 5000 karyawan 18 bulan kedepan, dan fakta lain bahwa apa yg dibawa microsoft (close source, pasar saham, dan pasar bebas) akan rusak.

  60. zaduna mengatakan:

    taek.

    lebih baek pake linux daripada jadi pembajak. tau ndiri, mbajak kan dosa.
    emang sih, terserah kamu mau pakai OS apa. aq ga njelek-njelekin pake XP atau MAC OS, asal beli lisensi sih!

    lagian linux ga serendah yang kamu bilang. pengguna awam yang bagaimana dulu sampe segitu susahnya pake linux. aq pernah jadi tentor untuk nggunain XP, dan apa coba. itu aja masih ribet! padahal tau sendiri, XP katamu mudah. so, ga selalu yang terlihat mudah bagi seseorang itu mudah bagi orang lain.

    terusterang aja, aq sakit hati kalo kamu bilang linux kayak gini. aq sih terserah aja kalo kamu ga suka. tapi ya mbok jangan njelek-njelekin.

    bangsat lu!

  61. muhamad sudarmono mengatakan:

    kalo bicara masalah ini harusnya kita bicara yg mendasarinya bos.
    mnurut sy membandingkan antar sistem ekonomi memang relevan dengan perbincangan ini.
    nah (ketika ada kata lenin dan stalin), sy skilas menangkap, bos membandingkan 2 mainstream ekonomi (kapitalisme dan komunisme). nah, linux kurang relevan dibandingkan dengan kedua mainstream tersebut (karena jumlah penggunanya sangat sedikit, bwakakaka dan pada dasarnya semangat yang dibawa mmg beda bgt dgn komunisme maupun kapitalisme). dua mainstream tersebut lebih tepat mewakili windows dan mac os (mnurut saya, dari segi jumlah pengguna). lalu sistem ekonomi apa yg mewakili semangat freedom dan open source linux (btw, mac os sbnrnya jg opensource, krn berlisensi bsd dan unix juga)?
    nah, ini jawabnya. sistem ekonomi austria lebih cocok dengan semangat linux. baca2 ja di akaldankehendak.com dan mises.org tentang sistem ekonomi austria. kapitalisme mengatakan kebebasan, namun ada kebebasan (yg sbenarnya wajar) dibatasi (penentuan suku bunga, paten, royalti, dsb, dll). kebebasan lbh banyak dimiliki oleh pemilik modal. nah komunisme sbaliknya, njawab kapitalisme dgn sgala hal dikuasai negara, hak2 warga seperti diabaikan. nah sistem ekonomi austria menyatakan kebebasan yang seluas2nya (tentunya bukan pada hal yg kriminal). masyarakat sendiri yang akan menentukan jalan mereka.
    sistem ekonomi ini memang tak terlalu dikenal (sbagaimana linux), kalah pamor dg kedua mainstream ekonomi yg tlh disebut di atas. dan karena ga ada negara atau partai politik yang mengusungnya (spertinya akan rugi bagi kelas masyarakat politisi klo pakai sistem ini, krn rakyat yg akan diuntungkan secara umum, dan sistem ini mmg ga terlalu membutuhkan politisi).
    masalah kemudahan pemakaian, tu cmn msl kebiasaan bos. sy lupa bc di mana gt, bahwa pernah dilakukan sebuah penelitian. siswa di suatu sma dari kelas 1 dikasi windows mlulu, yg satu lagi dikasi linux mlulu. di kelas 3 dibalik. yg pake windows disuruh coba pake linux dan pada bingung. yg pake linux disuruh pake windows, tnyata pada lsg bisa. saat ditanya knapa ga bgg, anaknya bilang, ni kan cmn distro lain.😀
    tak kenal maka tak sayang bos. yuk, blajar lagi brg2 bos. smakin banyak belajar, insyaallah akan smakin bijaksana menyikapi berbagai keadaan.

    • Andi mengatakan:

      “Austrian School Economist lebih cocok dgn Linux”
      Hah, sejak kapan?

      Salah satu pilar utama dari Austrian School of Econ. adl. mengenai private property (hak milik).

      Anda pastilah bukan developer software / produsen. Developer (personal/corporation)lah yang paling pertama untuk berhak menikmati buah atas jerih-payah software-nya.

      Dalam dunia Open Source, developer jd yg pertama kehilangan haknya. Pemberi service-lah yg bakalan menikmati hasil jerih-payah developer.

      That is closer to socialism, rather than capitalism isn’t it?

      And Austrian School of Econ. disdain Socialism!

      • muhamad sudarmono mengatakan:

        mksi bwt masukannya.
        apakah rumus merupakan properti?
        apakah ilmu merupakan properti?
        perdebatannya akan sampai pada apakah udara merupakan properti?
        dan saya rasa sementara ini, kita gak akan ketemu.
        but who knows, suatu saat mungkin saya juga bisa berubah pikiran.
        bwt saya prinsipnya semua orang bebas punya pendapat dan pikiran.
        free as in beer.
        itulah kemerdekaan.

      • muhamad sudarmono mengatakan:

        bila semua adalah properti.
        sekarang yang jd pokok masalah adalah kepemilikannya.
        misal komponen udara tertentu disimpan dalam tabung maka akan menjadi milik yang mengusahakan.
        lalu dengan transaksi sukarela properti akan berpindah kepemilikannya.
        nah, masalah dengan developer closed source ada di sini.
        setelah melalui transaksi kepemilikan si pembeli adalah tidak total.
        dioprek aja ga boleh.
        di sini pengakuan terhadap properti pemakai berarti sudah dilanggar.
        perjanjian sewa menurut saya lebih tepat mereka pakai.

      • muhamad sudarmono mengatakan:

        nah, di sini kita akan masuk ke dalam properti kontraktual.
        properti ini dimiliki oleh orang2 yang terlibat dalam kontrak.
        batasan2 hak dan kewajiban dituangkan dalam kontrak.
        maka bukan para penggiat open source yang melanggar hak perusahaan2 software.
        para pembajaklah yang melanggar hak itu.
        karena tidak memenuhi kontrak.
        bahkan saya menjadi penggiat open source karena menghormati kontrak atas properti developer os dengan penggunanya.
        kalo tidak mau terikat kontrak ya jangan membajak.
        kalo pengin bebas ya pilih yang bebas.

  62. muhamad sudarmono mengatakan:

    eh, nambah bos. knapa ilmu sbaiknya open source (mnurut pandangan saya)? bayangin klo kita mo pake rumus phytagoras harus mbayar ke pwaris pythagoras, bayangin klo kita mo pake rumus relativitas hrs bayar ke pewaris einstein. maka kita akan smakin ga bs ngembangin ilmu, dan klo dah nyiptain sesuatu tinggal patenin aja, maka uang akan mengalir ke kita tanpa kita perlu kerja sesudahnya (jd ga kreatif jg, dan ga prnh kerja jg). di negara kita sih mbajak bukan msl bsr, cmn di negara lain para admin jaringan jd kelimpungan gara2 ga bs ngoprek windows tanpa kena mslh hukum. maka kembali ke sikon bos. linux tercipta jg dengan salah satu semangat untuk melindungi para pemilik hak paten software proprietary. so, be open mind, kita akan melihat dunia ini begitu indah.

    • waltub mengatakan:

      Siiip bos. Mana nih elkafir eh salah, elzafir.

    • Don Zafir mengatakan:

      Bagaimana kalau “ilmu”, atau software, itu kita ibaratkan sebuah film?
      Film buatan Hollywood dengan budget jutaan dollar.
      Dan kalau film itu open source, bagaimana nasib si pembuat?
      Studio dengan kapital lebih besar bisa membuat “replika” dari film itu dan bisa membuat penjualan film original hancur.
      Itukah yang dinamakan adil?

      Sadarkah kalian, open source bukanlah solusi bagi semua hal.
      Jika Apple men-open source kan OS-nya, maka akan muncul banyak clone mesin Mac, yang lebih murah dan berspek lebih tinggi. Dan orang-orang akan membeli mesin tersebut daripada Apple. Dan apakah itu adil terhadap developer yang sudah mengeluarkan uang dan waktu untuk membuat produk itu?

      Software bukan ilmu.

      • muhamad sudarmono mengatakan:

        kalau film itu open source, tetep boleh dijual kok mas. lalu gedung film juga tetep boleh kok narik iuran dari yang nonton. jualan cd juga boleh. (sy juga nyewakan lcd proyektor kok, ga saya kasi gratis).
        Semangat open source tidak menjadikan segala sesuatu ga dihargai. sebaliknya kalo berkarya maka layak mendapat penghargaan. dlm filosofi open source yg ga berkarya yg ga dpt mas. ttp pgn closed source, maka hargai filosofinya jg (bayar royalti dan paten).
        btw, contoh closed source di bidang pertanian: para petani mexico menanam jagung dengan benih yang dipatenkan oleh suatu perusahaan. di daerah itu ada juga jagung benih lokal. lalu ada serangga yang membawa serbuk sari dari jagung yang dipatenkan untuk membuahi jagung lokal. karena hasilnya baik, maka petani lokal menyimpan sebagian jagung silangan untuk benih. ditanamlah benih tersebut di musim berikutnya, dan berikutnya, dst. nah, lalu perusahaan penyedia benih menuntut para petani karena genetika jagung silangan mengandung genetika jagung paten. di pengadilan para petani kalah di muka hukum, karena paten. adilkah?

      • muhamad sudarmono mengatakan:

        software adalah angka 0 dan 1. makane ketika ada persamaan dalam arsitektur software (meskipun bukan disengaja, dan asli temuan sendiri) pemilik paten bisa menuntut kapada pembuat software baru. krn itulah microsoft menuntut ratusan software open source.

      • muhamad sudarmono mengatakan:

        mslh kasus mac, siapa bilang org yg memiliki pandangan open source ga mau menghargai karya orang lain? yg bermasalah kan sbnrnya di patennya mas, orang udah ga kerja msh bs dpt duit trus.
        btw, malahan karena menghargai paten apple dan microsoft saya pake program open source.

      • darth mengatakan:

        halah, logika apaan itu, bang elzafir? dan pola pikir anda benar-benar mirip seperti seorang kapitalis bill gates. udah nonton film ‘pirates of silicon valley’ sama ‘revolution os’ blom? i suggest you to see it🙂

        btw, bukankah banyak yang mengambil manfaat dari adanya open source? lihat saja contohnya; mac os x itu sendiri. dengan adanya open source pula, diseminasi dan perkembangan teknologi (khususnya komputer) melaju pesat. cmiiw, bang. soalnya saya cuma seorang lamer yang ga tau apa-apa.

      • Razmal mengatakan:

        Mas, jangan kelewatan nyombongnya..
        Ilmu itu datang dari mana saja, ilmu itu juga dari tempat yg Anda pikir lebih bodoh dan rendah dari Anda.

        Saya juga menggunakan Windows sedari dulu sampai sekarang, i’m not a linux zealots , but linux memang telah membuat software dan OS menjadi lebih mudah untuk kita pelajari (yang mo belajar).

        Saya juga ngga suka banget dengan orang yg ngerasa lebih baik dari orang lain, atau merasa OS nya lebih baik dari OS lain, its not fair membanggakan sesuatu tanpa berupaya menggunakan yang lain secara adil agar bisa mengeluarkan opini yang adil juga.

        Ilmu adalah masalah merendah seperti air, semakin merendah maka ilmu akan mengalir ke kita. Ilmu juga seperti air didalam teko, ilmu yang kita punyai adalah apa yang keluar dari mulut atau pikiran kita….seperti artikel dan komentar kita semua ini

        Btw, Saya menggunakan WindowsXP asli dan beli (bukan bajakan), menggunakan MacOS X Leopard 10.5.6 (bajakan, jalan di Toshiba Laptop M600), dan menggunakan 2 varian Linux Ubuntu dan Slackware di laptop yang sama.

        Untuk kasus Mac sy bangga terhadap “kemampuan” teknis saya merumahkan MacOS ke toshiba, tapi malu karena membajak, dan tdk bangga sama sekali, untuk 2 varian Linux, Ubuntu asik dan sangat User Friendly (mungkin karena sy membiasakan diri dan membuka diri belajar Ubuntu dan linus sejak 1999), Slackware mewakili ego sy pengen menjajal linux yang benar2 pure..

        Lihat semuanya dari seluruh sudup pandang bos…

      • Don Zafir mengatakan:

        darth berkata
        alah, logika apaan itu, bang elzafir? dan pola pikir anda benar-benar mirip seperti seorang kapitalis bill gates. udah nonton film ‘pirates of silicon valley’ sama ‘revolution os’ blom? i suggest you to see it🙂

        Sudah. Dan film itu menunjukkan bahwa Linux gak berperan di berkembangnya micro computing. Apple adalah innovator, Microsoft marketernya. Linux? Di masa depan mungkin.

  63. unduk mengatakan:

    halagh, ini kok orang berantem soal operating system.
    sudah deh, yang mo pake pake windows silahkan pake windows, yang mo pake linux juga silahkan pake linux (* gitu aja ko repot *)
    engga usah saling ngejelekin
    kalo ada orang yang kebangetan belagunya di luar sono, mbok ya udah di cuekin aja
    doain aja supaya beliau di karuniai hidayah dalam waktu dekat ini🙂

    • muhamad sudarmono mengatakan:

      sip, stuju pak saya.
      yg pake linux silahkan memakai software linux yang legal
      yg pake windows silahkan (dengan catatan jangan lupakan kewajiban pada pembuat software) memakai software windows yang legal, kasian pembuatnya pak, dah mengharapkan hasil dari lisensi

  64. mesin kasir mengatakan:

    karena sejak pertama kita taunya windows maka jadi aneh lihat linux, namun semua dari kebiasaan, pertanyaannya, kenapa kita harus pakai linux?

    • iceman mengatakan:

      Harus pakai linux???
      emang ada yang bilang harus pakai linux???
      gini lho… klo gak mampu/bisa beli yang asli ya seyogyanya pake yang open… nah salah satunya adalah linux…
      klo mo pake yang bajakan juga gak papa kok, kita cuman menyarankan…
      gak bakal para pengguna linux menghukum anda dengan denda atau hukuman penjara klo ketahuan pake bajakan…
      tapi sebaliknya… klo ketahuan BSA (microsoft dan kawan2) anda harus lebih kuatir..
      karena mereka gak cuman nyaranin doang.. tapi juga menghukum anda !!!

  65. H Muhammad mengatakan:

    Hu uh Bung Elfizar alias Don Zafir. Linux itu ribet, apa2 yang free buat kepala puyeng2…
    Konfigurasi yg ribet…
    Beda ma Win* dan Mac*
    (Klo Mac* lum pernah pake…😀 )
    Tinggal instal driper-nya udah sip…

    • jazznuno mengatakan:

      Anda sudah coba Linux dan Mac belum pernah coba,
      jadi menurut saya Linux sudah lebih mudah di bandingkan Mac buat anda

      betulllllll

    • iceman mengatakan:

      ribet?
      apanya mas?
      driver yg mana?
      software aplikasi2 maksutnya?
      kan sudah ada Reponya, komplit lagi… tinggal pilih dan nginstall
      klo gak ada tinggal colokin internet
      anda gak perlu repot2 nyari kemana2 untuk tiap2 aplikasinya…

      • Don Zafir mengatakan:

        Repo-repo…
        Di jaman Anda masi pake TelkomNet Instan, gimana mau donlot dari repo?
        Gak semua orang punya koneksi yang memadai untuk repo.

  66. dedi suhendi mengatakan:

    pas gw bawa laptop os windows anak gw tanya, pih ini gimana pake nya.
    hihihi (pc di rumah pake ubuntu), kasihan anak gw gak tahu windows

  67. kangtatang mengatakan:

    Untung gue udah Pake Linux🙂 jadi gue belajar merakit segala hal dan memungut segala hal dari awal dan dari tong sampah, tapi gue bangga kok meski gak fanatik. wkkkkkkkkkkkkk

    jadi yang fanatik itu pengguna Linux atau yang bangga jadi pirate?
    hi …hi ………

    Apapun alasan kita semua, marilah kembali ke Leptop ! Peace🙂

    Btw, FYI : Generasi LInux terbaru sudah User friendly loh.:)
    padahal hasil dari merakit dan memungut dari tong sampah.

    Damai di dunia damai di komputer.🙂 Salam.

  68. deanet mengatakan:

    dear kk elzafir,

    system operasi itu hanya sebuah tools. memang salah bagi org yg terlalu fanatik karena linux dan menjelek-jelekan os / tools lain . y mohon dimaafkan🙂. Tapi, linux itu bisa membuat manusia dibumi ini bisa hidup makmur dan sejahtera. semoga tidak ada lagi VOC sperti jaman dulu kala. Dan harusny kita bersyukur bisa hidup dijaman skrg, bukan jaman kerja rodi / penjajahan.

    sedikit komentar utk org “awam

    Membaca adalah kunci dari semua Ilmu
    Hidup (jiwa & raga) adalah kunci dari semua orang untuk sampai ke tempat tujuannya

    semoga menjadi hikmah bagi kita smua ….

  69. kamilia ainiyah mengatakan:

    syudah syudah
    kok malah pada ribut ta

    orang mau benci ya mbok biyar to mas mbak pengguna linux, saya aja yang ngerasa linux zealost *eh apa yah tadi* ndak merasa marah kok,

    saya justru merasa kasihan pada orang yang lebih memilih piracy *haram* alih-alih yang jelas gratis *halal*. saya bangga menggunakan produk halal daripada memakai windows bajakan. bukan saya benci windows atau mac os atau os lain yang berbayar, hanya saja seperti lebih dari 75% lebih pengguna komputer di indonesia yang lain, belum mampu membeli os-os tersebut.

    sebagai orang yang bergerak di bidang it, walau laptop yang saya gunakan ini kebetulan sudah terpaket bersama os windows berikut ms officenya, saya tetap masih menggunakan salah satu distro linux yang berbasis dekstop, demi mengenalkan kepada orang yang masih *awam* bahwa dunia ini tidak hanya terdiri atas windows dan mac os *bahkan mungkin gak tahu ada mac os yah*,

    kalo ternyata niyat saya mengiklankan linux buat membuka mata pengguna komputer di indonesia di nilai salah oleh seseorang, saya anggap itu sebuah kebebasan berpendapat. toh saya tidak bisa melakukan apapun terhadap orang yang berfikir seperti itu, seperti halnya mereka tidak mampu melakukan apapun terhadap saya yang seperti ini.

    selalu memikirkan apa kata orang adalah hal yang mustahil …

  70. iceman mengatakan:

    berhari-hari ini setiap kali saya teringat blog ini jadi ketawa-ketiwi sendiri jadinya….😀

    saran ajah nih bung pemilik blog…
    berhubung tret ini laris…. gimana klo di kapitalisasikan sekalian?
    bisa dapet duit lho….
    klo mo masuk bayar…
    mo ngirim komen bayar lagi…
    wuih.. pasti kaya tuh bung…
    kan ini kompensasi anda bercapek2 ria nulis di blog ini…
    jadi buat para pembaca dan peng-komentator harap maklum dan menghargai si bung penulis blog ini… gimana bung, se 7 kan?
    gak ada yang gratis di dunia ini…
    alias semuanya di jadikan closed sources… asyik tuh bung…
    biar orang2 yang sudah tahu ajah yg makin pinter…
    yang gak bisa ya udah… tinggalin ajah…
    toh mereka bisa beli nantinya…

    hidup closed sources…..

  71. joker mengatakan:

    memang sudah saat kita mulai perang terhadap pengguna linux yang munaifk, i dukung u Don Sufir, di otaknya cuman pengen gratisan doang…..

    • iceman mengatakan:

      setuju bung joker….
      jangan ada gratisan lagi….
      jadi harus yang beli…
      gak perlu yang gratis kan…
      (gitu kan bung joker?)
      eh…
      ngomong2 ngasih komen nya masih gratis ya?
      ayo bung zafir… pungut biaya atas usaha anda nulis di blog ini…
      dan bung joker udah bayar ya buat komen?

      • Don Zafir mengatakan:

        Nulis di blog itu gak gratis seluruhnya.
        Listriknya bayar. Lalu, wordpress juga bayar untuk hosting dan bandwidth.

        Gak ada yang gratis di dunia ini.

  72. rusli mengatakan:

    hmmm… saya hanya beri komentar dari 2 sisi , masalah legalitas dan moral.
    akhir2x ini razia softw bajakan semakin gencar…jgn salah lho…udah nyampe kabupaten2x kecil.
    Warnet2x pada tiarap…akhirnya banyak jg pindah ke linux.
    Dan pelanggan warnet linux juga so far…ok2x aja…tentunya di awal2x perlu diajarin/dibimbing sama operator warnet.

    Kemudian dimasa krisis seperti skrg, dimana perusahaan/instansi harus pandai2x menghemat pengeluaran, beralih ke linux atau free open source menjadi suatu pilihan.
    Di sisi lain sebetulnya ini bisa menjadi peluang bisnis bagi linuxers, memberikan pelatihan atau maintenance bagi perusahaan2x tsb.
    Memang tidak mudah bahkan tidak semua kebutuhan user bisa diselesaikan di linux.
    Tapi ini adalah sebuah pilihan di kala perekonomian semakin sulit, tetap menggunakan software bajakan dgn resiko razia ( melanggar hukum ) atau beralih ke free open source.
    Peralihan ini bisa jadi tidak perlu total semua OS , software dimigrasi, sesuai kebutuhan. Disesuaikan dengan kebutuhan dan budget.
    Yang perlu dipertimbangkan lbh lanjut utk dimigrasi ke free open source adalah yang menyangkut infrastruktur IT dan common software semisal :
    – Router,firewall
    – Web Server, Mail-Server, Application Server, Dbase server dsb
    – Spreadsheet,word processor,presentation dsb

    Ini sebuah pilihan dan tidak perlu diperdebatkan, bagi yang menggunakan software bajakan perlu mempertimbangkan lagi selain dari sisi hukum juga secara moral karena membuat software tidak mudah dan murah, tuh ada yg kasih data IT nya Microsoft 91.000 orang, sakit hati kalo hasil karya yang demikian sulit, perlu tim yang besar, dana yang tidak sedikit dan perlu waktu lama utk bikinnya, akhirnya cuma dihargai Rp 5000 per keping CD, atau malah gratisan didownload.

    Ada beberapa pilihan :
    – Gunakan software asli/licensed, tentu saja harus beli ya
    – Kalau tidak mau beli…mulailah belajar menggunakan free open source software
    – pilihan terakhir … Pake software bajakan !!!( jangan dong)

    sekian terima kasih, semoga debat ini tidak berkepanjangan dan saling menyerang.
    Lebih baik gunakan keahlian anda semua untuk bikin OS atau distro asli bikinan Indonesia, gratis dan bisa menjawab kebutuhan common user.
    Mimpi? Kenapa tidak? Sebagian besar penemuan dan teknologi berasal dari mimpi.
    Mari kita bangun dunia IT Indonesia yang punya jati diri,bermartabat demi kemajuan bangsa.

  73. sevenco mengatakan:

    anda mengatakan “linux zealots” (istilah anda) berambisi menjadikan dunia sebagai “utopia komunista” (istilah anda), tapi justru anda sendiri eneg (istilah anda) pada prinsip kebebasan yg menjadi dasar gerakan free software/OSS serta mengecam tidak adanya “kohesi” (istilah anda) antara software dan hardware pada distro linux. pertama, masalah dukungan hardware harusnya ditujukan pada pembuat hardware yg tidak menyediakan support yg baik dan setara pada SEMUA platform. kedua, justru karena ada prinsip kebebasanlah anda (jika kebetulan anda mampu) dapat membentuk free software tersebut sesuai kebutuhan anda (dgn tetap memerhatikan masalah hak atribusi). tidak ada yg komunis di linux, anda tidak diharuskan berpenampilan seragam (mis: taskbar warna biru dgn start button hijau dgn wallpaper padang rumput. *hint hint*). anda bisa memilih fungsi dan tampilan yg anda mau (soal window manager saja misalnya, ada gnome, kde, fluxbox, dll). oya, jika linux tidak opensource, anda tidak akan mempunyai android dalam ponsel anda. jika komputer anda hanya pentium III dgn RAM 512 MB, anda tidak perlu upgrade hardware hanya agar bisa memakai windows vista + aeronya itu, atau bahkan membeli komputer baru yg relatif mahal agar bisa memakai OS X, dan ini adalah juga manfaat bagi pengguna awam.

    fakta bahwa anda bilang membenci linux (dan free software) tapi menggunakan linux (dan FOSS) hanya menunjukkan kemunafikan anda (belum lagi fakta bahwa anda lebih mendukung pembajakan ketimbang menghormati orang2 yg memilih go legal). mau opensource atau tidak itu adalah pilihan bagi pengembang software (yg tidak masuk kategori orang awam menurut anda), pengguna awam tinggal menikmati hasilnya. dan jika anda benci kebebasan, kenapa harus menuduh orang lain yg bebas sebagai komunis?

    • Don Zafir mengatakan:

      Memangnya kenapa dituduh komunis? Marah?
      Kalo gua tuduh “demokratis”, gimana? Marah juga? Apa seneng?

      Komunisme itu cuma salah satu pandangan mengenai sistem ekonomi, ya, EKONOMI!!!
      Bukan “tampilan seragam” atau apapun yang Anda bilang diatas. Cih, itu irrelevant.
      FOSS adalah ‘aliran kepercayaan’ yang ingin software dibuat ‘bebas’ dan ‘gratis’.
      Kalau gak ‘free’, gak mau dimasukin ke distro. Itu apa kalo bukan satu analogi dengan komunisme, yang menginginkan rakyat mendapatkan hak yang sama, tak peduli rajin ato males?

      Jangan bikin gua posting soal komunisme, deh…

      • sevenco mengatakan:

        marah? plisdeh. baca lagi baik2 komentar saya, saya menganggap persepsi anda terbalik dgn menuduh orang lain yg memperjuangkan kebebasan sebagai ‘komunis’ sementara anda sendiri lebih suka kebebasan anda dikekang, keseragaman, dan anda hanya mendapat apa yg diberikan ‘penguasa’ kepada anda, just like in communist countries.

        bebas, tapi gak mesti gratis. kapan anda mau paham hal ini? pernah baca GNU GPL? tunjukkan bagian mana yg mewajibkan software harus gratis.
        FOSS memang mirip agama, tapi begitu juga dgn ‘closed source’. programmer manapun bisa memilih mau menulis program secara open source (baik gratis maupun berbayar) atau closed source (baik gratis maupun berbayar). ini BUKAN masalah EKONOMI seperti komunisme yg anda bilang sendiri, ini cuma masalah PILIHAN HAK CIPTA bagi programmer. INTELLECTUAL RIGHTS, not just ECONOMIC RIGHTS seperti yg anda ributin. PAHAM?

        kalo memilih closed source, anda bisa menggratiskan atau menjual program anda, tapi anda pula yg harus mengembangkan program itu karena cuma anda yg tahu sumbernya, selesai. kalo memilih open source, anda bisa menggratiskan atau menjual program anda, dan karena kodenya terbuka utk umum, orang lain bisa memodifikasi dan mengembangkan program anda (asal source codenya dibuka juga untuk umum). benefitnya misalnya, dari kernel linux yg dimulai linus torvalds, google bisa ngembanginnya jadi android utk ponsel anda (silakan anda berterima kasih sama linus torvalds karena tidak memilih closed source), itu artinya INOVASI, dan itu BAGUS bagi pengguna serius maupun awam.

        dan silakan saja anda bikin posting soal komunisme, ini blog anda. tapi tolong jangan ngawur kaya persepsi anda soal linux (“hanya untuk kerjaan non-serius”) dan open source (“software harus gratis, ini komunisme!”) ya.

      • Don Zafir mengatakan:

        Ya, lalu apa benefitnya untuk Linus Torvalds?

        Diberikan penguasa?
        Hahahaha. Konyol. Jangan masukin argumen “big brother” dalam hal ini.
        Gua bebas memilih apa yang gua mau.
        Itu bukan diberikan.
        Dan gua gak memilih Linux untuk kerjaan sehari-hari, karena Linux BAPUK. PAHAM?

      • sevenco mengatakan:

        benefitnya? linux dia bikin sebagai side project, sebagai hobi, dan dia memutuskan utk bikin itu jadi open source karena dia punya visi kernelnya itu bisa jadi besar kalo orang lain (orang2 yg lebih jago dari torvalds) bisa ikut menyumbang ide. menurut gw sih itu benefit, atau yg lu maksud adalah ‘profit’, bukan ‘benefit’?

        dan siapa juga yg mau masukin argumen big brother? gak ada urusannya. penguasa di sini adalah produsen software closed source yg membuat nasib user tergantung pada mereka. bayangkan jika anda beli software dari microsoft office untuk keperluan pekerjaan dan ternyata anda butuh fitur tambahan, anda harus menunggu sampai microsoft memutuskan menambah fitur tsb (kalo mau, kalo inget, kalo sempet), sedangkan anda bilang sendiri ‘konsumen bebas memilih apa yg ia mau’. bayangkan juga kalo tahun berikutnya microsoft bubar, siapa yg akan anda mintai support jika ada masalah sedangkan cuma microsoft yg pegang source code? bayangkan juga kalo konsumennya adalah pemerintah negara dan mereka butuh lihat source code utk memastikan tidak ada backdoor, worm, atau rutin2 mencurigakan yg ditanam pada software yg mereka beli, gak bisa dilakukan kalo closed source, dan ini adalah masalah serius dan nyata.

        soal anda menganggap linux desktop itu bapuk, itu hak anda. saya cuma bisa bilang untuk kasus anda ini “buruk otak, linux desktop dibelah”.

  74. Dev mengatakan:

    Salut Don Zafir. Yang penting itu ga muna aja dech.
    Linux, repot ya jelas…
    Yang mo belajar, ya silakan…
    Ga usah sok2an antara yg harom ato halal… apalagi baru sekarang make linux kemudian bisa bilang ngebajak itu harom.
    Boleh gw bilang semua yang komen ato baca blog ini semuanya pembajak atau minimal pernah membajak…
    Lo pade ga bisa boongin diri lu sendiri, MP3 elu, Game2 elu, Film2 di rumah elu, fotokopi dari bahan2 yg ada copyrightnya dan laen2, bahkan ringtone HP elu… please dech…

    • rusli mengatakan:

      Betul Pak Dev, hampir seluruh orang Indonesia pasti pernah bahkan sampai skrg , sadar atau tidak sadar menggunakan produk bajakan.
      Tapi hal tersebut sebaiknya tidak berlarut-larut kan?
      Mulai dari yg kecil dulu misal… aplikasi office …kan sdh ada yg FOSS.
      Sambil nunggu …putra2x bangsa bikin Distro asli Indonesia , yang mampu menjawab kebutuhan common user. Who knows?🙂
      MP3, movie bajakan? Hmmm bukannya itu sdh dikampanyekan secara gencar di semua media?
      Semuanya tergantung kita, pilihan ada di kita, yang jelas secara hukum illegal.
      Dan jangan menganggap remeh, sdh banyak toko atau warnet meskipun sdh pake linux atau FOSS msh ketangkep Polisi. Apa pasal? Ada MP3 ,movie bajakan di sana.

      • Don Zafir mengatakan:

        Well bung, untuk menghindari cap “munafik”, pengguna Linux harusnya gak boleh download MP3 dan beli DVD bajakan.

        Tapi bagaimana kenyataannya? Kenyataannya bicara tinggal bicara…

    • Don Zafir mengatakan:

      Betul. Setuju. Ada juga orang waras mampir kesini.

  75. BSA mengatakan:

    wah asyik nih….
    target…
    target…
    target…

  76. ryane mengatakan:

    huihihihi.. gue cewek, dan gue peduli DDR, SATA, RPM dari HDD (and what so ever).. postingannya bagus gan! d(^_*)b

  77. geblek mengatakan:

    gelar tikar dulu, siapain rokok dan kopi🙂
    saya kutip komentar rhusein “sikap merasa diri lebih baik dari orang lain itu di mana2 sama saja akibatnya. hanya akan membawa dampak buruk.”

    mari berpikir positif saja, komentar emang enak kok, tuh liat komentator sepakbola hahaha. eh eh mas yg punya blog ini [habis bingung saya komennya berjibun] kira kira kalau linux itu sudah kayak xp sampean mau pilih mana sampean ?
    kalau jawabannya linux, yuk mari bergabung dg komunitas2 spt id-ubuntu biar bisa nyumbang saran dan pikiran bgm biar supaya blankon spt xp nantinya. dr pada cuma protes aja sih, saya juga bisa kalau cuma NATO
    kaburrrr

    • Don Zafir mengatakan:

      Kalau sudah sama persis?
      Dari segala sisi?

      Kalau sudah sama persis, Windows akan mati dengan sendirinya.
      Dan mau gak mau pilih Linux.
      Tapi untuk apa kita “berjuang” untuk mematikan Windows?
      Komputer dan OS itu sebuah alat.
      Untuk bekerja.

      Gua seorang filmmaker. Gua bisa gila kalo harus pake Kino ato Cinelerra.
      Dan selama Linux gak mensupport Premiere dan AfterEffect secara native,
      gua gak akan menyentuh Linux untuk kerjaan.

      Kalo untuk hobby, ngutak-ngatik, boleh-boleh aja.

  78. Don Sufir mengatakan:

    semoga anda mendapat ganjaran yang setimpal atas perbuatan anda terhadap orang yang kena tipu

  79. ruly mengatakan:

    gak mudeng aku

  80. ruly mengatakan:

    ono ono wae

  81. sigit arinto mengatakan:

    baru berani kesini sekarang.. seru postingannya dan lebih seru lagi komentar2nya🙂
    lanjut aja deh..
    Btw, apa perlu BBC bikin seminar untuk bahas topik ini ya ?😛

  82. kas mengatakan:

    tes..tes…

    saya pengen ngakak ngebaca komen2 dsn…
    well… klo saya liat disini, mas elzafir cuma mau ngritik zealots, kritik2 thdp linux cuma sbg penguat aja… (saya bilang zealots, bukan “linuxer” tolong dibedakan)

    jujur… sebenarnya saya juga kurang suka linux… terlalu ribet..
    tapi saya fine2 aja dengan “linuxer”… yang saya benci adalah zealotsnya…..
    (sekali lagi, saya bilang zealots, bukan “linuxer” tolong dibedakan sekali lagi)

  83. uki mengatakan:

    encox pegel linux yaaach sampean makanya benci…

  84. Wedul^ireng mengatakan:

    Ga pernah pake lin*x,wind*ws,*nix,Bsd,ReactOs,Solar*s,Mac*S…………..de el el,

    gw cuman pake backtrack v3 final.maklum orang susah pingin internet gratis,Uang Korupsi ga cukup buat bayar bulanan ISP….:)

    (start –>turn off computer –> turnf Vs halt/poweroff ……..)
    smoga orang awam spt sy menjadi awam terus….tambah suwe tambah lawas

  85. someone mengatakan:

    akhirnya, ini cuma pendapat seorang elzafir. 1 dari 6.77 miliar orang di dunia🙂

    orang bebas mengungkapkan pendapatnya, walaupun itu benar atau salah. apalagi sekarang lagi musim narsisme

  86. animaster mengatakan:

    Umm … saya sekarang menggunakan Ubuntu dan Windows Vista Business sebagai OS laptop saya. Terus terang saya masih enjoy menggunakan keduanya. Windows untuk games dan Ubuntu untuk kerja (karena kerjaan saya berhubungan dengan pengembangan web).

    Menurut saya, perdebatan antara Windows vs Mac vs Linux itu sama seperti Intel vs AMD vs VIA atau Nvidia vs ATI. Masing-masing OS memiliki kelebihan dan kelemahan sendiri. Tidak pantas rasanya kita saling menghina dan menyanjung salah satunya.
    IMO, Fanatism will not do any good. Peace guys …. ^^

  87. hantu panggang mengatakan:

    Sebenarnya yang PAKSA saya pakai Linux itu siapa ?? POLISI !!!!!!
    Jadi elo-2 kalo menghujat pemakai Linux ya sama dengan menghujat Polisi.

    Coba kalau ngga ada Polisi di sini, ya baru orang-2 ngga ada yang pake Linux. jadi gara-2 Polisi ini ya pakai Linux.

    • Don Zafir mengatakan:

      Emangnya kenapa kalo gua menghujat polisi?

      Perhatikan: “POLISI JANCUK!”.

      Terus kenapa? Freedom of speech, baby.

      • sevenco mengatakan:

        anda gak pernah denger soal pasal penghinaan ato pencemaran nama baik ya (apalagi di muka umum)? pasal 27 UUITE? ID-SIRTII? bareskrim mabes polri punya unit khusus cybercrime dgn personil2 yg sangat kapabel. freedom of speech juga dibatasi hukum kalee…

      • Don Zafir mengatakan:

        Ya, tapi hanya berlaku dimana hukum itu berlaku.
        Gua gak berada di Indonesia.

      • sevenco mengatakan:

        think again, lu WNI bukan? asas nasionalitas aktif, baby. dan udah baca UU ITE belum sih kok udah langsung ngomong aja? pasal 2: “Undang-Undang ini berlaku untuk setiap Orang yang melakukan perbuatan hukum sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini, baik yang berada di wilayah hukum Indonesia maupun di luar wilayah hukum Indonesia, yang memiliki akibat hukum di wilayah hukum Indonesia dan/atau di luar wilayah hukum Indonesia dan merugikan kepentingan Indonesia.”

  88. hantu panggang mengatakan:

    Tapi aneh ya, Polisi kok bisa-2 nya suruh pake Linuxx padahal dirinya ngga pake Linux, malah pake bajakan ???

    Hmmm, sama saja koruptor kakap menyuruh orang jangan korupsi karena itu haram, padahal dia makan kenyang dengan hasil korupsi.

  89. hantu panggang mengatakan:

    kick your ass ……….

  90. Souza Nurafrianto mengatakan:

    Well, sekedar ngedrop pendapat netral nih. Kemungkin para linux zealots ini terkena imbas underdog boost. Banyak konsumen Windows yang kecewa karena kinerja windows yang tidak mencukupi seperti sistem keamanan, konsumsi memory, dan ketiadaan akses untuk melakukan derivasi Windows.
    Makanya, pada saat Linux berhasil invent openOffice, banggalah mereka karena sudah mendekati ke kapabilitas Windows. Mereka juga termakan omongan bahwa Linux lebih tangguh dalam urusan kena virus, padahal para hacker ogah bajak Linux yang pemakainya di bawah 1% (not worth the hassle). Sekarang, munculnya distro Ubuntu yang notabenenya lebih manusiawi dalam desktopnya menghasilkan zealots2 baru yang lebih pongah dan menganggap open source akan overpowered Microsoft.
    Jadi, achievement2 itulah yang saya rasa menjadi dasar dari mengapa linux zealots merendahkan kaum pemakai WIndows atau OS X. Mereka dicap manja, bodoh, dan kapitalis hanya karena tidak ingin membuang waktu mengkonfigurasi linux atau menunggu suatu distro baru yang bisa mensupport kerja mereka.
    Kalo pendapat komunitas open source akan mati, saya rasa susah deh. Contoh kasus, peer-to-peer download. Setelah Napster dan Kazaa mati karena terkena isu copyright infringement, muncul bittorent yang akhirnya menjadi salah satu download agent application yang unggul (well, agak gak berhubungan dengan open source sih, but you know what I mean). Sekarang, music aja udah mulai open source. Pernah dengar indigo music? Itu suatu komunitas internet yang share music buatan suatu individual dan bebas untuk diedit oleh orang lainnya. Meskipun masih komunitas kecil, namun mereka terus berkembang. Belum lagi youtube dan lainnya.
    Aduh, pembahasan gw udah derailed gini nih. Last word untuk Elzafir, just keep your cool dude.

  91. dhy2t mengatakan:

    Bagi saya yang ga punya uang banyak (ekonomi menengah ke bawah), terus terang buat beli lisensi software MS. Windows, Ms. Office, Photoshop, Corel Draw, Adobe Premiere, Aneka macam Game yg harganya selangit dipastikan ga bisa.

    Kl saya pake yang software bajakan (windows, office, games2x bajakan, photoshop, dll) saya takut sama Allah karena dalam agama Islam hukumnya “haram”.

    Karena itu saat ini saya pake Linux karena free lisensi, karena saya rasa uda mencukupi kebutuhan saya sehari-hari.

    1. Internet-an : Firefox & Opera
    2. YM-an & chatting : Xchat, Pidgin & Gyach (bisa pake cam)
    3. MSN-an : Pidgin
    5. Ngetik : open office
    6. Denger lagu : xmms, rhytimbox
    7. Nonton film : vlc player
    8. Presentasi & Spreadsheet : Open office
    9. Main games : Warzone, Nexuiz, Open Arena, flightgear dll (kualitasnya hampir sama seperti quake dll free lisensi bukan game bajakan seperti yang banyak dimainkan orang2 di windows)
    10. Ngedit photo : gimp
    11. Desain gambar : Inkscape
    12. Buat cetak buku & layout majalah : Scribus
    13. Ngedit video : Zs4
    14. Buat modelling : blender
    15. Ngedit lagu : Audacity

    Alhamdullilah semuanya lancar dengan software free lisensi tanpa harus memakai barang yang haram (bajakan) karena saya ga punya duit🙂

    Kayaknya linux tuch cocoknya sama orang2 kayak saya yang ga punya uang banyak🙂.

    Salam…

  92. raff mengatakan:

    Apa yg anda tulis sepertinya tdk demikian dng kondisi “pengguna awam” di warnet gw. Wrnet gw pake PcLinux3DOS. Mulai dari anak SD yg suka maen game sampai Orang Tua yg pusing dengan FD-nya krna banyak virus dari OS lain, enjoy aja.., mrk explor sendiri… Stlh diselidik, merka ngerasa mirip aja dng windows bahkan lebih menarik tampilannya karna sudah ada efek 3D. Jadi I think, Linux is User-Friendly Now!

    • Don Zafir mengatakan:

      “Mirip dengan Windows”.
      Jadi, kemiripan dengan Windows jadi acuannya, kan?

      • rafff mengatakan:

        PCLinux dan varian-varian terbarunya bukan hanya suasana desktopnya mirip windows, bisa juga saya ubah style seperti Mac. Jadi ibarat manusia, distro Linux yg satu ini sangat sosial, tidak ego, sangat fleksibel, bisa mengenal aplikasi under windows via wine, gak mahal, 1 dvd sdh komplit programnya & bisa untuk banyak komputer, fitur 3 dimensinya sangat menarik hati (vista lewat), game-nya banyak untuk segala jenis, better than Ubuntu and Windows (bagi saya sih yg pengguna awam). Coba deh yg satu ini.. Peace don zafir!

      • rafff mengatakan:

        Desktop PCLinux dan varian2 terbarunya udah friendly banget bos, suasana desktopnya sudah mirip windows, tapi bisa juga diubah suasana menjadi Mac apalagi Gnome.
        Ibarat manusia, distro yg saya pakai ini memiliki rasa sosial yg tinggi, tidak egois, mengenal aplikasi windows via wine, game-nya banyak juga tuk segala jenis, dukungan hardware cukup baik (webcam, wireless adapter, maupun printer gw nyala koq), 1 dvd harganya gak semahal windows, bisa tuk banyak komputer (seperti di warnet gw), fitur 3 dimensinya menarik hati (vista lewat bro) dan sy koq ngerasanya “more than Ubuntu or Windows”. So, pilih saja distro Linux untuk desktop yg nyaman dan mudah,
        nggak usah dibenci ya… PEACE !

        coba dilihat bos http://www.pclinux3d.com (karya saudara kita di Indonesia)

      • Don Zafir mengatakan:

        Udah liat.
        Gak menarik.

    • orang_awam mengatakan:

      artikel ini sepertnya hanya cocok di posting tahun 90 an an…karena sudah ndak relevan lagi dengaan perkembangan linux saat ini….dr cara menjelaskan tentang linux aja udah salah… (sepertinya lu harus ngerti dulu linux itu apa sih..)

  93. mang Ohle mengatakan:

    anda posting di wordpress.com
    wordpress.com itu pake Linux

    http://wordpress.org was running LiteSpeed on Linux when last queried at 12-Apr-2009 09:20:51 GMT – refresh now Site Report
    Try out the Netcraft Toolbar! FAQ
    OS Server Last changed IP address Netblock Owner
    Linux LiteSpeed 1-Apr-2009 72.233.56.138 Layered Technologies, Inc.
    Linux LiteSpeed 20-Feb-2009 72.233.56.138 Layered Technologies, Inc.
    Linux LiteSpeed 1-Jan-2009 72.233.56.138 Layered Technologies, Inc.
    Linux LiteSpeed 17-Nov-2008 72.233.56.138 Layered Technologies, Inc.
    Linux LiteSpeed 20-Sep-2008 72.233.56.138 Layered Technologies, Inc.
    Linux LiteSpeed 16-Aug-2008 72.233.56.138 Layered Technologies, Inc.
    Linux LiteSpeed 20-Jun-2008 72.233.56.138 Layered Technologies, Inc.
    Linux LiteSpeed 11-May-2008 72.233.56.138 Layered Technologies, Inc.
    Linux LiteSpeed 10-May-2008 72.233.56.138 Layered Technologies, Inc.
    Linux LiteSpeed 20-Mar-2008 72.233.56.138 Layered Technologies, Inc.

    http://wordpress.com was running nginx on unknown when last queried at 12-Apr-2009 11:27:23 GMT – refresh now Site Report
    Try out the Netcraft Toolbar! FAQ
    OS Server Last changed IP address Netblock Owner
    unknown nginx 31-Mar-2009 72.233.2.57 Layered Technologies, Inc.
    Linux nginx 30-Mar-2009 76.74.254.126 automattic
    unknown nginx 25-Mar-2009 72.233.2.57 Layered Technologies, Inc.
    Linux nginx 24-Mar-2009 76.74.254.126 automattic
    unknown nginx 21-Mar-2009 72.233.2.57 Layered Technologies, Inc.
    Linux nginx 20-Mar-2009 76.74.254.126 automattic
    unknown nginx 16-Mar-2009 72.233.2.57 Layered Technologies, Inc.
    Linux nginx 14-Mar-2009 76.74.254.126 automattic
    unknown nginx 13-Mar-2009 72.233.2.57 Layered Technologies, Inc.
    Linux nginx 12-Mar-2009 76.74.254.126 automattic

  94. mang Ohle mengatakan:

    anda nge-blog di wordpress.com
    wordpress.com + wordpress.org itu pake Linux
    silahkan resign dari wordpress

    http://wordpress.org was running LiteSpeed on Linux when last queried at 12-Apr-2009 09:20:51 GMT – refresh now Site Report
    Try out the Netcraft Toolbar! FAQ
    OS Server Last changed IP address Netblock Owner
    Linux LiteSpeed 1-Apr-2009 72.233.56.138 Layered Technologies, Inc.
    Linux LiteSpeed 20-Feb-2009 72.233.56.138 Layered Technologies, Inc.
    Linux LiteSpeed 1-Jan-2009 72.233.56.138 Layered Technologies, Inc.
    Linux LiteSpeed 17-Nov-2008 72.233.56.138 Layered Technologies, Inc.
    Linux LiteSpeed 20-Sep-2008 72.233.56.138 Layered Technologies, Inc.
    Linux LiteSpeed 16-Aug-2008 72.233.56.138 Layered Technologies, Inc.
    Linux LiteSpeed 20-Jun-2008 72.233.56.138 Layered Technologies, Inc.
    Linux LiteSpeed 11-May-2008 72.233.56.138 Layered Technologies, Inc.
    Linux LiteSpeed 10-May-2008 72.233.56.138 Layered Technologies, Inc.
    Linux LiteSpeed 20-Mar-2008 72.233.56.138 Layered Technologies, Inc.

    http://wordpress.com was running nginx on unknown when last queried at 12-Apr-2009 11:27:23 GMT – refresh now Site Report
    Try out the Netcraft Toolbar! FAQ
    OS Server Last changed IP address Netblock Owner
    unknown nginx 31-Mar-2009 72.233.2.57 Layered Technologies, Inc.
    Linux nginx 30-Mar-2009 76.74.254.126 automattic
    unknown nginx 25-Mar-2009 72.233.2.57 Layered Technologies, Inc.
    Linux nginx 24-Mar-2009 76.74.254.126 automattic
    unknown nginx 21-Mar-2009 72.233.2.57 Layered Technologies, Inc.
    Linux nginx 20-Mar-2009 76.74.254.126 automattic
    unknown nginx 16-Mar-2009 72.233.2.57 Layered Technologies, Inc.
    Linux nginx 14-Mar-2009 76.74.254.126 automattic
    unknown nginx 13-Mar-2009 72.233.2.57 Layered Technologies, Inc.
    Linux nginx 12-Mar-2009 76.74.254.126 automattic

  95. mang Ohle mengatakan:

    satu lagi, Google itu pake Linux
    jadi jangan Googling ya😀


    http://google.com was running GWS on Linux when last queried at 14-Apr-2009 15:33:22 GMT – refresh now Site Report
    Try out the Netcraft Toolbar! FAQ
    OS Server Last changed IP address Netblock Owner
    Linux gws 3-Apr-2009 74.125.45.100 Google Inc
    unknown CERN/3.0 libwww/2.17 2-Apr-2009 74.125.45.100 Google Inc
    Linux Skynet 1-Apr-2009 209.85.171.100 Google Inc
    Linux Skynet 1-Apr-2009 74.125.45.100 Google Inc
    Linux gws 28-Mar-2009 74.125.45.100 Google Inc
    Linux gws 27-Mar-2009 209.85.171.100 Google Inc
    Linux gws 18-Feb-2009 74.125.45.100 Google Inc
    Linux gws 17-Feb-2009 209.85.171.100 Google Inc
    Linux gws 12-Feb-2009 74.125.45.100 Google Inc
    Linux gws 12-Feb-2009 74.125.45.100 Google Inc


    http://google.co.id was running GWS on Linux when last queried at 16-Apr-2009 01:34:13 GMT – refresh now Site Report
    Try out the Netcraft Toolbar! FAQ
    OS Server Last changed IP address Netblock Owner
    Linux gws 20-Jan-2009 64.233.161.104 Google Inc
    Linux gws 19-Jan-2009 64.233.161.104 Google Inc
    Linux gws 20-Oct-2008 64.233.161.104 Google Inc
    Linux gws 28-Sep-2008 64.233.161.104 Google Inc
    Linux gws 20-Jul-2008 64.233.161.104 Google Inc
    Linux gws 9-Jun-2008 64.233.161.104 Google Inc
    unknown gws 20-Apr-2008 64.233.161.104 Google Inc
    Linux gws 1-Dec-2007 64.233.161.104 Google Inc
    unknown gws 30-Nov-2007 64.233.161.104 Google Inc
    Linux GWS/2.1 22-Jun-2007 64.233.161.104 Google Inc

  96. tiara2009 mengatakan:

    Pernah gak anda bayangin anda terlahir dari ekonomi yang kurang mampu…?

    Coba banyangin anda hanya mempunyai cukup uang untuk membeli satu perangkat komputer (Non Software) dan perangkat komputer tersebut harus produktif dipake buat memenuhi kebutuhan keluarga anda, Apakah yang anda lakukan ?

    Beli Software lisensi seperti Windows, office dll yang harganya muahal banget ? jelas ga bisa….

    Pake Sofware bajakan ….? Uda jelas “HARAM”

    Jadi saya harap anda jangan cuma menengok ke atas terus (Pernyataan anda : Orang-orang lebih milih untuk ngeluarin uang jutaan untuk Windows)… coba sekali-kali tengok ke bawah…

    Terus komentar anda yang ini yang perlu diganti : “Linux belum dan tidak tepat untuk “para pengguna biasa”. Masyarakat kebanyakan tidak ingin direpotkan mengkonfigurasi sistem operasinya.

    Saya pengguna biasa dan awam sangat direpotkan banget dengan sofware lisensi (windows dll…) :
    1. Harus ngeluarin uang jutaan rupiah untuk beli
    2. Harus install sana install sini sebelum pake (kita direpotkan dengan
    mengkonfigurasi sistem operasinya)
    3. Jika CPU rusak maka harus beli lagi softwarenya (ngeluarin uang jutaan
    rupiah lagi)
    4. Virus yang buanyak banget

    Saya pengguna biasa dan awam sangat dibantu banget dengan sofware open source kayak linux dll.. :
    1. Free Lisensi, cuma ngeluarin uang ribuan aja buat ngganti CD nya..
    2. Sudah langsung bisa dipake semuanya (buat ngetik, ngedit photo dll..)
    jadi nggak repot (ga tau niey distro linux yang saya terima uda lengkap
    banget)
    3. CPU rusak no problem, install lg aja… beres
    4. Ga ada virusnya…

    Itu aja komentar saya ditinjau dari pengguna awam dan sangat biasa🙂

    Kurang lebihnya saya mohon maaf sebesar-besarnya….

  97. kidipus mengatakan:

    Asyik…..

    Mo Asli Mo Palsu Pokoke Pake Aza
    Nggak Munak Deh.. Kalo Ndak Bisa di Linux Ya di Windows, Kalo Bagus Pake Linux yang Make Linux

    Lanjut gan

  98. Andi Erdin mengatakan:

    …………………./´¯/)
    ……………….,/¯../
    ………………/…./
    …………/´¯/’…’/´¯¯`·¸
    ………/’/…/…./……./¨¯\
    …….(‘(…´…´…. ¯~/’…’)
    ……..\……………..’…/
    ………”…\………. _.·´
    ………..\…………..(
    ………….\………….\….

  99. Andi Erdin mengatakan:

    Don’t Fuck with us….

    …………………./´¯/)
    ……………….,/¯../
    ………………/…./
    …………/´¯/’…’/´¯¯`·¸
    ………/’/…/…./……./¨¯\
    …….(‘(…´…´…. ¯~/’…’)
    ……..\……………..’…/
    ………”…\………. _.·´
    ………..\…………..(
    ………….\………….\….

    LINUX NEVER DIE

  100. isenk-linux mengatakan:

    – windows itu hebat ada cd key tingkat internasional ( bayangin aja rata2 windows bajakan yg beredar,cd key nya sama semua. MANTAP ). Negara kita tingkat ke berapa dalam pembajakan ?
    – tanpa windows saya tidak akan tau perkembangan virus dan antivirus nya (ini adalah pengalaman menggunakan windows)
    – saya bisa tahu urutan instalasi windows (maklum selalu saja ada masalah dengan windows)
    – tambah aplikasi di windows ? pergi aja ke mangga dua (lengkap dengan crack)
    – dengan windows versi terbaru, saya bisa mendapatkan komputer baru (maklum windows nya butuh spek yg tinggi)
    – kantor teman saya bisa masuk koran (katanya sich gara2 ada karyawan yang install program bajakan)
    – pernah dengar pengadaan 2 buah komputer untuk instansi pemerinta (di pake buat ngetik2 doank) harganya lebih dari 20 juta ? PANTAS NEGARA KITA BANYAK UTANG.

    • Don Zafir mengatakan:

      Negara banyak hutang karena KORUPSI!
      Kalo negara pake Linux, maka akan tambah banyak lagi biaya yang dikeluarkan untuk migrasi, convert semua data-data, convert database, setting up LAN dan WAN yang harus diubah biar sesuai dengan Linux, pelatihan bagi pengguna, pelatihan bagi IT spesialis, biaya trial and error untuk menentukan distro mana yang tepat.

      Anda, my friend, cuma orang NAIF yang tak tau apa-apa.

  101. andisukry mengatakan:

    Saya juga pernah nyoba ubuntu 8.10, di desa g bisa dapet CD REPO, susah akses internetnya, mau update harus pake interet, instal aplikasi dipersulit (apt-get) komputer saya dual boot, xp dan ubuntu, tapi ubuntu nganggur, mungkinkah karena saya mala ???, terlalu banyak yang harus di kerjakan selain mengurusi linux (mempelajarinya) sedangkan waktu tidak pernah bertambah tetap 1 x 24 jam, jadi mending saya urusi kerjaan saya, membeli sesuatu yang berguna dan lebih mudah (why not) daripada gratis tapi susah😛, sekarang saya belajar linux tapi tetep xp, 5 atau beberapa tahun ke depan linux akan mengalahkan windows ? saya ragu karena bukan hanya linux yang di update tapi windows di perbaiki juga kan ??, just my opinion, salam kenal bang dont ZAFIR, i love ,,,,,

  102. realsifo777 mengatakan:

    bro tunggu ja ubuntu 9.04 atau 9.10 kiata semua akan senang🙂

    • Don Zafir mengatakan:

      Ya, gua juga pengen tau.
      Tapi gua ragu akan ada banyak perkembangan.

      Varian Ubuntu yang gua salut adalah Netbook Remix.
      Interfacenya intuitif untuk netbook. Dan cocok untuk kerjaan netbook,
      browsing, chatting, email, word processing. Alias kerjaan non-serius.

      • sevenco mengatakan:

        di artikel anda ngomong soal pengguna awam, tapi di sini argumen anda kerjaannya harus serius. pertama, orang awam itu pake komputer bisa dgn tujuan serius maupun nggak serius. kedua, anda pasti tahu linux didesain utk kerjaan yg lebih serius dari windows/OS X, contoh di atas: google pake linux, google loh, yg sahamnya ratusan dollar per lembar, try that on windows. ketiga, masuklah ke kantor2 pengacara yg kerjaannya jauh lebih serius dari anda, anda akan lihat betapa serius duit yg mereka hasilkan hanya berbekal software utk browsing, chatting, email dan word processing di komputernya.

      • Don Zafir mengatakan:

        Boy, gua ngomongin Ubuntu Netbook Remix di atas, yang di install di sebuah netbook, yang tidak bisa dipake untuk kerjaan serius, karena keterbatasan resolusi layar, processor dan graphic card yang lemah, dan kecilnya keyboard.

        Dan dalam hal ini, “awam” itu:
        1. orang-orang “non-IT” yang bekerja secara “serius”. Mereka awam terhadap “IT” itu sendiri (contoh: programming, compiling, dsb.), tapi gak terhadap “keseriusan” pekerjaan mereka.
        2. pengguna komputer yang gak peduli sama OS nya selama kerjaannya beres.

        Dan kerjaan “serius” itu dengan kerjaan yang menggunakan komputer melebihi dari SEKEDAR email, browsing, wordprocessing, dan chatting. Contoh, edit movie, audio engineering, kantoran dengan sistem email teringerasi (MS Exchange), dll.

        Counter argumen gua:

        1. Google perusahaan IT. ‘Nuff said.

        2. Pengacara yang Anda sebut..
        ..menggunakan Linux untuk “menghemat uang”, mereka punya lebih dari 1 komputer. Jadi, mereka menggunakan Linux bukan karena Linux itu lebih bagus dari Windows/OS X, tapi karena gratis. Kalau Windows dan OS X juga gratis, gua yakin mereka gak akan nyentuh Linux.

      • sevenco mengatakan:

        “kerjaan serius” (“edit movie, audio engineering, kantoran dengan sistem email teringerasi (MS Exchange), dll”) tapi dilakukan oleh “orang awam” (gak peduli sama OS dan IT)? maaf, tapi tunjukkan orang yg serius di bidang itu tapi awam soal IT.

        saya sudah memberikan contoh yg sempurna soal kerjaan serius: lawyer. mereka menghandle pekerjaan sangat penting, bernilai besar (kadang lebih besar dari ngeset exchange server), berimplikasi hukum (kalo salah gak bisa dikoreksi semudah mengedit video/audio), tapi hanya membutuhkan tools yg sederhana. mau yg lebih serius lagi? SAP, biasa dipakai di perusahaan berkapitalisasi ratusan milyar ke atas. do they run on windows only? no. aksesnya hanya butuh browser kok. so it’s never about what gear you use, it’s about how you use it.

        dan kalo ngedit video masih di pc desktop sih belum bisa dibilang serius atuh, becanda kali ya.

  103. Pelajar mengatakan:

    Waah banyak banget ya pecinta linux yang marah, dan emosi, berusaha menyudutkan dan seperti menyombongkan diri atas kepintaran mereka yang linux expert, saya pengguna windows dual boot dengan ubuntu, tapi kerjaan semua masih windows yg kerjain dan ubuntu ?? masih bingung, ini susah atau saya yang bego ??? saya aja dah yg oon ntar kalo bilang linux susah ntar saya di bantai ama zealots linux wkwkwk, sabar mas don Zufir, tetap berkarya go blog😀

  104. luqe mengatakan:

    linux dibuat bukan oleh perusahaan komersial
    adapun ubuntu, fedora, dll merupakan pemaketan applikasi2 yg kompatible dgn kernelnya linux

    jd anda tdk bisa nuntut aplikasi2nya dikembangkan dalam 1 company kayak microsoft. Toh namanya jg gratisan… but …. it works !!!

    sedang fans2nya yg fanatik yah wajar aja bakal bermunculan orang2 seperti itu
    namanya juga fanatik… kita juga gak bisa maksa mereka duduk di tengah2

    saya jg fanatik sama linux dalam artian, buat kerja, desktop dan server pake linux
    tapi tidak tutup mata sama windows.. cuma kalo ada yg minta sopwer, antivirus, dan semacamnya, sy bilang aja gak punya, gak pernah download lagi… hehe..
    kecuali OpenOffice for windows…😀

    sehari2 sy usahakan pake linux, selama ada padanan softwarenya..
    walopun gak sebagus di windows.. mungkin udah hampir setahun konsisten
    pake linux terus di desktop, akhirnya pas make windows jadi kurang sreg lagi…
    banyak aplikasi yg rasanya lebih nyaman di linux. seiring dengan dukungan
    software dan compatibilitas hardware yg makin baik pula…
    so .. linux is getting better…

    kalo gak terima linux sbg OS desktop ya it’s your problem..
    pake windows aja bos, masalah kebiasaan aja lah…

  105. system32 mengatakan:

    SONTOLOYO….!!!MEMANG SITU DAH HEBAT WINDOWS,LINUX,OS X DLL??JANGAN LIAT SATU SISI MAS!!!MEMANG KAMU YANG BUAT WINDOWS?KAPAN INDONESIA MAJU KALAU SALING NGEJELAKIN….

  106. irfan kahirun mengatakan:

    Coba aja dech jalan ke linuxmovies.org sow kayaknya 12 point itu runtuh dech dengan sendirinya …..

  107. chaer.newbie mengatakan:

    ea ea…

    ape kata lu ae dah …

    lu yang bikin blognya ngapain w yang harus repot

  108. mengatakan:

    dual OS lah…
    Linux buat project2 kampus…
    dan buat menyegarkan pikiran, Windows Gratisan dari MSDNAA (program microsoft bagi-bagi lisensi gratis ke mahasiswa)

    gk perlu saling memaki dan emosi…

  109. Souza Nurafrianto mengatakan:

    OK, let’s recap. Sejauh komentar-komentar yang gw baca, para pro Linux melakukan rebuttal dengan:

    1. Linux lebih bagus karena dia free source. Pembelajaran lebih bebas dengan Linux daripada Windows
    2. Lebih baik pake Linux daripada membajak
    3. Linux lebih murah daripada OS closed source yang mahal
    4. Linux lebih tangguh dari segi networkingnya (Yang saya pikir tidak berhubungan kalo ISPnya tetep cuma ngasih 64 Kbps dan tetap menggunakan IPv4)
    5. Memberikan alternatif program open source yang inferior atau yang mereka anggap hampir sama kapabilitasnya dengan Windows
    6. Memaki dan menghujat
    7. Menyuruh Elzafir untuk resign dari WordPress dan Google karena kedua website ini menggunakan Linux
    8. Mengelak paradigma Linux yang condong ke arah “Sosialisme” dengan mengkomparasikan Stallin dengan Windows.
    9. Bertanya balik atas kemampuan El Zafir menggunakan Linux
    10. Menyuruh El Zafir membuat OS sendiri (What the…?)
    11. Memberi Informasi kalo menghujat Linux berarti menghujat polisi (Gw ikut lo ke penjara El Zafir: “POLICE SUX”)
    12. Hujat, hujat, dan lebih menghujat lagi (BTW, ini pencemaran nama baik juga kan ya? Gak lo tuntut mereka, El? You’re so kind!)

    So, dari komentar yang sejauh ini gw baca, cuma 1 komentar yang mengemukakan keunggulan linux (networking… yeah right) secara system atau program yang mensupport linux. The Million Dollar Question yang ditanyakan El Zafir tidak pernah dijawab semenjak saat itu. Apakah ini suatu pertanda implisit dari linux zealots itu sendiri?

    • sevenco mengatakan:

      inferior ketimbang windows? maaf, menurut saya ini adalah delusions of grandeur utk menutupi impotensi diri. kenapa impoten? out of the box, linux bisa melakukan jauh lebih banyak hal ketimbang windows. ingat, out of the box.

      ketika baru diinstal, pengguna linux sudah punya berbagai aplikasi untuk kebutuhan sehari2 maupun yg-tidak-terlalu-sehari2 dengan kualitas yg memadai bahkan setara (jika tidak lebih baik) dengan program komersil windows. word processing, spreadsheet, presentation design, internet browser, email client+PIM, IM, image editing, entertainment (games sederhana, dvd player, music player).

      bandingkan dgn windows, ketika baru diinstall windows sendiri menyarankan anda harus menginstall antivirus (not included). aplikasi yg dipunyai hanya text editor (notepad), editor dokumen sederhana (wordpad), kalkulator, program gambar2 yg hanya cocok untuk anak2 (mspaint), games sederhana yg sudah berumur 2 dekade lebih tanpa peningkatan (solitaire, minesweeper), browser yg tidak aman (IE), dan email client sederhana (OE). satu2nya aplikasi yg cukup ‘wah’ adalah media playernya (WMP) yg sebenarnya bukan untuk pekerjaan serius. agar dapat melakukan pekerjaan standar yg lebih serius, pengguna harus menginstall program seperti MS Office dan adobe photoshop/paint shop pro yg harganya (jika anda tidak membajak) bisa lebih mahal dari komputer anda sendiri. belum lagi jika ingin melakukan pekerjaan spesifik seperti adobe premiere (seperti don zafir yg katanya filmmaker, pasti amatir karena masih pake bajakan), CS suite (jika anda desainer), visual studio (jika anda programmer), mapinfo (jika anda GIS engineer), SAP (jika anda menghandle korporasi dgn capital value trilyunan), TEMS (jika anda network planning engineer), dll yg lisensinya berkisar antara ratusan dollar untuk selamanya hingga puluhan ribu dollar (untuk setahun saja).

      tapi itu untuk pengguna serius, kan yg dibahas di sini pengguna awam. pilihan yg lebih bijak adalah menggunakan software yg kualitasnya bagus dgn harga yg tidak mahal, bukan dgn membajak karya orang dgn alasan “skala pribadi”. linux sendiri bisa sangat serius jika diinginkan, malah didesain untuk pekerjaan2 serius yg sayangnya gak banyak diperhatikan orang (jadi server, firewall, aplikasi2 back end) akhirnya jadi taken for granted. internet yg anda kenal sekarang ini gak akan ada kalo gak ada komputer2 linux/unix like yg menjalankannya, dan itu sangat serius. try that on windows, biar anda tahu mana sebenarnya yg “inferior”.

      • Don Zafir mengatakan:

        Ngomongin kok “out of the box”.
        Yap, out of the box Linux memang lebih menyediakan banyak program yang lebih baik dibandingkan Windows. Tapi untuk expansi setelah “dikeluarin dari kotak”, Linux kalah jauh.

        Memang, artikel ini tentang pengguna “awam” (dalam arti awam IT, bukan awam segalanya), tapi fakta bahwa Linux menyediakan program-program yang tidak lebih baik (contoh: GIMP<Photoshop, OO.o<MSOffice 2007, Cinelerra<Premiere, Pidgin<YM/WLM, games, etc) dari apa yang mungkin bisa di dapatkan dengan platform Windows DAN OS X, membuat Linux hanya menjadi second class di mata pengguna non-IT individual.

        Well, dan ya, gua filmmaker amatir. Atau lebih tepatnya, independen.

    • sevenco mengatakan:

      Ya, lalu apa benefitnya untuk Linus Torvalds?

      benefitnya? let’s see, diakui dan terkenal seluruh dunia sebagai pemrakarsa linux? kepuasan karena melihat karyanya berkembang pesat dan memberikan kontribusi berarti? mendapat pahala? semua itu BENEFIT. kecuali anda salah persepsi dan yg anda maksud adalah PROFIT. torvalds sendiri adalah engineer, seorang scientist, passionnya terhadap ilmu, bukan uang semata. dan dia juga gak miskin kok hanya karena kernel linux disebarin gratis dan open source. dia punya pekerjaan dan dibayar lumayan sehingga gak harus ngebajak adobe premiere utk bikin film (pasti film amatir ato film gak laku tuh, gak ada duit buat modalin beli lisensi).

      Diberikan penguasa?
      Hahahaha. Konyol. Jangan masukin argumen “big brother” dalam hal ini.
      Gua bebas memilih apa yang gua mau.
      Itu bukan diberikan.

      bebas memilih apa yg anda mau di windows? contoh sederhana, bisa anda memilih utk memindahkan tombol X utk menutup window dari pojok kanan atas ke tengah, kiri, ato bawah? bisa anda mengganti logo bendera windows di start button dgn gambar lain? bisa anda memindah2 posisi/menyembunyikan system tray dari taskbar anda? bisa saja sih, dgn sedikit hacking yg ilegal menurut lisensi windows, tidak ilegal jika itu open source. anda itu diberikan semua itu tanpa kemungkinan (yg legal) utk menentukan selera anda sendiri, dan anda pikir anda bebas memilih? don’t make me laugh.

      Dan gua gak memilih Linux untuk kerjaan sehari-hari, karena Linux BAPUK. PAHAM?

      jangan ngatain OS lain bapuk hanya karena anda kerja membutuhkan adobe premiere di windows (yg dua2nya mungkin bajakan). buat orang lain, mungkin windows yg lebih bapuk, apalagi windows bajakan. sikap anda yg bigot fanatik chauvinist justru mencerminkan exactly zealots yg katanya anda benci, dan itu menandakan anda munafik (membenci orang lain padahal sendirinya…).

      oya, anda masih utang pada saya utk menunjukkan bagian mana yg mewajibkan software harus gratis pada GNU GPL. saya tunggu loh.

      • Don Zafir mengatakan:

        benefitnya? let’s see, diakui dan terkenal seluruh dunia sebagai pemrakarsa linux? kepuasan karena melihat karyanya berkembang pesat dan memberikan kontribusi berarti?

        Oh, jadi untuk EGO? Oke dimengerti.

        anda itu diberikan semua itu tanpa kemungkinan (yg legal) utk menentukan selera anda sendiri, dan anda pikir anda bebas memilih? don’t make me laugh.

        Tentu saja. Gua bebas memilih. Gua pilih Windows. Kalo gak suka, gua tinggal ganti ke OS X. Simpe. Gampang. Dan memindahkan tombol X itu hal yang irrelevant. Dan gak produktif (ini opini -red).

        jangan ngatain OS lain bapuk hanya karena anda kerja membutuhkan adobe premiere di windows (yg dua2nya mungkin bajakan).

        So? Gak usah sok suci soal bajakan-bajakan. Bilang Anda kalo gak pernah beli DVD bajakan, atau download MP3 bajakan di Internet, baru gua anggep itu omongan loe.

        buat orang lain, mungkin windows yg lebih bapuk, apalagi windows bajakan. sikap anda yg bigot fanatik chauvinist justru mencerminkan exactly zealots yg katanya anda benci, dan itu menandakan anda munafik (membenci orang lain padahal sendirinya…).

        Jangan bercanda. Gua gak mendukung Windows doang. Gua mendukung Windows DAN OS X. Atau dengan kata lain, menunjukkan ketidaksempurnaan Linux yang selama ini kalian sanjung-sanjung.

        Dan, Bigot fanatik chauvinist? Kalau Anda baca artikel dan comment-comment dari gua di sini, akan jelas keliatan kalau gua menggunakan Linux di salah satu PC gua di rumah. Untuk server. Dan sebagai orang yang juga mempunyai akses ke Linux, gua bisa bilang kalo Linux itu bapuk untuk pekerjaan yang matter.

  110. […] reminds me of one of my friend’s post, El Zafir’s Gua Benci Linux (Sorry, it’s in Bahasa Indonesia). He was despised by the fact that linux zealots intimidates […]

  111. sevenco mengatakan:

    Dan dalam hal ini, “awam” itu:
    1. orang-orang “non-IT” yang bekerja secara “serius”. Mereka awam terhadap “IT” itu sendiri (contoh: programming, compiling, dsb.), tapi gak terhadap “keseriusan” pekerjaan mereka.
    2. pengguna komputer yang gak peduli sama OS nya selama kerjaannya beres.

    Dan kerjaan “serius” itu dengan kerjaan yang menggunakan komputer melebihi dari SEKEDAR email, browsing, wordprocessing, dan chatting. Contoh, edit movie, audio engineering, kantoran dengan sistem email teringerasi (MS Exchange), dll.

    teman saya seorang manajer VAS and content pada sebuah perusahaan telco besar di indonesia. dia bekerja secara serius, gak peduli sama OSnya selama kerjaannya beres, tebak OS apa yg dipake? Red Hat. gak bisa kerja dia kalo pake windows XP bawaan laptopnya.
    untuk yg lebih awamnya, teman saya seorang officer di bidang logistik di pertamina. kerjaan serius, dan gak terlalu peduli OS apa yg dipake selama kerjaannya beres. OS apa yg dipilihnya buat kerja setiap hari (SAP R/3)? ubuntu.
    ponakan saya, kelas 6 SD, lagi seneng facebookan dan blogging (kerjaan serius, untuk anak kelas 6 SD), hanya pernah pake windows selama ini, tidak mengalami kesulitan apapun ketika menggunakan ubuntu pertama kali. tidak peduli apa OSnya, toh bisa facebookan juga. malah dia lebih suka ubuntu karena lebih banyak yg bisa dia lakukan.
    berarti linux masuk kategori 2 poin anda soal pengguna “awam”.

    Counter argumen gua:

    1. Google perusahaan IT. ‘Nuff said.

    2. Pengacara yang Anda sebut..
    ..menggunakan Linux untuk “menghemat uang”, mereka punya lebih dari 1 komputer. Jadi, mereka menggunakan Linux bukan karena Linux itu lebih bagus dari Windows/OS X, tapi karena gratis. Kalau Windows dan OS X juga gratis, gua yakin mereka gak akan nyentuh Linux.

    1. what’s your point?
    2. anda tidak menangkap poin saya. yg saya mau bilang itu anda salah kalo bilang browsing, chatting, email, word processing adalah kerjaan non-serius. ini bukan masalah OSnya, toh mereka kan “awam”. sudah paham sekarang?

    • Don Zafir mengatakan:

      teman saya seorang manajer VAS and content pada sebuah perusahaan telco besar di indonesia. dia bekerja secara serius, gak peduli sama OSnya selama kerjaannya beres, tebak OS apa yg dipake? Red Hat. gak bisa kerja dia kalo pake windows XP bawaan laptopnya.
      untuk yg lebih awamnya, teman saya seorang officer di bidang logistik di pertamina. kerjaan serius, dan gak terlalu peduli OS apa yg dipake selama kerjaannya beres. OS apa yg dipilihnya buat kerja setiap hari (SAP R/3)? ubuntu.
      ponakan saya, kelas 6 SD, lagi seneng facebookan dan blogging (kerjaan serius, untuk anak kelas 6 SD), hanya pernah pake windows selama ini, tidak mengalami kesulitan apapun ketika menggunakan ubuntu pertama kali. tidak peduli apa OSnya, toh bisa facebookan juga. malah dia lebih suka ubuntu karena lebih banyak yg bisa dia lakukan.
      berarti linux masuk kategori 2 poin anda soal pengguna “awam”.

      Yap. Itu adalah pengecualian. Market share dan return rate dari netbook berisikan Linux gak bisa bohong.
      Dan, Windows, Windows, Windows, dari tadi ngomongin Windows..
      OS X gak pernah dilirik.

      1. what’s your point?
      2. anda tidak menangkap poin saya. yg saya mau bilang itu anda salah kalo bilang browsing, chatting, email, word processing adalah kerjaan non-serius. ini bukan masalah OSnya, toh mereka kan “awam”. sudah paham sekarang?

      1. Perusahaan IT itu definisi terjauh dari pengguna “awam”.
      2. Tapi argumennya gak nyambung. Mereka pake Linux karena mereka cuma butuh itu dan mau hemat duit, bukan karena Linux lebih baik.
      Dan ya, itu kerjaan non-serius, karena browsing, chatting, email, dan ngetik adalah kerjaan yang bisa dilakukan anak SD.
      Tapi apa yang mereka cari saat browsing, apa yang diomongin saat chatting dan email-emailan, dan apa yang diketik itu baru pekerjaan seriusnya. Pengacara ini contoh pengguna Linux yang gua kagumi.

  112. sevenco mengatakan:

    Ya, tapi hanya berlaku dimana hukum itu berlaku.
    Gua gak berada di Indonesia.
    guess again. pasal 2 UU ITE: “Undang‐Undang ini berlaku untuk setiap Orang yang melakukan perbuatan hukum sebagaimana diatur dalam Undang‐Undang ini, baik yang berada di wilayah hukum Indonesia maupun di luar wilayah hukum Indonesia, yang memiliki akibat hukum di wilayah hukum Indonesia dan/atau di luar wilayah hukum Indonesia dan merugikan kepentingan Indonesia.”

    ternyata anda tidak secerdas yg anda kesankan.

    • Don Zafir mengatakan:

      Haha.
      Lucu.
      Yang gua lakukan sebelumnya, itu adalah opini gua.
      Dan itu lah pendapat gua mengenai polisi. Apa UU ITE itu cuma berlaku untuk opini yan positif aja? Gua gak menyebar fitnah, dan itu murni opini.
      Itu bukan pencemaran nama baik, karena memang tidak ada nama baiknya.
      Anda munafik kalo gak setuju dengan gua.

      Ternyata Anda terlalu bernafsu untuk menjatuhkan gua.

  113. rafff mengatakan:

    “…inti dari Linux dan open source adalah kebebasan. Tapi kapankah kalian sadar bahwa kebebasan selalu membawa kehancuran?”

    Maksudnya apa ya dengan pernyataan tersebut? ……
    kehancuran bagi Microsoft ya? Kalo itu sih gw sepakat, karena tahun ini laba Microsoft turun drastis ditambah PHK ribuan karyawannya dan baru-baru ini pihak Microsoft meng”obral” softwarenya untuk warnet. Open License windows vista +Office2007+software berguna lainnya cuman $68. kasian.. kesannya panik gtu melihat perkembangan opensource.

      • Don Zafir mengatakan:

        Menurut hemat gua, MS ngejual mayoritas OS nya dalam bentuk OEM, pre-installed di laptop/desktop dari vendor-vendor hardware.

        Kalo ngeliat berita ini, http://www.electronista.com/articles/09/04/15/idc.pc.share.q1.2009/,
        jelas keliatan kalo penjualan hardware juga anjlok (karena krisis ekonomi).

        Jadi, menurut gua, ini gak ada hubungannya dengan masalah Linux > Windows, ini cuma masalah ekonomi.

        Satu lagi, menurut pengalaman gua (gak ada citation), mayoritas pengguna Linux ngedownload Linuxnya setelah mereka beli komputer; jumlah yang beli dengan Linux pre-installed sangat sedikit, dan cuma ada beberapa vendor yang supply Linux out-of-the-box (i.e. Dell, Asus di EEE-nya, MSI di Wind-nya, gPC, dan beberapa lainnya).

        Itulah masalahnya dengan Linux, Linux gak memberi insentif untuk para pengguna Windows, apalagi OS X, untuk migrasi, kecuali:
        Gratis (tapi mayoritas pembeli komputer gak mau install sendiri, jadi biasanya beli yang pre-installed, yaitu Windows)

        Orang-orang yang udah terbiasa dengan program-program komersil kayak Photoshop atau Word, maunya tetep gunain program itu. Dan begitu tau Linux gak bisa jalanin program-program itu out-of-the-box, mereka langsung gak tertarik.

        Liat strategi Apple yang mensupport MS Office 2008 dan Windows di hardwarenya (dengan BootCamp), itu bikin penjualan Apple meningkat. Karena Apple tau, pengguna cuma akan migrasi kalau bisa tetep gunain program yang mereka udah terbiasa. Untuk apa belajar sesuatu yang baru dan terjebak dengan program yang inferior (GIMP, Cinelerra, Pidgin, etc)?

      • jazznuno mengatakan:

        “jelas keliatan kalo penjualan hardware juga anjlok”

        karena krisis ekonomi udah jelas, salah satunya konsumen menahan diri untuk melakukan upgrade hardware.
        bisa kita kaitkan, dengan menggunakan Linux umur hardware jadi lebih panjang, ga perlu ganti hardware cuma karena ada OS versi baru.

        “Untuk apa belajar sesuatu yang baru dan terjebak dengan program yang inferior (GIMP, Cinelerra, Pidgin, etc)?”

        manusia adalah mahluk di bumi ini yang mampu bertahan dari kepunahan. caranya dengan belajar dan mempelajari sesuatu yang baru dan bermanfaat.

        justru saya ga mau terjebak kedalam lingkaran ganti versi Os ganti hardware, scan virus dan download antivirus, format dan install ulang

  114. sevenco mengatakan:

    Oh, jadi untuk EGO? Oke dimengerti.

    tidak, anda pikir anda mengerti padahal sebenarnya tidak. ego adalah ketika anda mementingkan diri anda sendiri. yang dilakukan torvalds adalah memberi kontribusi sesuai yg dia mampu kepada masyarakat dan mengajak masyarakat utk ikut berkontribusi, itulah open source. jika GNU linux adalah bangunan, yg dilakukan torvalds adalah meletakkan batu pertama dalam fondasinya (kernel). satu batu gak akan berarti apa2, tapi karena dia mengundang masyarakat lain untuk ikut berkontribusi, batu itu bisa jadi bangunan yg sekarang cukup besar. jadi ini jauh dari ego.

    Tentu saja. Gua bebas memilih. Gua pilih Windows. Kalo gak suka, gua tinggal ganti ke OS X. Simpe. Gampang. Dan memindahkan tombol X itu hal yang irrelevant. Dan gak produktif (ini opini -red).

    dan jika windows ato OS X tidak cukup baik? beberapa konsumen (misalnya instansi pemerintah, menangani urusan strategis) ingin software yg bisa mereka awasi cara kerjanya (artinya harus bisa dilihat source codenya). urusannya keamanan negara tuh. mereka juga ingin software yg customized sesuai kebutuhan mereka. ini gak bisa dilayani windows atau OS X yg closed source.

    So? Gak usah sok suci soal bajakan-bajakan. Bilang Anda kalo gak pernah beli DVD bajakan, atau download MP3 bajakan di Internet, baru gua anggep itu omongan loe.

    saya gak sok suci, saya cuma bilang jangan anda menjelek2kan linux hanya karena anda tidak membutuhkan linux (karena bagi mereka yg membutuhkan, linux is just fine). saya juga sudah tunjukkan bahwa ada orang2 yg tidak menganggap windows ato OS X memadai atau segitu pentingnya untuk kerjaan serius mereka, toh mereka cukup bijak utk tidak menjelek2kan dua OS itu. kalau personal flavor anda adalah windows, ya sudah pakailah windows, orang lain punya personal flavor sendiri2. saling respek aja lah.

    trus soal bajakan, hanya karena orang lain juga pake bajakan tidak menjustifikasi anda utk pakai bajakan juga. gw juga punya MP3 dan DVD bajakan, tapi itu gw nikmati utk kepentingan pribadi dan sebagai konsumen akhir, artinya gw gak mengambil profit darinya. in a sense, itu mungkin masih fair use dan dikecualikan dari pelanggaran kekayaan intelektual. lucu sebenarnya kalo mikir bahwa anda ‘mencuri’ software karya orang lain untuk membuat karya (film) yang mungkin anda komersilkan, sementara anda menghujat open source yang anda salah kira memungkinkan orang lain dapat mencuri karya anda untuk kemudian dibuat karya baru dan dikomersilkan. anda seharusnya sudah menghujat diri anda sendiri jika anda konsisten.🙂

    Jangan bercanda. Gua gak mendukung Windows doang. Gua mendukung Windows DAN OS X. Atau dengan kata lain, menunjukkan ketidaksempurnaan Linux yang selama ini kalian sanjung-sanjung.

    dan saya juga sudah menunjukkan ketidaksempurnaan windows (dan OS X) yg di posting ini anda bela sepenuh jiwa, just like a zealot.🙂

    Dan, Bigot fanatik chauvinist? Kalau Anda baca artikel dan comment-comment dari gua di sini, akan jelas keliatan kalau gua menggunakan Linux di salah satu PC gua di rumah. Untuk server. Dan sebagai orang yang juga mempunyai akses ke Linux, gua bisa bilang kalo Linux itu bapuk untuk pekerjaan yang matter.

    dan jadi server itu gak ‘matter’ gitu? kalo gak matter kenapa anda butuh server? kenapa pula anda memakai linux untuk server itu? kan ada windows dan OS X utk kerjaan yg matter? tell me, anda ini dangkal atau munafik sih?🙂

    • Don Zafir mengatakan:

      tidak, anda pikir anda mengerti padahal sebenarnya tidak. ego adalah ketika anda mementingkan diri anda sendiri.

      Well, bung, gua cari definisi ego di Princeton, dan ini yang gua temukan: an inflated feeling of pride in your superiority to others.
      tidak ada hubungannya dengan “mementingkan diri sendiri”. Dan benefit yang di dapatkan Torvalds adalah tepat seperti definisi itu.

      dan jika windows ato OS X tidak cukup baik? beberapa konsumen (misalnya instansi pemerintah, menangani urusan strategis) ingin software yg bisa mereka awasi cara kerjanya (artinya harus bisa dilihat source codenya).

      Anda udah OOT di sini, jadi gua gak akan tanggapi. Kita ngomongin pengguna “awam”, bukan “beberapa konsumen”. RTFA!

      saya gak sok suci, saya cuma bilang jangan anda menjelek2kan linux hanya karena anda tidak membutuhkan linux (karena bagi mereka yg membutuhkan, linux is just fine).

      Jadi harus dipuji-puji? Kapan bisa maju?
      Ya, orang yang cuma perlu jalan-jalan deket ato gak punya duit, angkot is “just fine”. Tapi gak membuat angkot lebih baik dari Mercedes atau BMW. Argumen “just fine” gak relevan disini.

      trus soal bajakan, hanya karena orang lain juga pake bajakan tidak menjustifikasi anda utk pakai bajakan juga. gw juga punya MP3 dan DVD bajakan, tapi itu gw nikmati utk kepentingan pribadi dan sebagai konsumen akhir, artinya gw gak mengambil profit darinya. in a sense, itu mungkin masih fair use dan dikecualikan dari pelanggaran kekayaan intelektual.

      Gua pake bajakan karena gua PENGEN pake bajakan. Yang gua bilang adalah, kalo ELO (dan elo-elo) masih ada DVD bajakan (terserah untuk tujuan apa pun), jangan sekali-sekali bilang membajak software itu haram, dsb. Pembajak tetap pembajak. Kalian cuma cari justifikasi. Anda kayaknya terlalu dense ya, Anda “beli” kan DVD bajakannya? Itu udah menguntungkan para pembajak dan penjual DVD bajakan. Kalau mau ngomong “haram”, itu duit yang mereka pake makan, haram. Dan Anda yang secara sadar membeli barang haram tersebut juga ikut dosa. Jadi, jangan munafik soal make Linux, dan men-despise orang yang pake Windows ato OS X bajakan!

      lucu sebenarnya kalo mikir bahwa anda ‘mencuri’ software karya orang lain untuk membuat karya (film) yang mungkin anda komersilkan, sementara anda menghujat open source yang anda salah kira memungkinkan orang lain dapat mencuri karya anda untuk kemudian dibuat karya baru dan dikomersilkan. anda seharusnya sudah menghujat diri anda sendiri jika anda konsisten.

      Oh, sorry, film gua bukan film komersil.
      Dan masalah open source yang bisa mengambil hasil karya orang tanpa begitu saja cuma salah satu dari poin gua.
      Dan gua adalah PIRATE. Kayaknya gua udah made that clear.

      dan jadi server itu gak ‘matter’ gitu? kalo gak matter kenapa anda butuh server? kenapa pula anda memakai linux untuk server itu? kan ada windows dan OS X utk kerjaan yg matter? tell me, anda ini dangkal atau munafik sih?

      Bla bla bla, kita dari tadi disini ngomongin DESKTOP! Jangan ngomongin server disini. Gak relevan. READ THE FUCKING ARTICLE!

      Dan iya, server gak ‘matter’, karena server itu bagian dari infrastruktur jaringan. Dia disana hanya untuk ‘melayani’ (hence: server) client-clientnya. User bekerja dan menjadi produktif bukan di depan server. Kecuali Anda bukan pengguna “awam”, dan itu udah way beyond the scope of this article.

  115. resilla mengatakan:

    oohh jd krn ini toh si souza tiba2 nanya artinya imbuhan me-i pd kata menghargai. Iklan dikit deh, oot bodo amat, biar ga ambigu ttg makna positif negatif dr suatu kata kerja, menurut gua menghargai itu bisa aja diartikan sebagai menilai atau memberikan nilai. Ya ntah itu nilai positif atau negatif, suka2 orang yg nilai.

    anyway, gw pengguna linux sih, tp ga sampe nyembah2 dan merasa superior (it kinda remind me of someone I know). gw gunain linux merely for my work dan gua masi gunain windows sehari2 krn ada beberapa hal yg ga bs gua lakuin di linux, contoh: painting (GIMP mana bisa jd sepowerful corel painter). tp ga bela windows jg krn bagi gua windows terlalu manja.

  116. sevenco mengatakan:

    Ngomongin kok “out of the box”.
    Yap, out of the box Linux memang lebih menyediakan banyak program yang lebih baik dibandingkan Windows. Tapi untuk expansi setelah “dikeluarin dari kotak”, Linux kalah jauh.

    loh, ada larangan utk membahas mana yg lebih unggul out of the box? kalo yg dikomparasi adalah OSnya, bukan OS+third party applications (yg bisa beda2 konfigurasinya tergantung kebutuhan, bisa juga bajakan), sudah jelas desktop linux lebih usable (baca:unggul) dari desktop windows.

    Memang, artikel ini tentang pengguna “awam” (dalam arti awam IT, bukan awam segalanya), tapi fakta bahwa Linux menyediakan program-program yang tidak lebih baik (contoh: GIMP<Photoshop, OO.o<MSOffice 2007, Cinelerra<Premiere, Pidgin<YM/WLM, games, etc) dari apa yang mungkin bisa di dapatkan dengan platform Windows DAN OS X, membuat Linux hanya menjadi second class di mata pengguna non-IT individual.

    saya tidak mengerti apa yg anda maksud dgn program linux tidak lebih baik dari program windows. it’s good enough to get the job done, if nothing else matters. anda bilang definisi awam adalah tidak peduli pake OS apapun asal kerjaannya selesai. well, kalo mau konsisten harusnya juga tidak peduli menggunakan software aplikasi apapun asal it gets the job done. contohnya ponakan cewek kelas 6 SD saya, dia langsung suka ubuntu kali pertama memakainya bahkan setelahnya minta laptopnya diinstal ubuntu saja, true story. kenapa? karena user experiencenya sama saja, halaman facebook dan blogspotnya tidak berubah, chatting YM via pun pesannya tidak berubah hanya karena pakai pidgin.

    Well, dan ya, gua filmmaker amatir. Atau lebih tepatnya, independen.

    baiklah, that explains tidak adanya modal buat beli perangkat kerja yg legal.. *roll eyes*

    • Souza Nurafrianto mengatakan:

      Hmm, pendapat bias. “Get the job done” tergantung dari level dari pengguna itu sendiri. Jelas photographer punya kebutuhan yang lebih dari anak kelas 6 SD untuk “get the job done”. El Zafir di sini secara implisit mengutarakan kalau “get the job done” lebih ke arah pengguna awam IT yang menguasai bidang tertentu.
      Analogi yang anda sampaikan tidak salah, namun tidak cukup kuat untuk memperdebatkan kenapa Linux lebih baik dari windows (dengan menggunakan analogi nak kelas 6 SD? Mungkin ada contoh lain untuk bidang spesifik lainnya seperti photograper atau film-maker yang lebih kuat dan matter untuk dibandingkan?)

      • sevenco mengatakan:

        saya coba menggunakan contoh yg sederhana untuk pikiran lawan yg sederhana. sebelumnya saya sudah mengemukakan 2 user ‘serius’ lain, manajer VAS di salah satu operator telco dan staff logistik di perusahaan migas dalam negeri yg menggunakan SAP. dua2nya menggunakan linux to get the job done. maaf saja, kalau pekerjaan ‘serius’ selalu dihubungkan dgn edit foto, video, atau audio, saya pikir itu adalah cerminan ego orang2 yg bekerja di industri itu saja (salah satunya penulis blog ini). apa pekerjaan si manager VAS dan officer logistik tadi tidak serius? nilai transaksi harian yg mereka handle bisa lebih besar dari proyek film/foto/musik, dan duit itu matter, kawan.

    • rafff mengatakan:

      tapi fakta bahwa Linux menyediakan program-program yang tidak lebih baik (contoh: GIMP<Photoshop, OO.o<MSOffice 2007, Cinelerra<Premiere, Pidgin<YM/WLM, games, etc)

      Photoshop,Office2007 dan lainnya bisa koq di Linux
      Gimp,OO.o bisa jg di windows

      lebih baik atau tidak, tergantung selera dan skill person-nya. Bisa saja skilled tp gak sesuai selera jdinya gak suka atau selera tinggi skill dipaksakan jadinya stress. selera dan skill seimbang, pastinya gak masalah dong.

      Dalam hal pengoperasian, Linux dan Windows biasa aja. Tapi dari segi finansial dan keamanan, Linux is better.

  117. wildan08 mengatakan:

    saya menghargai don zafir atas pembuatan artikel ini. mohon saran. terima kasih.

    • rafff mengatakan:

      saya juga menghargainya. Menurut saya tulisan seperti ini perlu, at least, para pengembang linux bisa memahami dan mengetahui kendala-kendala yg dihadapi oleh pengguna awam. terima kasih don.

  118. Andre mengatakan:

    klo saya pribadi kok berpendapat gini ya
    linux itu mungkin untuk org yg sedikit banyak ngertilah dunia IT entah dr programing,network admin, dll krn memang banyak distro linux untuk beberapa tujuan semisal server data,editing,programing jg dr sisi hardware linux ga minta terlalu tinggi untuk spek nya ya klo mau pake os lain ya monggo ga usah lah mengatakan ini baik itu jelek, yg saya pegang virus di dunia ini hampir 98 % semua berjalan di win*** kan? klo memang tante om katakanlah org biasa yg ga ngerti IT memang disarankan pake win tp ttp aja rentan virus kan, intinya kita sebagai pengguna kan cm mengambil sisi keuntungan aja dr macam2 os trsb jadi ya sudah ada sesuaikan saja dengan kebutuhan krn semua ada kelebihan dan kekurangan, saya pake ubuntu server edition Rp. 0/cd untuk data bank dengan samba service di warnet saya ckp dengan pentium II dan 22 client pake win ori Rp. 800 rb/cd nah liat kan bedanya 1 pc lawas melayani 22 client dgn resource minim, virus dgn mudah dibabat dgn cmd veto file ga perlu anvir, bagaimana? dan seberapa kuat klo win 2000 server jalan di Pentium II plus klo kena virus conficker yg menyrang network service ? inilah bentuk plus minus dr macam2 OS jadi sesuaikan dengan kebutuhan ga usah munafik klo memang memakainya

  119. cidlinux mengatakan:

    benci linux toh? tapi gapapa kok…. coz saya sebelum full memakai linux….juga sempet benci pula dengan linux… yah gimana lagi mau itu mau ini gak semudah windows…. bener2 menjengkelkan tau gak linux itu?? bikin orang gak bisa tidur semaleman bikin aku kurus dsbgnya, hehehehehe….. tapi dari sesuatu yang aku benci ternyata bisa menjadi yang aku suka….. hehehehehe…. aapa yang aku suka… logo penguinnya yang bikin aku kesengsem… he he he😛😛 :P…. makannya betah…. coba klo windows pake logo penguin…. pasti nempelnya ke windows melulu…. hehehehehe….

    linux itu sulit kok…. tapi klo percaya dengan pepatah “setelah kesulitan pasti ada kemudahan” pasti linux itu mudah….

    btw aku linux super newbie, coz gak kenal linux sama sekali sebelum memakai linux? nih juga baru kemaren kenal ama keyboard… hehe hehehe….

    fun2 aja ah…. jangan pada berantem ahhh…. saya setuju dengan judul “gue benci linux” gw mah malah gak kenapa2 secara dulu juga sama pernah benci linux juga hehehehehehe….

    peace man and women…

    salam dari cidlinux (cid cid cuid kemericid)
    pclinuxos-id.org

  120. kifly mengatakan:

    YANG DIATAS SEMUANYA CUMAN OMONG KOSONG!! BIKIN SONO SISTEM OPERASI SENDIRI,, BISANYA CUMAN REMASTERING PUNYA ORANG.. GOBLOK LU SEMUA!

    • cidlinux mengatakan:

      @kifly
      emang saya goblok lah…. lah secara gw juga bukan orang TI/Linux/Komputer…. gw juga ga ngerti cara nginstall OS….

      mas kifly punya OS sendiri mana yah share donk? sepertinya jago bikin linux from scratch… nih…. bagi2 donk ilmunya…

  121. polar mengatakan:

    Keduanya an yg lain (mo linux,windows,mac os,dos,minix, unix, solaris,dll)cuma tools aza kan, yg manapn jgn dijadiin idealisme an gak pntes dijadiin idealisme.

  122. reva mengatakan:

    betul, om, apaan, tu linux, nyusain doang, banyak mau, apalagi slacware,
    windows juga, nyakitin ati, bikin muak, mau muntah gua, start dari jaman batu dikiri mulu, kaga muak lo,,,,,,,,,,,,,, bsd juga, sama aja, item,———————- doang, unix, juga, semua sama aja, ….mendingan pake kalkulator, aman, jelas, tinggal beli di si enkoq, ya ngg, pake kalkulator aja lo mas……………

  123. realsifo mengatakan:

    yup ubuntu 9.04 dah keluar. ubuntu 9.04 boot hanya 30 detik.wow windows. xp ku 2 menit, vista mungkin 5 menit lebih. wew.

    linux ubuntu memang adalah saingan microsoft windows yang paling berat, karena gratis, stabil, lengkap, indah, dan mudah. halal lagi bisa didapat dengan cara apapun. (asal jangan nyuri cd temen aja🙂 )

  124. zymanq mengatakan:

    Saya suka belajar………………lho heuheue ga nyambung yah… iyah say suka belajar apapun, mo windows, mo linux, yang penting dipelajari bugs dan errornya and digunakan pada saat dibutuhin.

  125. wah hebat mengatakan:

    wah hebat buat judul blog, bisa dapat komen banyak enak neeh buat dapet hit banyak.

  126. wah hebat mengatakan:

    wah hebat bisa menarik komen segini banyaknya, kasih tau caranya dong

  127. kampre mengatakan:

    wah seru yah. wahahahaha
    gw si scara pribadi lebih suka windows yah. simple, ga ribet, n user friendly.
    dulu pernah mencoba beberapa macam distro linux, cuma disaat harus menginstall sebuah applikasi terkesan sangat ribet. cuma gak tau deh sekarang bagaimana di linux, apakah masi sama atau tidak.

    dulu teman ada yang mulai memakai linux dan terjadilah sebuah organisasi dimana dia dipilih sebagai ketua di kelas kita. ternyata baru beberapa bulan dia kembali lagi ke windows karena alasan kemudahan dan kepraktisan.

    di sini saya melihat bahwa manusia akan lebih suka terhadap hal hal yang bersifat praktis di diri mreka (terutama saya). mungkin bagi pengguna linux jika menganggap itu sudah cukup praktis bagi mreka, mreka akan senang menggunakan linux.

    namun bagi saya pribadi, saya masih lebih memilih windows karena sebagian pekerjaan saya hanya bisa dikerjakaan dengan menggunakan windows. [ n gamenya keren keren ^^ ]

    ya bagi yang suka menggunakan linux silahkan menggunakan linux, yang gemar windows silahkan, OS X silahkan. cuma patut di ingat, tanpa mreka smua, dunia IT mungkin tidak ada. apa salahnya keragaman. ^^

    CMIIW……

  128. jembut-mawut mengatakan:

    GITU AJA KOK REPOTTT…….

    LA WONG WEB NYA AJA GRATISAN…..
    OS NYA GRATISAN……
    MAU NGEBAHAS SOAL LINUX……..

    TAU APA KAU SOAL LINUX…….KERE SEMUA…..
    PADA NGOMONG SOAL OPERATING SYSTEM.
    OS PALELU PEANG….!!!

  129. Adhie mengatakan:

    Sekarang bandingin…banyak mana server yang pake linux sama server yang pake windows server???…Microsoft itu kapitalis…gw lebih pilih kebebasan daripada kapitalis…

  130. dombaberbulurubah mengatakan:

    ini jadi debat kusir begini

  131. alann mengatakan:

    Wah..wah..bagus neh, kalau saya sih setuju saja sama opini Bang Elzafir, salut ^^
    hehe..mau pake windows/ linux/ OS X terserah user masing2, gak usah dibikin ribut😀

    Gak perlu rasanya terlalu maniak terhadap salah satu OS yang ada sekarang, tinggal pakai aja kok pada rame..

    Enjoy aja v^PEACE^v

  132. lalalala mengatakan:

    buahahahaha *kocak..

  133. yobe mengatakan:

    suatu saat yg benci linux akan kembali sayang, seperti beberapa judul/syair lagu benci-benci tapi rindu munkin itu yang terjadi pada teman kita ini, suatu saat dia akan menyayangi lunux dgn sepenuh hati dan jiwa raganya.

  134. taradidi okko jambu mengatakan:

    orang ini benci karena gak tau cara pake Linux. berarti bodoh karena ada yang bisa tuh..

    • Don Zafir mengatakan:

      Hahaha. Men, lo bikin gua ketawa aja.
      Lo sok tau banget, nyet.
      Di ajarin ya sama nyokap lo?
      Kalo ngomong dipikir dulu, jangan keluarin dari lobang pantat lo doang. Lo kira lo udah jago dengan bisa “pake” Linux? Di internet juga banyak tutorial dan forum. Ga ngerti dikit tinggal cari di Google.

      Gua benci karena LINUX BAPUK. Bukan karena gak ngerti.

      Lo ngerti gak? Masuk gak ke otak lo? Apa harus dimasukin lewat pantat?

      Seenaknya lo masuk blog gua dan ngatain gua ‘bodoh’.

  135. radhita mengatakan:

    linux jebol

  136. bagosbanget mengatakan:

    wew,,, ngeri bro artikelnya. wahwahwah,,, panas,,,

    Pokoknya cinta linux lah aku,,, Hidup linux,,,,
    Mari kita buat virus windows!!! Huakakakakk,,,
    Makek linux berasa komputer banget deh komputerku,,, Kalo windows, semua orang juga bisa pakek. Kalo linux hanya orang ganteng dan orang cantik yang bisa pake ini. Bagi yang wajahnya jelek gak mungkin deh bisa pake ini. Soalnya OS ini spesial banget deh buat aku. Huakakakak,,,

    Say no to virus and antivirus!!!
    Saat ini jumlah virus windows : 2 juta lebih (kaspersky)
    Saat ini jumlah virus linux : 22 ekor (wikipedia)

    Saat ini jumlah dekstop enviroment windows : 1 (microsoft)
    Saat ini jumlah desktop enviroment linux : banyak dan berkembang.

    Saat ini harga windows asli : Mahal
    Saat ini harga linux asli : Gratis

    Saat ini pengguna windows asli dibanding bajakan : 20 % aja ah.
    Saat ini pengguna lnux asli dibanding bajakan : 100 % aja ah. Open source gitu lho!

    Huakakakak,,,
    Ayo pakai linux,,, PDKT ma open source.

    Pakai windows BAJAKAN dosa lho!!! Ingat itu!!!

    Damai bro!!!

  137. Zealot Linux mengatakan:

    busuk….
    cuma omdo kalo cuma jelek – jelekin doang, anak SD juga bisa,
    emang lo bisa bikin yang lebih baik dari Linux ?

  138. sudi mampir mengatakan:

    coba cek, server blog ini pake windows / mac?

  139. crscky mengatakan:

    Elzafir gak malu sebagai Pirate . . .
    knapa gua harus malu sbagai zealot ?

    Jelas. Gua mendeklarasikan diri gua sebagai ZEALOT.
    Arrrrr!!!!!

    • Don Zafir mengatakan:

      Ya. Tapi gua benci Zealot. Yang kayak elo. Yang banci pake nama palsu. Yang gak ada kontribusinya sama Linux (at least gua memberi kritikan. Lo pernah ngapain untuk Linux?)

      Makanya gua bikin ini postingan.

      • jack mengatakan:

        Don Zafir says: “Ya. Tapi gua benci Zealot. Yang kayak elo. Yang banci pake nama palsu. Yang gak ada kontribusinya sama Linux (at least gua memberi kritikan. Lo pernah ngapain untuk Linux?)

        Makanya gua bikin ini postingan.”

        Lhah… emang ente pernah ngapain untuk windows??? mbajak???

  140. hyu mengatakan:

    iyah mas… emang linux itu susah… makanya saya gabung ke id-ubuntu, sabily-user dan macem-macem group lain dimana kalo saya tanya 1 pertanyaan pasti kalo saya liat claws mail saya akan ada lebih dari 2 jawaban…
    kalo ngliat komen-komen diatas semuanya emang tergantung penggunaannya aja..
    slama ini kalo saya sudah cukup puas kalo make gimp ngapain saya harus beli windows +photoshop yang harganya sudah anda cantumkan di atas. saya memang menginstall windows xp di laptop saya yang lisensinya saya dapet free dari kampus dengan program msdaa-nya microsoft. tapi slama ini penggunaan sehari-hari tetep di ubuntu mas… dan emang bener sih.. susah.. kalo yang baca komen ini ga percaya.. coba aja install linux trus cobain tiap hari pasti ketahuan kalo linux itu susah…kalo emang udah mentok susahnya coba aja cari disini http://www.google.com pasti nemu banyak dokumentasi dari jaman baheula ampe dokumentasi yang paling baru… coba juga gabung ke grup… pasti anda akan kesusahan baca imel balesan dari anggota komunitas.

    Emang linux itu susah…..

  141. hazil mengatakan:

    he he he.. seneng juga nih membaca sekian banyak komen di sini.. cuma saya lagi membayangkan.. kalau suatu saat oom Bill membuat polling yang isinya “setujukah Anda MS Windows dan MS Office digratiskan?” kira-kira banyak mana yah yang menjawab setuju dengan yang menjawab tidak setuju?

    • Don Zafir mengatakan:

      Yah, bagi gua semua software itu gratis.

      • LINUXERS mengatakan:

        hehheeh OT TOK😛😛 kelihatan..lo gak bisa pake linux bilang ae..hhhehehe..
        gak pernah ngerasain nikmatnya usaha ya..kwkkw kasihan banget..di manja tok ki huhuhu..maluuuuuuu

      • LINUXERS mengatakan:

        @Don Zahir salam kenal ae..====>>hehheeh OT TOK😛😛 kelihatan..lo gak bisa pake linux bilang ae..hhhehehe..
        gak pernah ngerasain nikmatnya usaha ya..kwkkw kasihan banget..di manja tok ki huhuhu..maluuuuuuu

      • Don Zafir mengatakan:

        Kelihatan ya? Hmmm…. berarti antara lo buta atau lo ada penyakit jiwa.
        Gua cukup ahli dalam Linux yang BAPUK, gak penting, dan TAI KUCING itu.
        Gua pernah ngerasain nikmatnya usaha, pas gua coli trus ngencrot di muka nyokap lo…AHHHHHH

  142. Andri mengatakan:

    Sah saja prinsip anda, tetapi yang anda tulis soal linux ga ada point penting SALAH bung,
    saya edit lagu dan recording dengan linux, itu salah satu yang saya bikin bangga dan saya hanya sadar diri akan hal ekonomi saya yang ga bisa install software WINS tidak seperti anda (ga yakin juga sih :D) selagi anda mau beli (YANG ASLI) dan tinggal klik 2 kali langsung di pakai hak anda

    saya tunggu software wins yang anda pakai apakah sudah memberikan betapa wajar anda membenci LINUX

    • Don Zafir mengatakan:

      Hahahaha. Lucu.
      Lo pake software apa? Audacity? Yang juga ada di Windows?
      Kenapa gak lo sebut software lo?

      saya tunggu software wins yang anda pakai apakah sudah memberikan betapa wajar anda membenci LINUX

      Dan by the way, tolong selesaikan SD dulu, karena kalimat anda salah secara gramatik dan logika.

  143. Edward Ginting mengatakan:

    Manusia menciptakan linux bukan linux yang menciptakan manusia, manusia yang memberi kebebasan kepada linux, bukan sebaliknya.
    Bersyukurlah anda karena tidak hidup di rezim stallin karena bila stalin mendukung linux maka anda tidak akan bebas seperti linux. Berhubung anda orang kaya dan tinggi hati, sehingga berpendapat seperti itu. Pahamilah bahwa yang ada di pihak anda hanya bill gates … thnks

  144. ginx mengatakan:

    suka-sukamu lah situ… hhehehe. Mau anda benci, mau anda suka Linux itu kan hak anda, itu kebebasan buat anda. Tapi tolong Linux gak usah dijatuh-jatuhkan….
    Setiap OS pasti ada kekurangan dan kelebihannya, sekarang kembali ke anda, silahkan pake sesuai kebutuhan dan keperluan anda…

    yang jelas kita harus saling menghargai…

    Orang Linux menghargai kebebasan, ….

    • Don Zafir mengatakan:

      Ya tentu.
      Oh, sapa yang jatuhin Linux?
      Justru kalian yang “ngangkat-ngangkat” Linux.
      Dan ketika gua tunjukin yang sebenernya, maka jatuhlah dia.

      Pffft, tiap taun “The Year of Linux Desktop”. Developer Linux harus memperkerjakan desainer. Dan lebih sedikit programmer. Tanpa memperhatikan pengguna, Linux gak akan maju. Dan apa jadinya Linux tanpa pengkritik seperti gua? Apa jadinya kalo cuma ada orang-orang yang terima mentah-mentah apa yang dimuntahin Ubuntu (dan distro-distro lainnya). Dan gak mau mengakui bahwa GNOME, KDE, dll itu BAPUK dibanding interface OS komersial.

  145. donzafirshit mengatakan:

    @Don Zafir:

    saya orang pengecut seperti Don Zafir, saya benci linux juga loh..shit zafir… hehehehe
    tapi karena ada razia windows terpaksa deh pake ubuntu..:)

    Kalau kita mengutamakan kebebasan berarti kita juga bebas caci maki Don zafir.. shit🙂😀

    • Don Zafir mengatakan:

      Hahaha.
      Itu artinya lo TOLOL sampe kena razia.
      Mungkin emang nurun dari moyang lo, gen tolol nya.

      Gua juga menghargai kebebasan.
      Dan gua BEBAS ngapus komen lo ini.
      Tapi gua pengen dunia tau kelakuan rendah dan moral defensif dari para pengguna Linux kayak elo (yang notabene bikin gua benci sama Linux).

      Dan gua yakin kalo lo face to face sama gua, lo gak akan bisa ngebales satu pun perkataan gua.

  146. Taufan mengatakan:

    Mudah susah suatu OS tergantung usernya.

    Ada teman saya bilang, nggak mau beli laptop Mac karena susah. Padahal dia cuma nyoba2 bentar, nggak ngerti lalu bilang susah.

    Ada juga teman saya bilang, enakan pake Mac, cepat dan nggak pernah hang. Itu karena dia nggak pernah ngutak-ngatik Mac-nya dia. Karena salah satu teman saya juga, Mac-nya hang karena kebanyakan di utak-atik sana sini, install ini, install itu tambah virtual machine + ubuntu didalamnya.

    Saya juga pengguna produk microsoft dari DOS sampai Windows XP. Dan memandang Linux waktu itu kok ribet banget ya. Install aja kok baris perintahnya banyak banget.

    Tapi sekarang saya pengguna Linux sejati. Kenapa?
    Ya, karena sekarang lebih terbiasa dengan Linux dibanding XP. Banyak kemampuan terpendam Linux yang tidak diketahui pemakai Windows.

    Sama seperti mas Don, nggak terbiasa ya jgn dibilang benci.
    Kalo mau main game di PC ya jgn pake Linux, karena koleksi game2 di Windows belum bisa tertandingi sampai sekarang.
    Kalo mau setting design dan printing, ya pake Mac. Karena udah klop dengan mesin cetaknya.
    Kalo mau nyari security tinggi, hacker, gratis, bebas virus, biasa menjalankan banyak aplikasi bersamaan tanpa lelet, ya pake Linux.
    Mungkin nggak tau kan? memangnya film2 ternama hollywood di kerjaain pake apa kalo nggak Linux.
    Kalo pake Windows, wah..nggak tau kapan kelarnya.

    Jadi mendingan jangan bilang benci kalo nggak ngerti.

    • Don Zafir mengatakan:

      Gak. Lo salah. DAN SALAH BESAR!

      Mudah gak nya suatu OS adalah tergantung DESAINERNYA!
      Kecuali lo orang yang bener-bener munafik, baru lo bisa percaya sama kata-kata lo itu.

      Oh, oh. Kasian. Apa di dunia lo cuma ada Linux dan XP?
      Gak pernah terpikir pake OSX? Hmm? Jelas-jelas dari segi “kemudahan” penggunaan, OSX jauh lebih unggul. Terbukti dari market share.

      Dan, apa film-film ternama Hollywod BISA di edit tanpa Windows dan OS X? Linux gak ada support dari vendor-vendor software besar. Boleh aja lo-lo pada cari pengecualian-pengecualian yang gak berarti, tapi pada kenyataannya, LINUX DESKTOP BAPUK! Desainnya jelek. Gak kompatibel (oh, dan percaya gua disini. Gua udah coba mo install Linux di 4 laptop, dan cuma 2 diantaranya yang berhasil nge-load Live CD. Jangan bilang gua yang bego, karena kalo emang Linux itu “mudah” seperti yang congor lo bilang, at least masuk Live Desktop harus tanpa masalah).

      Jadi, jangan komentar kalo gak baca artikelnya.

  147. linus mengatakan:

    Jancuk!!!

  148. heiho mengatakan:

    paling ini curahan hati orang yang ga bisa pake linux..
    ngrengek2 sama ibunya minta diajarin tapi berhubung di keluarganya ga ada yang bisa yaudah dia dokem ga ngapa2in and cuma ngehina karya orang lain..

    KAYAK UDAH BISA BIKIN OS SENDIRI AJA LO.!!!
    PAKE NGOMONG YANG KAGA2 SAMA KARYA ORANG LAIN.!!!
    HAHAHAHA…

    • Don Zafir mengatakan:

      HAHAHAHAHA!

      Eh, tolol. Baca dulu baru komentar. Biar lo gak keliatan goblog. Jelas-jelas gua bilang gua pake Linux. Tapi gua punya kritik terhadap Linux. Yaitu: Linux BAPUK!

      Sama kayak MUKA LO!

      Pake nyuruh-nyuruh bikin OS sendiri! Lu bisa apa emangnya? Gua perkosa juga pantat lo!

  149. Chandra mengatakan:

    Hm… setuju jg sih kalau linux emang sulit untuk dipakai, terutama untuk user awam. Menurut saya hanya yang bener-bener ngerti OS dan agak mahir aja yang bisa install (partisinya susah bo’) dan menggunakannya untuk kegiatan sehari-hari. Saya rasa wajar-wajar aja mas elzafir mempunyai pandangan dan kritik ini.
    Merupakan pr serta masukan bagi para pengembang Linux nih untuk memperbaikinya agar Linux lebih mudah dipakai terutama untuk pengguna awam karena tidak semua orang pinter tentang OS, bahkan tidak peduli sama OS nya yang penting bisa untuk kerja, dengerin musik, internetan, dll.

    Saya juga pake Linux, tapi sudah lumayan mencukupi untuk keperluan sehari-hari. Namun masih jg dualboot dengan windows yang saya pakai untuk ngegame.

  150. 6123317 mengatakan:

    kepanjangan nih,,,

    Benci sama zaelot malah os-nya yg di jelek2in,,:-/

    gw pake ubuntu bwt kerja, xp bwt maen game dan iTunes.

    Tinggal mac nih, klo uda pake mac gw bakal ninggalin xp.

    sukses blognya pak

  151. unsiw mengatakan:

    hohoho……..
    damai bung…….
    Gw masi semangat nie blajar pake linux.
    ga da batasan waktu buat blajar(ampe uda ga bernyawa baru lese).^^’

  152. unsiw mengatakan:

    hohoho……..
    damai bung…….
    telat ne opini gw..
    Gw masi semangat nie blajar pake linux.
    ga da batasan waktu buat blajar.^^’

  153. Viant mengatakan:

    its ok.

  154. gentri mengatakan:

    aduuuh,,malah pada ribut,,,

    setuju sm mas elzafir klo linux ribet buat orang awam,, nah, jadi klo si orang awam mo pake linux kudu tanya2 dl deh sama yang jagoan linux,,,trus bilang aja kebutuhannya apa,,tar biar tuh jagoan yg urus instalasi,,,,nah yg jadi masalah lg, ngapain orang awam mo ribet2 kayak gitu,,kudu nyari si jagoan linux buat installin,,bisa2 kerjaan ga selesai2..mending tinggal bayar aja, beli windows plus install aplikasi yg laen,,nah yg jadi masalah lg, mau ga tuh orang awam ngeluarin duit segitu banyak buat semua yg berbayar,,,hehehe,,,jadi kayak lingkaran setan klo dipikirin mulu,,,

    jadi sesuai kebutuhan aja klo menurut gw,, sesuai kantong jg,, sesuai sama keinginan diri sendiri aja ,, mau ribet apa nggak,,, semua itu pilihan,,,

    sah-sah aja klo mas elzafir mengkritik,,,sah-sah aja klo yg mas elzafir bilang “linux Zealots” fanatik sama linux,,,la wong negara demokrasi,,

    semua udah pada dewasa kan? jadi ya positif thinking aja sama artikelnya mas elzafir…ga perlu pake emosi,,,hehehhee,,peace aja deh,,,,maab klo komentarnya oon,,,hihihihi,,,🙂

  155. No Bill mengatakan:

    Linux memang SUCK !
    Datanya kurang kompatibel.
    Programnya kalah kualitas.
    Bang Zafir gak salah omong …!
    Linux asli SUCK …!

    Tapi hebatnya …
    Di Linux wa dah gak perlu buang2 waktu bersihin Virus.
    Deteksi hardwarenya … anjir … !
    Printer yang dikotaknya cuman ada Win+Mac, langsung autodetek.
    Wifi langsung konek, tinggal nyari yang bagus sinyalnya.
    Speedy n Fastnet langsung bisa browsing … ga perlu install driver lagi.
    VGA langsung terinstal dan ready buat 3D Desktop.
    3D Desktopnya dahsyat gak ada yang bisa ngalahin .. Win 7 juga bakal lewat.

    Apa lagi ya … banyaklah dahsyatnya daripada sucknya.
    Jadi akhirnya wa putusin tetap pake Linux yang sekalipun suck tapi dahsyat.

    Mau tau Linux yang wa pake …? PcLinux3DOS yang disaranin bang Raff dan yang dibilang bang Zafir ga menarik .

    Tapi kali ini wa harus setuju ama bang Raff.

    • Don Zafir mengatakan:

      Udah pernah coba install Ubuntu di laptop dengan BIOS Phoenix? Belom? Coba deh.

      Emang lo udah pernah pake Windows 7?

      Apa lo gak tau bahwa di Windows XP juga ada program yang bisa kayak gitu? Yodm3d, DeskSpace, TopSpace, ObjectDesktop, WindowsBlinds, WindowFX, ToyD, dll.

      Deteksi hardware? Dengan semua hardware ditujukan untuk Windows, Linux akan selalu satu langkah dibelakang.

  156. k4v4r1 mengatakan:

    Oke, sekarang, kita masuk ke logika lain: menurut lo, berapa banyak komputer Windows ber-antivirus yang kena virus? Hmm? Lebih dari 50%!! Apa artinya? Artinya, lebih dari 50% manusia yang menggunakan komputer itu TIDAK PEDULI sama keamanan komputernya! Dan kalo mereka tidak peduli sama keamanan? Artinya? Artinya mereka gak peduli soal tingkat keamanan Linux. Dan kemungkinan besar beli komputer untuk melakukan hal-hal yang gua tulis di atas. Dan sekarang bakal gua tulis di bawah:

    logika ok om, kayakx ini bisa jadi postulat bagi sosiolog+ekonom yg botak mencari akar dari kemiskinan.
    Oke, sekarang, kita masuk ke logika lain: menurut lo, berapa banyak penduduk indonesia miskin? Hmm? Lebih dari 50%!! Apa artinya? Artinya, lebih dari 50% manusia yang miskin itu TIDAK PEDULI sama kemiskinanx! Dan kalo mereka tidak peduli sama kemiskinan? Artinya? Artinya mereka gak peduli soal tingkat penghidupan layak.hmm…lucu

    • Don Zafir mengatakan:

      Omongan lo ada poinnya gak?

      Tapi karena gua lagi bosen, gua akan tanggapin omong kosong di atas.

      Fenomena kemiskinan emang belom pernah ada solusinya sampai sekarang. Tapi ada beberapa aspek yang bikin kemiskinan menjadi sebuah “penyakit”.

      Banyak cerita gembel yang menang lotre jutaan dollar dan kehilangan semua uang itu dalam beberapa tahun dan balik lagi jadi gembel. Apa dia peduli sama kemiskinan?

      Menurut gua, nggak. Mereka tidak peduli sama kemiskinan! Mereka gak ada usaha untuk menjadi makmur! Jika mereka menjadi makmur, mereka akan keluar dari “zona nyaman” mereka yang hidup tanpa tanggung jawab dan mulai memikirkan bagaimana caranya menjadi kaya.

      Satu lagi faktor yang datang dari diri mereka sendiri adalah “sindrom korban”. Mereka merasa menjadi korban dari ketidakadilan sistem kapitalisme. Dan mereka menikmati itu. Dengan menjadi korban, mereka menjadi merasa tidak berasalah akan keadaan mereka saat ini. Mereka akan menyalahkan semuanya kepada negara dan orang-orang yang berkuasa.

      Mereka NYAMAN hidup di bawah jembatan atau di gubuk. Karena, kalo mereka gak nyaman, mereka akan BERUSAHA SEKUAT TENAGA untuk merubah itu! Mereka akan tanya ke orang-orang gimana caranya menjadi kaya. Mereka akan mencari uang dan rela kelaparan untuk sekolah. Itu jika mereka peduli dengan kemiskinan.

      Berapa banyak lo kira fakir miskin yang makan dari tong sampah tapi punya anak 5 biji, yang kelimanya kemungkinan besar bakal jadi gembel juga? Mereka punya otak, apa mereka ga bisa mikir? Apa mereka peduli sama kemiskinan? Coba jawab itu.

      Kalo menurut lo 50% pengguna Windows yang kena virus mendingan pindah ke Linux supaya gak kena virus, itu sama aja lo bilang orang-orang miskin Indonesia untuk pindah ke Jerman (karena gembel di Jerman dikasi tunjangan oleh pemerintah). Dua ide yang sama absurdnya.

      • k4v4r1 mengatakan:

        Sepakat bahwa perilaku individu yg menyimpang menjadi sebab kemiskinan, tapi itu persoalan personal bung.Kemiskinan diindonesia itu sudah mayoritas, sdh bukan personal tapi masalah sosial.yang pemecahanx membutuhkan rekayasa sosial, sosial enginering ato apalah dan ini adalah tanggung jawab pemerintah yg digaji o/ rakyat u/ mengurusi mrk.kecuali jika ingin masyarakat sendiri yg menyelesaikanx dg cara2 yg revolusioner.
        Kemiskinan sdh membentuk lingkaran setan > miskin > tidak berpendidikan > tidak memiliki keahlian > tidak bekerja > krn tdk kerja > miskin, bgitu seterusx.Salah satu cara paling ampuh memotong lingkaran itu adalah “Pinjaman”.Sekarang pertanyaanx brp sedikit kredit u/ rakyat kecil ??
        brp besar kredit u/ konglomerat ??, slahkah jika mrk menyalahkan system?. sy sepakat dgn Rendra, bhw mreka harus disadrkan dari ketertindsan.
        Lebih absurd lagi jika masalah kemiskinan sprti ini diselesaikan dg cara persuasif; menyadarkan mereka satu persatu agar tidak malas,tidak boros, berusaha, belajar sama orang kaya. apalagi berharap itu selesai dgn memaki – maki mereka.:-)
        Mereka punya otak, apa mereka ga bisa mikir? Apa mereka peduli sama kemiskinan? ( coba aja tanya mrk, mrk gak akan jawab!, tpi lo bakal ditonjok :-)).Gak ada orang yg mau miskin, cuma terbatas sumber daya dan dana
        Saya tdk bilang pindah kelinux u/ menghindari virus, mskipun i2 jg salah satu solusi.Saya cuma nunjukin bahwa lo terjebak fallacy of dramatic instance dlm logika.

      • Don Zafir mengatakan:

        Justru itulah bung, yang ngaco dari Anda.
        Lo menyamakan virus dengan kemiskinan.

        Karena solusi untuk virus tidak serumit kemiskinan. Dan efek yang dihasilkan pun tidak semematikan kemiskinan.

        Solusi untuk virus = anti-virus. Yang mana sekarang banyak antivirus gratis yang bisa di download setiap saat.

        Dan lo adalah orang yang munafik jika bilang bahwa logika 50% pengguna Windows tidak peduli keamanan adalah fallacy of dramatic instance.

        You know why? Penyebaran virus yang ada saat ini!

        Lo kira berapa kali virus author ngerelease kreasinya ke publik? Mayoritas, satu kali. Mungkin beberapa kali.

        Tapi yang membuat virus untuk Windows menyebar pesat adalah tidak digunakannya anti-virus. Mereka tidak peduli/tau dengan sekuriti.

        Sama seperti masyarakat yang paling banyak terjangkit AIDS adalah penduduk benua Afrika. Mereka manusia-manusia yang tidak peduli dengan penyakit kelamin. Mereka tidak memakai kondom.

        Solusinya? Kasih kondom! Bukan PINDAH ke benua lain.

      • k4v4r1 mengatakan:

        saya pikir anda tidak mengerti analogi saya.
        sdh 7 tahun saya bkerja dibidang service dan penjualan komputer bung,
        Memang tdk sekompleks kemiskinan, tapi cukup ampuh u/ menjadi sebab seorang kabag.ops polres dimutasi gara2 kehilangan data pilkada, menunda 1/2 tahun seorang mahasiswa u/ slesai gara2 skripsi hilang serta kejadian2 tragis yg lain.
        >Dikantor kami hampir semua komputer yg terjual dgn softwre original menggunakanx + update terbaru.( free maupun berbayar dri merek a > Z )
        Tp ternyata tetap aja mrk bolak – balik dg masalah yg sama
        >80 % servisan kami krn virus & 99% sdh terinstal antivirus, apa itu bukti ketidak pedulian mrk ?
        Menggunakan anti virus itu solusi yg terlalu sederhana, apalagi yg free. .(virus itu slalu selangkah lbih dlu dari antivirus bung !) anda jgn menyuruh mrk mengupdate setiap hari ato jam -mskipun i2 jg tdk menjamin-, krn mrk cuma mau nyetir, “sperti yg anda bilang!”

        >> Dan lo adalah orang yang munafik jika bilang bahwa logika 50% pengguna Windows tidak peduli keamanan adalah fallacy of dramatic instance,>> klo begitu coba jelaskan dimana hubungan antara jumlah pengguna windows 50% yang kena virus dg ketidak pedulianx pada virus, sesuai dgn kaidah logika (tanpa loncatan premis ) ?

        Memang paling mudah menyalahkan korban dlm tiap fenomena (itulah yg dilakukan pemerintah & pemilik otoritas u/ cuci tangan). krn tdk diperlukan kecerdasan lebih u/ meneliti, mengumpulkan data, verifikasi, falsifikasi dll.cukup hanya dgn mengabaikan variable lain yg lbh penting !

      • Don Zafir mengatakan:

        Jadi, argumentasi lo disini cuma karena virus maka kejadian-kejadian tragis itu terjadi? Dan elo sudah melenceng di sini. Melenceng jauh dari fakta yang gua ungkapkan bahwa Linux kalah segala-galanya dari Windows, kecuali pada security.

        Analogi kemiskinan lo itu tidak masuk akal. Lo merumitkan sebuah masalah yang mudah.

        Jika menurut lo bahwa solusi untuk “virus” adalah pindah ke Linux?

        Update antivirus adalah sesuatu yang harus dilakukan secara otomatis.

        Oke, elo kerja di bidang service dan penjualan komputer. Melalui kata-kata lo, gua bisa mengasumsi lo adalah seorang IT-man yang tidak becus.

        Di sebuah perusahaan mana ada yang namanya “menyuruh” update anti-virus tiap hari. Setidaknya seminggu sekali, dan dilakukan secara otomatis setiap terkonek ke internet.

        Gua sekarang bekerja di salah satu perusahaan terbesar di Eropa. And guess what? Semua update (antivirus atau pun OS) dilakukan otomatis dari pihak server. Hak administrator di non aktifkan di setiap desktop/laptop. Dan gak ada satu pun komputer yang terjangkit virus di sini.

        Dan asal tau aja, ada ratusan komputer di kantor cabang gua ini, dan hanya ada 6 orang teknisi IT. Dan mereka bisa menghandle segala macam masalah yang terjadi.

        Hubungan antara 50% pengguna Windows yang terjangkit virus dan ketidakpedulian terhadap virus? DENGAN MERASA BERAT UNTUK MENGUPDATE ANTI VIRUS SETIAP HARI. Dan, dengan 40,000 virus di Windows yang tidak membuat 90% pengguna komputer untuk pindah ke Linux.

        Lo tau gak, kalo hidup di Jakarta penuh dengan bahaya? Maling di mana-mana. Rumah yang berpagar, ber-alarm, dan ber-satpam pun bisa di maling. Apa pagar & alarm itu solusi yang terlalu sederhana? Jadi apa solusi bagi lo? Pindah ke GUNUNX?

        And, believe it or not, para korban senang menjadi korban. Gak percaya? Bilang aja ke para “korban” bahwa semua itu salah MEREKA. Dan mereka akan mengamuk. Para korban menikmati ilusi bahwa mereka suci dan tidak bersalah.

      • k4v4r1 mengatakan:

        Dari awal saya gak pernah bikin statement sndiri, cuma mengomentari preposisi anda termasuk ttg virus.

        >Analogi kemiskinan lo itu tidak masuk akal. Lo >merumitkan sebuah masalah yang mudah.
        maksud anda tidak masuk diakal itu apa ? ( mustahil anda memgkomunikasikan sesuatu tnp masuk & diproses terlbih dahulu o/ akal) terus akal siapa nih ? akal anda, akal saya, ato siapa ?
        rumit ato mudah i2 bernilai relativ bung, sy juga bisa bilang ; Lo menyederhanakan masalah yang kompleks.

        Yang saya maksud kaidah logika tuh begini bung = premis mayor > premis minor > kesimpulan
        contohx = semua manusia pasti mati > Don zafir manusia > don zafir pasti mati (ini contoh valid / logis )
        contoh anda = lebih 50% pengguna komputer berantivirus kena virus (premis mayor)>………..(premis minor)> lebih dari 50% manusia yang menggunakan komputer itu TIDAK PEDULI sama keamanan komputernya (kesimpulan),mana premis minorx ?, ini jelas sesat pikir dlm logika bung!( tetap masuk diakal tp tdk logis !)

        Saya pikir dari awal anda tdk berbicara pada level enterprise yg sdh memiliki pola2 khas penanganan security, tapi end user yg internetpun banyak yg awam apa lagi server & anda perlu tau bhw kebutuhan dilingkungan enterprise sangat jauh berbeda dgn end user
        Masalah security update i2 kebijakan internal tiap instansi bung,smua instansi yg kami garap kami rekomondir u/ update setiap hari pada jam2 traffic sepi.u/ end user kami siapkan update free, (terserah mrk tiap hari ato minggu) dan hampir semua antivirus memungkinkn konfigurasi update tiap hari, bhkn dari pihak vendor menyarankan i2 -tapi skali lgi i2 tdk menjamin bung!-.

        Meskipun dikntor gak ada produk bajakan, tp saya pribadi masih mempertanyakan dosa & haramx membajak, Karena kaidah awal transaksi dlm islam adlh “SALING MENGIKHLASI, (TIDAK BERSYARAT)”,artinya smua produk yg gua beli itu sepenuhx hak saya,gua mau perbanyak trus gua bagikan gratis, itu sah2 saja.

  157. k4v4r1 mengatakan:

    Kita akan tenggelam dlm perdebatan kusir sepanjang kita tidak mau melihat fenomena ini sebagai sebuah fenomena sosial.
    sepakat ato tidak,linux telah menjadi sebuah gerakan sosial baru.tidak hanya kumpulan algoritme yg memuat jutaan kode, apalagi mainan🙂
    setiap gerakan sosial selalu muncul u/ memapankan sebuah ideologi dengan terlebih dahulu menyisihkan pesaingx -baik dgn cara2 halus maupun kasar-.(pancasila menjalani persengketaan, sepanjang sejarah u/ menjadi ideologi mainstream) Yang dipersoalkan disini adalah gejolak emosianal tiap person yang terlibat didlam gerakan ini (tentunya dengan kadar berbeda),yakinlah bahwa disetiap kelompok pasti ada orang2 yg memiliki tingkat resistensi berlebih.Anda mungkin lupa, dgn umpatan dan makian salah seorang petinggi microsoft terhadap linux.
    Jangan sampai kebencian anda thd zealots menjadikan anda juga zealots!
    saran saya… biarkanlah pertentangan kedua kutub extrim itu, karena dari situ akan melahirkan ilmu2 baru

    • Don Zafir mengatakan:

      Betul. Dan gua bukan zealot/fanatik Windows.
      Gua cuma berpendapat bahwa Linux (masih) bapuk dan tidak sedasyat yang dikatakan oleh para zealots.

      Dan postingan ini cuma untuk menyodorkan ke muka mereka agar mereka sadar bahwa menggunakan program Open Source gak membuat mereka menjadi orang suci. Terutama jika mereka masih beli/download film, musik, atau game bajakan.

      • k4v4r1 mengatakan:

        Menurut saya menjadi zealots, tdk hrs ideologis.Tapi ketika kita berfikir bahwa semua pendapat zlain kita ad/ salah/kafir/sesat, tnp ada upaya dialog, tnp proses penalaran logis & ilmiah.sampai pada titik ekstrim sdh menafikkan sifat2 kemanusiaan.(nenek moyangx fanatiklah)
        klo yg kayak gini gua jg paling tidak demen bung.

        Agar tdk terjadi kerancuan terminologis, sebaikx anda menjelaskn apa yg anda maksud zealots

        Wah, klo i2 sih gak benar om, mudah banget klo hny dg menggungakan linux, dah jd orang suci.orang yg gak menggunkan komputer aja (yg kemungkinanx menggunakan software bajakan nol), kesucianx msh perlu dipertanykan

  158. aris.zona mengatakan:

    Lagi-lagi Windows-linux, Lagi-lagi Windows-linux, Lagi-lagi Windows-linux
    kayak lagunya the law aja.

    Dah lah yang mau pake windows pake aja yang pake linux pake aja

    yang di urusin tuh negri ini aja coz makin hari kita di tenggelamkan ma banyak masalah, jangan nambahin masalah lah. harusnya kita bersatu bos, terserah warna os lo apa, terserah merk laptop u apa yang pasti satu bro INDONESIAN, beda itu keren

  159. anta40 mengatakan:

    Tulisan menarik Bung Zafir.

    Saya sendiri pengguna Linux. Buat saya, Linux dan aplikasi2 open source lainnya itu menarik buat dipelajari/dioprek2. Nah disitulah kelebihan open source.

    Tapi saya juga gak anti software proprietary. Windows masi dipake. Visual Studio juga. MASM32 juga.
    (jangan khawatir, original semua kok). Belum lagi2 game2 keren (nah ini terpaksa ngebajak.. lol)

    Nah, lalu apakah saya merekomendasikan tiap orang yg saya kenal supaya pake Linux? Saya lihat2 dulu. Kalo skill IT-nya “diatas” rata-rata, berani deh saya coba. Tapi kalo ngga yah, yah jelas saya jawab Windows… atau Mac kalo bayar ekstra.

    Sebagai penutup, saya pernah baca kalimat yg bunyinya kira2 begini: “Linux is for peoples who like working WITH their computers, not USING their computers.”

    Saya pikir Bung Zafir setuju dengan saya…🙂

  160. keaglez mengatakan:

    Huehe… article yg menarik hanya saja sedikit menyayat hati, terutama aku yg pecinta open source…

    Tapi kasih pendapat netral aja, bagus tidaknya sebuah OS itu kan relatif. GIMP < Photoshop? Tergantung pengguna lah. Jangan juga menjudge berdasarkan kebutuhan saja, misalnya anda film maker membutuhkan Premier, yah jelas, kebutuhan anda yah Windows, ga bisa donk bilang Linux jelek hanya karena ga sesuai dengan kerjaan/kebutuhan anda. Sedangkan kerjaan aku sesuai dengan Linux maupun Windows, walau di Windows pun aku banyak menggunakan software open source.

    Pengguna awam yang hanya mau internet, chat, dll itu bisa dilakukan sama baiknya di Windows dan Linux, jg OS lain. Sementara pengguna spesifik seperti designer dan film maker, silahkan gunakan Windows atau OSX.🙂

    • Don Zafir mengatakan:

      Masalahnya adalah disini:

      Bagi pengguna awam, mereka tidak peduli apa OS-nya, selama bisa melakukan apa yang ingin mereka lakukan. Tidak selalu untuk edit film (AVID/Premiere) atau photografi (Photoshop) dan hal-hal tingkat tinggi lainnya.

      Cukup yang simple-simple aja yang membuktikan kalo Linux itu bapuk: iPod+iPhone+iTunes, Blackberry Desktop Manager, Zune, The Sims, Spore, Yahoo Messenger+webcam, ngesave file dari word processor yang bisa dibuka oleh 99% orang (tanpa harus dengan sadar ‘save as MSOffice format’), dll.

      Apa menurut lo para pengguna awam mau meninggalkan itu semua demi Linux? Jika Linux gak menawarkan solusi untuk hal-hal di atas, maka Linux = bapuk. Karena Linux = alternatif. Alternatif harus LEBIH BAIK SEGALA-GALANYA dari pilihan utama. Dan Linux gagal di sisi itu.

      • keaglez mengatakan:

        Itu bukan bukti sebenarnya. Kalo Linux adalah alternatif, bukan berarti harus lebih baik. Yang namanya alternatif yah ga lebih baik lah, semua ada keunggulan dan kelemahan, makanya Linux itu adalah alternatif dari kelemahan yang ada di Windows. Dan lagi, namanya alternatif, yah jelas, lupakan iTunes, pake program lain sebagai alternatif. Jangan pake iPhone, tapi pake Android. Ipod bisa dimodifikasi menggunakan Rockbox. Lupakan game2 komersial, cari alternatif. YM bisa pake program alternatif, dan tentu aja untuk webcam jg ada alternatifnya. Word? tentunya juga ada alternatifnya.

        Jadi kalo pengguna awam yang dimaksud adalah pengguna Windows biasa, jelas, mereka ga bakal nyaman, soalnya dari kecil, mereka semua menggunakan Windows dan aplikasi pendukung Windows lain. Tapi kalo pengguna awam yang dimaksud adalah orang yang belum/baru belajar menggunakan komputer, maka mau pake Windows/Linux jg sama saja.

        Makanya Windows takut begitu Linux yang akan dipilih sebagai OS pada OLPC, lalu mau ‘memaksa’ membuat XP bekerja disana. Kalo anak-anak sedari awal menggunakan Linux, mungkin generasi mendatang sudah berbeda kan?😀 Kalo anak-anak belajar GIMP dan bukan Photoshop gimana?

        Linux bukan bapuk, itu hanya apa yg dikatakan oleh orang yang biasa menggunakan Windows. Kalo pake Linux, maka ada beberapa hal yang harus dipelajari apa yang ga perlu dipelajari di Windows, begitupun sebaliknya, kalo kita belajar Windows, ada hal2 yang tidak perlu kita pelajari di Linux. Contoh sederhana saja, di Windows kita harus belajar install anti virus dan menangani virus, di Linux kan ga usah. Memang bukan berarti Linux ga bakal kena virus, virus Linux sedikit mungkin memang karena pasarnya yg ga menarik sebagai target serangan, tapi ya karena itu jg, kalo sekarang kita pake Linux kita ga usah khawatir dengan hal2 ini.😀

        Dan Linux menawarkan solusi2 di atas dengan menggunakan program yang berbeda sama sekali. Kecuali kalo vendor2 yang disebut tersebut mau membuat versi Linux, tidak ada pilihan lagi selain menggunakan aplikasi lain. Yah, namanya juga alternatif kan… :p

      • Don Zafir mengatakan:

        Oh, memang Linux tidak “harus” lebih baik dari Windows/OSX.
        Tapi, jika memang ingin dianggap sebagai alternatif, hendaknya Linux menawarkan sesuatu yang “lebih” dari apa yang sudah dimiliki orang saat ini.

        Gini, loe kayaknya melewatkan sebuah fakta bawah sekitar 99% laptop yang terjual di dunia ini (market share laptop sekarang udah lebih besar dari desktop, jadi ini cuma ngambil sample aja), ter-pre-loaded dengan Windows XP/Vista atau OS X.

        Dan para pembeli laptop tersebut pengen LANGSUNG bekerja/bermain dengan barang yang baru dibelinya. Nah, jadi, kalo LINUX pengen jadi ALTERNATIF bagi orang-orang ini, LINUX HARUS LEBIH BAIK! Untuk apa mengganti OS yang udah jalan dengan sempurna (OSX) atau hampir sempurna (Windows) dengan OS yang belom tentu bisa diinstall di laptopnya? (contoh kasus, Axioo NVS gua dengan bios Phoenix. Gak bisa load Live CD Ubuntu/Fedora).

        Ya loe harus sadar bahwa mayoritas pengguna komputer di dunia ini adalah pengguna Windows. Dan kalo pengguna Windows bilang Linux itu bapuk (untuk mereka), maka benar lah itu adanya.

        Semua bisa berubah kalau distro-distro Linux bisa membuat kontrak dengan pemain pasar komputer. Dengan munculnya Netbook, harusnya Linux bisa meraup pangsa pasar yang jauh lebih besar, karena kan katanya Linux flexible? Tapi kok baru Ubuntu doang yang bikin Netbook Remix? Mana yang lain? Dan gak laku juga tuh Netbook dengan Linux preloaded.

        My friend, loe tau gak kalo gua tumbuh bukan dengan Windows? Tapi dengan MS-DOS? Dan bapak gua dari kecil megangnya Macintosh?
        Jadi, gak bener kalo kita mengandai-andai jika anak-anak sekarang tumbuh dengan Linux, maka semua akan berbeda. Nggak juga! Karena yang ditawarkan semua platform major (Windows, OSX, PS3, XBOX, Wii, iPhone, Dreamcast, Android, BlackBerry) adalah kompatibilitas software! Yang gua maksud disini adalah tersedianya banyak pilihan software untuk platform tersebut. Ya lalu juga user-friendliness di nomor 2. Dan harga di nomor 3.

        Linux sekarang cuma menang di harga. Tapi di software dan user-friendliness? 0 besar. User friendly = NO CONSOLE. Titik. Ini gak bisa di debat lagi.

        Oke, contoh:

        Gua demen banget maen Grand Theft Auto. Dan dulu, gua harus beli PlayStation buat main. Tapi sekarang di XBOX juga ada! Jadi, gua mempertimbangkan, boleh juga nih beli XBOX, karena dia punya apa yang gua mau. Udah gitu lebih murah pula. Biarin aja gak bisa Blu-Ray, tapi bisa mainin game yang bagus. Dan selain itu, koleksi-koleksi game XBOX juga oke-oke punya. Jadi gua beli XBOX. Dan XBOX merupakan alternatif yang baik untuk gua penggemar GTA.

        Tapi banyak juga orang yang bakal beli PS3 cuma karena Metal Gear Solid 4 nya. Atau cuma beli XBOX 360 karena Halo 3 nya.

        Nah, bayangin kalo ada console (yang kayak) Linux! Para maniak-maniaknya bakal bilang: “Ayo, beli console ini aja! Kita emang gak punya Halo 3, MGA4, Tekken, Gears of Wars, Guitar Hero, dan GTA4, tapi kita punya alternatifnya yang (gak) kalah menarik: Frets on Fire, StepMania, SuperTux, TuxRacer, Doom, Quake, Return to Castle Wolfenstein, Unreal Tournament, Heroes of Might and Magic III, Railroad Tycoon II, Sim City 3000, Soldier of Fortune Tribes II, Postal2, Aliens versus Predator, Duke Nukem 3D, Medal of Honor, dll. Memang bukan game yang sama, tapi gratis! Dan juga menarik kok kalo kita bisa menangani grafik yang gak mulus dan game yang muncul 5 tahun yang lalu”.

        Tapi ngapain orang-orang mau beli console yang gamenya dikit dan mayoritas game tua? Dan game-game yang emang dicari oleh gamers adalah game yang di PlayStation dan XBOX. Karena, face the facts, seperti Linux yang hidup di dunia Windows, gamers hidup di dunia PlayStation. Jika ada seseorang yang menawarkan alternatif (XBOX, OSX), maka alternatif itu hendaknya LEBIH BAIK.

        Dan don’t give me this bullshit about “kalo aja developer software kayak Adobe dan game developers mau bikin game untuk Linux, maka pengguna akan berbondong-bondong ke Linux”. Ini NGACO. NGE. A. CA. C. O. CO! Platform manapun harus mempunyai koleksi game/software yang banyak dan baik untuk bisa menarik pengguna. Bukan sebaliknya.

        Dan bung, sebenernya Anda telah membenarkan argumen gua, bahwa Linux<Windows/OSX, dengan tidak menawarkan program yang sama. Terima kasih.

        Dan BTW, lihat OSX yang berhasil merebut 9% pangsa pasar dari Windows. Yang mereka tawarkan adalah LEBIH BAIK dari Windows. Mereka menawarkan Microsoft Internet Explorer DAN Safari, Microsoft Office 2008 DAN iWork, Yahoo Messenger, Windows Live Messenger, game-game dari vendor besar kayak EA dan Sport Interactive, Adobe, dan masih banyak lagi program yang lebih baik dari yang ada di Windows (apalagi yang OOTB), selain juga menawarkan desain yang indah dan juga menawarkan iPod/iPhone dengan iTunes Store-nya. Dan bahkan mereka melakukannya dengan harga produk yang LEBIH MAHAL dari desktop/laptop manapun dengan specs yang sama.

        Steve Jobs pun setuju sama gua kali ini.

      • keaglez mengatakan:

        Hihi… Linux alternatif bukan untuk alternatif pengguna setia Windows/OSX, tapi untuk pengguna yang tidak terikat dengan Windows/OSX. Lagian, contoh yang kamu kasih itu, “alternatif yang lebih mahal”, wajarlah kalo yang namanya alternatif tersebut, harus lebih baik.😛

        Linux adalah alternatif buat pengguna yang ga mau mengeluarkan biaya mahal hanya untuk mendapatkan sebuah sistem yang bisa bekerja sama baiknya. Sebagai ganti biaya tersebut, pengguna harus terbiasa dengan apa yang ada di Linux, ya itu, konsol dan teman-temannya! Kurasa itu cukup adil bukan.

        Toh, sebenarnya para pengembang Linux itu mengembangkannya untuk komunitas yang ingin menggunakannya, bukan untuk melayani pengguna seperti halnya Windows/OSX. Untuk pengguna yang ingin dilayani semuanya (seperti anda?), silahkan lupakan Linux.🙂

        Dan saya setuju sekali kalo Linux lebih cocok untuk orang IT. Tapi bukan berarti menutup kesempatan untuk pengguna awam, toh, kurasa Ubuntu saja sudah cukup mudah digunakan oleh siapa saja, dan semuanya udah ada GUI nya tuh.

        Impian anda terlalu besar jika ingin Linux bisa seperti Windows/OSX. Mereka itu semua komersial bung, berapa yang mereka investasikan untuk development aplikasi dan game? Linux? Pake biaya dari mana coba? Dan siapa yang mau beli?

        Linux bukan untuk gamer! Game2 yang ada di Linux hanya sebagai hiburan kecil2an saja, karena sebenarnya para profesional -terutama di bidang IT- rata2 ga punya waktu banyak buat memainkan game2 hebat seperti buatan para vendor2 besar. Jadi hentikanlah ngomong soal game ini dan itu, aplikasi ini dan itu, Linux bukan ada untuk melayani anda.😛

        Sekali lagi, Linux adalah alternatif untuk:
        – pengguna yang tidak mau mengeluarkan biaya mahal
        – pengguna yang ingin komputernya berjalan lancar tanpa gangguan pop up (ya pop up iklan pada aplikasi2 gratis), anti virus, registry cleaner, dll
        – pengguna yang ingin memaksimalkan performa komputernya -terutama untuk komputer jadul-
        – pengguna yang ingin sistem yang bisa dikustomisasi sesuai dengan selera mereka
        – pengguna yang ga peduli dengan game2 baru
        – dan lainnya

        bukan untuk:
        – pengguna yang rela membayar mahal
        – pengguna tetap aplikasi komersial
        – gamers
        – dan lainnya

        Got it? Jadi jangan membandingkan dengan mereka. Walau pasar mereka sama, yakni komputer, tapi target pasar mereka berbeda.

        Oya, saya bukan pengguna Linux fanatik lho. Malah, sekarang saya kerja dengan menggunakan Windows. Kenapa? Alasannya mudah, karena masih ada aplikasi dan game yang masih saya butuhkan di Windows dan itu ga bisa ditinggalkan (walau saya kerja juga lebih banyak menggunakan aplikasi open source, alasannya? karena udah cukup powerful untuk semua kebutuhan saya). Tapi, jika ga ada itu, sudah lama saya meninggalkan Windows. OSX? Saya belum mencoba, tapi saya yakin memang itu bagus, hanya saja harganya terlalu mahal.🙂

        Steve Jobs dan Bill Gates setuju 100% dengan anda…😛 Tapi Linus Torvald tidak.

      • Don Zafir mengatakan:

        Dan terima kasih sudah membuktikan bahwa 100% argumen dan artikel gua itu adalah benar adanya.

  161. icodevirus mengatakan:

    hahahaaa…
    Dari sisi desktop ya. Semua OS sama2 bagus kok desktopnya. Sama2 bisa dipakai orang2 awam. Buat apa ributin Windows,MacOS,dan Linux? saya adalah seorang yang menggunakan Linux,, malah lebih baik kita bisa menguasai semuanya dan gunakan sesuai kebutuhan. Windows User Friendly?itu betul. Tapi buat zafir,,ada di postingan anda kalau anda tidak pernah kena virus di windows anda? yakin?

    Tapi sebenarnya Bill Gates ga boleh marah kalau windowsnya dibajak,,toh dia bikin OS itu hasil menipu dan mencuri semua. O iya,,Microsoft juga sudah mengakui kalau Red Hat adalah pesaing terbesar mereka. Dan di negara maju Eropa,,kayak Jerman,,bisa di cek,,hampir semua menggunakan Linux sebagai Desktop.

    Jadi daripada panjang2,, Segala sesuatu ada + dan -,,tinggal bagaimana sikap kita meminimalkan – tersebut.

    Salam Linux.
    ^^

    • Don Zafir mengatakan:

      Iya yakin, gua gak pernah kena virus. Kenapa?

      Anda tau gak, kalo sisi “gratis” dari Linux sama sekali gak berguna untuk memasarkan OS tersebut kepada masyarakat, apalagi untuk bilang bahwa Linux “lebih baik” dari Windows dan OSX. Mau bukti? Liat aja pangsa pasar Linux DESKTOP yang maju mundur di bilangan ENOL KOMA SEKIAN sampai SAKOM persen.

      Menurut lo, dari JUTAAN komputer di dunia, berapa biji yang beli Windows atau OSX secara retail? Sebagian besar komputer yang dijual sudah punya OS secara pre-loaded. Jadi untuk apa orang-orang repot-repot menginstall Linux lagi jika mereka sudah punya OS yang “lebih baik” dari segi kompatibilitas dan desain?

      Well, urusan Bill Gates boleh ato gak boleh marah itu di luar lingkupan artikel ini, karena gua juga membajak Windows dan OSX.

      Tapi, komentar Anda bahwa Linux dipakai di negara maju di Eropa, agaknya tidak tepat. Karena apa? Karena gua sekarang bekerja di salah satu perusahaan terbesar di Eropa di bidangnya. Dan di sini RIBUAN komputer menggunakan Windows XP secara eksklusif.

      Mau tau alasannya? Microsoft Exchange Server. Ya. Apa Linux mensupport itu? Karena, semua komputer disini tersentralisasi dengan sistem email yang terpadu dan terintegerasi dengan push email dari BlackBerry. Linux bisa ngalahin itu? Well, Anda tau sendiri jawabannya.

      Dari sudut pandang pengguna awam di Jerman, memang benar, persentase pengguna Linux lebih besar dari di Indonesia, akan tetapi, pengguna komputer secara keseluruhan juga jauh lebih banyak daripada di Indonesia. Yang menarik adalah, dari sekian puluh temen-temen gua disini, hanya satu (ya, SATU) yang menggunakan Linux, flavor Ubuntu 7.10 (bahkan dia gak mau upgrade karena takut rusak ato apalah).

      So, right now, Linux desktop sucks. Dan ini bukan salah siapa-siapa kecuali para developer Linux.

      Bottom line, developer Linux di Ubuntu, Red Hat, dll harus lebih banyak mempekerjakan DESAINER dan orang-orang marketing.

  162. icodevirus mengatakan:

    kalau dari desaign desktop,,saya rasa Linux udah bagus kok.. Linux udah dari lama bisa desktop cube,,semua effect2 di compiz,,sedangkan windows vista dengan bangga mengenalkan aero themes. Padahal OSX dan Linux udah dari dulu.
    Dari segi hardware (ini berhubungan dengan desktop juga), Linux juga sudah semakin kaya lib2 untuk sgala tipe hardware (hampir smua di support). Disini bukan salah siapa2, jangan salahin developernya,,mereka udah berusaha.

    kalau saya boleh tau,,jam terbang anda di Windows dan Linux seimbang atau lebih banyak di windows atau di Linux?
    ^^

    • Don Zafir mengatakan:

      Well, maksudnya Linux sudah “dari lama” bisa “desktop cube”/efek-efek Compiz itu gimana? Apa maksudnya Beryl/Compiz sudah tersedia untuk Linux dari lama, atau salah satu distro Linux sudah menyediakannya out-of-the-box?

      Karena, seinget gua, Ubuntu baru menyertakan Compiz di build 7.10 taun 2007. Sementara Aero dengan flip-3Dnya di Vista udah di rilis taun 2006.

      Dan desain itu LEBIH dari sekedar eye-candy seperti Compiz atau flip-3D. Coba lo liat GNOME/Metacity. Bandingin sama Aero dan Aqua/Brushed Metal/Polished Metal-nya OSX. Memang, GNOME dan KDE bisa di skin, tapi mayoritas pengguna awam akan “terima jadi” aja. Dan jika mereka liat dalam pandangan pertama dan gak tertarik, maka you’re out, man!

      Make GNOME/Metacity gua kayak balik ke jaman Windows 95, dengan huruf yang gede-gede tanpa ClearType, warna yang cartoonish, gak adanya variasi dalam pewarnaan dan bentuk.

      Contoh: bandingin OSX dan Windows XP/Vista. Beda jauh bukan? Sekarang bandingin Windows 95 dengan GNOME. MIRIP! Mungkin untuk para kalian geek yang gila Linux, desain dan eye-candy merupakan prioritas kesekian karena gak mendukung produktifitas, tapi bagi masyarakat awam INI PENTING!

      Dan ini jelas salah developer. Karena mereka mengkoding dan mengkoding dan mengkoding terus tanpa memperhatikan aspek keindahan, yang notabene jadi faktor utama orang-orang pindah dari Windows ke OSX. Dan kalian para zealot menyalahkan PARA PENGGUNA karena ignoritas meraka (dan M$ karena “monopoly”; btw M$ gak monopoly. Kalian tau gak sih artinya monopoly?)

      By the way, apa urusan jam terbang gua di Windows dan Linux? Kenapa gak tanya jam terbang gua di OSX juga sekalian? Jam terbang gak ada urusannya di sini kawan.

  163. indra pramana putra mengatakan:

    gw awam nih,, hmm jadinya gw mesti pake linux apa XP ya???

    • Don Zafir mengatakan:

      Kalo awam lo pake OS X. Semua simple, indah, semua hardware udah lengkap ketika lo beli, dan 90% program Windows ada versi OS X-nya.

      Kalo lo orang kantoran, pake Windows versi terbaru, Windows 7. Karena lo akan butuh sinkronisasi Outlook, Groove, data Excel tingkat tinggi, sering bikin presentasi, mungkin AutoCAD dan tetek bengek lainnya.

      Kalo elo orang SOK SUCI yang bilang gak mau pake bajakan (padahal beli DVD, donlot MP3 dan main game bajakan), demen argumentasi dan mencoba hal baru, gak menghargai desain dan keindahan, gak doyan main game, gak punya gadget canggih macam iPod/iPhone/Blackberry, gak punya kerjaan “serius” yang membutuhkan Photoshop/AVID/CuBase/dll, gak punya temen dan pacar yang bisa diajak webcam-an di YM/MSN, dan PUNYA BANYAK WAKTU buat kutak katik sistem, sana lo pake Linux.

  164. Culun mengatakan:

    kalo dulu linux emg susah dari semua segi. tp zaman sudah berubah, sekarang liat aja http://tekno.kompas.com/read/xml/2009/08/05/10513588/untuk.pertama.kalinya.microsoft.akui.linux.sebagai.pesaing . windows saja sudah mengakui kehebatan linux. sehingga mulai ketakutan. jadi atas dasar apa lagi lu benci linux? hanya karena ga bisa pothosop kah maen dota kah? emg sotware sotoshop di rancang untuk windows. di linux jg ada buat editing foto kayak GIMP. open office apakah susah penggunaannya ? saya rasa anda salah besar. saya merasa anda hanya mencari popularitas dan ketenaran dengan membuat sensasi seperti artis2 di TV yg ga jelas itu.

    • Don Zafir mengatakan:

      Hahaha. Lo tolol apa dongo hah?
      Lo gak perlu nanya pertanyaan idiot kayak gitu.
      Lo baca aja artikel gua, maka lo akan ngerti.

      Gua gak punya waktu buat orang-orang kayak lo.

  165. Avanca Linux mengatakan:

    Hidup penuh pilihan prenz!!! mau pake Windows, linux, mac os semuanya kembali kepada kebiasaan seseorang yang menggunakan SO tersebut.

  166. xpbroke mengatakan:

    dasar otak dengkulll….lo jadi pengguna haram aja bangga
    ORANG PINTER CUMA PAKE LINUX

  167. peyeum mengatakan:

    Bang don zafir,, gw mo nanya nih,, agak OOT sih,, tapi penting bgt nih buat sepak terjang gw di duni persilatan ini bang don,, gini,, gw br aja beli VGA PCIEx 256 MB Nvidia Geforce,, vendornya pixelview,, nah knapa ya tiap gw br maen game 5 mnit aja tw” kompi gw nge hang gt aja !! g bs diapa-apain,, di end task jg g bs,, Ram gw sndr 512 MB,, knapa ya bang?? masa sih VGA nya g kompatibel ma MB gw?? kira” yg salah apaan y bang?? solusinya apa ya?? bs bantu gak?? tolong bang,., (.)(.) …

  168. manux mengatakan:

    Asss..Hatur nuhun aa tie opini na tank linux kumaha”…
    v bade nanya…aa can hudang nya????

  169. gsm review mengatakan:

    Haha..ak seh sejak dulu ga cocok pk linux..emang linux cocoknya buat server..kl emang ga suka ama linux ya udah toh ga perlu digembar gemborkan, pake aja windows bt kebutuhan sehari2..gampang..
    Kl bisa mudah kenapa dibuat susah seh? piss..piss..

  170. saya mengatakan:

    Setujaaaa gak setujaaa…….!!!!!

    Yang bikin sy benci dengan linux adalah distro yang terlalu
    banyak dan semua merasa yang terbaik sehingga membingungkan
    pengguna baru. Sy menggunakan linux(debian & centos) cuma
    untuk server.

    Kalau Slackware gimana?? gak deh,mending pake Freebsd untuk
    server dan Desktop.
    kenapa?? karena slackwareeee UNIX-like, unix like yang menurutku slackware tidak punya pendirian..wakakakkakakka..
    ..wakakakakakkakakaka..karena ikut-ikutan unix…

    Tapi itu semua terserah gue…terserah lo…
    kalo toh tidak puas dengan semuanya..ya lo buat aja OS baru,
    dan pesan gue jangan Unix-Like seperti slackwareeeeeee.

    Trus windows cuma untuk nonton film bokep yang format
    filenya aneh-aneh😉 …..

    Semua ada kelebihan dan kekurangan.

  171. titit kau mengatakan:

    yg empunya blog orang males.karna dia suka instan. tolol cuma bisa pake doang. copo lo. titit bajakan bangga. miskin belagu. kiss my ass hoole

    • Don Zafir mengatakan:

      Hahahahah. Lo tersinggung? Bagus. Gua seneng. Soalnya orang2 kayak lo pengen gua bantai-bantain. Ngata2in orang di blog orang. LONTE NYOKAP LO!Seneng gua bilangin gitu?

      Dan ya, semua orang suka instan. Cuma orang IDIOT DAN GOBLOG yang suka repot. KAYAK ELO.

      Dan gua punya Windows asli. Dan bajakan.

  172. enthane mengatakan:

    kalo ada yang bilang linux gak user friendly dan windows lebih user friendly ?
    saya rasa itu cuma masalah kebiasaan. anak saya yang berumur 7 tahun sejak pertama kali pegang komputer saya ajari pakai linux (pclinuxos2007). sekarang kalo disodori komputer berwindows dia malah kesulitan, ribet katanya. nah, jadi mana yang user friendly ?

    • Don Zafir mengatakan:

      Anak lo juga kalo dari umur 7 taun lo ajarin makan dari tong sampah, begitu di sajiin makanan restoran bintang 5 juga akan kesulitan (ribet, mesti pake sendok). Get it?

  173. Robert mengatakan:

    BODO’!!!! perdebatan g penting dan g mendidik….saya mengerti maksud penulis yg merasa bahwa beliau g cocok memakai linux karena merasa kesulitan untuk beradaptasi atau tidak terbiasa menggunakan menu2 yang ada di linux. (Koreksi dikit…Linux itu kalo g salah kernel…bukan Operating System). cm yg saya sayangkan kenapa penilaian subjektif penulis kepada Linux User jg dibawa-bawa bahkan smp membahas komunisme bla…bla…(di Indonesia g ada pembahasan komunisme yg bener2 ilmiah dan selesai).
    sebenernya apakah user mo pake windows ato OS dengan kernel Linux itu terserah….seorang programmer Java ato Oracle perlu komputer dengan kecepatan yg tinggi tidak boros resources RAM dan aman dari virus de el el….makanya di perusahaan besar…rata2 divisi IT memakai OS dengan kernel Linux…contoh kakak saya…seorang admin jaringan perlu mengatur lalu lintas jaringan yg padat dan besar…seyogyanya memakai SUN Blade…tp karena g punya uang akhirnya pakai Linux…contoh saya….seorang pegawai TU hanya butuh excel dan word utk pekerjaannya makanya pake windows…contoh kakak kedua saya….seorang maniak nokep g pernah pusing itu windows apa linux ato mac ato tai ayam…asal bisa buat nonton bokep beres urusan…contoh tetangga saya….
    jadi lain kali kalo mo bikin review IT…dewasa dikit dunk…jangan bawa2 sentimen pribadi…g ilmiah dunk jadinya…kalo emang seseorang pake linux untuk gaya2an….pasti g lama kok….karena dia g ada motivasi buat belajar dan berkembang…beda kalo dia pake komputer karena memang tertarik ato karena memang pekerjaan dia membutuhkan komputer yg seperti itu…

    • Don Zafir mengatakan:

      TLDR. Tau gak artinya? TOO LONG, DIDN’T READ. Siapa bilang ini harus ilmiah? Emangnya gua bilang ini “review”? Ini kan BLOG. PENDAPAT GUA.
      Intinya, suka-suka gua. Lo gak suka, sini kita ketemu, gebuk-gebukan.
      Ati-ati aja tapi, gua Sabuk Hitam Tae Kwon Do.

      • Ajib Bin mengatakan:

        wah nantangin yang ini “gua Sabuk Hitam Tae Kwon Do” hahaa baru juga tae Kwon do…. dikasih bisul aja pusing lu… dikasih jerawat di hidung aja teler…. hadeh.. malah ngajak gebuk2an…. sy dari kecil pakai sabuk hitam terus mas…. tp biasa aja.. hahahaha

  174. sasori mengatakan:

    emang kamu pake OS ap?
    windows po emang km pke windows asli…??????
    pake bajakan aja dibangga banggain…
    enggak bgttt deh…

    • Don Zafir mengatakan:

      Pake gua asli. Lo pake gak? DASAR MISKIN.
      Dan gua juga pake bajakan.
      Jadi gua hebat.

      • akulahdisini mengatakan:

        aku juga pake yang asli…juga punya yang bajakan…punya linux download-an…punya linux yang dikirimin dari canonical…brarti..aku lebih hebat dong…horay…hip-hip….horay….

  175. AKU mengatakan:

    walah dalah, bisa dibayangin g kalo linux g ada? mungkin g kalo server google pake Windows atau OS X??

  176. Gojeg mengatakan:

    Masih belajar ya mas/mbak? Keliatan bodo aja nulis kayak gitu..

    • Don Zafir mengatakan:

      Yang lebih bodo itu orang yang mukanya kayak elo dan make Linux.
      Asal lo tau, gua sangat capable menggunakan Linux. Makanya gua bisa bilang LINUX ITU BAPUK! SAMA KAYAK MUKA LO!

  177. Mc Lindows mengatakan:

    Enough about it, Just live and learn and have fun in between🙂

  178. OS-er mengatakan:

    Sory telat, ah si Zafir aja yang Oon…kalau gak ngerti belajar Coy, gua Windows Original ayo, Lunux okeh, OS X, mahir, Sun Pernah….lengkap Toh..makanya karena Gua bisa/ngerti diem gak ngoceh..makanye belaja Firr…hu..hu..kacian deh lu….

    • Don Zafir mengatakan:

      Sombong sekali, kawan.
      Dan lo gak “diem”. Buktinya lo BACOT di blog gua.

      Dan gua emang gua akui, gua gak ngerti “Lunux”, atau “Windows Original”. Ini mungkin versi OS yang cuma ada di MIMPI lo doang.

      GUA NGOMONG KARENA GUA NGERTI, PINTAR, DAN HEBAT.

      Kalo lo ngaku-ngaku bisa tapi cuma “diem” aja, berarti lo BENCONG.

      CONG.

      CONG.

      CONG.

  179. Unknown mengatakan:

    Heh… jangan bawa2 taekwondo…!!
    Jangan sombong… kayak udah hebat ajah…

  180. Ramadhona mengatakan:

    makasih infonya,kebetulan ane lagi pake ubuntu nih, karena tuntutan tempat kuliah juga,hhehe

  181. turbulens mengatakan:

    Buat yang nulis blog ini,:
    1. Mungkin Dia orang windows😀, jadi maafkanlah dosa-dosanya….
    2. Saran saya, kalau anda ingin linux yang memiliki segalanya, GUNAKAN UBUNTU, (mp3 tak default? wadooohh….fitnah itu….:D) kalau mau yang simpel dan sangat fungsional, bisa jalan langsung dari RAM dengan kecepatan bagai kilat, bisa muter segala macem format film sampe musik, pakai puppy linux (adu deh, lo pake windows xp,vista, 7, sampai windows 8 yg masih belom lahir juga boleh…:D). Belom ngeh link downloadnya? cari aja di google, atau, kalau emang bener2 bolot, kontak saya saja, dengan senang hati siap membantu😀. PEACE…..

    • Don Zafir mengatakan:

      Buat Anda:

      1. Gua orang Windows dan OSX. Kenapa dosa? Karena membajak? Pembajakan itu hanya aturan yang dibuat manusia. Gua gak mau ngomong panjang lebar tentang piracy disini karena gua udah nulis artikelnya beberapa tahun lalu di blog ini juga.
      2. Ubuntu MP3 tidak default dan gua tau itu, karena gua harus install codec restricted-repo.
      3. Kecepatan “kilat” bukan prioritas bagi gua. Ibarat motor RX-King sama naik taxi. Mo secepet-cepet apa itu motor, tetep gak bisa ngalahin kenyamanan dan fasilitas yang diberikan taxi.
      4. Dan ANDA terlihat merasa pintar karena bisa menginstall Ubuntu….ck ck ck. Mungkin kalo gua gak nulis artikel ini, lo akan menganggap gua guru lo ya.

  182. guest mengatakan:

    gue punya cerita :
    gue suka ama motor jepang,apalagi honda (coz punyanya cmn itu)
    suka banget…sekalipun ada yng dr cina/taiwan yang jauh lebih murah…guwe masih suka honda…

    tapi kemudian …misalmya ada mahasiswa ITB yang sukses bikikn sistem motor baru(asumsikan teknologiny setara dgn cina/taiwan) and kebetulan gue insinyur otomotif handal (amin…) trus guwe dikasih kesempatan ikut proyek ngembangin teknologi motor ITB…
    Wah guwe seneng banget bisa nolong…
    tapi apa guwe bakal pakek tu motor yang sekualitas cina/taiwan ?
    karena berupa prototipe gak mungkin bisa langsung dipakai…dipakai mungkin buat test drive (kyk software beta2 gitu)…
    tapi keseharian gue masih pake honda…
    dan gue tetep cinta sama motor prototipe ITB itu (jadi mendua nih)…gue pengen motor ITB bisa segera dikembangkan and jadi final release …

  183. Jeff mengatakan:

    satu lagi hal yang menarik, Mac OS X punya Apple adalah merupakan varian UNIX yang berdasaran sistem operasi Mach, yang berarti turunan BSD. Apple sekarang telah memasukkan fitur-fitur menarik dari OpenSolaris seperti DTrace dan ZFS ke dalam sistem operasi Mac OS X.

    Kenapa harus berdebat masalah OS masing2 punya plus and minus… terserah kepada masing2 gw rasa tidak harus untuk di per-debatkan marilah kita sama2 melihat dari sisi positif thingking

    • koboy cangcut23 mengatakan:

      asyik sekali nih klu diskusi hostnya bodoh/cupu/oon/dll kaya zafir, mungkin zafion, azafir oon, kwkwkwkwkw, seru ketawanya ga henti2, kaya srimulat, kwkwkwkwkwkwkwkwkwkw

      zafir benci linux, gue lebih benci zafir, linux berguna untuk dunia tentunya gue juga , sedangkan zafir boro2 untuk dunia untuk gue juga gak kali, ya bater2nya tuk tukan sampah juga, sesuai perkataan dia, kwkwkwkwkwkwk…. kwkwkwkwk…. kwkwkwkwk,, betul ga bro….

      • Don Zafir mengatakan:

        Tadinya gua cuma menduga kalo lo bego. Ternyata tontonan lo Srimulat. Ergo, lo bego total.

        Gua mau kok jadi tukang sampah lo, selama sampah lo adalah serpihan-serpihn tubuh dari keluarga lo, dengan senang hati gua buang ke tempatnya: kandang babi.

        Bitch.

  184. engwulung mengatakan:

    kalo masalahnya install yang repot..tenang..kita bikinin distro baru yang ga usah repot2 install kebutuhan awam..

  185. agung triyono mengatakan:

    Saya tidak mendukung salah satu pihak manapun,

    I’m linux User
    I’m Windows User

    Segala sesuatu yang bayar,,, pasti dan akan selalu lebih baik dari tidak berbayar.. itu hukum alam bro.. kalau mau lebih ya bayar… kalo ga mau… ya udah fasilitas kelas festival deh….

    gOS dan YlMF
    Windows XP SP 2 User

  186. tukang baca mengatakan:

    gw baca tulisan ma komennya…gag ketinggalan satu huruf pun…
    kesimpulannya yg punya blog pinter ^^

  187. enc_ mengatakan:

    topik lawas b’t menarik, dari ulasan posting saya simpulkan:
    ini bisa jadi “Gue benci linux” = “dongkrak ajaib”.
    dasar cerdas kang Zafir..
    wkwkwkwkwk…. saluuutt..

    • cah awam mengatakan:

      betul sekali kang enc_, setelah ane mikir agak lama, ane menangkap maksud komen sampeyan, memang sebetulnya nggak ada yg perlu didebatin, tulisan diatas ambil bagusnya, semua kebencian ada sebab, dan sepantasnyalah penyebab2 tsb kita build untuk menuju linux yang lebih mapan dan mantap, inikah yang dimaksud dongkrak ajaibnya kang enc_ ??

      • Don Zafir mengatakan:

        Mungkin maksudnya “Gua Benci Linux” adalah ‘dongkrak’ yang memaju hits ke blog gua. Tapi pada kenyataannya, secara total, hanya sekitar 3,200 hits saja yang datang ke post ini (dari total 80,000 total hits).

        Sementara penyumbang hits terbesar adalah “Monster Tai” dengan 23,000 hits.

        Jadi, Tai>Linux.

        Q.E.D.

  188. koboy cangcut mengatakan:

    dasar zafir belum bisa apa2 dah sombong banget, apa lagi sudah bisa buat kaya linux, serasa tuhan kali,,,makanya terus bodoh, kaya dirinya pintar aja,,…. wkwkwkwkwkwkwkwkwkwk

    • Don Zafir mengatakan:

      Dan elo udah bisa apa, sayang?
      Udah bisa mecahin masalah SMB access dari Karmic ke WHS belom? Karena, jujur gua mentok disitu.

      Well, gua sebenernya sih bodoh-bodoh amat. Secara gua emang kerjaannya party dan mabok-mabokan, tapi gua jago komputer dan IP di kampus selalu di atas 3,1.

      “wkwkwkwkwkwk”….Lo umur brapa sih? 13?

      • turbulens mengatakan:

        /IPADDRESS/SHARE /mnt/FOLDER cifs username=USER,password=PASS,users,noperm,auto 0 0

        kl ga, lo bisa datang ke link ini : http://ubuntuforums.org/showthread.php?t=1089537

        gw dari psikologi, bukan komputer. ip gw juga cuman 2,78, walaupun alhamdulillah penelitian gw dapet sponsor terus .Tapi gw emang hobi komputer, dan gw suka bertanya pada banyak orang, belajar dari berbagai sumber. Dan syukur juga berkat itu gw bisa nambah2 penghasilan gw jadi freelance IT Consultant. Menurut gw, orang itu tidak ada yang “jago”. Yang ada adalah orang yang mau belajar. Karena, kalau seseorang sudah menyebut dirinya “jago”, maka berarti dia sudah tidak memiliki keluhan, atau permasalahan apapun di bidangnya, sehingga perlu melontarkan uneg-unegnya di internet🙂 . Dia pasti sudah mampu mengatasi semua persoalannya sendiri, malah dia akan membantu orang lain yang tidak bisa, bukannya mentok, terus marah-marah dengan persoalannya😀, PEACE….

  189. koboy cangcut mengatakan:

    Betul kata robert, dia ga bisa adaptasi di linux, ga mampu nguasai linux, makanya benci karena cupu, kwkwkwkwkwk, gua yakin 100% dia mentok di linux, makanya benci linux, wkwkwkwkwkwk, kasihan deh lo,,,,. klu ga bisa belajar bukan maki2, bukan benci, banci kali… kwkwkwkwkw

    • Don Zafir mengatakan:

      Eits eits, tepatnya 2 dari 5 komputer di rumah gua menggunakan Linux yang full modified untuk memenuhi kebutuhan gua dalam menonton film di layar HDTV 42″ yang dikoneksikan melalui jaringan LAN yang mengakses film-film dalam bentuk digital yang disimpan di dalam beberapa buah harddisk yang total kapasitasnya mencapai lebih dari 1.5TB.

      Dan 1 dari 3 smartphone gua juga menggunakan Linux (Android), sementara 2 sisanya adalah iOS 3.1.3 dan BlackBerry OS 4.5.

      Jadi gua bukannya “100%” mentok di Linux bung, tapi GUA 100% LEBIH KAYA, GANTENG, DAN KONTOLNYA LEBIH PANJANG DARIPADA ELO.

      • billgate mengatakan:

        hahahahahahha…..jujur bangettt…kontolnya panjaang….sama kontol sapiiiii…hahahah…n lebih kayaa..kayak setan..n lebih ganteng sediki dr babi busukkk…

  190. koboy cangcut mengatakan:

    biasanya orang kaya zafir itu kurang berpendidikan dan ilmu, pasti ga lulus,,….. kwkwkwkwkwkwkw, kasihan gue…….,, kursus aja mas, selain kursus linux jangan lupa kurses kepribadian, ke sikolog lebih bagus lagi,,, kkwkwkwkwkwkwkwkwk

    • Don Zafir mengatakan:

      Oh ya? Diplom. Ing. of Electrical Engineering dan (sebentar lagi) Bachelor of Science in Industrial Engineering dari universitas TERMAHAL di Indonesia dan Universitas Ilmu Terapan di Jerman itu kurang berpendidikan?

      • billgate mengatakan:

        tapi lu nya yang bodoh…dungu…lebih pintar babi drpd lu….anjinnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnngggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggg

      • turbulens mengatakan:

        Kalau lo berpendidikan, lulusan universitas TERMAHAL, udah mau jadi BS pula, lo akan memberi solusi, bukan keluhan.🙂 Terjawab kan? dari semua komentar lo yg terlihat itu lo orang yang sombong, suka pamer, padahal belum tentu punya otak. Derajat pendidikan manusia dapat dilihat dari cara bicara dan tulisannya, mengerti kan Mas? atau Dek? (soalnya gaya bicara lo agak kekanak-kanakan, maaf….)🙂

  191. koboy cangcut mengatakan:

    hahahha….kwkwkwkwkwk……asyik sekali nih klu diskusi hostnya bodoh/cupu/oon/dll kaya zafir, mungkin zafion, azafir oon, kwkwkwkwkw, seru ketawanya ga henti2, kaya srimulat, kwkwkwkwkwkwkwkwkwkw

    zafir benci linux, gue lebih benci zafir, linux berguna untuk dunia tentunya gue juga , sedangkan zafir boro2 untuk dunia untuk gue juga gak kali, ya bater2nya tuk tukan sampah juga, sesuai perkataan dia, kwkwkwkwkwkwk…. kwkwkwkwk…. kwkwkwkwk,, betul ga bro….

    • Don Zafir mengatakan:

      Hahahaha.
      Koboy Cangcut.

      I’M BACK BABY!

      Asal tau semuanya yang ada disini,
      gua adalah seorang yang cukup ahli di bidang komputer, terutama Linux, Windows, dan Mac. Jadi gua bisa bilang kalo LINUX = SAMPAH.

      Dan yang gua maksud adalah Linux Desktop. Mana buktinya? Netbook yang diincar dari segi harga aja, Linux gak bisa berjaya.

      Mau tau Linux yang sukses apa? Linux yang MENGHILANGKAN segala sampah-sampah dan kerepotan-kerepotan yang gua TULIS DI ARTIKEL INI, yakni ANDROID.

      Selain Android? Linux cuma buat diutak-utik sama geek dan nerd kayak lo semua yang gak punya duid.

      Koboy, sekali lagi gua bilang: LINUX (desktop) = SAMPAH. Opini lo = SAMPAH. Ibu lo = PEREK.

      KALAU KALIAN GAK SETUJU SAMA PENDAPAT GUA, MAKA KALIAN SALAH!

      Ha ha ha ha ha ha…

      • orang_awam mengatakan:

        liat dari cara berkata2 aja udah bisa dinilai…yg punya artikel ini seperti apa orangnya…..

      • billgate mengatakan:

        yg punya artikel memang setang bodoh banget…baby anjing kurap…kutu busu…blog buusuuukk…..keluarganya perek semua,baby…

        sekalipun ane punya perusahaan mikocop..tp u emg babi busuk…banciiii luuuuu

        by…bil gate

      • hahahaa.. slow aja Don..

        Udah banyak yang kehabisan kata2 tuh.

        Saya menyimak lagi deh..

        ~ Vaya Con Dios ~

      • sby mengatakan:

        weks…..
        sungguh mantap bro.. mantap…..
        gaya bicara gw banget…

      • akulahdisini mengatakan:

        ANEH….

      • akulahdisini mengatakan:

        lw jg nggak punya duid…buktinya lw ikutan nyolong…jadi lo golongan sampah beribu perek ckckckck malangnya….(jujurnya ni orang….)

      • Don Zafir mengatakan:

        Duit gua banyak. Tapi gua pake buat mabok-mabokan dan main perempuan. Bukan untuk barisan kode yang tidak menggunakan biaya untuk diperbanyak.

  192. Rijal mengatakan:

    Arogan bagant sich….
    itu karena kamu bleum kenal bagaimana linux yg sebenarnya…..
    Justru karena linux itu free itu lebih bagus dari pada pake OS XXX tapi bajakan???!!!
    Sistm keamanan di Linux jauh lebih bik dari yang lainnya Linux ga mudah di Serang virus spyware dll. ga Kayak SO XXX yang mudah bagat di serang dan di Hack crack oleh orang lain.
    mengenai pemutar MP3 tenang aja Bro kan ada KMP Player, Amarok dll. dari segi staile Linux jauh lebih keren kok dari pada yang lain…..
    Buat para pembaca jangan mudah terpengaruh the ma orang ini.
    Mending Pake Open Source “LINUX” dari pada Pake yang Bajakan….
    melanggar UU No. 19 Tahun 2002 Hak Cipta jangan coba-coba pake yang Software bajakan anda bakal ditindak sesuai Undang-undang yang berlaku.
    Hargai Hak Cipta Orang lain dengan memakai produk yang Asli Bukan yang Bajakan…..
    Thank’s….

  193. linus mengatakan:

    yasudah linux itu sampah
    yasudah linux itu sux
    hahahahahahaha
    *numpang nyepam hahahahahaha*

  194. Limpo mengatakan:

    Gak ada yang salah …..!
    dan nggak mesti membenci…
    semua ada tempat tersendiri…..

    WINDOWS : untuk orang2 yg menjadikan dunia IT sebagai lahan Komersil (baca:wajar), sumber duit

    MAC OS : Untuk orang yang “gilla” gengsi dan penghargaan atas nilai barang mereka (baca: BRAND IMAGE), sumber gengsi

    LINUX : Untuk orang yg “sense of investigation”-nya tinggi dan mau berbagi (baca:nonliberal), sumber pahala

  195. win7 mengatakan:

    yg “Geek” itu nusuk banget kayanya hahaha

    share dikit nih:

    d linux emg driver ga perlu install lg,itu enak, tp…
    kt jd ga bs melakukan configurasi hardware tersebut.

    50% virus d windows? itulah tandanya klo bnyk yg pake windows. makin banyak yg pake OS akan makin bnyk jg virusnya, begitu pula sebaliknya.

    pake linux sebenarnya ok2 saja buat saya. yg paling saya ga suka dengan linux itu installasi software2 nya. tidak segampang saat install d windows yg full GUI dan guidenya(installation wizard)

  196. Vukx mengatakan:

    wakakakak..lucu gan bacanya..pasti agan saking jagonya pake linux mpe benci ama tuh software..

  197. L.i.m.p.e mengatakan:

    Ini apa yah kok apda ribut..

    Just Posting aja😀

    agan Zafir Bisa Artikan Artikelnya ke bahasa inggris semua? tanpa alat bantu google translate ataupun Software?

    Kenapa Agan Zafir Nulis Artikel Bahasa Indonesia Semua??

    Itu Perbedaanya.
    Linux = Di artikan Bahasa Inggris
    Windows = Bahasa Indonesia / Bahasa Kita Sehari hari

    Semua Itu Hak seseorang dan Kebiasaan aja🙂

    • Don Zafir mengatakan:

      Jadi bahasa Inggris?
      Bisa.

      Gua seseorang yang memiliki nilai “hampir” sempurna pada TOEFL (gua bilang “hampir” karena gua ketiduran saat sesi Listening dan kehilangan beberapa poin, ngebosenin banget).

      Kenapa gua tulis bahasa Indonesia? Supaya Zealots pada keluar dari lobangnya dan mampir kemari.

  198. nd0r0 mengatakan:

    kalo menurut gw sih ini “buruk muka cermin dibelah”.

    kalo ga bisa linux ya udah mas, ga usah maksa. apalagi campaign.
    lagian juga sepertinya anda hanya butuh komputer buat ngetik dan dengerin lagu, windows sangat sangat cukup untuk anda..

    salam kenal

    • B4T4X mengatakan:

      gw mo komeng tapi yakin dgn tipikal yg punya blog kek gini hanya akan menghasilkan debat kusir yg berkepanjangan…
      so.. karep mu lah

      +1 aja ah..
      ketemu mastah lagi blogwalking :malu:

    • Don Zafir mengatakan:

      Kalo gua bisa dan gak suka gimana?
      Komen lo itu yang membuat gua benci bukan kepalang sama orang-orang kayak lo.
      Lo mengasumsikan jika orang “bisa” make Linux, maka dia akan otomatis “suka” sama OS itu. Asumsi itu yang jadi dasar lo berbicara.

      Sekarang gua bilang. Omongan lo itu SAMPAH.

      Mendingan lo baca lagi artikel gua baru komentar. Oke, ‘mpah?

  199. kolor ijo mengatakan:

    @Souza Nurafrianto : lo ini biniya si el zafir yah.., sampe getol amat bela2in..??

    lo mau benci kek, mau seneng kek.., lo telan sendiri tuh kebencian lo.., apa untungnya lo ngebenci linux?? apa lagi menebarkan flame war seperti ini, dari omongan lo udah kebaca lo itu orang seperti apa.

    • Don Zafir mengatakan:

      Dan, lo, telen sendiri kebencian lo terhadap Souza. Lo mau benci kek, mau seneng kek.., lo telan sendiri tuh kebencian lo.., apa untungnya lo ngebenci Souza?? Apa lagi menebarkan flame war seperti ini, dari omongan lo udah kebaca lo itu orang seperti apa.

  200. ordinareez mengatakan:

    saya sependapat ama om elzafir

    saya paling males ama martir-martir linux yang sok ngejelek-jelekin Windows. apalagi kalo ternyata mereka masih dual boot ama yg bajakan

    intinya promosi Linux dengan cara black campaign itu malah bisa bikin orang lain enek.
    masih banyak cara untuk mempromosikan Linux.
    dan sebaiknya juga kita mencermati kebutuhan orang yang akan di-Linux-kan, agar nantinya konversi Linux ke Windows tidak menjadi petaka

    saya pengguna Linux btw

  201. middlefinger mengatakan:

    wew..rame ni yee….bagus juga idenya buat naikin traffic😮

    ikutan daah….
    gw masi nubi di linux 😀 mau ngikut ahh..
    pertama, gw agak ga sepakat nih sama yg ini:
    ___
    berapa banyak komputer Windows ber-antivirus yang kena virus? Hmm? Lebih dari 50%!! Apa artinya? Artinya, lebih dari 50% manusia yang menggunakan komputer itu TIDAK PEDULI sama keamanan komputernya! Dan kalo mereka tidak peduli sama keamanan? Artinya? Artinya mereka gak peduli soal tingkat keamanan Linux.
    ___
    prematur bro statement lu…ada banyak bgt kemungkinan kenapa user2 pada tetep pake wedus. salah satunya, mereka ga kenal OS lain, silakan bro tanya2 ke org2, berapa banyak yg kenal linux?
    kedua, kalopun kenal, mereka males belajar. banyak bgt tmn gw yg gw kenalin linux, tapi mereka ga mau belajar make pinguin yg satu ini😀
    atau mungkin karena wedus dikenal lebih dulu sama org2 dibanding linux…
    ___
    next, perbandingan ini:
    6. Denger lagu (Windows/OS X. Linux ga masuk, karena MP3 gak default terinstall)
    ___
    apa wedus pas diinstall langsung bisa dengerin suara?hahahaha…..jangankan mp3, login aja membisu..hihihi…linux?hmm.bro taulahh..
    ___
    oke, kalo bro mau ngebandingin default/bawaan kita harus adil dong sama poin2 lain..
    ___
    12. Ngedit gambar (Windows/OS X)
    ___
    apasih software default wedus buat ngedit gambar?mspaint?hahahahhaa….
    apa photoshop, corel, terinstall default?ckckck…linux?ubuntustudio ngasih bro software editing dengan default.so?
    ___
    8. Presentasi & Spreadsheet (Windows/OS X. Microsoft Office ada untuk OS X juga)
    ___
    apa sih software office bawaan wedus?wordpad?notepad?silakan presentasi pake notepad..hahahaha…
    ___
    # Bikin lagu (Windows/OS X)
    ___
    ini juga, apaan bro software default bawaan wedus?ckckck..
    ___
    Nonton film (imbang)
    ___
    masaa…..siyyh?suara aja ga ada…gmn mau nonnton film? inget driver broo…
    ___
    gw masi nubi bro, masi pake ubuntu😮 maap klo salah..:P
    ___
    last but not least..gw yakin seyakin2nya bro pake linux.entah distro apa, yg jelas bro lebih tau linux dibanding gw😀
    ___
    vivaopensource!

  202. middlefinger mengatakan:

    anjrit, setelah baca2 komen n balesnnya. ternyata gw salah komen dimari…wakakakaka….
    KEBON BINATANG…hahahaha…
    ___
    take it easy broo….take it easy…

  203. Linuxer mengatakan:

    pke linux mint aj udah terinstall semua kq driver nya.
    Ini org cuma pake 1 distro doank ky nya :nohope:

  204. andi mengatakan:

    cara paling ampuh untuk menaikkan trafic blog… hehehe

  205. Ade Malsasa Akbar mengatakan:

    Saya sangat senang membaca ide-ide orang yang mengkitisi Linux secara terbuka seperti Anda. Membaca komentar-komentarnya juga menarik, ada yang pro-dan kontra. Saling mengejek, ada yang saling setuju. bahkan ada misuh-misuhnya juga.😀

    Salam kenal dari seorang pemakai Linux. Salam hangat dan jabat erat.

  206. Slacker mengatakan:

    asli gw ngakak baca tulisan ini…
    wakakakakak

  207. damien mengatakan:

    Alaaah bulshit…pada ga bisa bikin OS sendiri aja ribut bela sini bela situ. buktiin klo lu emang pinter. coba bikin OS sendiri yg bisa lebih baik dari buatan bule & yahudi.

    klo ane sudah ngakuin klo ga bisa buat OS krn emang ane ga bela salah satu n ga canggih di komputer.

    • B4T4X mengatakan:

      gw males komeng tapi ngeliat postingan satu ini, kaga tahan aja gw :

      Alaaah bulshit…pada ga bisa bikin OS sendiri aja ribut bela sini bela situ. buktiin klo lu emang pinter. coba bikin OS sendiri yg bisa lebih baik dari buatan bule & yahudi.

      – buset nyet lo kaga pernah sekolah ya ? bawa2 SARA ? pulang sana, lurusin dulu kencing baru balik lagi kesini

      klo ane sudah ngakuin klo ga bisa buat OS krn emang ane ga bela salah satu n ga canggih di komputer.

      – good ! then you can get the fuck out of here, moron !

      demen banget bawa2 sara, yahudi, bule, dlsb.. pake dihubung2in lagi sama kek ginian… PELER !

  208. joielechong mengatakan:

    Saya sepakat dengan komentar mas middlefinger.
    Menurut saya, mas yang punya blog ini salah milih distro waktu mau nginstal.–> “Gua menggunakan Ubuntu Server di rumah gua. Dan gua menggunakan handphone dengan sistem operasi Android.”
    Salah melangkah mas ini, masih newbie langsung nyoba ubuntu server… Membandingkan Ubuntu Server sama Window$, yang satu server, yang satu lagi dekstop.. Ya, jelas gak fairlah…
    Kalau mau bandingkan, harus sama-sama untuk desktop misal:
    Window$ XP vs Linux Ubuntu atau Linux mint.

    Salam Slacker😉

    IMHO

    • B4T4X mengatakan:

      sedikit koreksi sebelum ente dibombardir ama sang Don Diktator :p

      die pake ubuntu server bukan buat desktop tapi emang buat server dirumah die yg katanye sangat hightech dan wow dengan layar 42 inch ( borderless gak ? :p ) dan harddisk 1.5 tera itu

      dan sang diktator tidak membicarakan server disini tapi desktop

      ———————————————————
      trus, knape loe kaga komen disini malah komenin postingan gw ?
      – kan udah gw bilang, gw males komeng… yg punya blog dictator wannabe :p ntar malah debat kepanjangan

  209. widya walesa mengatakan:

    wah ya bender sekali sampeyan mas. LINUX IS SUX!

  210. wasik mengatakan:

    Emang betul… Linux itu sama sekali ngga ada masa depan. Dari 10 tahun yg lalu market sharenya di desktop sekitar satu persen, saat ini market sharenya pun ngga beranjak dari angka satu persen… ROFLMAO.

    Linux adalah sistem operasi buat LOSER dan orang cupu.

    • ipul mengatakan:

      benar , buat orang cupu yang mau pintar .
      tidak seperti anda orang pintar yang semakin bodoh.🙂

      • wasik mengatakan:

        LOL, ngeliat tampang elu sih emang keliatan bahwa lu memang orang cupu. Bwakakakakaka.

        Bahkan ALAY pun ngga secupu elo. Bener2 mirip ipul lo, asli mirip!!!!

    • turbulens mengatakan:

      Saya juga orang cupu Mas, tapi saya kan ngaku,😀 lah, Mas ini mungkin emang ga cupu (mungkin lhooo…😀 ) tapi yang jelas sombong, dan belum tenu punya otak ngaku ndaakkk hayoooooo…..hahahaha😀

  211. Coepoe mengatakan:

    salam opensources dan terimakasih buat kritikannya…

    coba maen kesini>>> situsnya pengguna freeBSD http://linsux.org/forum/
    hampir sama kritikannya sama yang ngepost artikel diatas.
    Hal yang sering dikritik komunitas freeBSD di linsux.org adalah sebagian orang di komunitas Linux dianggap terlalu berlebihan memandang Linux, seperti misalnya, beberapa tahun yang lalu, ada yang menyatakan kalo Linux akan mengambil alih pasar desktop Windows dalam beberapa tahun. Tetapi kenyataannya, kita tahu sampai saat ini Windows masih mendominasi.

    Menurut ane, perbedaan pemilihan dalam menggunakan suatu teknologi jangan terlalu dilebih-lebihkan. Kalau ada orang yang merasa Windows cukup buat dia, silahkan. Kalau ada orang yang merasa MacOS cukup buat dia, silahkan saja. Kalau ada orang menggunakan distro Linux selain Ubuntu, juga silahkan. Kembali lagi kepada akar yang membuat komunitas Linux ini kuat, yaitu FREEDOM (Kebebasan), termasuk kebebasan dalam memilih teknologi (OS) dan menghormati keputusannya.

  212. dvo mengatakan:

    mmmm… dibikin nyantai aja. yang nyaman make windows silakan jalan sesama windowsnya dan yang suka linux biarkan dia beraspisari dengan linux. semua OS tetep bikin pinter. tinggal gimana cara liat yang make aja…

  213. Mail mengatakan:

    -BELI OS BAJAKAN : TIDAK MENGHARGAI BILL GATES
    -BELI OS ORIGINAL : RATA2 ORG INDONESIA TDK MAMPU
    -PAKE OS OPENSOURCE : SAYA YAKIN KEBUTUHAN RATA-RATA ORG INDONESIA HANYA BROWSING, MP3, MOVIE, DLL YG PASTINYA MSH BISA DICAKUP OLEH LINUX.

    KALAU ADA YANG BENCI LINUX KARENA SUDAH TERBIASA WINDOWS ITU SAH-SAH SAJA… TAPI HARUS ORIGINAL… KALAU MASIH BANYAK YG BELUM BISA BELI ORIGINAL, LEBIH TERHORMAT PAKAI LINUX DRPD WINDOWS BAJAKAN!!!

  214. aghe milano mengatakan:

    wow memang benar2 mantaf artikel anda Don Zafir..
    oke lanjutkan.. tambah lagi materi-nya yang lebih HOT😀

  215. anton mengatakan:

    Kalo bisa pake Windows bajakan ngapain pake Linux…. Linux cape konfigurasinya, boros batere laptop dan LAMBAT… kapok deh ane install Fedora dan Ubuntu di laptop ane….

    Good bye Linux!!

  216. ipul mengatakan:

    jadi pengen coment juga nih ,
    mas pake distro apa sih sebenarnya? kalo mas ngasih contoh windows dengan berbagai versi , kenapa linux cuma satu versi saya (itupun ga jelas distro yang mana) .tolong yang lebih spesifik lagi . saya baru pake linux ,dan saya enjoy , bahkan dengan slackware .
    dan laptop saya build-in windows home “original”. dan sampai sekarang udah saya format untuk menggunakan linux .

  217. ipul mengatakan:

    http://www.whylinuxisbetter.net/index_id.php?lang=id nambahin lagi sob . kali aja lebih membuka wawasan . ini posting lama ya ? nah , mungkin sekarang udah punya pendapat berbeda………

  218. ipul mengatakan:

    terlanjur ketipu nih , sekalian aja koment yang banyak ,hehehehe

    Facebook-an (imbang).
    setuju (ini bukan masalah OS)

    YM-an (Windows/OS X. Dan yang dimaksud ‘YM-an’ bukan sekedar chatting, tapi juga webcam, IMvironment, buzz, emoticons, audibles, dan lain-lain)
    tidak setuju (linux juga bisa (gyache))

    MSN-an (Windows/OS X)
    ga setuju ( pidgin semua juga bisa )
    Skype-an (imbang)
    setuju

    Ngetik diary (Windows/OS X)
    tau sendirilah kalo yang ini ( yang ini jelas membandingkan linux-base(text-mode dengan windows 7) hehehe
    padahal linux text mode aja bisa buat ngetik diary(e3 , vi )
    Denger lagu (Windows/OS X. Linux ga masuk, karena MP3 gak default terinstall)
    ga setuju ( ini cuma dari ubuntu yang tidak mendukun mp3,soalnya mp3 kan ilegal) emang windows bisa langsung nyanyi begitu diinstall??? bukannya membutuhkan driver ??? check lagi deh.

    Nonton film (imbang)
    setuju
    Presentasi & Spreadsheet (Windows/OS X. Microsoft Office ada untuk OS X juga)
    ga setuju OO.o juga bisa

    Main games (Windows)
    game apa ??? linux juga punya game kan?

    Ngedit film (OS X)
    wew sekali lagi ini artikel tahun 2002 ya?

    Bikin lagu (Windows/OS X)
    bikin lagu gimana sob??? kalo ngerkan pake MIC semua juga bisa , bahkan HP aja bisa .

    Ngedit gambar (Windows/OS X)
    please deh , belum pernah pake GIMP ya ??????

    • widya walesa mengatakan:

      setuju gan, nda update referensinya kecuali market share. hey it’s about market and opensource isn’t about market. UBUNTU (through canonical ltd) IS about market, redhat IS about market, suse enterprise (through novel ltd) IS about market. so the linux itself? Is it about market?

      makanya saya mengembangkan paham generalisme walopun kemarin ada yg marah2 soalnya paham itu nda ada. padahal ada di kepala saya.

      but still, LINUX IS SUX!!!!

      btw nulis diary itu apaan ya?

      • ipul mengatakan:

        Nulis diary itu , semacam curhatan cewek yang sama sekali ga penting ( menurut laki-laki tentunya ).mungkin bagi penulis yang “laki-laki” sepertinya ini penting .hehehe

    • Don Zafir mengatakan:

      Man, omongan lo bullshit semua.
      GIMP? Is this a joke?

      Lo bandingin Adobe Photoshop sama…..GIMP??
      Lo bandingin Final Cut Pro/Adobe Premiere/Avid Media sama….Cinerella?
      Lo bandingin Sony Vegas/Adobe Audition/CuBase sama Audacity?
      Lo bandingin MS Office dengan integerasi Groove dan Exchange dengan OO.o?
      Lo bandingin MSN/WLM dengan integerasi SkyDrive dan Hotmail dengan….Pidgin?!

      Please bilang kalo semua kerjaan lo dengan program-program ini hanya hobby belaka tanpa aspek komersil/profesional….karena gua akan kasian sama klien-klien lo yang harus menghadapi kekeraskepalaan lo dalam menentukan pilihan software.

      Dan, bro, jelas Windows bisa langsung “nyanyi” begitu terinstall. Ingat, gua gak nogmongin XP. Tapi Windows edisi terbaru. Jangan bullshit.

  219. Afwan mengatakan:

    Tidak perlu menyebar kebencian, kalo memang banyak orang yang belum familiar, tugas komunitas open source untuk memperbaiki dan melengkapi linux biar bisa familiar.
    Atw mungkin si Om Zafir….. dapat titipan propaganda dari timnya Windows and kawan2

  220. hantu bodong mengatakan:

    Bravo bravo …. selamat mas el zafir. sekali lagi bravo..(hip hip horeey hip hip horeyy),
    rating blog anda telah naik gara-gara artikel ini.
    Anda memang bermental baja,salut saya ama sampean. Komentar nya sampe tembus 500.
    dan buat orang-orang yang komentarin artikel anda,saya cuma bisa bilang satu kalimat.
    “Ngapain ngurusin Artikel orang kayak gini,buang-buang waktu,Lha wong cuman cari sensasi doang kok!!!!”.

    (capee…kk deh)

    Cepetan pulang ke Indo mas, mo tau saya anda seperti apa,
    (selamat,selamat…)

    • Don Zafir mengatakan:

      Gua udah di Indonesia.

      Hmm… kalau anda menyarankan orang-orang untuk tidak membuang-buang waktu untuk mengomentari blog ini, kenapa anda juga mengomentari?

      Hmmmmm….membingungkan.

  221. akulahdisini mengatakan:

    aku dulu make windows skarang pake linux….
    abis widows ngebosenin sih…..
    pake linux tu menantang….
    oh ya…cewek yang kurang pinter yang beli laptop ga ngeliat specknya…aku liat…dan bandingin…..

  222. zahris mengatakan:

    saya “linux zealot” dan saya bangga..😀

    saya linux zealot yang munafik karena masih make windows walau cuman buat maen game (game gratisan semua).. btw windowsnya ori.😉

    biarin dikatain zealot.. makin banyak yg termakan omongan saya. bisa nambah user linux sehingga market sharenya nambah. developer software/hardware juga makin cepat melirik linux (amiin….)

    toh kernel linux juga ndak 100% free software.. ada binary blobs yang propietiary katanya(ehem..)

    yo lah segitu aja.. salam… hidup stallman..!!

  223. wangkar mengatakan:

    Make Linux pengen muntah… musti obrak-abrik konfigurasi, kinerjanya lemot pula…

    Windows 7 adalah sistem operasi terbaik pada saat ini.

  224. Jhony bedesh mengatakan:

    Linux = SAMPAH

    • ZzzZ... mengatakan:

      Lo.. tuh yg sampah ..
      Lu kira di windows lu itu bukan sampah semua . games lu , mp3 lu , software lu sampah alias bajakan semua .
      go… linux !!!

      • Jhony Bedesh mengatakan:

        Lo tauk dari mana kalo gw pake bajakan? Asbun lo ye…. typical Linuxer banget nih suka asbun wakakakaka.

        LINUX = Sistem Operasi buat LOSER dan SAMPAH

  225. Wirasto S. Karim mengatakan:

    Perbedaan itu merupakan anugerah. Tak usah dijadikan alasan untuk menjelek-jelekkan satu sama lain.

    “AKU menciptakan kalian dari laki-laki dan
    perempuan, dari berbagai bangsa dan suku agar kalian saling mengenal”

  226. yyyahu mengatakan:

    yg belum pernah pake linux pasti bilang linux jelek (mungkin akan bilang benci linux juga)
    tapi setelah dia pakai linux,saya yakin dia bakal ninggalin jendelaOS..
    kecuali dia Bodoh..ngga bisa mengexplore linux lebih dalam lagi..cepet² dah dia balik lagi ke JendelaOs B-)

    • Don Zafir mengatakan:

      Haha. Gak tuh. Gua udah menguasai dan abis ngutak ngatik Linux. Dan gua menyimpulkan, kalo OS kayak gini gak akan pernah jaya di desktop.

      Dan gak ada alesan kenapa gua harus pindah dari Windows 7 dan OSX Snow Leopard gua ke OS yang kinky dan gak support aplikasi-aplikasi terbaik di dunia. Terutama di keadaan gua yang bisa mendapatkan kedua OS tersebut dengan mudah.

  227. ardyan mengatakan:

    jancok,asu,kirik

  228. xc24 mengatakan:

    saya pake dual boot
    windows cuman buat game…ato aplikasi lain yg blum saya kuasai di linux..
    btw linux adalah kernel…
    sayapun bkan org IT yg wah..tpi saya sangat suka linux..karena dg linux saya bs lebih explore..

  229. Wirasto S. Karim mengatakan:

    Menggunakan windows bukan karena bodoh. Begitupun menggunakan Linux bukan berarti tu orang termasuk pintar. Masalahnya ada pada kubutuhan🙂

    Jika saya bisa mengambil sedikit dari perkataan mas “sef” di forumlinuxorid

    “Ternyata masalahnya bukanlah bahasa C versus Java, bukanlah JSP versus PHP atau bahkan Windows versus Linux. Masalah sebenarnya ada di requirements. Bukankah IT ditujukan untuk memecahkan masalah di dunia nyata, masalah-masalah yang mayoritas dimiliki oleh orang-orang di luar dunia IT?”

    Ke-12 point yang dituliskan sebenarnya ujung2nya adalah kebutuhan🙂 Karena butuh ya dipakai. Secanggih-canggih teknologi tapi kalau tidak memenuhi kebutuhan yah untuk apa digunakan????

    Namun harus diingat, tidak digunakan karena tidak memenuhi kebutuhan bukan berarti bisa jadi alasan untuk menjelek-jelekkan🙂

    Becek-becek tidak ada ojek. Peace ada deh…🙂

  230. wanak mengatakan:

    Linux tidak bisa memenuhi kebutuhan saya. Performanya jauh di bawah Windows XP maupun Windows 7. Tidak ada aplikasi pendukung yang cocok dengan kebutuhan client (MS Office). Tidak ada / susah untuk main game2 berat. Repot install driver VGA. Pokoknya, Linux untuk saat ini (dan sejak 10 tahun yang lalu) sangat amat masih jauh untuk menyaingi Windows.

    Salam.

  231. Suhartono mengatakan:

    Aq setuju sekali dengan rekan2 di atas, Linux merupakan sistem operasi yang sangat payah, sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan windows palagi Mac OS.

    Aq rasa Linux sudah mati sebelum sempat berjaya. Kasian skali Linux satu itu.

  232. yawayare mengatakan:

    GUA KAPOK INSTALL LINUX DI NOTEBOOK GUA; KAGAK LAGI DEH MAEN2 SAMA LINUX

  233. zico mengatakan:

    9 dari 10 super komputer terhebat di dunia memakai Linux…
    Google melarang pegawainya memakai windows…
    Google sendiri memekai Linux….
    Facebook memakai RedHat Linux…
    Departemen Pertahanan AS memakai Linux…
    ini fakta dan saya tidak ingin menjelek2an pihak lain.. saya hanya pemakai Linux yg tau Linux dipakai oleh siapa saja…

  234. Bill Gate mengatakan:

    Linux…
    Go so far…

  235. grosso mengatakan:

    LINUX merupakan sistem operasi murahan. Windows 7 tetap lebih jaya!!!!

  236. kebo mengatakan:

    Saatnya LINUX masuk kubur… eh dari dulu emang letaknya di kubur yah wakakakaka

  237. rezashamdani@kaskus.us mengatakan:

    hmm…. pembahasan yang aneh. but the essence gak sampe kena dibahas.
    1. dengan jendela hanya ada aplikasi standar setelah diinstall baru🙂
    2. dengan jendela menjadi target serangan virus yang selalu bervariasi tiap saat🙂
    3. dengan jendela untuk aplikasi “biasa” kudu beli dengan dolar😉
    4. dengan jendela siap2 lakukan install ulang setelah beberapa lama😉 karna death blue screen happen most of the time.
    5. dengan jendela anda akan menjadi terbiasa tidak memiliki perasaan bersalah karna membajak hasil kerja orang lain.

    klo mo liat komentar orang laen yang bisa lebih proporsional dibanding dimari silakan ke http://www.kaskus.us/forumdisplay.php?f=65

    and buat yang mo bacot sekenanya, masabodo ah🙂

    • kritikus mengatakan:

      1. copy dari komputer temen, pinjem cd software di rental, dan tinggal next next lalu finish dan yang pasti gak pake bugs
      2. biarin kan banyak antivirus, setiap orang yang pake windows juga udah antisipasi buat pake antivirus :p
      3. gak musti beli, bajak aje, cracknya ada dimana-mana
      4. blue screen? jaman sekarang masih kena blue screen, windows 7 loader tinggal download, ngapain susah-susah, klik 2 kali next next and finish
      5. ngapain bersalah, bajak membajak itu biasa, lumrah tau, emang lo berani secara empat mata dan nuntut ke pengadilan kalo gua pake windows bajakan? emang lo bill gate? emang apa urusan lo ama lisensi windows? take care your own fucking license

  238. upi mengatakan:

    cuma masalah pilihan sih, why so serious, ga suka tinggal tinggalin :p masih banyak jutaan orang yang suka :p

  239. alex mengatakan:

    hehehe ..,,
    mantab bro tulisannya … keren ..

    tapi kenapa bro sampai sebenci itu ya ama linux.. apa pernah ditolak sama si linux, atau dikhianati jangan2 ama si pinguin.. hihi ..

    btw bro .. linux dengan kebebasannya itu membuat orang lebih kreatif dalam hal pengembangan .. bukan terkurung dalam sebuah box tertutup seperti punya om Gates .., orang bisa lebih kreatif dan inovatif dalam berkreasi.. jadi menurut gw “Kebebasan” linux itu sesuatu yang cool ..

    memang kalau dari sisi desktop Windows memang lebih unggul karena memang ditujukan buat itu ..

    tapi sekarang sudah ada KDE 4 di Linux,, apa bro ud pernah liat?? .. keren loh .. cobain dulu ..

    dan dari sisi server ..
    gw cuma bisa bilang 1 hal bro .. Windows is nothing😀😀😀,, bukannya meremehkan tapi ud terbukti dibandingkan si Linux yang realy2 powerfull sampe poll ..

    sementara OS X itu condong ke design grafis dan multimedianya dan memang ga diragukan ….

    so menurut gw mungkin si mas bro kurang biasa aja sama si penguin😛 ..

    btw .. salam kenal bro .,,
    sagst du .,, liebst du in Deutschland oder?
    das ist interessant bro ..

    • Don Zafir mengatakan:

      KDE 4? Tentu sudah. Tampilannya masih kalah jauh dari Aero atau pun Aqua.

      Well, “bro”, kalau lo baca artikel gua, lo pasti tau kalo yang jadi fokus disini itu bukanlah “power”, tapi advantages untuk pengguna awam (karena itu pasar yang diincar Linux desktop, yang sampai sekarang gak berhasil).

      Kalo urusan “power”, masing-masing punya kelebihan dan kekurangannya. Tapi Linux sangat kurang di urusan “home”, “office” dan “production”. Satu-satunya bagian yang Linux kuat adalah “server” atau cuma sekedar jadi “alternatif murah” bagi warnet/kantor.

      Ja, das ist wirklich interessant.

  240. ASOY mengatakan:

    Kalau ada yang berkata “saya benci hari ini” apakah dia akan mati ??? gak kan??

    dia benci hari ini karena ada ini itu ini itu..

    Aku setuju ama elzafir, kalau linux hanya untuk orang expert, gak kayak saya.

    Yang saya tau komputer itu memudahkan pekerjaan, bukan mempersulit keadaan.

    Dan memang untuk “memudahkan” kadang butuh exrtra money untuk mendapatkannya..

    Pengalaman aja..
    ———————
    Saya seminggu mencoba mengaktigkan Wifi di laptop dengan operasi Linux.

    yah mungkin ada yang bilang, coba baca ini coba baca itu, coba nanya ke milis, coba nanya ke forum.

    Itu untuk seorang PELAJAR yang masih banyak waktu luang, lah kalau saya harus begitu, bisa bisa di bunuh ama customer yang pengen kerjaan kelar dengan cepet.

    Akhirnya saya putuskan untuk back to windows, wlau harus merogoh kocek,,
    dan gak nyampe 5 menit setelah install windows, wifi udah hidup, dan saya siap untuk kerja..

    So intinya user yang gak expert kayak saya mending rogoh kocek tapi pekerjaan bisa lancar dari pada, puyeng.

    Kesimpulan dari semua :
    ————————–
    Kalau emang anda merasa EXPERT pilih aja Linux sebagai sarana pekerjaan anda, TAPI kalau orang awam seperti saya ya pake yang berbayar aja…lagian murah kok..🙂

  241. hajime mengatakan:

    Sebagai pemilik warnet , saya memang melihat, user yang awam tidak ada yang mempermasalahkan warnet saya pake linux atau windows. sama aja. paling yg minta windows, user yg kebiasaan make windows, but at all, setelah sekali memakai, mereka cenderung untuk mencoba lagi, dan akhirnya menjadi pelanggan tetap. Yang hengkang ? Banyak! Utamanya dari kalangan gamers. Tapi dari kalangan yang memerlukan sistem operasi cepat, apalagi dengan mozilla firefox yang juga open source memiliki integrasi yangs sangat baik dengan Linux untuk berselancar di internet, mereka lebih prefer Linux.
    Saat ini warnet saya menggunakan Zencafe 2.2, distro yang memang diperuntukkan untuk kebutuhan warnet.
    Mengenai suka nggak suka, itu selera orang , tidak bisa dipaksakan. Terkadang alasannya subjektif terkadang objektif, itu tergantung pengetahuan yang dimiliki seseorang🙂 .

  242. yawayare mengatakan:

    Kapok gw install Linux di Laptop gw. Kagak lagi2 deh sama Linux!!!!! OS murahan!!!

  243. sevenco mengatakan:

    Dengan Linux, wireless adapter laptop lo bisa gak nyala. Begitu pula dengan bluetooth, webcam, dan fungsi-fungsi lainnya.

    pembohong.

    okay, ini contoh nyata. gw baru beli laptop, masukin live CD ubuntu (live USB sih), dan wifi, bluetooth, webcam semua nyala dan tinggal pake (wifi tinggaal klik nama SSIDnya, chat di YM/GTalk/FB chat cukup di empathy client, butuh codec/software tinggal search paket ubuntu restricted extras di ubuntu software center). abis itu gw format lagi buat bikin dual boot. setelah install windows XP, tampilannya aja masih 800×600 (sementara layarnya HD), sound juga gak nyala. butuh donlot driver, mau konek internet aja gak bisa karena ethernet port pun gak berfungsi (boro2 wifi). maaf aja, boro2 gw mau facebookan, main game serius, YM-an lengkap dgn emoticons dan IMvironments kaya yg dibilang pembohong pembuat blog ini, yg bisa gw lakukan dgn OS tahun 2001 itu cuma ganti wallpaper, buka mspaint, ya gitu2 lah. akhirnya gw pake lagi itu live USB buat konek internet dan donlot semua driver XP. selagi nunggu donlotan tentu sambil facebookan, main flash games, chat, nonton dvdrip dari harddisk external dengan resolusi layar HD sesuai videonya. sempurna.

    • bspsp mengatakan:

      bandingin windows XP dengan ubuntu terbaru? hmm..

    • 1988121212 mengatakan:

      WAduh bang kalo mau ngebandingin tuh yang bener dong.
      Masa Ubuntu paling baru dibadingin ama windows xp. Bandinginnya ama windows 7 hampir semua hardware pasti terdeteksi.

      • sevenco mengatakan:

        @bpsp & 1988121212:
        hanya 2 OS itu yg tersedia, and believe it or not, windows XP masih sangat banyak populasinya. gw sendiri pake di kantor karena tools yg gw pake gak gak support windows vista atau yg lebih baru, XP mode terlalu mahal.

      • kritikus mengatakan:

        bung sevenco, kalo ngebandingin ya yang relevan, Buru sama baru, ubuntu versi terbaru vs windows 7 lah….

  244. barakatax mengatakan:

    Linux hohoho apaan tuh … ?? Makhluk luar angkasa..??
    Windows, nah ini juga apa …?? Makhluk dari dasar samudera-kah ..??

    Ah, bagi saya mau Windows apa Mac atau Linux, selama itu bisa bikin dapur saya ngebul, bisa ngedatangin duit buat beli susu anak, bisa memenuhi semua basic need saya, maka akan saya gunakan.

    Saya bukanlah software developer/engineer, jadi gak ngerti ama dunia IT.

    So, yang pake Windows monggo silahken. Windows adalah aplikasi yang hebat. Yang pake Mac, great. Keep using it as long as you like it. Yang pake Linux, bagus. Tentunya pengguna Linux menyukai dunia mereka dengan alasan mereka sendiri.

    Setiap OS ada plus minus-nya lah. Dan kalo semua bisa saling melengkapi tentunya akan sangat bermanfaat

  245. brasero mengatakan:

    wah… Pengguna linux ma windows adu argumen, Mantep nih… kalo gue sendiri yang pengen tau lebih dalem tentang Operating System,makanya lebih milih linux… bisa di otak-atik, di tune up, costumize, dan Bebas gw jamah!!
    two thumb up buat ni OS…pernah ada yg nanya ke gw “Linux bakal ribet ga kalo ga kehubung internet buat install paketnya??” gw jawab aja, “ga juga ko, tinggal beli atau minjem, download di warnet yang namanya DVD repository”

    Tapi ga gw saranin ni OS buat user yang hanya sekedar user, ni OS powerfull banget buat lo yang demen explorasi dan suka dengan hal yg menantang…

  246. norton mengatakan:

    Wkwkwkw… windows XP gw cacad… php yg di xampp terbaru ga jalan…. kirain gw yg salah masukin syntax… ga taunya emang XP-nya ga mumpuni… bajakan sih!

    akhirnya gw coba ubuntu(yang ga buntu itu) make lampp langsung bisa…

    Pengalaman gw sih..

  247. Hugo Linux yess!!! mengatakan:

    yg cinta windows itu bencong, yang cinta microsoft itu homo!!!… klo yang dukung Bill gates ( Gerbang )…… uhhhh pasti langanan sex ama bill gates!!!..

    Freedom Linux, kill microsft!!!

    • bspsp mengatakan:

      ini yang bikin linux ‘dibenci’

      • kritikus mengatakan:

        yang cinta linux buuuuaaaanyak kali, yakni 0.8 %, Distro linux buuuanyak kali, tapi gag ada satu pun yang bisa menandingi windows 7 dalam kenyamanan untuk anak muda, saya hanya berimajinasi gimana cara linux dongkrak yang 0,8 % itu, mau cepet kalahkan windows, ya cari aja duit banyak2, gua kasih tau kerjaan gampang tapi duitnya banyak, sucking penis, ngerampok bank, jual sate pinguin bakal laku gua kira

  248. captain kuro mengatakan:

    bahasan yang tidak penting !!!! buang buang waktu

  249. sinting mengatakan:

    hemmm, at least yang gw pake win ori & lucid, sejauh ini i got no problem with my driver, hardware, etc .. whatever admin said .. blah blah blah .. yang bilang linux ribet bilang aja ga mau belajar, yang bilang windows maho kyk nya lo ga pernah ngerasain nikmat nya dunia gaming. so ??????

  250. fathimuhammadattaqi mengatakan:

    ini blogger dibayar berapa sama bill gates dan steve balmer buat postingan kayak gini, hehehe.. kayaknya perlu nonton revolution os nih. apa itu arti kebebasan dan apa itu arti open source..

    tapi kalo memang maunya terproteksi dan terbelenggu dengan EULA nya Windows

    • Don Zafir mengatakan:

      Banyak bacot lo.
      Pengguna komputer maunya OS yang terintegrasi.
      Gak cuma di urusan komputer/PC aja. Orang pun cenderung memilih iPhone dengan segala kekurangannya daripada masuk kubu Android yang “bebas” tapi “gak keurus”.

  251. fajar hari prabowo mengatakan:

    Linux sekarang sudah ada dukungan dari perusahaan besar,

    Canonical, yang bikin ubuntu.😀
    RedHat, yang bikin RH OS😀
    Novel, yang bikin SUSE😀
    MandrakeSoft, yang bikin Mandriva😀

  252. fajar hari prabowo mengatakan:

    Menurut ane perusahaan yang lebih care ketimbang Microsoft adalah Apple Inc. Karena microsoft nggak sebanding antara harga dengan softwarenya, kemahalan.

    • Don Zafir mengatakan:

      Ini jelas-jelas gak berdasar.
      Apple gak mahal? OSX Snow Leopard 10.6 di jual dengan harga $30 dollar, yang mana di dunia Windows update seperti ini setara dengan Service Pack.

  253. bad love mengatakan:

    cuma orang bodoh yang bakal bilang seperti ini:

    Liat, dari tadi gua gak membandingkan Linux sama sistem operasi lain? Itu karena Linux gak pantes untuk dibandingkan! Semua sistem operasi ada tempatnya masing-masing. Windows adalah untuk kantor. OS X untuk kerjaan-kerjaan spesifik dan untuk santai. Sementara Linux tempatnya ada di balik layar, alias jadi server, jadi sistem operasi untuk embedded device, dan jadi tempat para orang kebanyakan waktu buang-buang waktu.

    jadi anda berpikir :

    linux —> server

    windows —> desktop

    pikiran anda picik sekali… justru membuat anda semakin tertinggal oleh kemajuan teknologi…

    sejak windows server NT4 sudah mulai banyak digunakan sebagai server….

    dan linux sendiri berawal dari console sekarang sudah lebih user friendly….

    jangan lupa juga….

    windows sudah digunakan sebagai OS pada smartphone begitu juga linux…

    • Don Zafir mengatakan:

      Ah bullshit lo men.
      Lo tau Linux sucks di desktop.
      Yang dibangga-banggain juga sama para orang tolol disini: “Lo tiap hari ngunjungin Google, mereka servernya pake Linux looohh”….

      No shirt, Shitlock?

      Bung, saya itu ngomongin DESKTOP. NT4 itu edisi server. TOLOL.

  254. gozen mengatakan:

    linux sux :p

  255. realsifo777 mengatakan:

    hidup linux mint😛

  256. kifni mengatakan:

    hahha.. panjan banget debatnya..

    serah aha, yang suka linux yang benci linux, yang suka windows yang benci windows…

    kalo saya anggap windows sebagai OS yang bagus, sayang saya ga bisa beli lisensinya…

    Untuk kebutuhan saya Linux sudah cukup bahkan lebih, denger musik, ngetik, nonton vidio, browsing, download, dll..

    salam

  257. Edho14st mengatakan:

    Ahaiiiiiiii….
    yang bikin nih blog lupa tulis “GAME”
    sejauh ini lom pernah ada Game diLinux yang Bagus

  258. gatahumalu mengatakan:

    Gw tantang lo elzafir….
    Wordpress yang lo pake itu web servernya pake nginx.
    coba lo akses http://network-tools.com/default.asp?prog=httphead&host=elzafir.wordpress.com

    lo analisa sendiri nginx tuh running pake platform apa..

    liat tu pake mata lo…celekin biar bisa liat…
    kalo lo benci linux… tutup akun wordpress lo.. pindah pake server mikocok ato OSX…

    berani ga??
    kalo lo tetep pake wordpress, berarti lo BANCI.. ngatain ga suka linux, tapi keseharian lo tetep pake linux buat update blog….

    makan tuh……

  259. akirawisnu mengatakan:

    jujur si banyak point yang dibilang bener, memang linux (jujur) dalam pemakaian saya selama ini (masih memakai dan dibilang lebih seneng make ubuntu di banding windows) memiliki banyak kesusahan, terutama di awal2 make..

    masi tergantung ama windows, tapi jujur, setelah berapa lama makai, banyak belajar..jadi berasa linux lebih nyaman aja (soalnya kerjaan make laptop buat koding, bikin game, bikin web ama nge-run software statistik buat tugas kuliah)

    memang linux banyak kelemahan, saya akui, tapi pengembangannya masih berpotensi untuk menjadi OS yang lebih user friendly dan sejajar dengan OS besar lainnya..

    yang gw suka dari linux sih komunitasnya, di windows ato mac jarang banget yg mau saling kerjasama gitu soalnya, ehhehe

    well, tapi gw tetep pake dual boot kok, windows bajakan mank masih tetep diperlukan buat main game :p

    ehhehe

    hidup linux, hidup bajakan windows!! ><😀

    uuu, yeah!

  260. Linux Lover mengatakan:

    i think Linux is de best, ilove Linux, tapi OS sesuai selera masing2 ya, intinya yg punya banyak duit ya silahkan bayar ke Microsoft atau Aple,dan ingat membajak atau memakai os bajakan itu haram, yg suka Open Source mari kita terus berbagi satu sama lain dan mari kita wujudkan IGOS!!!! Hidup Open Source!! Hidup Linux!! Matilah pembajakan!!

  261. dermawan mengatakan:

    seorang manusia g akan ska sma yg lainnya jika kita tidak tau apalagi tidak kenal begitupun jg dengan OS kita akan memberikan pendapat seperti d atas klo kita tidak kenal/tidak bisa menggunakannya. supaya kita bisa membandingkan semua jenis OS maka kita harus bisa dlu OS yg akan kita bandingkan. bagaimapun hebatnya sebuah OS jika kita tidak bisa menggunakannya pasti kita akan mengatakan jelek…… ” sorry bro ikut command”

  262. cep mengatakan:

    Saya bangga ada orang yang sudah berani bicara BENCI berarti beliau sudah mampu menilai sesuatu dengan lebih dalam. DAN yang saya tahu antara BENCI dan CINTA tidak jelas batasnya, berarti saya yakin anda sudah jatuh cinta pada LINUX, sehingga setiap kekurangan terlihat jelas….kadang kelebihan tidak terasa karena sudah dapat dinikmati….ok

  263. kelik mengatakan:

    buat gwe sih fine2 aja.
    mo pake mikocok mangga yang penting jangan bajakan
    mo pake OSX silahkan sekali lagi jangan yang bajakan
    bukan apa2 malu, negara kita sdah termasuk yang paling parah dengan pembajakan software.
    ya kl gak mampu beli ya pake yang murah aja, yang 5000 dan bukan bajakan adanya cuma linux.

  264. g4pt3k mengatakan:

    gw udah cape berurusan sama virusnya windows . .

  265. Dion mengatakan:

    Hal – hal tolol seperti inilah yang sebenernya buang – buang waktu… TOLOL…

  266. e0ne199 mengatakan:

    sebenarnya menggunakan linux lebih banyak maanfaatnya, n gak ada kerugiannya….kenapa?

    karena kode2 yang digunakan di linux bersifat terbuka, jadi orang2 di seluruh dunia bisa berkontribusi untuk membangun kode2 tsb supaya lebih baik…terutama sama security nya….

    lagipula, kode2 yg seperti itu kan gak bisa disisipkan pesan2 setan dan program2 jahat (untuk memonitor aktivitas orang, dsb) karena udah pasti ketahuan…

    apa lw senang klo semua password n user name lw di rekam sama program yang ‘tertutup’ dan digunakan untuk kepentingan perusahaan yang memproduksi software tsb????

  267. gawier mengatakan:

    dasar manusia…
    di kasih gratisan minta lebih..
    kembangin sendiri..
    norak..
    cobalah berfikir dalam pengembangan sistem…

  268. fuadyamani mengatakan:

    daripada pake Windows bajakan mendingan pake Linux yg Legal . . .
    aman dan tentram di hati kalo pake Linux . . .

  269. fuadyamani mengatakan:

    Google aja menyarankan para karyawannya untuk menggunakan Linux or Mac . . .

  270. windowzealots mengatakan:

    Microsoft merasa terancam oleh LINUX
    Baca link dibawah ini!

    http://www.crunchgear.com/2009/08/05/microsoft-admits-that-it-feels-threatened-by-linux/

    hey, dasar kampungan…
    emangnya loe lbh hebat dri micro$oft??
    Dasar kampungan yg berGELAR tpi tidak berpendidikan….

  271. r0ll0v3r mengatakan:

    perdebatan bodoh..
    semua punya kekurangan N kelebihan kalee’..

    yang penting kita cari kerja dengan suatu hal yang berkah, suatu hal yang legal..Pake windows itu boleh, asal bukan crack-crackan (seaplikasinya)..banyak orang yang membanggakan windows mereka berlisensi, eh teryata di dalemnya ada corel terbaru (jelas bajakannya) dll

  272. rauff risharasakti mengatakan:

    Perasaan ane pakai linux bukan buat gaya2’an tapi emang untuk kebutuhan, kenyamanan dan keamanan

  273. arieonline mengatakan:

    ente pake aplikasi di windowsnya original semua gan? mulai dari office, photoshop, corel, autocad, etc?

    kenapa linuxer mempromosikan linux gencar2an?

    semua itu utk mengurangi pengeluaran gan. daripada buat beli software mending buat bangun sekolah, biar pada pinter make linux

  274. sxired mengatakan:

    ane mah windows oke linux oke😀

  275. Tio mengatakan:

    menurut ane sih, setiap OS saling melengkapi.. ada kelebihan masing-masing..

  276. tryfatur mengatakan:

    There is a more there is a left. Linux ada untuk menutupi kekurangan Windows dan Windows ada untuk menutupi kekurangan Linux.

  277. jono mengatakan:

    omongane tukang angon kebo kok di urus..

  278. greenx mengatakan:

    “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.”(Q.S. Luqman:18-19)

  279. maundrell mengatakan:

    buat souza..

    jangan2 anda tidak pernah pake linux.

    jadi kamu seakan-akan tahu banyak tentang linux

    atau kamu install linux untuk iseng2 aja.

    banyak aplikasi windows yang sudah compatible di linux

    contohnya untuk photoshop.
    koq kamu malah make wine untuk install photoshop

    di linux sudah ada aplikasi yang ‘imbang’ dengan photoshop. yaitu GIMP photo editor.
    untuk corel di linux ada inkscape.

    untuk main game di linux, bisa menggunakan transgaming cedega..
    game DOTA bisa masuk. sudah saya coba, grafisnya lebih cepat dari windows..

    dan masih banyak lagi.

    kalau mau buat postingan, mending mikir2 dulu mas. 🙂

  280. hamba_allah mengatakan:

    mas kerjaanya pake windowskan? bajakan kan?
    bajakan=haram
    nah lo,, klo lo pake barang bajakan buat nyari uang bisa harma tuh yang dihasilkan,,, T_T
    klo pake windows harus yang ori donk,, klo mw pamer yang ori donk..

  281. orang awam pake windows mengatakan:

    waakakakakakakakak benci tapi di pake ini yg sangat memalukan

    win cocok bgt untuk orang tua yg gaptek……
    nux cocok buat siapa saja yg mau mempelajarinya

    yg ga mau ya ga pa”, ga sah debat yg ga penting.

  282. realsifo777 mengatakan:

    hidup linux mint 10😀

  283. fuzi mengatakan:

    ELZAFIR, pemahanmu masih tetap seperti dulu waktu nulis artikel diatas ini atau sudah ada kemajuan tentang linux?????

  284. powter mengatakan:

    halah, ini yg pnya blog sengaja nih, biasa biar rating blognya naik, kayak artis2, kalo mau naik daun harus buat sensasi, anggap aja ni org yg pnya blog lagi beredar foto ma video bugilnya. ga usah di gubris.
    hahhahhaha

    :p

  285. Asha mengatakan:

    Saya rasa anda terlalu dini untuk mengatakan ini itu tentang linux. Tulisan ini tidak sesuai dengan kenyataan yang ada saat ini. Maaf ya, saya bisa simpulkan anda kurang pengetahuan tentang linux. Linux kini tidak seperti dulu, hanya ada mode textnya doang. Applikasinya juga ga kalah kerennya sama “JENDELA”.Jika anda menganalogikan linux itu seperti membeli sebuah mobil yang sebelumnya harus dirakit terlebih dahulu, seharusnya anda seneng dong, ga diperolok terus sama produsennya. Cuma saran saja, sebaiknya anda menghapus tulisan ini secepatnya. Dan yang terakhir, “HORE SAYA BOSA MERAKIT MOBIL”, tapi anda tidak. TERIMA KASIH!

    • lalala mengatakan:

      dan orang bodoh mana yg mau merakit mobilnya sendiri , membangun rumahnya sendiri , merakit processor , VGA , RAM dan semuanya sendiri?

      argumen basi

      • Asha mengatakan:

        @lalala:
        ngerti analogi ga sih?
        emangnya loe pernah pengen nginstal applikasi tinggal bilang doang sama komputer lo.
        “WAHAI KOMPUTER, TOLONG INSTAL MS OFFICE 2010 SEKARANG JUGA!”

        basi!

      • lalala mengatakan:

        @asha
        bodoh , g nyambung banget loe.

        “Jika anda menganalogikan linux itu seperti membeli sebuah mobil yang sebelumnya harus dirakit terlebih dahulu, seharusnya anda seneng dong, ga diperolok terus sama produsennya
        -> maksudnya gimana ni? sejak kapan Microsoft , Apple , IBM dll memperolok konsumennya?

        “Dan yang terakhir, “HORE SAYA BOSA MERAKIT MOBIL”, tapi anda tidak”
        -> sejauh mana loe bisa merakit mobil?
        kalo gw peduli amat sama dalaman mobil , yg penting mobil yg gw beli sesuai dengan kemauan gw.

  286. sevenco mengatakan:

    Ada seorang cewek muda cantik yang gaul pengen beli laptop. Dan dia harus milih sesuai budget. Namanya cewek, pasti dia milih liat bentuknya. Iya tokh? Dia gak bakal peduli sama yang namanya DDR3, SATA, RPM dari HDD-nya, dan lain-lain.

    stereotype, much? silakan kalo mau make a case against linux, tapi anda gak harus menyerang kaum perempuan juga kan? ckck…

    • Don Zafir mengatakan:

      Dimana-mana steriotip itu berdasarkan fakta, kawan. Gak usah sok feminis dah lo.
      Kalo ada perempuan yang mau protes, silahkan kunjungi rumah gua. Jangan lupa bawa beer.

  287. taqino4 mengatakan:

    wui… wui… sudah-sudah, otak manusia tuh beda, dibahas juga ga bakal kelar, numpang lewat sambil nyimak aja dah gua…moga ga nabrak pohon… wkwkwkwk…thank kang Zafir atas bacaannya, sungguh menarik dan mendorong hehehe..😀

  288. harisrozak mengatakan:

    Hahaha, karna yang punya blog sampe udah males comment, maka forum kita tutup sampe disini,bukan begitu Bunk Zafir?.
    Salam ubuntulovers😀

    ====== TAMMAT =======

  289. 23Pstars mengatakan:

    sbenernya sy agak panas membaca artikel di atas, karena anda melihat dari sudut pandang yang salah,,

    kalo memang anda tidak suka linux, cukup bilang tidak suka, jangan membanding2kan atau malah menjelek2an dengan linux.

  290. busa mengatakan:

    wah pusing juga bacanya..
    tapi menurutku ke depan linux bakalan tetap berkembang, masalah ada yang model linux zealots itu mah ada di setiap bidang.
    jadi siap2 aja, atau mungkin anda sendiri bisa jadi punya potensi bersikap seperti itu.
    Linux tetap punya banyak sisi positif/keunggulan. daripada menjelekkan mungkin lebih baik anda ikut mengembangkan agar nyokap/bokapmu bisa lebih nyaman and enjoy dalam menggunakan.

  291. taufik herjanto mengatakan:

    judul yg anda gunakan mampu meningkatkan kunjungan blog Anda, karena orang-orang terpancing dengan judul “Gua benci Linux”.

  292. zest mengatakan:

    kok pada repot ndiri2…
    sebelum tulis disini harus nya pada dibuang ego nya masing2 supaya ga ada salah paham…
    tanpa harus berpihak ke OS manapun…
    baca tulisan dihayati dan di mengerti baru tulis uneg2 kalian…

  293. lineus mengatakan:

    om zafir kampungan

  294. erwin mengatakan:

    bingung gw sama cara berfikir “konservatif” seperti don kafir
    contoh yang dijadikan bahan untuk menghujat GNU/LINUX
    jelas salah kaprah…
    contoh tersebut harusnya ditanyakan ke 3rd party developernya
    seperti perusahaan adobe, autodesk dll (yang berkaitan dengan contoh diatas)
    tanya kepada mereka kenapa tidak membuat versi linuxnya biar compatible dengan OS linux…
    jawabannya jelas tidak komersil alias gak akan untung besar..
    seharusnya don kafir membahas dan membandingkan tentang OS nya sendiri bukan mengkambing hitamkan linux gr2 3rd party softwarenya tidak compatible..
    oh iya bagi pathetic warez lovers (windows adalah rumah bagi mereka)
    tapi bagi yang anti warez (gnu/linux adalah rumah bagi mereka)

    mudah ditebak dari tulisan don kafir klo anda tidak paham b tentang OS tapi udah berani ngambil kesimpulan bahwa linux jelek… what a stupid conclusion from stupid person with a stupid issues

    pelajari lagi apa itu linux baru bikin artikel ini..
    oh iya
    “tolol tolol aja sendiri jangan ngajak2 orang lain menjadi tolol dengan memberikan perbandingan salah kaprah”
    lucu banget anda ini

  295. Dek One mengatakan:

    end user memang selalu pikir macam ni… biasa la budak2 baru blajar gune komputer… for us, linuk adalah syurga ilmu dan kreativiti… mmg linux itu murah, tak cantik, tak sebagus os lain tapi disini la gunanya kami sebagai developer untuk mengembangkan ilmu kami… kalo ade bug boleh repair sendiri tak payah nak report pada syarikat yang release software tu untuk dapatkan patch… well memang awek tak perlukan os yg boombastik untuk fb n chat but its batter than asik kene virus… setiap orang ada purpose sendiri untuk guna linux…

    kalo rasa linux tu tak bagus kenapa nak kutuk…. apa kata en zafir ubah ia kepada bagus… mybe one day kalo apple n window bankrup en zarif still has linux untuk teruskan hidup…

    lagi satu yang saya nampak evolusi os berbayar sangat lambat n sangat mahal… tapi cube tengok linux, sangat pantas sehinggakan beratus distro telah diriliskan….

    well setiap orang ada pandangan masing2….

  296. guspur mengatakan:

    blog hoax.. bin cari sensasi

  297. KONTOL NGOMONG mengatakan:

    DON KAFIR, WEEEKz CUUUH…..

  298. Es Be Ye mengatakan:

    tidak terasa, sudah 2 tahun debat ini berjalan :ngakak

  299. azis mengatakan:

    Gw setuju dengan artikel di atas, meskipun gw juga pengguna linux dalam hal ini mengurusi server. Gw paling gk suka sama Linux zealots yang notabene merasa paling jago dan wah apabila menggunakan linux,padahal paling juga tahunya pake ubuntu🙂 itupun hanya untuk aplikasi dekstop mentok-mentok merasa wah karena udah bisa remastering linux.

    2 Jempol buat yang buat artikel ini, Biar menyadarkan mereka bahwa dunia IT tidak cuman sebesar CD/DVD😛

  300. pyur mengatakan:

    Pendapat orang memang beragam karena punya penilaian sendiri2, untuk pengguna biasa pake windows OS sih g masalah selama g ad razia daari pihak berwajib wkwkwkwkwkwkw, tapi perlu diingat jika seorang programer menggunakan program bajakan trus programnya di bajak ya jangan mengeluh apalagi menangis cz imbas dengan amal perbuatan tw he he he. semua itu tergantung dari kebiasaan, andai dulu pertama kali kita kenal linux sebelum windows pastilah Blog ini judulny “GUE BENCI WINDOWS”

    Paling tidak sebelum telat kita gunakan yg free n bebas di konsumsi untuk semua.

    Salam perdamian

  301. Jack mengatakan:

    Salam kenal Kang Zafir dan para komentator semua…
    bisa dibilang kalo saya masih nyuwbie soal IT… namun yang namanya belajar adalah suatu “keharusan” bagi saya… belajar apapun… karena memang saya akui saya masih “bodoh”…

    untuk masalah OS, saya menggunakan 2 OS, Windows XP Pro SP 3 dan Ubuntu Desktop 10.10 Maverick… untuk Ubuntu baru saja saya install seminggu yang lalu…

    sedikit cerita…
    dulu, saya adalah penggemar crack… hampir semua software yang saya gunakan adalah bajakan, mulai dari windows, office, photoshop, corel, gilisoft filelocker, idm, dan masih banyak lagi dan juga semuanya itu adalah hasil bajakan, entah dapet cracknya atau saya crack sendiri… dulu saya sangat suka belajar tentang cracking software, dan itu hanya saya gunakan sendiri… sampai akhirnya 2 tahun yang lalu saya bekerja di sebuah warnet yang memakai OS windows original… saya heran, berapa duit buat beli windows original untuk 15 kompi gitu??? eh ternyata windows original itu di crack juga agar tidak minta aktivasi… dari situlah saya lebih giat belajar cracking software… dari semua software berbayar yang saya dapat dari download, hampir 90% sudah berhasil saya dapatkan crack-nya… saya bukan seorang hacker atau “master” IT… saya hanya operator warnet biasa… sampai suatu hari saya diperkenalkan dengan Linux oleh seorang teman di FB… kemudian saya coba install Ubuntu-10.10 dengan Wubi (ubuntu saya buat underwindows) agar saya bisa memakai 2 OS dan tidak ribet untuk belajar… setelah berhasil instalasi ubuntu, saya laporkan ke teman saya dan tanya2 tentang ubuntu itu gimana… eh dia jawab “silahkan dicoba sendiri bro… kamu pasti bisa”… akhirnya setelah beberapa hari mencoba utak-atik sana-sini, udah mulai terbiasa dengan linux meski baru seminggu menggunakannya… bahkan billing-29 (billing gratisan yang hanya support untuk windows) sekarang sudah bisa dijalankan di ubuntu saya…

    jadi intinya, meski sekarang saya udah pake 2 OS, windows dan ubuntu, dan saya lebih sering menggunakan ubuntu, bukan berarti windows itu jelek… masing2 punya kelebihan dan kekurangan… memang saat booting OS lebih cepat ubuntu daripada windows… dan semua hardware sudah compatible dengan ubuntu tanpa harus install driver lagi… tapi bukan berarti windows jelek dan lebih baik dari ubuntu atau sebaliknya… yang saya tekankan disini adalah kenapa harus ada perdebatan yang tidak berguna perihal penggunaan OS, yang itu adalah menjadi hak pribadi masing2??? dimana hak itu adalah sesuai dengan kemampuan, baik kemampuan intelejensi ataupun kemampuan finansial dari pribadi masing2… saya rasa sudah tidak perlu perdebatan perihal siapa atau apa yang lebih baik… semua kembali kepada Anda masing2… mau pakai yang mana, windows atau mac atau linux… semua punya kelebihan dan kekurangan masing2, tidak perlu membanding2kan…

    maaf jika akhirnya komentar saya ini membuat blog ini semakin penuh sesak… saya hanya ingin berbagi pengalaman dengan para pengguna komputer yang lain… dan semoga semua ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua…

  302. Nuviriu Aringga mengatakan:

    saya seorang perempuan, dan saya pengguna linux. kurang lebih uda pakai selama 3 tahun. ini dikarenakan kantor saya menggunakan linux. Jadiny ikut – ikutan deh. Tapi kelamaan jadi nyaman. Dan saya pun juga dual boot dengan windows. hehehe cuma sekedar untuk maen games. Malah skarang uda jarang bgt pake windows. Awalnya install linux si coba – coba n gagal terus, tapi ga patah semangat. Mpe akhirnya saya bisa install linux ubuntu sendiri, installasi aplikasi paling banter googling dulu. Dan saat saya beli pc, saya memperhatikan jenis prosesor, maksimal ram bisa mpe berapa giga, vga nya onboard ato engga. Beli laptop pun juga kayak gitu. Sekarang kerja pun lebih banyak make linux.
    Kalo menurut saya si, cuma tergantung kebiasaan saja, sempet juga pindah ke Mac OS, ga nyaman karna terbiasa dengan linux dan windows.
    So mungkin hanya perlu dibiasakan agar bisa nyaman ^.^

    maaf apabila tidak berkenan

    Salam
    Nuviriu Aringga

  303. endras mengatakan:

    Ratusan distro linux yang tersebar di dunia, banyak pilihan,..semakin hari semakin baik,… karena jutaan orang ikut mengembangkannya,… JELAS LINUX dengan gratisnya lisensi bakalan populer,… beli software??? bakalan ga jaman (kalo mahal) paling pool bajak software. LINUX mengajak anda untuk tidak bajak. LHA JELAS lebih HALAL,… YAKIN kedepannya LINUX number 1.

    Maaf kalo tidak berkenan
    Itu pendapat saya
    Terima Kasih

  304. sakarepmu mengatakan:

    Ngeluarin pendapat sah-sah saja. Tapi pendapat penulis apa sudah pernah di crosscheck dulu? Sesuaikah dengan kenyataan?
    Maaf, saya menggunakan GNU/Linux Ubuntu, Windows XP – 7, dan Mac OS. Saya bisa bilang, pendapat Anda tidak tepat, karena tidak sesuai dengan kenyataannya.

  305. sakarepmu mengatakan:

    Tambahan:
    Laptop Compaq saya setengah mati nyari Driver windowsnya dan installasi drivernya harus sesuai urutan kalau mau Wireless, Modem, dan Sound dapat bekerja dengan baik dan terdetksi. Itupun drivernya saya dapat dari situs geek china.

    Pas saya install Ubuntu (pada saat itu 8.04) semua driver terdeteksi dengan sempurna.

    Anda membandingkan aplikasi secara sepihak.

    1) Facebook – Twitter.. ga perlu dibandingin karena 2-2nya berbasis web, asal OS ada web browser seperti Firefox 3x, pasti bisa.

    2) YM, MSN, Facebook Chatt, Google Talk dll, plus Webcam… di Ubuntu 9.04 keatas Semua itu cukup menggunakan satu Aplikasi (All In One). Sudah nyoba Empathy 2.32x?
    Di Windows, butuh buka perapa aplikasi? Belum lagi banyak Trojan gara2 Free Smiley Icon.

    3) Denger lagu MP3 Default? Sudah nyoba VLC dan Rhytmbox belum?

    4) Microsoft Office, Adobe Photoshop, NgeDotA di BNet Lokal, Counter Strike, Perfect World, WoW, yakin ga bisa? Saya sudah nyoba di Ubuntu 9.04 bisa tuch… lancar. Pernah Denger WINE dan OpenGL belum?

    5) Ngedit lagu & Film ga bisa di linux… Sumpeh Looh?
    Kok Gw Bisa ya? Nih hasil ngoprek saya yg amatiran http://www.youtube.com/watch?v=Nyazets3d-0

  306. sakarepmu mengatakan:

    Di Bagian akhir video ini diatas, saya tambahkan software2 linux yang saya gunakan.

  307. arip mengatakan:

    menurutku gak adil membandingkan windows (yang komersial) dengan linux yang “gratisan”. maklumlah pada umumnya yang komersil lebih unggul (secara fitur, atau kemudahan pemakaian) drpada yg “gratisan”, ada harga ada kualitas. apalagi versi windows yag digunakan penulis bertipe bajakan. artinya membandingkan windows bajakan dan linux yang sama2 “gratis” namun berbeda aspek legalitasnya (aspek legalitas tak diperhatikan), tentu saja linux kalah telak.

    soal pembajakan, yg realistis menurut ane tuh sekedar mengurangi ketergantungan penggunaan softwer bajakan. software windows ane bajakan (program2nya juga bajakan), tapi juga pake linux.buat ngetik pake openopis. kenapa ane gak sekalian bajakan semua? yach, ane proses belajar, dimulai dari pemakaian live Cd, mesin virtual, dual boot lantas full linux. ane masih mentok dual boot (windows dan linux) artinya masih ada ketergantungan windows..

    ketergantungan menurutku sulit juga. ketergantungan karena kita tak terbiasa menggunakan, atau ketergantungan karena software alternatif kurang powerfull.

  308. TololBudiman mengatakan:

    Thanks kepada Penulis Blogger ini, saya menjadi merenung atas segala debat ini

    Sedikit keraguan muncul di hati saya … berikut adalah keraguan yang ada :

    1. Programming Environment = Linux

    Kenyataannya = Banyak sekali compiler yang berjalan di Windows, begitu pula dengan IDE-nya

    2. Command Line Linux Powerfull

    Kenyataannya = Windows yang sekarang, mempunyai Powershell yang bisa menyaingi terminal pada Linux … untuk bash, sh, dsb … bisa ditutup dengan batch programming kalau benar-benar menguasainya

    3. Linux dikembangkan banyak orang sehingga bila ada security holes langsung ditutup dibandingkan Windows

    Kenyataannya = Security Holes pada Windows, apabila dilaporkan akan segera ditutup sekitar 3 Hari – 1 Minggu asal anda rajin mendownload patchnya

    4. Windows Mahal dibandingkan Linux

    Kenyataannya = Maintaining Linux lebih menyita waktu dan biaya dengan menyewa tenaga ahli yang lebih mahal … untuk pencarian softwarenyapun lebih sulit dan softwarenyapun ada beberapa yang komersil, sama saja.

    Silakan cela saya kalau saya salah, tetapi berikan penjelasan yang sejelas-jelasnya

    THX

  309. hiduplinux mengatakan:

    curhat neh yang punya blog ? kalo benci gag usah sampe kaya gini kali , emang u bisa ciptain OS ?. emang semua orang mampu beli OS original seperti windo*s ? ..

    walau banyak yang menggunakan wind*s ,berapa % yang pakai license ?? , saya lebih menghargai menggunakan OS yang gratisan walau gratisan itu tidak terlalu perfect dibanding memakai BAJAKAN !!!

    • TololBudiman mengatakan:

      Sorry bro, aye bukan memihak si Blogger tetapi emang bener juga omongan dia, bahwa walaupun dengan menggunakan OS Linux, kita terkadang tidak lepas dari namanya bajakan, yang sebagai contohnya lagu mp3 yang kita download, video rip, maupun hal sederhana yaitu foto kopi …

      Dan sepertinya Blogger menekankan bukanlah pada orisinalitas OS tersebut, tetapi sikap arogan yang mengatakan “freedom” dan terpakai atau tidaknya di pasaran …

      Saya sendiri baru sekitar 1 minggu bermigrasi ke Linux (Zenwalk) dan sedikit banyak artikel Blogger dan segala bantahannya malah membuat saya jadi sedikit ragu-ragu, apakah saya bisa lepas 100% dari bajakan … ? Apakah saya bisa bertahan dengan menggunakan software Open Source, apakah saya bisa mampu ikut mengembangkannya😐

      Silakan caci saya kalau saya salah, tetapi berikanlah alasannya …

  310. adit mengatakan:

    tau pancasila dari SD kenpa ga di amalkan….

  311. taff mengatakan:

    yah..biarpun kurang sempurna klo kita bisa berkreasi di dalamnya ,trus sp tw j kita bsa nambahin kekuranganya..kan tetep asyik…Yah Yang Penting linux mantappppppppppppppppppppppppppp…

  312. Indonesia_cyber_soldier mengatakan:

    om don zafir anjink dongokk yang baik hati…

    apakah sistem operasi anda (windows ato apalah yg penting berbayar) beserta aplikasinya adalah asli???

    kalo gak silahkan mendongokkan diri dengan menjedot2in kepala loe ke tembok sampe berdarah…..karena anda sudah menghina sistem operasi Linux….

    buat para fanatik linux : gara2 loe nih anjink kayak gini muncul di blog n ngobel2 emaknya, eh ngomel2 kyk emaknya……

  313. sembaraswasembada mengatakan:

    tulisannya bagus mas zafir

    kalau menurut saya sendiri sih tergantung compabilitas nya . supportnya yang luas.dan tentunya untuk pengguna awam (seperti yang anda tekankan disini) tentu akan lebih memilih yang banyak supportnya.tanpa perlu instal tambahan,sudo apt bla bla.

    dan benar kata anda ttg zealot nya linux.orang2 yang mkir klo make linux make their dick longer.ngerasa beda,dianggep jago ama orang lain.

    tergantung environtment nya aja kali ya.designer tentu lebih nyaman make windows yang bisa diinstal adobe,corel dan yang lain yang lebih unggul dan mendukung pekerjaaannya,bukan kek orang yang maksa linux nya bs nglakuin apa aja,jadinya norakmsusah . tp emang sih linux ga bs buat apa apa

  314. Sakti mengatakan:

    blog dgn replay terbanyak yg pernah saya kunjungi.
    brarti dalam satu sisi sang blogger berhasil dengn ide tulisan dan membuka ajang diskusinya (y walaupun lebih ke debat menurut saya). Ok itu dikit OOT

    “karya apa yang sudah anda hasilkan?” –>silakan jawab pertanyaan ini lalu

    “bagaimana jika karya tersebut dibajak orang?”–>jawab yg ini

    2 pertanyaan tersebut yang selalu saya utarakan saat ada yg mencibir saya karena menggunakan Linux. jika seandainya mereka yg mencibir saya menggunakan Windows asli, tentunya saya tidak perlu bertanya seperti itu.

    dan harusnya anda sudah memahami jawaban dan maksud saya

    Ok pertanyaan ke 3
    “bagaimana dengan para pengguna Windows yang mencibir pengguna Linuk fanatik, bisakah mereka disebut Windows Zealots jga?”

    sesama zealots tentunya tidak perlu berdebat. karena apa yg anda suka belum tentu saya suka. begitupun sebaliknya

    Anda pengguna Windows dgn smua apikasi resmi, tentu saya salut dengan anda

    begitupun jika ada orang yg g mampu beli yg asli lalu menggunakan Linux yg gratisan, saya juga salut dengan mereka

    tapi bukankah yg banyak sekarang adalah pengguna Windows bajakan yg bangga dengan kegiatan membajak mereka sampai2 tidak sadar bahwa hal itu membajak dan pengguna baru Linux yg baru bisa sedikit sudah sombong. tentunya dengan segala alasan dan argumen untuk mendukung pendapat mereka serta menyalahkan pendapat orang lain.

    dalam hal ini mari kita bicara masalah sudut pandang, apapun sudut pandang anda asal anda melakukan dengan cara yg benar dan konsekuen dengan sudut pandang anda saya yakin hal-hal remeh seperti ini tidak perlu diperdebatkan, masih banyak yang perlu kita pikirkan.

    Anda kaya silakan beli yang asli dan user friendly menurut anda

    Anda g mampu beli yg asli, pilih yg gratisan dengan konsekuensi anda harus belajar

    Anda g mampu beli dan g mau belajar, y tetaplah pake bajakan. dan semoga anda tidak bangga dengan hal itu

    sekian, itu saja menurut saya. CMIIW

  315. rizky mengatakan:

    buat mas zafir. memang ada benarnya mas. saya dulu adalah seorang yang menggunakan windows xp bajakan terus beralih ke linux. weladalah ternyata semakin ribet! terus tanya sana sini gimana caranya agar bisa linux. ternyata…teman-teman yang bisa linux itu sulit sekali di ajak berbagi ilmunya. mereka sok jago tapi kebanyakan pelit ilmu. ikut pelatihan ujung-ujungnya ya duwit. tapi ilmu yang diajarkan ngambang. akhirnya alam menunjukkan keramahannya pada saya. dapat rejeki agak gede..beli laptop yang
    agak lumayan high, plus beli windows 7 asli Rp. 700 ribu sekalian diinstallkan paket aplikasi lengkap. akhirnya..lega..buat kerja..mas..lancar…kalo lihat teman-teman yang masih bergelut dengan linux saya berfikir mungkin mereka belum menemukan sesuatu yang dinamakan fokus! hehe..sekian wasalam.

  316. Lukman mengatakan:

    perlu diupdate nih artikel

  317. wahid mengatakan:

    emg gitu, linux punya fungsi2 tertentu buat nyerper2, windows jg punya banyak keungguan dalam hal kemudahan kemudahan. Jd ngapain didebat/comment ( gw sendiri ngapain comment ?? soalnya disediain tmpt comment, haha)

    emg klo gak ada windows/mac developer/pengembang software bokek gan , hasil karyanya gk dihargai dg uang, cm dengan ucapan “terimakasih dari pihak komunitas2pengguna os tertentu” & “nama pembuat software ditulis dalam about software nya” miris..

    kl gw pake dua-dua nya, yaitu windows dan linux centos/ubuntu (kl mac gk ada duit, wkwk), semuanya bisa buat kerja (.. ehh maksutnya beraktifitas, #maklum masih sekolah)

    kl dibilang yg pake linux itu suka bnyak gaya n sok jago, emang sih bykan gitu (kecuali gw, gw mah bersahaja, nyiiihuuii..haha)

  318. Dalton Tanonaka mengatakan:

    kebencian skala kecil : masalah OS</